
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Uluran tangan Hiro tidak di sambut oleh Luci. Ia hanya terdiam sambil menatap orang-orang yang membeku tersebut.
"Kenapa kamu melakukan ini?" tanya Luci.
"Ahh itu karena mereka mempermainkan ku dan juga menyebut mu sebagai wanita pelacur, bagaimana bisa aku tidak marah?" ucap Hiro.
"Tapi itu… Ahh tidak yang lebih penting mengapa kamu bisa tahu aku ada disini?" tanya Luci.
"Hemmm karena feeling? ahh sudahlah ayo kita kembali" ucap Hiro memegang tangan Luci dan menariknya.
"Tunggu Hiro! aku… Aku tidak bisa pergi dengan mu" ucap Luci.
"Hmmm? kenapa?" tanya Hiro.
"Karena tempat ku disini dan maafkan aku" ucap Luci.
SWOOOOSSHHH …
BOOMMMM …
Sebuah serangan api melesat ke arah Hiro dan meledakkannya.
Luci yang melihat hal tersebut hanya terdiam duduk lemas, bahkan sedikit meneteskan air matanya sambil bergumam, "Maafkan aku… Seharusnya kamu tidak bertemu denganku".
"Haha mati kau sialan! sudahlah Luci jangan menangis bajingan seperti dia" ucap seseorang di belakang Luci.
Luci tidak menjawabnya, ia masih terdiam karena perasaan bersalahnya. Hiro mati karena ulahnya apabila tidak bersamanya dan bertemu dengannya maka semua ini tidak akan terjadi.
"Ingatlah tujuan kita Luci! jangan terlarut kedalam perasaan yang sia-sia!" ucap sosok tersebut.
"Tapi…"
"Sudah ayo kita pergi cepat! tuan sudah menunggu kita" ucapnya kemudian meninggalkan Luci seorang diri.
"Maafkan aku" ucap Luci kemudian berdiri dan membalikkan badannya tapi di saat ia akan melangkahkan kakinya tiba-tiba sebuah tangan memeluk erat di belakangnya.
"Siapa kamu?! berani-…"
Di saat ia melihat sosok yang memeluknya, ia tercengang membelalakkan matanya. Orang yang memeluknya tersebut adalah Hiro, ia tidak terluka sama sekali bahkan Hiro tersenyum lembut kepadanya.
"Cihh serangan seperti itu mana mungkin bisa membunuh ku dan juga mau kemana kamu? aku jauh-jauh kemari untuk menjemput mu" ucap Hiro.
Luci yang melihat Hiro masih hidup, seluruh badannya bergetar dan air matanya keluar. Luci ingin mengeluarkan suara tetapi seperti tercekat tidak dapat bersuara dan ia pun langsung memeluk erat Hiro sambil menangis histeris.
"Hooo sepertinya kamu sangat mengkhawatirkan ku" ucap Hiro.
"Tentu saja bodoh! wanita mana yang tidak khawatir dengan pria nya?!" ucap Luci sambil memukul-mukul dada Hiro.
"Haha baiklah maafkan aku karena telah membuat kamu khawatir" ucap Hiro dengan lembut.
Setelah beberapa saat kemudian Luci kini telah tenang kembali tetapi ia tidak melepaskan pelukannya.
"Apa kamu akan ikut kembali bersama ku?" tanya Arata.
Luci mengangguk sambil tersenyum manis, saat Luci akan berbicara tiba-tiba…
BOOMMMM …
Tempat yang mereka tinggali tiba-tiba meledak, beruntung Hiro telah mengaktifkan pelindung otomatis nya, jadi secara cepat sistem membuat sebuah barrier tembus pandang tapi tidak tembus serangan.
"Hahhh kukira kutu melarat yang tadi ku serang telah mati ternyata boleh juga yah kau" ucap seseorang terbang di atas langit.
Luci bergetar saat melihat sosok tersebut, tetapi bukan karena orang yang berbicara yang di takuti nya tapi sosok satu lagi yang berada di samping orang tersebut.
Iblis tua yang tengah menatap tajam ke arah mereka berdua.
Sedangkan Hiro, ia hanya tersenyum tenang ke arah mereka tanpa rasa takut sedikitpun.
"Hooo kenapa kamu bergetar begitu sayang? kamu takut kepada seonggokan sampah itu?" ucap Hiro dengan sinis.
Luci menggelengkan kepalanya dengan cepat melarang Hiro berbuat yang tidak-tidak lebih jauh lagi.
"D-dia bukan orang biasa-biasa, kamu pergi saja tinggalkan aku sendiri" ucap Luci.
"Haishhh apa yang kamu khawatirkan? mereka hanya seekor kelabang yang berkaki empat" ucap Hiro terus-menerus memprovokasi mereka berdua.
"Kamu ingin lihat kekuatan ku sesungguhnya?" tanya Hiro.
Sedangkan Luci tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Hiro.
SWOOOOSSHHH…
Hiro tentu saja langsung mengeluarkan seluruh aura yang ia miliki.
"Apa kamu yakin mereka dapat mengalahkan ku?" ucap Hiro.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...