
Author sedikit menambahkan ceritanya agar kata-kata nya berjumlah 2000 kata, apabila terdapat 1 bab yang pendek berarti akan ada revisi penambahan cerita/kata, mohon untuk selalu di perhatikan dengan detail agar tidak ketinggalan/tidak dapat mengerti ceritanya.
Terimakasih :)
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hiro pun tersenyum senang saat mendengar pemberitahuan dari sistem, hadiahnya adalah sesuatu yang sangat ia nanti-nanti kan sejak lama.
"Woahh!!! syukurlah akhirnya aku memiliki petunjuk juga mengenai kursi singgasana itu" ucap Hiro dengan sangat senang.
{Masih belum jelas tuan, tetapi apabila sudah setengahnya maka anda bisa mulai melakukan pencarian karena informasinya telah cukup untuk di jadikan sebagai acuan arah anda}
"Hemm benar juga, tapi tetap saja walaupun begitu untuk saat ini lebih baik ada sedikit daripada tidak sama sekali" ucap Hiro tidak peduli walaupun sistem berkata demikian tetapi ia tetap saja sangat senang.
{Selamat tuan! anda memicu munculnya misi khusus…}
{Kumpulkan seluruh peta menuju ke kursi singgasana Sang Absolute!}
{Hadiah : Penguasa mutlak kehidupan dan kematian seluruh mahkluk hidup!}
{Batas waktu : Tidak ada!}
"Hoo misi khusus yang tidak ada batas waktunya, cukup menarik!" ucap Hiro
Setelah berbincang-bincang sebentar melepas rindu dengan sistem, Hiro keluar dari ruangannya dan pergi menemui raja Pidana.
"Halo pak tua?" ucap Hiro sambil tersenyum ke arah seorang pria yang tengah duduk di singgasana bersama dengan orang-orang lainnya yang berlutut di depannya.
Raja menoleh ke sumber suara tersebut dan hanya sedikit terkejut saat melihat Hiro yang agak berbeda dari sebelumnya.
Ia pun teringat akan perkataan Hiro sebelumnya, barulah ia tersadar bahwa saat inilah sosok Hiro yang saat ini ia lihat adalah sosok yang sebenarnya.
"Aku sangat terkejut melihat mu berbeda dari sebelumnya tetapi karena sebelumnya kamu memberitahu ku maka keterkejutan ku sedikit berkurang" ucap raja Pidana sambil menggelengkan kepalanya.
"Haha apa perubahan ku ini cukup membuat mu takut?" tanya Hiro sambil tersenyum tenang.
"Sedikit saja, untuk apa juga aku takut kepadamu? karena aku yakin Dewi dan Dewa tidak mungkin membiarkan anak-anak mereka mendapatkan masalah karena membiarkan monster seperti mu tinggal di dunia milik mereka" ucap raja Pidana tersenyum tenang.
Hiro pun membalas dengan senyuman tenang, disaat mereka saling bertatapan dengan tenang. Orang-orang lainnya yang berada di dalam ruangan tercengang saat melihat ada seseorang yang dapat berbicara dengan raja mereka sangat santai sekali bahkan terlihat seperti teman lama tetapi mereka sama sekali tidak mengenal siapa orang yang sedang berbicara dengan rajanya itu, kalau teman dekat raja tentu mereka pasti akan tahu tetapi ini mereka semua sama sekali tidak mengetahui siapa identitas pemuda tersebut.
"Kemari lah, mau sampai kapan kau berdiri disana?" ucap raja menyuruh Hiro untuk masuk bergabung bersama mereka.
"Apa ada pembicaraan penting? kalau tidak ada aku masuk" ucap Hiro.
"Tidak terlalu penting, sudah cepat masuk" ucap raja dengan santai.
Tetapi berbeda dengan para bawahannya, mereka menatap tercengang raja karena apa yang sedang mereka bicarakan saat itu adalah soal yang sangat penting hingga menyangkut keamanan kerajaan. Tetapi raja dengan entengnya hal tersebut bukanlah hal penting? sebenarnya seberapa penting pemuda tersebut sampai-sampai raja bertindak demikian.
Hiro menggelengkan kepalanya, "Baiklah tapi aku hanya akan diam saja tidak akan ikut campur atau apapun, anggap saja aku tidak ada dan kalian lanjutkan pembicaraan yang tertunda" ucap Hiro kemudian duduk di kursi paling belakang.
Pertemuan pun di lanjutkan atas dasar perintah raja, ia memerintahkan untuk beritahukan semua yang ingin mereka bicarakan tanpa harus memperdulikan Hiro yang sedang duduk diam di belakang sambil memejamkan matanya.
