
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Matahari mulai menunjukkan sosoknya yang berarti kini hari telah berganti, di tempat Hiro saat ini ia masih dalam keadaan terjaga untuk melindungi dua orang yang tidak ia kenal tetapi untuk saat ini mereka bisa di bilang berteman(?).
"Kamu belum tidur Hiro?" Ucap Jing Li yang telah terbangun.
"Bukankah berjaga artinya tidak boleh tidur sama sekali?" Ucap Hiro tersenyum ke arahnya.
"Tapi kamu perlu istirahat karena mau bagaimanapun juga kamu pasti kelelahan" Ucap Jing Li dengan khawatir.
"Tidak papa tenang saja aku baik-baik saja kok" Ucap Hiro.
"Ahh yah kita periksa kondisi kakakmu" Ucap Hiro mengalihkan pembicaraan.
Dengan cepat Jing Li mengangguk dan pergi ke tempat kakak nya berada.
Tidak jauh dari sana terdapat seorang pemuda sedang duduk dengan posisi lotus.
"Sepertinya kakak mu baik-baik saja" Ucap Hiro.
"Emm, walaupun aku sering mengatakan ini tetapi aku benar-benar berterimakasih kepada mu Hiro" Ucap Jing Li menangis terharu.
"Sudah jangan banyak bicara, pergi sana temui kakak mu" Ucap Hiro tersenyum mendorong Jing Li untuk ke tempat kakaknya.
"Kakak?" Ucap Jing Li saat berada di depan pemuda tersebut.
Pemuda yang duduk lotus itu membuka matanya karena mendengar suara yang ia kenal, dan benar saja ternyata suara itu berasal dari perempuan di depannya yaitu adiknya.
"Jing Li? Bagaimana kamu bisa ada disini?" Ucapnya terkejut.
"Dasar bodoh! Sudah kubilang jangan bertindak gegabah sebelumnya, untung saja tuan Hiro berbaik hati untuk menyelamatkan kita" Ucap Jing Li dengan marah tetapi senang karena kakaknya sudah membaik.
"Hiro? Siapa dia?" Ucap pemuda itu kebingungan.
Kemudian Jing Li menjelaskan semua yang terjadi kemarin dan juga ia menjelaskan kalau Hiro adalah penyelemat mereka.
Tak lupa juga Jing Li menjelaskan bahwa kalau kakaknya tersebut bisa berkultivasi kembali juga berkat bantuan dari Hiro.
Mendengar penjelasan adiknya membuat ia terdiam sesaat untuk mencernanya.
"Kalau begitu pertemukan aku dengan tuan Hiro itu" Ucap pemuda tersebut.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" Sebuah suara tiba-tiba mengagetkan mereka berdua.
"Nah dia tuan Hiro yang aku ceritakan itu kakak" Ucap Jing Li.
Pemuda tersebut menatap dengan selidik ke arah Hiro seolah tidak percaya karena pemuda di depannya tersebut levelnya berada di bawahnya.
"Kakak jangan liat dia dari luar karena aku sudah pernah melihatnya bertarung dengan para pemuda yang mengejar kita kemarin, bahkan ia dapat membunuh semuanya hanya dengan sekali serang" Ucap Jing Li bertelepati ke kakaknya.
"Apaa?! kamu serius?" Ucap pemuda itu terkejut.
"Untuk apa aku berbohong kak? dan buktinya adalah kita masih hidup sekarang dan kakak bisa menjadi lebih kuat lagi" Ucap Jing Li.
Hiro menyadari kalau mereka berdua sedang berkomunikasi dengan telepati jadi ia hanya tersenyum menatap mereka berdua.
"Ah tidak tuan Hiro, aku hanya ingin mengucapkan terimakasih banyak karena telah membantu kami, kedepanya apabila anda perlu bantuan bisa hubungi kami jangan ragu-ragu" Ucap pemuda tersebut dengan sopan dan ramah.
"Tidak perlu… yang aku inginkan hanya…" Ucap Hiro tersenyum menatap ke Jing Li.
Jing Li mengerti arti dari tatapan Hiro, kemudian ia pun menjelaskan bahwa syarat untuk membantu pemuda itu adalah kakaknya harus menjadi murid Hiro.
