
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keadaan Sekte 3 Wajah Hiro semakin berkembang pesat, bahkan kekuasaan nya kini membuat seluruh Benua Langit sedikit bergetar karena eksistensi para murid yang berasal dari Sekte tersebut sangatlah luar biasa, dimana 1 murid Sekte 3 Wajah dapat mengimbangi 100 murid Sekte lain.
Tingkat kultivasinya pun rata-rata di level Bintang Langit tahap akhir, dimana itu sebuah pencapaian yang sangat luar biasa di Benua Langit.
Seluruhnya memberi hormat dan rasa segan kepada Sekte 3 Wajah, walaupun begitu hal tersebut tidak membuat para muridnya besar kepala atau sombong atas semua penghormatan yang mereka terima karena semua itu adalah berasal dari pemimpin mereka, bukan hasil diri sendiri.
Kalau tidak ada Hiro sebagai pemimpin nya maka mereka yakin tidak akan mendapatkan kehormatan tersebut dari orang-orang Benua Langit.
Lambat laun kini kekuasaan Sekte 3 Wajah hampir mencapai ke seluruh Benua Langit, mereka telah mendapatkan hak kuasa atas 2 wilayah yaitu wilayah barat dan selatan.
Setengah Dunia Langit telah mereka kuasai, Hiro sebagai pemimpin Sekte merasa hal tersebut biasa saja karena sebelumnya ia telah menguasai berbagai dunia.
Tetapi bagi murid-murid Sekte, hal tersebut merupakan kebanggan dan pencapaian yang sangat luar biasa. Mereka benar-benar bersyukur dapat memasuki Sekte 3 Wajah.
Tetapi itu semua harus berakhir hari ini... Karena Sekte 3 Wajah akan bubar, ahh-.. tidak maksudnya akan melepaskan semua muridnya untuk bergerak bebas tergantung pilihan mereka masing-masing.
Tetap tinggal di sekte atau keluar mencari pengalaman baru sebagai kultivator bebas.
Kini Hiro sedang berdiri tegak di depan para murid-murid Sekte yang sudah berkumpul sedari tadi untuk melakukan upacara penting yang menentukan pilihan mereka mulai hari ini.
"Kalian semua! Dengarkan aku..."
"Mulai saat ini kalian bebas melakukan apapun tetapi ingat selama kalian berjalan pada arah yang benar, aku akan diam saja tetapi apabila sebaliknya kalian berbuat onar dan membuat nama Sekte tercemar maka pada hari itu, jam itu atau detik itu juga kepala kalian akan terlepas dari tubuh kalian... Jangan remehkan perkataan ku ini, ingat mata dan telinga ku ada dimana-mana. Jadi apa kalian mengerti?!" ucap Hiro di depan para murid Sekte yang berkumpul dengan keras dan tegas.
"Kami mengerti pemimpin!!!" ucap mereka semua.
"Lakukan saja semua tindakan dan pergerakan kalian atas nama diri kalian sendiri, jangan bawa-bawa nama Sekte karena hal tersebut sama saja seperti kalian menjual nama ku dan itu sangatlah menjijikan" ucap Hiro.
"Kalian sudah memiliki nama! Jadi kalian sendiri lah yang harus membesarkan nama kalian hingga seluruh orang-orang Benua Langit mengetahui siapa kalian! Selama ini kalian hidup di bawah atas nama Sekte, apa kalian tidak malu? Tidak iri? Kalian hanya di kenal sebagai murid Sekte 3 Wajah bukan atas nama diri kalian saja! Aku yakin orang-orang Benua Langit hanya tahu bahwa kalian murid Sekte saja tetapi apabila di tanyakan siapa nama kalian, mereka pasti tidak akan mengetahuinya..."
"Jadi mungkin kalian tahu dan mengerti apa yang harus di lakukan, kalian paham apa maksud dari perkataanku hari ini" ucap Hiro.
Semua murid terdiam dan terbawa kedalam pikiran masing-masing hingga mereka tersadarkan tatapan matanya menyalah merah terang seakan-akan mereka menemukan titik arah tujuan masing-masing.
