Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Meninggalkan Klan Jing


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hiro pergi meninggalkan Jing An untuk kembali ke ruangannya karena ada sesuatu hal yang harus ia urus.


"Baiklah sistem apa semua data tentang Dunia Illahi telah selesai?" Tanya Hiro.


{70% tuan… }


"Hahhh… Ternyata masih kurang" Ucap Hiro sambil menghela nafas panjang.


{Sistem hanya mengingatkan saja tuan… Harap anda segera menjalankan misi yang sistem berikan}


"Iyah-iyah aku tidak melupakannya… Apa kau tidak lihat saat ini juga aku sedang menjalankan rencana untuk menyelesaikan misi tersebut" Ucap Hiro.


"Yue?" Ucap Hiro memanggil Yue dari dunia jiwa.


"Ada apa sayang?" Ucap Yue yang langsung muncul.


"Sepertinya aku membutuhkan bantuan mu agar rencana ku kedepanya lancar" Ucap Hiro tersenyum misterius.


"Apa yang kamu rencanakan sayang?" Ucap Yue yang penasaran.


"Aku berencana untuk memanfaatkan kecantikan mu" Ucap Hiro.


"Hiiiiyy… apa yang kau rencanakan kamu sayang? jangan macam-macam denganku!" Ucap Yue yang merinding saat melihat senyuman Hiro.


"Tenang Yue tenang… Bukan begitu maksud ku tapi…" Ucap Hiro kemudian menjelaskan secara rinci tentang rencananya.


Yue akhirnya mengerti dengan rencana Hiro, walaupun ia sedikit tidak nyaman dengan rencana tersebut tetapi mau tidak mau ia harus mengikuti nya.


"Baiklah untuk kali ini saja aku membantu mu sayang" Ucap Yue dengan agak terpaksa.


"Hahaha bagus-bagus terimakasih… tenang saja tidak akan ku biarkan seseorang menyentuh mu bahkan walaupun itu hanya sehelai rambut mu" Ucap Hiro.


Hiro menyuruh Yue untuk kembali terlebih dahulu ke dunia jiwa karena ia akan menemui Patriak Jing Tao untuk berpamitan pergi meninggalkan Klan Jing.


"Apa?! kenapa anda ingin pergi tuan Hiro?" Tanya Patriak terkejut saat mendengar Hiro akan pergi.


"Aku ingin berkeliling dunia ini Patriak… anda pasti tahu cerita saya dari Jing An" Ucap Hiro.


"Guru… kenapa anda ingin pergi? apakah ada seseorang yang membuat anda tidak nyaman? beritahu aku siapa itu akan aku habisi dia sekarang juga" Ucap Jing An yang tiba-tiba memasuki ruangan.


"Tenang lah Jing An… " Ucap Hiro.


"Tapi guru kenapa anda ingin pergi?" Ucap Jing An sedih.


"Kalau begitu ajak aku guru" Ucap Jing An.


"Tidak boleh! perjalanan ku bukanlah perjalanan yang mudah dan aman tetapi penuh rintangan dan bahaya yang setiap saat mengancam nyawa" Ucap Hiro dengan serius.


"Aku mohon guru" Ucap Jing An berlutut memohon-mohon.


"Tidak bisa! … Kamu harus tetap ada disini agar membantu yang lainnya meningkatkan kekuatan mereka" Ucap Hiro.


Jing An menundukkan kepalanya kecewa.


"Ini perintah dari ku tetaplah disini dan bantu yang lainnya agar menjadi lebih kuat dari sekarang, aku berharap besar kepadamu" Ucap Hiro tersenyum.


"Baik guru" Ucap Jing An pelan dan tidak bersemangat.


"Baiklah kalau begitu aku pamit… oh yah sampaikan permintaan maaf ku kepada Jing Li karena tidak berpamitan kepadanya, jaga diri kalian baik-baik" Ucap Hiro kemudian menghilang dari sana.


Jing An masih dalam keadaan berlutut dan menundukkan kepalanya.


"Bangun nak jangan lupakan perintah guru mu, dia sangat berharap kepadamu agar membuat klan kita semakin kuat" Ucap Patriak Jing Tao menenangkan anaknya.


"Baik aku mengerti ayah" Ucap Jing An.


***


"Kamu mempunyai murid yang luar biasa sayang" Ucap Yue di samping Hiro.


"Entahlah tetapi rasanya tidak buruk juga memiliki murid" Ucap Hiro tersenyum.


"Kita akan pergi kemana sayang?" Tanya Yue.


"Tentu saja pergi ke timur, kita ke sana untuk membuat kekacauan" Ucap Hiro tersenyum.


"Hahhh… jangan terlalu mencolok sayang, jangan sampai menarik perhatian penguasa dunia ini" Ucap Yue.


Hiro hanya mengangguk dan menambah kecepatan kapal terbang nya.


'Klan Si, aku harap mereka dapat berpikir rasional kalau tidak mungkin mereka hanya akan tinggal nama saat aku telah berada disana' pikir Hiro.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Yah sedikit karena sibuk tidak dapat waktu yang banyak untuk menulis 🥲