Mereka agak ragu-ragu karena Hiro adalah orang luar, tetapi pertemuan tetap di lanjut walaupun pembahasannya hanyalah basa-basi biasa saja tidak ada yang penting di dalamnya.
Raja sedikit kesal melihat mereka semua yang seperti itu, ia menggelengkan kepalanya karena para bawahannya sangat memandang remeh seseorang. Mungkin kalau mereka tahu bahwa Hiro adalah manusia pertama selama ini yang pernah bertemu dan berbicara dengan Dewi, maka mereka perlakuan mereka semua pasti akan berubah 180° secara drastis.
Waktu pertemuan kini hampir selesai, mereka semua agak sedikit khawatir karena pembahasan yang akan mereka bicarakan dengan raja sangatlah penting tetapi karena keegoisan mereka semua waktu selama ini terbuang sia-sia hanya untuk basa-basi semata.
Terpaksa mereka pun memutuskan untuk langsung membicarakannya saat itu juga, tetapi selama mereka ke topik utama tatapannya selalu melirik ke arah Hiro yang ada di belakang.
Pembicaraan yang pertama mereka adalah tentang permintaan kerajaan Argantara untuk meminta kerajaan Manipeda mengirimkan pasukan bantuan karena prajurit pengintai mereka melihat segerombolan pasukan monster yang secara tidak wajar menuju ke Benua Betavia.
Pembicaraan kedua adalah meminta kehadiran raja Manipeda untuk melakukan pertemuan penting yang akan di adakan beberapa hari ke depan dan juga membahas tentang langkah apa yang harus mereka lakukan.
Suasana dalam ruangan kini berubah menjadi serius, bahkan terjadi keheningan beberapa saat setelah para menteri kerajaan menjelaskan keadaan penting saat ini.
Raja terdiam karena sedang berpikir secara tenang dan tidak terlalu panik, ketenangan dapat membawa keselamatan.
"Kirimkan prajurit pengantar pesan dan rahasiakan kepergiannya" ucap raja setelah beberapa saat terdiam.
Ia pun menulis secarik kertas dan menggulung serta mengikat nya dengan kain bersimbol kan kerajaan Manipeda. Setelah itu surat tersebut di berikan kepada prajurit pengantar pesan agar di kirimkan menuju ke kerajaan tetangga sebelah.
***
Setelah beberapa jam atau mungkin lewat setengah hari, prajurit pengantar pesan kerajaan Manipeda akhirnya telah sampai di tempat pertemuan kedua kerajaan tetangga.
"Yang Mulia… Prajurit pengantar pesan dari kerajaan Manipeda datang dengan membawa surat tangan raja" ucap salah seorang yang mendampingi raja kerajaan Argantara.
"Biarkan dia masuk supaya kita dapat mendengarkan apa pesan yang ingin disampaikannya" ucap salah seorang pria paruh baya.
"Baik Yang Mulia" setelah mendapatkan perintah, ia pun pergi untuk menjemput prajurit tersebut.
Setelah beberapa menit kemudian orang yang tadi ijin pergi, kembali lagi bersama dengan seorang prajurit berpakaian layaknya tukang pos.
"Salam hormat Yang Mulia raja Gara, semoga kerajaan Argantara dalam berkah Dewa!"
"Salam hormat Yang Mulia raja Rama, semoga kerajaan Romania selalu menggapai kesejahteraan dan mendapatkan berkah Dewa!" ucap prajurit tersebut memberi salam dan hormat kepada kedua pria paruh baya yang basicnya adalah seorang raja dari masing-masing kerajaan.
"Berdirilah dan cepat katakan apa yang di sampaikan oleh pihak Manipeda?" ucap raja Gara.
"Baik Yang Mulia"
Prajurit tersebut pun langsung membacakan semua kata-kata atau tulisan yang ada di dalam surat yang di kirimkan oleh raja kerajaan Manipeda.
Semakin banyak yang di baca oleh prajurit tersebut, semakin berubah-ubah pula ekspresi wajah kedua raja tersebut.
BRAK!!!
"APA-APAAN INI?! SAUDARANYA SEDANG KESULITAN, TAPI TIDAK ADA YANG BISA DIA LAKUKAN?!!!" Teriak keras raja Gara.
Bahkan raja Rama pun menunjukkan ekspresi wajah tidak enak saat melihat perkataan terakhir dari surat tersebut.