"Kami mengerti pemimpin!!!"
"Bagus, sekarang pergilah... Walaupun kalian keluar dari Sekte dan tidak kembali lagi, kalian tetaplah murid-murid ku! Sampai mati sekalipun kalian tetap murid Sekte 3 Wajah!" ucap Hiro dengan keras.
"Kami murid Sekte 3 Wajah, mohon pamit kepada pemimpin!" ucap mereka semua yang memilih untuk menjadi kultivator bebas menundukkan kepalanya memberi hormat, mungkin untuk yang terakhir kalinya atau masih bisa lagi memberi hormat. Itu semua tergantung nasib mereka masih hidup atau tidak di saat akan kembali lagi ke Sekte.
Hiro mengangguk dan mempersilahkan mereka semua keluar dari Sekte, sedangkan sisanya memilih untuk tetap tinggal dan berlatih lagi hingga menurut mereka cukup dan dapat menjadi kultivator bebas.
"Untuk yang memilih tetap tinggal, lanjutkan pelatihan kalian dan tingkatkan kultivasi kalian hingga melewati batas yang dapat kalian capai" ucap Hiro dan membubarkan upacara pagi tersebut.
Setelah bubar Hiro kembali ke gedung utama bersama ketiga ketuanya, yaitu Jun Qi, Peng Peng dan Yuang Ji. Mereka bertiga mengikuti Hiro karena harus mulai menghitung para murid-murid yang tersisa di ketiga Pavilliun.
Setelah 30 menit, ia mendapatkan data bahwa Pavilliun Assasin tersisa 500 murid dari 1500, Pavilliun Striker tersisa 1000 murid dari 5000 orang dan terakhir Pavilliun Support tersisa 2000 murid dari 2500 orang.
"Hemmm kebanyakan dari Pavilliun Striker, apa kamu tahu mengapa bisa begitu Jun Qi?" tanya Hiro pada Jun Qi selaku ketua dan penanggung jawab Pavilliun Striker.
"Kultivasi mereka telah banyak yang menabrak dinding tuan, jadi sebelumnya saat menyarankan untuk pergi berpetualang ke seluruh penjuru dunia karena mungkin saja pada salah satu perjalanan yang mereka lakukan dapat membantu mereka menyelesaikan permasalahan tersebut" ucap Jun Qi.
"Ahh benar, tindakan yang kamu lakukan cukup bagus... Terimakasih karena kamu telah membantu mereka, melatih mereka dengan sabar. Aku tahu hal tersebut tidak mudah" ucap Hiro dengan tulus.
"Ahh tuan... Tidak perlu berterimakasih begitu, saya melakukan itu juga atas keinginan diri sendiri tidak ada unsur keterpaksaan karena itu perintah anda..." ucap Jun Qi.
"Tetap saja aku harus berterimakasih, sebagai gantinya apa ada yang kamu inginkan? Aku berjanji akan mengabulkan satu permintaan mu" ucap Hiro sambil tersenyum tenang.
"Tidak ada tuan, tetapi apabila saya membutuhkan sesuatu mungkin pada hari itu saya akan menagihnya kepada anda" ucap Jun Qi yang tahu bahwa sifat Hiro tidak ingin kebaikannya di tolak.
"Oh baiklah katakan saja nanti" ucap Hiro tersenyum puas.
"Hemmm giliran Pavilliun Support... Mengapa banyak murid yang tetap tinggal?" tanya Hiro kepada Yuang Jie.
"Begini tuan muda, tingkat pemahaman mereka tentang dunia luar masih sempit jadi saya memerintahkan murid-murid yang belum mengetahui apa itu kultivasi, kultivator dan semua hal yang berkaitan erat dengan kultivator, terutama job desk nya yang hanya bisa di bagian belakang tidak saya ijinkan untuk pergi dari Sekte. Mereka harus terus menambah wawasan tentang tanggung jawab mereka apabila di dunia luar... Sedangkan para murid yang telah memahaminya maka aku tidak akan mempersulit mereka" ucap Yuang Jie memberi penjelasan terkait para murid Pavilliun Support yang menjadi tanggung jawabnya masih banyak yang tinggal di Sekte.