Pemuda itu tertegun dan terdiam pada saat mendengar penjelasan adiknya karena ia terkejut kenapa Hiro meminta dirinya untuk menjadi muridnya? bukankah ia tidak jenius ataupun tidak memiliki bakat yang luar biasa?.
Hiro hanya terdiam sambil tersenyum.
"Jing An bersedia menjadi murid anda guru" Ucap nya dengan berlutut.
Jing An pun dengan segera berdiri menuruti perintah Hiro.
"Baiklah karena kamu sudah bangun jadi kalian tunjukkan jalan menuju kota terdekat" Ucap Hiro.
"Baik guru… Baik tuan" Ucap Jing An dan Jing Li.
Mereka pun berjalan di depan Hiro sebagai pemimpin arah jalan.
***
"Apa!!! Bagaimana bisa anak ku mati?! Cepat cari tahu siapa yang berani-beraninya membunuh anakku!" Ucap seseorang dengan aura membunuh yang luar biasa, ia marah sekali saat mendengar kabar bahwa giok kehidupan putranya telah padam dan hancur.
"Baik tuan!" .
"Arghhh tidak akan ku biarkan siapapun itu yang berani membunuh anakku!" Ucapnya marah-marah sampai membanting semua barang yang ada di dekatnya.
Seketika kediaman orang tersebut menjadi kacau dan panik, mereka semua pun menjalankan perintah dari orang tersebut untuk mencari pelaku pembunuh tuan muda mereka.
***
Sedangkan Hiro pelaku dari kekacauan tersebut hanya berjalan dengan tenang dan santai menuju ke kota terdekat dari tempat mereka sebelumnya.
"Kita sudah sampai tuan, di depan sana adalah kota Agrice" Ucap Jing An.
Hiro melangkah maju dan melihat di depannya memang ada sebuah kota yang sangat besar dan juga ramai akan penduduk, di pintu gerbangnya saja Hiro melihat antrian bagaikan rombongan semut yang bermigrasi.
"Baiklah kalau begitu ayo kita masuk untuk mencari penginapan atau restoran" Ucap Hiro kemudian melanjutkan kembali langkah kakinya menuju pintu masuk ke kota.
Tapi bukannya menunggu di baris antrian tetapi Hiro di bawa oleh Jing Li dan Jing An menuju pintu VIP khusus orang-orang penting.
Apa boleh buat Hiro hanya mengikuti mereka walaupun apabila terjadi suatu masalah ia akan langsung membereskannya.
"Tuan muda? dan juga nona? Anda berdua pergi kemana, tuan penguasa sangat mengkhawatirkan kalian sampai mengeluarkan perintah untuk semua pasukannya mencari anda berdua" Ucap penjaga gerbang tersebut dengan terkejut saat melihat kedatangan Jing Li dan Jing An.
"Aku tau tapi buka dulu gerbang nya kami ingin menemui ayahanda" Ucap Jing An.
"Oh baik tuan muda, maaf kan saya mengganggu anda" Ucap penjaga tersebut kemudian membuka pintu gerbang akses memasuki ibu kota.
'Hm tuan muda? dan juga nona muda? Ahh aku tahu mereka pasti sedang menyamar sama sepertiku' Pikir Hiro saat mendengar pembicaraan mereka berdua.
Hiro hanya diam saja mengikuti mereka, walaupun ia penasaran identitas asli mereka siapa.
Hingga tak lama kemudian Hiro di bawa ke sebuah restoran yang biasa saja tetapi ramai pengunjung.
Jing An memanggil pelayan dan mereka pun duduk di tempat yang masih kosong.
"Jing An, bisa kamu jelaskan secara detail tentang dunia ini?" Ucap Hiro.
"Ada tidak tahu guru?" Tanya Jing An yang heran.
"Haishh kau ini bagaimana aku tahu dunia ini sedangkan aku saja baru keluar dari latihan tertutup" Ucap Hiro.
"Ohh baiklah guru, muridmu ini akan menjelaskan semua nya yang aku tau" Ucap Jing An mengangguk mengerti.
"Begini guru… Wilayah ini adalah…"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like lah astaghfirullah author gak kuat liat like nya yang sedikit terus… 🥲
See you next up 👋
^^^^~ASMODEUS~^^^^