Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Keributan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


'Sial! tidak ada satupun informasi yang berguna, bagaimana bisa aku menyelesaikan misi itu kalau tidak tahu apa-apa mengenai BlackBerry atau apalah itu' gerutu Hiro dalam hatinya.


Tiga keliling sudah ia ke segala penjuru kota Balan tetapi tidak ada satupun informasi mengenai para kelompok penyihir hitam.


Dengan langkah berat Hiro memutuskan untuk kembali ke penginapan karena malam pun sudah terlalu larut.


Saat di penginapan Hiro melihat pintu kamar para muridnya telah terkunci yang berarti mereka telah berisitirahat.


Hiro pun masuk kedalam kamarnya dan tidur terlelap.


Keesokan harinya pintu ruangan Hiro di ketuk oleh seseorang, terpaksa Hiro harus terbangun dan membuka pintu yang sedari tadi di ketuk.


Saat pintu di buka terlihat ketiga anak-anak tersenyum kepada nya.


"Guru-, apa kami mengganggu anda?" tanya Ryu.


"Tidak, masuklah" ucap Hiro sambil menguap.


Kemudian Ryu, Toru dan Lalita masuk kedalam kamar Hiro, saat di dalam mereka melihat banyak sekali kantung belanjaan yang berserakan.


"Itu, apa guru?" tanya Toru.


"Ahh itu untuk kalian, coba pakailah" ucap Hiro kemudian rebahan di kasurnya.


Disaat mereka membuka semua kantong belanjaan terlihat banyak sekali pakaian mewah.


"Guru? ini apa?" tanya Ryu.


"Baju, apa kamu tidak bisa melihatnya?" ucap Hiro.


"Maksud saya, ini untuk siapa? kami?" tanya Ryu.


"Tentu saja memangnya itu untuk siapa?" ucap Hiro dengan bosan.


"TERIMAKASIH GURU!" ucap mereka menundukkan badannya benar-benar berterimakasih.


Mereka bahkan sedikit meneteskan air mata karena terharu dengan perlakuan Hiro yang begitu baik dan hangat.


"Tidak masalah karena sudah jadi tanggungjawab ku untuk merawat kalian semua" ucap Hiro tersenyum hangat.


"Kalian sudah mandi kan? kalau begitu coba semuanya dan ambil kalau ada yang kalian inginkan" ucap Hiro kemudian keluar kamarnya untuk memesan makanan.


"Aku akan menunggu kalian di bawah" ucap Hiro.


***


Hiro duduk diam menunggu pesanannya dan menunggu para muridnya yang belum keluar sejak 15 menit yang lalu.


{Status anda sudah bisa dilihat kembali tuan}


'Hemmm? benarkah?' ucap Hiro terkejut tiba-tiba mendengar suara sistem.


{Benar tuan…}


'Kalau begitu, sistem tunjukan status ku!'


......................


>Nama : HIRO AKAME


>Umur : 10.020 Th


>Level : Murid (Gold)


>Status :


- SANG ABSOLUTE


- Penyihir (A+)


- Bela Diri (B)


>Ras : -


>Gelar : -


>Job : -


>Elemen :


- Void ( Kehampaan )


>Tipe Tubuh :


- Perfection


>Teknik/Skil :


- Penciptaan ( Creation )


>Poin Sistem : 7.000 poin


>Poin Pengalaman : 0/1.000 poin


>Senjata :


- Pedang Penghancur Surga Dan Neraka(Dewa)


- Pedang Langit Suci (Dewa)


>Artefak :


- Gelang Mustika Naga


- Gelang Kekacauan


- Absolute Ring


>Penyimpanan :


>Partner/Beast Kontrak :


- Long Wang ( Kaisar Naga )


- Yuki ( Kaisar Kura-kura )


- Raa ( Ratu Phoenix )


- Savier ( Sleipnir )


- Combine ( Emperor of Monster )


>Bawahan :


- Raphael ( Kaisar Malaikat )


- Diablo ( Kaisar Iblis )


- Rachel ( Ratu Dewa )


- Liya ( Ratu Elf )


- Gorgon ( Raja Dwarf )


......................


"Ohh benar berubah ternyata, tetapi kenapa para bawahan ku tidak berubah levelnya?" tanya Hiro.


{Berubah tuan…}


"Benarkah? tapi mereka masih ada raja dan kaisar nya?" ucap Hiro.


{Itu hanya gelar tuan… Sedangkan levelnya mereka telah berubah}


"Kalau begitu, kenapa gelar yang ku miliki menghilang?" ucap Hiro yang iri.