"Hooo~ menarik, aku suka cara pemikiran mu itu... Yah apa yang kamu katakan itu benar, kalau tidak memiliki teknik yang cukup kuat setidak nya mereka harus memiliki pemahaman tentang kultivasi"
"Kerja bagus, kamu telah membuat keputusan yang tepat" ucap Hiro tersenyum senang, karena paman yang satu ini telah berkembang pesat selama tinggal di Sekte.
"Terimakasih pemimpin" ucap Yuang Jie tersenyum lega karena Hiro dapat memahami maksud dari dirinya yang menahan banyak sekali murid di Sekte.
"Baiklah terakhir, Pavilliun Assasin tetapi sepertinya tidak perlu karena aku percaya padamu Peng Peng... " ucap Hiro.
"Kalian jangan salah paham dulu, maksud diriku seperti itu bukanlah membedakan kalian atau memberi hak khusus kepada Peng Peng karena statusnya murid ku... Tetapi pegang omonganku bahwa Peng Peng adalah orang yang paling tahu akan tugasnya" ucap Hiro menjelaskan mengapa ia tidak menanyai Pavilliun yang di pegang oleh Peng Peng.
"Kami mengerti tuan" ucap mereka berdua.
"Hemmm sebagai untuk meyakinkan kalian, maka aku akan beritahu satu hal tentang Peng Peng... "
"Raja Assasin" ucap Hiro singkat.
Mendengar hal tersebut mereka berdua terkejut dan menatap Peng Peng dengan lekat.
"Ahh guru, mengapa anda mengatakannya" ucap Peng Peng yang merasa malu dengan sebutan Raja Assasin.
"Kenapa? Aku hanya tidak ingin mereka salah paham saja" ucap Hiro tersenyum lebar.
"Tapi..."
"Jadi itu benar Peng Peng?!" tanya mereka berdua bersamaan.
Peng Peng hanya mengangguk dan menundukkan kepalanya karena malu.
"Hebat sekali!"
"Luar biasa! Aku tidak menyangka nya sama sekali" ucap mereka berdua.
"Ahh baik pemimpin" ucap mereka kemudian pergi.
Setelah di tinggal seorang diri, Hiro berdiam sambil memikirkan bahwa selama ini rencana nya masih berjalan lancar dan ia pun menjadi sedikit curiga dan waspada, karena hal ini sama saja seperti ketenangan sebelum badai besar melanda.
'Aku harus bersiap-siap... ' ucapnya di dalam hati.
***
Di dunia jiwa terdapat Yue, Diablo, Long Wang, Raphael dan Rachel. Mereka tengah berkumpul sepertinya sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting.
"Bagaimana ini nona? Kita tidak mungkin bisa selamanya menyembunyikan ini pada tuan" ucap Long Wang.
"Hemmm entahlah tetapi aku ingin tanya sesuatu kapan kalian mendapatkan kembali ingatan itu?" tanya Yue dengan nada serius.
"Kalau saya sekitar 5 tahun yang lalu pada saat berada di dunia baru yang tuan ciptakan untuk para ras naga" ucap Long Wang.
"Kalau kami baru nona, pada saat kami berdua pergi ke dunia milik Long Wang" ucap Diablo dan Raphael.
"Kalau aku sekitar 4 tahun yang lalu, awalnya aku hanya menyangka nya itu sebagai mimpi saja tetapi lama kelamaan aku merasa aneh dan yakin bahwa itu adalah ingatan terdahulu setelah membicarakannya kepada anda waktu itu" ucap Rachel.
"Hahhh sebenarnya aku tidak ingin kalian semua mengingatnya tetapi sepertinya memang mustahil melawan takdir sialan itu" ucap Yue dengan nada marah.
Mereka pun terdiam hanyut kedalam pikiran masing-masing, mereka seperti di alam ambang kebingungan.
"Tapi mau bagaimana lagi kita harus menjalaninya, tujuan kita adalah memutuskan kutukan dari takdir sialan ini" ucap Yue.