"Apa katanya? ia menyuruh kita agar menahannya sendiri dahulu karena akan melatih para prajuritnya terlebih dahulu sebelum terjung langsung ke medan perang? bukankah dengan begitu sama saja seperti menumbalkan para prajurit kita?" ucap raja Gara.
"Tenanglah Gara, mungkin si tua bangka Dana memiliki rencana dan juga kita harus percaya walaupun perkataannya kurang meyakinkan" ucap Rama menenangkan Gara agar persahabatan mereka semua tidak hancur gara-gara masalah sepele.
"Bukan nya aku tidak percaya tetapi di minta sayang kesini saja dia tidak mau, bagaimana nanti saat peperangan telah di mulai?! kalau tidak bisa membantu bilang saja tidak, bukannya malah beralibi" ucap Gara dengan geram.
"Sudah-sudah tidak perlu sampai marah seperti ini, kita percaya saja kepadanya dan ada hal yang lebih penting harus kita lakukan sekarang daripada marah-marah tidak jelas" ucap Rama.
Gara pun menghela nafasnya dan kembali tenang, mereka kemudian berbincang-bincang tentang strategi yang harus di lakukan nanti.
***
Jadi mau tak mau, ia terpaksa mengirimkannya karena menurut penjelasan Hiro bahwa ia memiliki rencana yang sangat ampuh tanpa harus ada korban jiwa terlebih dahulu.
Percaya tidak percaya tetapi raja mencoba mempercayai nya karena Dewi yang menyuruhnya. Pada saat malam di mimpinya muncul cahaya yang sangat terang hingga membuatnya tidak dapat melihat tetapi ada suatu suara yang sangat lembut berhembus melalui angin ke dalam telinga nya dan berkata 'Ikuti manusia yang pernah bertemu dengan ku dan hormati dia seperti kalian menghormati ku' .
Menurut kepercayaannya mimpi tersebut adalah suatu bukti nyata bahwa sosok Hiro bukanlah manusia biasa karena bahkan sang Dewi pun menyuruhnya untuk menghormati Hiro layaknya mereka menghormati para Dewa dan Dewi.
Kembali ke topik pembahasan.
Raja yang saat itu berdiam diri di singgasananya menunggu kembalinya prajurit pengantar pesan yang sebelumnya ia kirim.
'Apa menurutmu mereka tidak akan marah?' tanya raja melalui telepati.
'Entahlah tetapi apabila mereka memiliki waktu luang maka dapat di pastikan mereka sangat marah saat ini tetapi jika sebaliknya maka kamu akan selamat' jawab Hiro dengan malas.
'Haishhh kenapa juga kau menyuruhku mengirimkan pesan seperti itu? apa sulitnya jika kita bilang akan setuju membantu mereka?' ucap raja.
'Terlalu lama di posisi atas membuat mu terlena rupanya, apa menurut mu para prajurit rela menyerahkan nyawa mereka demi melindungi kerajaan orang lain yang notabene nya bukanlah tempat tinggal mereka?' ucap Hiro.
Raja pun terdiam tersentak, ternyata Hiro sudah berpikiran sampai kesana. Hiro tidak hanya pintar, bijaksana, dan baik hati tetapi ternyata seorang yang sangat perhatian, pengertian terhadap orang-orang yang berada di bawahnya.
'Maafkan aku karena tidak terlalu memikirkan perasaan para prajurit dan asal memerintah saja' ucap raja dengan penuh penyesalan, untung saja ia mendengarkan Hiro sebelumnya kalau tidak, maka dirinya tidak akan bisa di sebut sebagai raja atau pelindung lagi bagi para penduduknya.
'Tidak masalah, lagian aku juga satu tujuan dengan kalian' ucap Hiro.
'Tujuan? maksudnya?' ucap raja.
Hiro hanya tersenyum kecil dan melambaikan tangannya pergi menghilang.
Raja tersenyum saat ia melihat kepergian Hiro dengan menyimpan sebuah perasaan penasaran.
Tetapi apapun tujuan Hiro pasti akan selalu di bantu oleh Pidana karena ia yakin membantu Hiro tidak akan rugi tetapi rugi apabila menyinggung nya.
***
Hiro yang pergi dari ruangan pertemuan, sekarang berada di salah satu restoran untuk mengisi perut.
{Tuan… Sistem memiliki kabar buruk untuk anda, sebenarnya sistem akan terus menyembunyikannya sampai menemukan cara menyelesaikannya tetapi sistem khawatir kemarahan anda akan meledak apabila mengetahui sistem sengaja merahasiakannya hingga tuan mengetahuinya sendiri}
"Hemmm? ada sistem, kelihatannya sangat serius sekali?" ucap Hiro yang masih dapat tersenyum santai.
