
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah beberapa hari Hiro melakukan perjalanan dari utara ke selatan akhirnya ia telah sampai di wilayah kekuasaan sekte Lautan Suci.
Sama halnya seperti sekte Gunung Keabadian yang di sekitar wilayahnya banyak sekali gunung, sekte Lautan Suci memiliki lautan yang luas dan bersih di belakang sekte nya.
Lautan tersebut di kabarkan dapat meningkatkan level dan pengetahuan siapapun yang berlatih berendam di lautan tersebut tetapi hanya orang-orang tertentu yang di perbolehkan untuk memasuki wilayah tersebut.
"Kabar yang ku dengar dari para pedagang wilayah ini adalah wilayah suci, awalnya ku kira itu di lebih-lebih kan tapi setelah lihat langsung ternyata memang benar dan pantas di sebut wilayah suci karena energi disini lebih murni dan melimpah dari wilayah lainnya" ucap Hiro terkagum-kagum.
"Itu karena adanya laut tersebut sayang, kamu harus memasukinya karena akan sangat berguna untuk mu" Ucap Yue.
"Nanti akan aku usahakan untuk bisa memasukinya" Ucap Hiro mengangguk mengerti.
Hiro berjalan ke pintu masuk kota, sebelum memasuki kota tersebut ia harus memperlihatkan lencana klan Jing untuk tanda identitas nya.
Setelah memasuki kota Hiro merasa energi di sekitarnya mengalir masuk ke dalam tubuhnya.
"Entah kenapa sepertinya energi di sekitar ku tersedot masuk ke dalam tubuh ku" Ucap Hiro dengan terkejut.
"Haishh apa kamu lupa sayang kalau kamu itu memiliki tubuh yang selalu menyedot energi di sekitar?" Ucap Yue.
"Ahh kamu benar, aku melupakan hal tersebut" Ucap Hiro menggaruk kepalanya.
"Minggir! tuan muda kami akan lewat!"
Tiba-tiba sekelompok prajurit mendong Hiro dan Yue yang sedang berdiri diam.
"Apa kau tuli! dasar orang rendahan berani menghalangi jalan tuan muda!" Ucap seorang prajurit dengan kasar dan memaki Hiro.
"Apa maksud mu?" Ucap Hiro berkerut.
"Kau memang tuli! cepat enyah dari sini sebelum kami membunuhmu! dan juga tinggalkan wanita itu karena tuan muda pasti akan senang" Ucap prajurit tersebut.
Hiro yang mendengarnya pun kesal, "Baal…" Ucap Hiro mengeluarkan pedang panjangnya yang berwarna merah darah.
Swoshhh… Crrootttt…
Seketika Hiro mengayunkan pedangnya dan memenggal kepala prajurit di depannya.
"Sungguh aku membenci orang yang ingin memiliki yang ku miliki" Ucap Hiro dengan dingin, ia mengayunkan pedangnya untuk membersihkan darah yang menempel.
Kejadian tersebut sontak membuat perhatian orang-orang sekitar yang berlalu lalang.
"A-apa yang kamu lakukan sialan! berani sekali membunuh prajurit pengawal tuan muda!" Ucap prajurit lainnya.
"Kenapa aku harus takut? bukankah kalian yang seharusnya takut kepadaku" Ucap Hiro dengan dingin dan tatapan matanya menjadi tajam.
Tiba-tiba mereka semua merinding gemetar ketakutan melihat sorot mata Hiro.
Aura luar biasa kuat menekan mereka semua yang ada disana.
Suasana menjadi mengerikan saat Hiro mengeluarkan auranya.
"B-berhenti! a-apa kau tidak tahu kalau aku adalah anak dari seorang tetua yang hebat di sekte Lautan Suci?! Kalau sampai ayah ku tahu, kau pasti tidak akan bisa hidup dengan tenang!" Ucap pemuda yang di sebut tuan muda oleh para pengawalnya mengancam Hiro dengan menggunakan latar belakangnya.
"Cihh lagi-lagi bocah sombong yang mengandalkan kekuatan orang tuanya! sungguh sudah muak aku karena terlalu sering menemukan yang kayak dirimu!" Ucap Hiro yang jengkel.
"Yue enaknya dia harus ku apakan?" Tanya Hiro.
"Terserah kamu sayang… Tetapi seperti nya aku mendapatkan ide bagus" Ucap Yue tersenyum misterius.
Yue berjalan mendekat ke Hiro dan membisikkan sesuatu di telinganya Hiro.
Setelah itu Hiro pun tersenyum.
"Ide bagus" Ucapnya.
