Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
REVOLUSI


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hiro terdiam beberapa hingga berkata dengan ragu-ragu, "Kamu siapa?".


Keheningan terjadi saat suara Hiro keluar, beberapa orang memiliki ekspresi yang berbeda-beda.


Di mulai dari Yue yang memegang jidatnya, Elizabeth dan Meng Luo bengong, sedangkan orang yang di tuju oleh pertanyaan Hiro membeku, muka nya pucat pasi di sertai dengan tatapannya yang kosong.


Suasananya berubah menjadi kaku, perempuan tersebut merasa sedih.


Hiro melirik ke arah Yue bertujuan untuk meminta bantuan agar memberitahu siapa wanita di depannya tersebut.


"Dia adalah Lily, pemimpin Ras Elf" Ucap Yue dengan telepati nya.


"Oh iyah aku ingat… Berdirilah Lily" Ucap Hiro tersenyum canggung.


Lily pun berdiri dengan lemas.


"Bolehkah aku masuk?" Tanya Hiro mencairkan suasana.


"Tentu saja tuan! Karena anda adalah tuan kami jadi otomatis tidak ada pernah ada siapapun yang dapat melarang anda" Ucap Lily dengan tegas.


"Haha baiklah terimakasih… Savier, Combine kalian tunggu saja disini dengan tenang jangan membuat masalah" Ucap Hiro.


Keduanya mengangguk kepalanya pertanda mengerti dan akan menurutinya.


Hiro mengangguk juga dan melangkahkan kakinya memasuki hutan suci.


"Anu… Tuan boleh kah saya bertanya, dimana nona Liya sekarang?" Tanya Lily ragu-ragu.


"Ada tapi dia tidak ikut dengan ku, ada urusan apa memangnya kamu? Kalau penting akan ku panggil dia sekarang" Ucap Hiro.


"Tidak papa… Hanya saja para Elf lainnya merindukan leluhur kami" Ucap Lily.


"Hmmmm… Baiklah akan ku panggil dia sekarang"


"Liya datang lah ke hutan suci tempat para Elf di Tanah Kultivator!" Ucap Hiro melalui telepati.


Setelah itu ia berkata kepada Lily bahwa Liya akan segera datang, mendengarnya pun Lily merasa senang dan berterimakasih kepada Hiro.


"Baiklah antarkan aku berkeliling terlebih dahulu setelah itu kamu boleh temui Liya di istana nanti" Ucap Hiro tersenyum.


"Baik tuan!" Ucap Lily bersemangat.


Setelah beberapa saat mereka berkeliling hutan suci, Hiro melihat tidak banyak perubahan yang terjadi namun satu hal yang berubah dari hutan suci ini yaitu…


'Mereka aliran sesat! Fanatik!'


Hiro berpikir seperti itu karena di setiap jalan ataupun di depan rumah masing-masing para elf terpampang jelas nama dan patung buatan dirinya!


Tentu saja hal tersebut membuat Hiro merasa merinding.


Ia tanpa ingin berlama-lama menyudahi berkeliling nya kembali menuju ke istana.


"Bagaimana menurut kalian hutan suci ini?" Tanya Hiro kepada Elizabeth dan Meng Luo.


"Luar biasa sangat indah" Ucap Meng Luo.


"Benar kata saudari Luo tetapi aku sedikit takut karena banyak sekali patung dirimu" Ucap Elizabeth.


Hiro tersedak mendengarnya, 'Bukan hanya kamu tapi aku saja merinding!' Batin Hiro.


Setelah beberapa saat Hiro dan yang lainnya telah sampai di istana kerajaan elf.


Hiro dengan tenang mengangguk dan tersenyum membalas sapaan dan penghormatan mereka kepadanya.


Di dalam istana tentu saja Hiro langsung masuk menuju ke ruangan utama dan duduk di kursi singgasana tempat Lily biasa duduk yang kini Hiro tempati.


"Terimakasih atas sambutan kalian, aku sangat terharu" Ucap Hiro.


"Aku lihat selama ini kalian bertambah kuat bahkan mungkin saja kalau 2 atau 3 kekaisaran mengajak kalian berperang maka bisa saja mereka tidak akan menang melawan kalian" Ucap Hiro tersenyum bangga.


Para elf yang mendengar Hiro memuji mereka, tentu saja itu membahagiakan dan senang atas diri mereka sendiri.