{A-anu… Tuan, sistem mohon sebisa mungkin tahan amarah anda agar tidak kehilangan kontrol, hingga menghancurkan semua}
{Atau sistem inisiatif sendiri…}
SWOOOOSSHHH…
Hiro tiba-tiba berada di luar angkasa atau di luar galaksi Pluto.
"Ahhhh?!!! apa ini, kenapa kamu membawa ku kesini sistem?!!" ucap Hiro terkejut dan juga heran.
{Sistem mencegah agar tidak terjadi sesuatu yang kacau apabila anda tidak dapat menahan emosi anda tuan}
"Cihh kau pikir aku anak-anak hah? tidak lah aku bisa mengontrolnya dengan baik!" ucap Hiro kesal.
{Apabila sesuatu hal tersebut bersangkutan dengan keluarga anda tuan?}
******Deg******!
Hiro terdiam dan memasang wajah serius.
"Beritahukan apa yang ingin kau bicarakan sistem?" ucap Hiro dengan serius.
{Apa anda ingat seminggu yang lalu sistem di nonaktifkan?}
"Iyah aku ingat memangnya ada apa?" tanya Hiro.
{Sewaktu sistem di nonaktifkan, ikatan antara Anda dengan dunia jiwa terputus. Karena bukankah sebelumnya anda menyuruh sistem untuk memasang sebuah pencegahan apabila ada sesuatu yang terjadi pada anda maka dunia jiwa secara otomatis akan langsung terlempar jauh dari anda? seminggu yang lalu sistem lupa akan dengan sistem pencegahan/perlindungan dunia jiwa, sehingga pada saat sistem nonaktif otomatis sistem perlindungan dunia jiwa aktif karena mendeteksi energi sistem yang menghilang dari tubuh anda, karena itu sistem perlindungan menduga bahwa terjadi sesuatu yang serius pada anda jadi dunia jiwa terputus secara otomatis dan entah terlantar dimana}
Hiro terdiam mencoba mencerna penjelasan nya sistem. Tetapi tidak ada reaksi berlebihan karena saat ini ia sedang mencoba untuk tetap tenang.
"Kalau begitu sekarang apa yang terjadi pada dunia jiwa?" tanya Hiro.
{Terlepas dari ikatan anda, jadi mungkin saja terlempar ke dunia lain atau galaksi lain. Tetapi anda tenang saja sistem keamanan dunia jiwa sangat tinggi, tidak akan ada sesuatu yang terjadi pada dunia jiwa}
"Hahhh syukurlah, apa aku juga tidak bisa berinteraksi dengan mereka?" tanya Hiro.
{Tidak tuan, semua yang berhubungan atau orang-orang yang berada di dunia jiwa sudah terlepas ikatan batin dengan anda tuan}
"Tapi apa kamu bisa menghubungi mereka sistem?" tanya Hiro.
{Maaf tuan, sistem juga telah terputus dengan dunia jiwa}
{ Maaf :( … Maaf :( … Maaf :( …}
Puluhan notifikasi jendela hologram di penuhi oleh kata maaf dari sistem.
{Sistem sangat bersalah tuan karena ceroboh}
{Maaf kan sistem tuan :( …}
"Hahh…Tenanglah, bukankah kau menyuruhku untuk tenang tetapi dirimu sendiri yang tidak tenang" ucap Hiro menghela nafas, walaupun ia sangat mengkhawatirkan keluarganya tetap saja untuk saat ini ia harus tetap tenang dan segera memikirkan jalan keluar yang tercepat.
"Apa kamu memiliki jalan keluarnya sistem? aku harus bagaimana dan kemana?" ucap Hiro.
{Sistem akan berusaha keras untuk mencari cara agar segera mendapati titik letak jatuhnya dunia jiwa}
"Hufft… Baiklah, kumohon cepat lakukan sebisa mu" ucap Hiro.
Ia pun kembali ke tempat semula dengan ekspresi wajah tidak jelas, antara sedih, marah, kecewa dan khawatir menyatu di wajahnya.
'Sial! karena keinginan ku, semuanya menjadi seperti ini. Ayah, ibu dan yang lainnya semoga kalian baik-baik saja, tunggu aku akan menjemput kalian dimana pun kalian berada!' ucap Hiro dalam hatinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like nya woy kenapa menurun terus? apa kalian lagi nabung bab atau emang udah pada bosen?