Hiro kemudian memasukkan tubuh pemuda tersebut ke dalam dunia jiwanya dan membunuh semua para pengawalnya.
Hal tersebut membuat orang-orang yang melihatnya pergi menjauh dari Hiro karena takut akan terkena masalah antara Hiro dan sekte yang berkuasa di wilayah tersebut.
Hiro dan Yue yang sebelumnya pergi menghilang muncul kembali di sebuah penginapan.
Mereka berencana untuk istirahat di penginapan tersebut, mereka kelelahan karena melakukan perjalanan yang cukup panjang.
***
Keesokan harinya kabar tentang pembantaian yang terjadi di tengah kota membuat wilayah selatan menjadi gempar bahkan kabar tersebut sampai ke telinga Patriak sekte Lautan Suci, dengan segera Patriak mengerahkan para prajuritnya dan murid-muridnya untuk mencari informasi lebih rinci dan detail tentang kejadian tersebut.
Sedangkan Hiro yang pelaku dari pembantaian tersebut tengah diam di sebuah restoran, ia dengan tenang menyantap makanannya seperti tidak ada yang terjadi.
'Hoo patriak sampai menurunkan para prajurit dan muridnya hanya karena pemuda tersebut? sepertinya apa yang di katakan pemuda itu benar kalau ayahnya orang penting di sekte' batin Hiro.
Hiro meminta kepada Yue untuk berdiam di dunia jiwa karena keberadaannya akan menimbulkan masalah lainnya karena kecantikannya yang membuat semua orang yang melihatnya akan kehilangan akal sehatnya.
"Hmmm bagaimana kalau aku bermain-main sedikit dengan sekte itu" Ucap Hiro tersenyum.
{Sistem merasakan ada sesuatu yang menarik di dalam laut suci itu tuan}
"Hoo apa itu?" Tanya Hiro yang penasaran.
{Entahlah sistem tidak tahu dengan jelas apa itu tetapi sistem sarankan untuk cari tahu apa itu dengan cara masuk ke dalamnya dan melihat secara langsung}
"Baiklah karena kamu sudah berkata gitu" Ucap Hiro dengan senang.
Ia kemudian pergi dari restoran menuju ke sekte Lautan Suci.
Sebelum itu Hiro merubah dahulu wajahnya agar tidak terjadi masalah.
Setelah beberapa menit Hiro akhirnya telah sampai di depan pintu sekte.
Ia di cegat oleh para prajurit yang berjaga.
"Jelaskan tujuan dan alasan anda kemari tuan" Ucap para penjaga dengan sopan dan tegas.
Tetapi Hiro tidak menjawabnya, ia mengabaikan mereka dan masuk begitu saja.
Hal tersebut sontak saja membuat para penjaga dengan sigap mengepung Hiro dan mengarahkan senjatanya kepada Hiro.
"Sopan kah begitu kepada tamu?" Ucap Hiro dengan tenang.
"Anda telah melanggar aturan tuan! anda tidak bisa masuk seenaknya tanpa ijin dari Patriak!" ucap seorang prajurit.
"Ijin? di dunia ini tidak ada siapapun yang berhak melarang aku melakukan sesuatu!" Ucap Hiro dengan angkuh.
"Kami peringatkan sekali lagi tuan! kembali atau kami bertindak secara kasar!" Ucap mereka dengan serius.
"Kalian boleh menghentikan ku dengan cara apapun… Itupun kalau kalian bisa" Ucap Hiro kemudian menghilang.
Para prajurit tersebut terkejut saat melihat Hiro yang di kepung menghilang begitu saja.
Setelah itu salah seorang prajurit melihat keberadaan Hiro yang dengan tenang berjalan menuju sekte.
Mereka pun dengan segera menyerang Hiro bukan untuk membunuh tetapi melemahkan nya agar bisa di tangkap.
Hiro yang melihat mereka menuju ke arahnya tanpa adanya niatan membunuh hanya tersenyum dan menghindari setiap serangan mereka.
"Kalau kalian selemah ini maka daripada berusaha menghentikan ku lebih baik kalian berlatih lebih keras lagi agar keamanan sekte yang di percayakan kepada kalian terjaga dengan baik" Ucap Hiro yang menasihati mereka sambil menghindari serangan mereka.
"BERHENTI!!!"
Tiba-tiba suara keras terdengar di depan sekte, mereka semua pun berhenti dan melihat ke arah sumber suara.
Mereka semua melihat sesosok pria paruh baya tengah berdiri di depan pintu sekte.
Mereka semua kemudian berlutut hormat dan dengan secara bersamaan berkata, "Salam Patriak!".
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...