Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
LUPA UPDATE


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat Hiro bertanya seperti itu suasana menjadi hening.


"Aku tidak bisa mengatakannya karena siapapun itu bila ingin menemui penguasa maka dirinya itulah yang harus di panggil oleh penguasa sendiri" Ucap Patriak.


"Hahh… Baiklah kalau begitu tapi bagaimana kalau kekacauan terjadi di dunia ini, apakah penguasa akan turun tangan dan menampakkan dirinya?" Tanya Hiro.


Seketika aura mencekam datang dari tubuh Patriak, ia menatap Hiro dengan tajam.


"Ingat batasan mu nak! jangan berbuat yang tidak-tidak" Ucap Patriak dengan dingin dan serius.


"Hoo apakah anda mengancam saya Patriak?" Ucap Hiro dengan senyum tenang tetapi tidak dengan auranya yang bahkan bisa menghilangkan tekanan dari aura patriak.


"Bukan mengancam tetapi menyarankan" Ucap Patriak yang terkejut saat auranya kalah dengan aura Hiro.


"Oh begitukah? kalau begitu terimakasih atas sarannya" Ucap Hiro kemudian menarik kembali auranya.


Patriak hanya mengangguk diam.


"Tapi perlu aku katakan bahwa kedatangan ku kemari karena undangan dari penguasa dunia ini" Ucap Hiro dengan tenang.


"A-apa?!" Ucap patriak terkejut.


"Benar… Aku ke dunia ini karena di undang oleh penguasa yang anda maksudkan itu" Ucap Hiro.


"Bagaimana bisa?" Tanya Patriak yang sedikit ragu.


"Hahh… Baiklah akan aku ceritakan" Ucap nya kemudian memberikan ingatan waktu Hiro bertarung dengan penguasa dunia Illahi.


Setelah beberapa saat kemudian Patriak akhirnya percaya dengan perkataan Hiro.


"Baiklah akan kuberi tahu dimana kediamannya tuan penguasa" Ucap Patriak.


Ia sebenarnya sedikit terkejut saat melihat gambaran ingatan dari Hiro, ia tidak menyangka kalau penguasa dunia ini di paksa mundur saat bertarung dengan Hiro, kalau begitu seberapa kuat Hiro sebenarnya sampai bisa membuat penguasa dunia ini mundur?.


Hal tersebut lah yang selalu tercantum di dalam pikirannya.


"Tempat penguasa tinggal adalah di wilayah pusat dunia ini" Ucap Patriak.


"Pusat dunia? dimana itu?" Tanya Hiro.


"Aku tidak bisa memberi tahu dengan jelas tetapi satu hal lagi dari ku, tempat tersebut tidak dapat di lihat dengan mata telanjang karena telah di pasang oleh array ilusi dan kamuflase" Ucap Patriak.


"Baiklah sudah cukup terimakasih" ucap Hiro tersenyum senang.


Mereka pun membicarakan hal lainnya sampai tengah malam.


Hiro kemudian di antar kan ke kamarnya untuk beristirahat.


Di dalam kamar Hiro memikirkan tentang perkataan Patriak yaitu pusat dunia Illahi, tetapi karena dia adalah pendatang baru tentu saja Hiro tidak tahu dimana letak pusat dunia Illahi.


"Sistem apa kamu tahu dimana letak pusat dunia Illahi?" Tanya Hiro yang sudah menyerah memikirkannya.


{Anda terlalu cepat menyerah tuan…}


{Dunia Illahi terbagi menjadi 4 wilayah yaitu barat, timur, utara, dan selatan… Kalau pusat dunia berarti tepat di tengah antara 4 wilayah tersebut, sisanya anda pikirkan sendiri}


"Hmmm…" Hiro kemudian berpikir keras.


"Sistem di toko apa ada peta dunia ini?" Tanya Hiro.


{Ada tuan}


"Kalau begitu mana berikan kepadaku" Ucap Hiro.


Kemudian tiba-tiba di tangan Hiro muncul peta yang terikat dengan tali emas.


"Woahh kenapa mewah begini" Ucap Hiro terkejut saat melihatnya karena biasanya peta tidak ada yang seperti ini.


Hiro kemudian membuka gulungan peta tersebut dan melihat betapa detailnya.


"Baiklah mari kita lihat dimana kah tempat dia berada" Ucap Hiro.


Setelah beberapa saat kemudian Hiro menutup kembali petanya dan tersenyum.