"Tapi aku ingin menyampaikan satu hal, sampai kapan kalian akan menutup diri? Dunia ini butuh kelompok bukan individual, walaupun ras kalian kuat tetapi sedikit tidak akan pernah dapat menahan apabila terjadi sesuatu yang mengancam keselamatan kalian, tetapi apabila kalian membuka diri dan bekerja sama dengan ras lainnya maka dapat ku jamin bahwa kalian akan semakin bahkan mungkin saja tidak akan terkalahkan" Ucap Hiro serius.


Mereka terdiam mendengar nya, bukannya mereka tidak ingin menuruti perintah Hiro tetapi mereka sudah tidak dapat percaya lagi kepada ras lainnya di karenakan semenjak dari dulu ras mereka selalu di perbudakan.


"Aku tahu apa yang kalian pikirkan tetapi ingat segala sesuatu bisa saja berubah dan itu bisa kapan saja, kalau kalian masih terpaku karena masa lalu, kapan kalian dapat berkembang maju? Kalau kalian berpikir diri kalian sendiri saja sudah cukup untuk membuat dunia ini aman, untuk apa sang pencipta menciptakan ras lainnya? Bahkan sang pencipta menciptakan dunia ini saja dengan menggunakan berbagai macam elemen, menutup diri memang baik untuk keselamatan tetapi apabila terjadi sesuatu kepada kalian, kepada siapa kalian akan meminta bantuan? Sedangkan ras lainnya saja tidak mengetahui adanya keberadaan kalian" Ucap Hiro dengan serius.


Mereka masih saja terdiam mendengar perkataan Hiro.


"Aku tidak akan memaksa kalian tetapi yang aku inginkan suatu hari kalian dapat hidup berdampingan dengan ras lainnya" Ucap Hiro dengan tersenyum lembut.


"Aku menjadi penguasa bukan hanya sekadar memerintah kalian untuk tunduk kepadaku tetapi aku ingin dunia ini kuat bukan karena diriku melainkan karena kekuatan kita semua, aku tidak pernah bisa berkata bahwa dunia ini akan kuat kalau hanya karena adanya diriku, tetapi aku dapat berkata bahwa dunia ini kuat karena adanya kekuatan kita yang di satukan… Kalian paham maksud ku?" Ucap Hiro.


"Paham tuan!" Ucap mereka semua.


"Pikiran baik-baik perkataan ku barusan…" Ucap Hiro kemudian menyenderkan tubuhnya ke kursi dan memejamkan matanya beristirahat.


Hingga ruangan itu menjadi hening bahkan suara nafas saja bisa terdengar, suasana hening itu terjadi lumayan lama hingga Yue berdiri.


"Ucapan Hiro ada benarnya tetapi ingat satu hal, Hiro tidak memaksa kalian untuk menuruti nya hanya saja ia berkata seperti itu demi kalian juga" Ucap Yue.


Hingga setelah beberapa menit perkataan Yue berlalu tiba-tiba muncul sesosok ras elf lainnya.


Saat sosok tersebut akan melakukan salam penghormatan Yue memberi tanda agar tidak usah karena takut akan mengganggu Hiro yang sedang beristirahat.


Sosok tersebut adalah Liya yang sebelumnya Hiro panggil untuk datang.


"Aku sudah dengar semuanya… Benar perkataan tuan Hiro bahwa kita terlalu terpaku karena masa lalu, masa sekarang sudah tidak ada lagi adanya perbudakan di karenakan tuan Hiro melarangnya jadi tidak ada salah nya tidak mulai membuka diri jangan takut akan ada di antara kita di jadikan budak lagi" Ucap Liya.


"Sudah saatnya kita melakukan revolusi, kita rubah semua nya mulai saat ini" Ucap Liya dengan tegas dan keras.


"Tapi kalian tidak perlu melakukannya sekarang, kalian bisa lakukan kapan saja yang penting secepatnya sebelum dunia ini terancam dan kacau kembali" Ucap Yue.


Mereka semua mengangguk dengan serius dan memikirkan nya dengan matang-matang karena tidak ingin pilihan yang mereka pilih akan membawa bencana terhadap seluruh Ras Elf.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author perlambat alur nya di karenakan lagi merencanakan sesuatu yang menarik dan mungkin saja kalian akan tertarik.


Tak bosan-bosannya author selalu mengingatkan kepada kalian untuk wajib Like!.


Gk mood tau gk kalau lihat like nya tidak mencapai 100 bahkan 50 saja membutuhkan waktu 1-2 hari.


Sedangkan author saja di tuntut untuk up sehari satu bab, masa sehari 100 like aja gk bisa?


Yasudah lah kalau mau like yaudah makasih kalau tidak mau juga tidak masalah.


See you next up 👋


^^^^^^^ASMODEUS^^^^^^^