{Cihh cuman gelar saja di permasalahkan}


"Hooo ternyata sistem yang kukira mendukung ku ternyata tidak" ucap Hiro.


{Sistem hanya memberikan tuan sebuah pengalaman yang lebih baru, bukankah sebelumnya anda merasa bosan karena terlalu kuat? setelah sistem kabulkan mengapa anda ingin kekuatan anda yang tidak terkalahkan itu? sebenarnya apa yang anda inginkan tuan?}


Hiro di buat terdiam dengan perkataan sistemnya, kalau di pikirkan kembali memang benar bahwa apa yang sistem lakukan karena keinginannya waktu di dunia kultivator.


"Hahh baiklah tidak masalah dan terimakasih karena kamu selalu berusaha mengabulkan apapun yang ku inginkan sistem" ucap Hiro kali ini dengan tulus.


Setelah beberapa saat pelayan menghampiri Hiro dengan membawa pesanannya begitupun para muridnya datang juga secara bersamaan.


"Haishh apa yang kalian lakukan daritadi? mencoba beberapa pakaian saja sangat lama" ucap Hiro.


"Ini bukan salah kami guru, tapi Lalita!" ucap Toru dan Ryu yang sama-sama menunjuk ke anak perempuan satu-satunya itu.


Sedangkan Lalita pun marah karena mereka mengadu kepada Hiro.


"Selamat menikmatinya tuan~" ucap pelayan itu kemudian pergi menghilang.


"Sudahlah, cepat duduk sini kita sarapan terlebih dahulu" ucap Hiro.


Para anak-anak langsung menuruti perkataan Hiro dan duduk dengan tenang walaupun baru saja mereka beradu mulut tetapi apabila Hiro bilang berhenti maka mereka akan berhenti tanpa membantah.


Mereka menikmati makanannya dengan tenang tanpa terganggu sedikitpun yah walaupun tatapan semua orang di restoran tertuju pada mereka tapi mereka tidak memperdulikannya.


SWOSHHHH…


Sebuah angin berkekuatan medium menerpa Hiro dan murid-muridnya, para tamu sekitar pun agak terganggu dengan angin tersebut tetapi tidak mempermasalahkannya.


Setelah angin itu mereda mereka melihat ke tempat Hiro yang tidak ada kerusakan sama sekali bahwa satu debu pun tidak berpindah tempat sedikit pun.


Orang-orang terkejut tidak percaya melihat hal tersebut karena kekuatan angin tersebut cukup menerbangkan satu orang manusia tetapi angin tersebut seolah-olah tidak hanya angin segar saja.


Hiro melirik ke semua orang untuk mencari siapa dalang di buatnya angin yang mengganggunya itu.


Hingga tatapannya tertuju pada satu orang yang berpakaian tertutup sangat mencurigakan.


'Apa itu dalangnya sistem?' ucap Hiro dalam pikirannya.


{Benar tuan tapi sistem tidak tahu apa motif dari tindakannya tersebut}


'Hemmm biarlah kalau begitu, mungkin ia ingin bermain' ucap Hiro dengan tenang mencoba untuk melupakannya.


Tetapi tiba-tiba para muridnya berdiri dan menggenggam erat senjata sihir mereka.


"Berhenti dan duduklah!" ucap Hiro dengan tegas.


Hanya saja para muridnya itu tidak tahu mengapa, tidak mendengarkan sama sekali perkataan Hiro. Mereka dengan tatapan tajamnya mencari siapa yang mencari masalah dengan mereka.


"Itu dia kak Ryu orangnya!" ucap Lalita menunjuk ke sosok berpakaian tertutup di ujung ruangan.


Ryu melihat ke arah yang di tunjuk oleh Lalita dan tiba-tiba mengarahkan tongkat sihirnya ke sosok tersebut.


"Fire Burst!" ucap nya.


SWOOOOSSHHH…


Api besar melesat ke arah sosok yang telah menjadi targetnya itu.


BOOMMMM… DUARRRR…


Setengah restoran hancur berkeping-keping, beruntungnya tidak ada korban jiwa sama sekali karena orang-orang yang berada didalam restoran telah bersiap-siap menggunakan sihir pelindung saat melihat tatapan ketiga anak itu yang nampak buas dan mengerikan.


Sedangkan Hiro, ia hanya menghela nafas saat melihat kejadian tersebut.


Mereka sangat mirip sekali dengan muridnya yang di dunia kultivator.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author janji deh kapan-kapan pasti bakalan Crazy Up besar-besaran 🗿 tapi tidak tahu kapan.