"Ketemu… Tapi nanti saja kita kesananya lebih baik mampir terlebih dahulu ke sekte besar lainnya" Ucap Hiro.


"Sayangg~"


Tiba-tiba suara Yue terdengar di telinga Hiro.


"Ada apa?" Ucap Hiro lewat telepati.


"Bolehkah aku ikut perjalanan mu?".


Peluk…


"Hehe terimakasih sayang~" Ucap Yue yang tiba-tiba muncul dan memeluk Hiro.


Hiro menggelengkan kepalanya dan mengelus-elus kepala Yue.


"Hmmm ngomong-ngomong karena kita sudah di kamar, bagaimana kalau melakukannya lagi?" Ucap Hiro tersenyum.


Tiba-tiba wajah Yue memerah, ia membenamkan kepalanya di pelukan Hiro dan mengangguk secara ringan.


Dan terjadi kembali pertarungan yang sangat panas.


***


Keesokan harinya Hiro bangun dan melihat di sampingnya Yue yang meringkuk menggemaskan seperti seekor kucing.


Hiro tersenyum dan bangkit dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Setelahnya Hiro membangunkan Yue yang masih tidur.


"Yue bangunlah sudah siang, kita harus melanjutkan kembali perjalanan" Ucap Hiro.


Tetapi tidak ada balasan dari Yue.


"Baiklah kalau kamu tidak mau ikut akan aku suruh Rachel untuk menjemput mu" ucap Hiro kemudian berpura-pura melangkahkan kakinya.


Tiba-tiba baju Hiro terasa seperti ada yang menarik, Hiro membalikkan badannya dan melihat Yue yang memegangi nya dengan mata setengah terbuka.


"Sayang jahat sekali kamu akan meninggalkan ku!" Ucap Yue.


"Kalau begitu cepat bangun" Ucap Hiro kemudian mengangkat Yue dan membawanya ke kamar mandi.


"Kyyaaaa… Dingin sayangg!!!" Teriak Yue dengan keras


Sedangkan Hiro tertawa keras karena berhasil menjahili Yue dengan cara memasukkannya ke dalam bak mandi yang terisi air.


Setelah beberapa saat setelah mandi, Yue hanya terdiam cemberut karena masih merasa kesal dengan tingkah Hiro sebelumnya.


"Yue sayang~ sudah jangan marah lagi, aku minta maaf" Ucap Hiro membujuk Yue agar tidak marah lagi.


"Hmmphh" Yue hanya menjawab ketus.


"Sebagai permintaan maaf ku bagaimana kalau aku akan mengabulkan apapun yang kamu mau" Ucap Hiro.


"Benarkah?" Tanya Yue.


"Benar aku janji" Ucap Hiro dengan serius.


"Kalau begitu aku simpan dulu permintaan itu nanti kalau di butuhkan baru aku akan memakai nya" Ucap Yue dengan tersenyum senang.


"Baiklah kalau itu mau mu" Ucap Hiro mengelus kepala Yue.


Tok…tok…tok…


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.


"Tuan… apa anda sudah bangun? Patriak menyuruh saya untuk menjemput anda" ucap suara di balik pintu.


"Baik tunggu sebentar" Ucap Hiro.


"Apa kamu mau ikut Yue?" Tanya Hiro.


"Tidak sayang… Aku ke dunia jiwa dulu setelah keluar dari sekte ini baru aku akan menemanimu" Ucap Yue kemudian masuk kembali ke dunia jiwa.


Hiro hanya tersenyum dan segera keluar dari ruangannya, kemudian menemui Patriak di aula pertemuan yang tengah berkumpul bersama para tetua lainnya.


"Maaf membuat anda menunggu lama Patriak" Ucap Hiro saat memasuki ruangan.


"Tidak jadi masalah karena wajar saja kalau anda kelelahan karena perjalanan yang jauh" Ucap Patriak tidak mempermasalahkannya.


Hiro hanya mengangguk dan duduk di tempat yang masih kosong.


"Maaf baru memperkenalkan nya kepada kalian, dia adalah Hiro utusan dari klan Jing" Ucap Patriak dengan sedikit kebohongan.


Hiro berdiri dan memberi salam sederhana, kemudian duduk kembali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hahh… Karena banyak yang meminta author melanjutkan kembali novel ini maka boleh saja tetapi like nya harus di atas 50.


Karena itu adalah penyemangat author.


Untuk yang penasaran novel author yang satu lagi silahkan di kunjungi tetapi saran author lebih baik tunggu sudah 20± bab terlebih dahulu.