
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Penjara bawah tanah kerajaan Crivia, tempat Hiro di kurung sebelumnya.
"Gawat!!! cepat laporkan kepada Yang Mulia, ada tahanan yang kabur!"
"Baik!!!"
Para penjaga yang berpatroli menemukan bahwa Hiro yang menjadi tahanan sebelumnya telah menghilang, kabar tersebut pun langsung di laporkan kepada raja kerajaan Crivia.
Raja pun memberikan perintah kepada para prajuritnya untuk mencari tahanan yang kabur tersebut sampai dapat, mau hidup ataupun mati bawa orang tersebut ke hadapannya.
Mengapa hanya karena satu sosok tahanan saja membuat sebegitu hebohnya kerajaan Crivia untuk mencari nya?
***
Hiro kini melanjutkan kembali perjalanannya menuju dunia jiwa. Tetapi kali ini ia tidak sendirian, ia pergi bersama para pedagang yang sedang pergi menuju kota selanjutnya dan mereka membutuhkan pengawalan.
Tentu saja sebelumnya Hiro tidak di anggap sama sekali tetapi karena salah satu petualang yang setuju ikut pengawalan pun mengajak dirinya karena atas dasar kasihan kepada Hiro yang terlihat seperti orang biasa.
Hiro tidak banyak bicara dan mengikuti mereka, ia terlalu malas untuk mengurusi hal-hal kecil seperti itu.
"Sepertinya kau orang baru? Boleh kami tau kau berasal dari mana?" ucap salah seorang wanita petualang.
"Kekaisaran" ucap Hiro singkat.
Wanita itu mengangguk dan kembali bertanya, "Kami juga berniat untuk pergi kesana, kita berangkat bersama saja bagaimana?".
"Terserah" jawab Hiro kembali dengan singkat.
Wanita itu tidak tersinggung sama sekali, ia bahkan tersenyum manis.
Tetapi salah seorang petualang pria merasa tersinggung dengan sikap Hiro tersebut, ia langsung berteriak marah.
"Hey kau! dasar tidak tahu malu, bukannya berterima kasih karena kami membiarkan mu pergi bersama! begitu kah sikap mu? congkak sekali!" ucapnya dengan sangat kesal.
"Hey Tom! sudahlah kenapa kau harus marah segala? biarkan saja mungkin dia sedang tidak ingin berbicara" ucap rekan satunya.
Para petualang tersebut berjumlah 4 orang, dimana 2 wanita dan 2 pria. Pria yang memarahi orang bernama Tom itu adalah ketua mereka, sedangkan wanita satu lagi ia sangatlah pendiam jadi di saat keributan itu terjadi ia hanya memperhatikannya saja.
"Tapi aku tidak suka dengan sikap congkak nya itu! bukannya berterima kasih" ucap Tom.
Hiro hanya meliriknya sekilas dan tersenyum kecil, "Hahhh ternyata begitu yah" ucapnya dengan pelan.
Wanita yang tadi berbicara dengan Hiro pun memiringkan kepalanya, "Apa?" tanya dirinya yang sekilas mendengar ucapan Hiro tetapi tidak terlalu jelas.
"Tidak" ucap Hiro.
Setelah keributan kecil itu pun mereka berdiam diri tidak berbicara lagi.
Keheningan terjadi di antara mereka, Hiro melihat Tom sekali-kali melotot ke arahnya dengan tajam tapi ia mengabaikannya dan hanya berjalan dengan tenang.
'Ku bunuh saja dia yah?' pikir Hiro dalam diamnya.
{Ternyata anda kejam juga tuan, sedikit-sedikit mainnya bunuh-bunuhan}
'Soalnya risih sekali melihat dia yang selalu menatap tajam ke arahku, yah walaupun aku tidak peduli'
{Anda kan bisa menyerang jiwa nya saja tuan, jadi tidak perlu mengeluarkan tenaga lebih banyak}
'Hemmm benar juga, baiklah akan aku coba' ucap Hiro sambil tersenyum kecil.
Jleb!
Sebuah jarum hitam yang transparan pun melesat ke arah Tom dan menembusnya hingga mengenai ulu hatinya.
"Ughhh- hoekkkk…"
Tom tiba-tiba merintih kesakitan dan mengeluarkan seteguk darah hitam dari mulutnya, sontak hal tersebut membuat para petualang lainnya heboh.
"Tom!! kau kenapa hah?"
"Ada apa? apa ada serangan?"
"Tapi aku tidak melihat siapa-siapa bahkan aku tidak merasakan aliran energi yang menyerang"
Mereka pun ribut mempertanyakan apa yang sebenarnya terjadi, dan wanita yang pendiam berusaha menyembuhkannya karena sepertinya ia seorang healer dalam kelompok tersebut.
"Pfft…" Hiro tertawa pelan, tidak ada yang menyadari hal tersebut tetapi Tom melihatnya.
"S-sialan! apa yang kau lakukan kepada ku hah?!! brrngsek!" ucap Tom berteriak marah.
Teman-temannya merasa heran dan terkejut mengapa Tom tiba-tiba marah kepada Hiro yang sedari tadi hanya diam.
"Apa yang kau katakan Tom! mengapa kau menyalahkan orang itu yang sedari tadi hanya diam?"
"Benar, ia hanya orang biasa mana mungkin bisa menyerang mu" ucap mereka membela Hiro karena memang saat itu Hiro hanya diam saja tidak melakukan tindakan mencurigakan sama sekali dan mereka sedari awal tahu bahwa Hiro hanya orang biasa.
"T-tidak, ini semua ulahnya! dia yang menyerang ku, percayalah kepadaku!" ucap Tom yang bersikeras menuduh Hiro sebagai pelaku yang menyerang dirinya.
"Berhenti mengucapkan omong kosong Tom! mengapa kamu sangat membencinya hah?! sedangkan dia tidak punya masalah terhadap dirimu" ucap petualang wanita sedikit kesal kepada Tom.
"Kumohon percaya kepada ku Tia! dia yang menyerang ku, dia tadi tertawa kecil aku bersumpah melihatnya di saat kalian membantu aku!" ucap Tom.
Sedangkan Hiro memasang wajah kebingungan dan sedikit badannya gemetar.
"A-aku? memangnya apa yang aku lakukan?" ucap Hiro sambil berpura-pura ketakutan.
Hal tersebut membuat teman-teman nya Tom semakin percaya bahwa Hiro bukan lah pelakunya.
"Cihh aku tidak menyangka kamu bahkan menuduh orang biasa sepertinya, tindakan pengecut mu membuat ku mual Tom!" ucap Tia, ia memalingkan mukanya dan pergi dari sana.
"Sudah tidak perlu di dengarkan, ia tidak biasanya bersikap demikian… Mungkin karena beberapa hari yang lalu ia ku tolak saat menyatakan perasaannya, jadi mungkin karena itu perasaannya sedikit sensi" ucap Tia.
"T-tidak apa-apa… Mungkin juga ini salahku karena ikut pergi bersama kalian" ucap Hiro.
"Tidak! ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan dirimu" ucap Tia dengan tegas.
Hiro pun mengangguk dan sedikit menghela nafas, "terimakasih" ucapnya.
Tia mengangguk dan berjalan duluan bersama Hiro meninggalkan teman-temannya yang masih mengurus Tom.
'Hehe rasakan itu sialan! hahhh puas sekali aku melihat mukanya yang frustasi itu' ucap Hiro dalam hatinya.
{Anda memang pintar tuan, memanfaatkan rasa cemburu seseorang hingga membuatnya menderita begitu}
'Dia sendiri yang menyinggung diriku, kecemburuan yang tidak jelas nya itu yang menjadi masalah untuknya' ucap Hiro.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...