"Benar nona! Kami tidak ingin kejadian serupa terjadi lagi" ucap Long Wang.
"Benar, aku juga tidak ingin melihat tuan seperti itu lagi" ucap Diablo.
"Berarti hanya satu pilihan kita, melawan untuk balas dendam" ucap Rachel.
"Sebentar, kita harus menunggu sambil melihat perkembangan yang lainnya karena aku melihatnya masih ada beberapa dari mereka yang belum terbuka segel ingatannya" ucap Yue.
"Anda benar... Masih ada mereka yang belum ingat apapun" ucap Diablo.
"Hahhh sungguh rumit sekali... Aku kasihan dia saudari" ucap Rachel.
"Kamu benar, karena dialah yang paling menderita kalau mengingatnya" ucap Yue.
"Semoga saja akhirnya bahagia..." ucap Rachel dan mereka semua pun mengangguk setuju berharap demikian.
***
Hiro mencoba menyempurnakan kembali aura yang sepenuhnya belum stabil karena proses kenaikan nya yang tidak wajar.
"Hahhh... Bagaimana bisa aku menjadi True God pun aku tidak mengingatnya, aku hanya tahu dari cerita Yue saja" ucap Hiro.
{Anda terlalu memaksakan diri tuan... Setidaknya tunggulah tubuh dan jiwa anda kuat terlebih dahulu}
"Kau juga menyalahkan ku? Memangnya apa sih yang telah aku lakukan?" ucap Hiro terheran-heran.
{Anda memaksakan diri dengan cara menyerap tanpa henti Mana di sekitar dan mengalirkannya ke seluruh tubuh, sehingga meridian anda tidak lagi mampu menampung energi Mana tersebut dan membuatnya secara otomatis mengembangkan diri menjadi lebih besar sehingga bisa menampung energi Mana yang anda serap secara berlebihan}
"Tapi aku tidak mengingatnya... Apa benar begitu kejadiannya?" tanya Hiro.
{Benar tuan, wajar anda tidak mengingatnya karena syaraf otak anda terlanjur terlalu kaget sehingga memutuskan untuk mereset kembali seluruh kejadian yang terjadi tetapi sayangnya mungkin ada beberapa bagian yang terbuang, sehingga anda menjadi melupakannya}
"Hemmm sungguh teori yang masuk akal tetapi entah kenapa aku merasa itu tidak benar" ucap Hiro.
{Terserah anda tuan}
{Anda bebas berspekulasi}
{Anda bebas mau percaya atau tidak}
"Cihhh ngambek... Yasudah tidak perlu di bahas lagi" ucap Hiro.
{Sampai kapan anda akan diam di dunia ini tuan?}
"Hemmm entahlah, mungkin sebentar lagi..." ucap Hiro.
{Anda bahkan belum menyentuh apa-apa tentang Dewa, bagaimana bisa anda akan menyelesaikan misi kalau begitu}
"Tenanglah sistem... " ucap Hiro.
{Bukan begitu tuan, sistem hanya ingin membantu anda untuk semakin kuat dengan cara menyelesaikan misi dan mendapatkan hadiahnya}
"Oh begitu... Hadiahnya memang cukup menarik sih tetapi aku tidak mau terburu-buru begitu" ucap Hiro.
Setelah perdebatan yang sangat panjang dengan sistem, akhirnya Hiro terpaksa akan mulai bergerak memburu para Dewa yang menyimpang.
Tetapi pertama-tama ia akan melakukan pembersihan terlebih dahulu di Benua Langit tingkat bawah, terus Benua Langit tingkat atas. Karena ia yakin bahwa ada beberapa tikus yang masih bersembunyi di suatu tempat.
Pergerakannya di mulai dari memerintahkan ketiga Pavilliun untuk menyusuri segala penjuru Benua Langit tidak boleh ada satupun tempat yang terlewati, apabila mereka menemukan sesuatu atau seseorang yang mencurigakan. Satu kata yang bisa Hiro perintahkan, yaitu BUNUH!.
***
Hemmm mungkin sebagian dari kalian sudah paham apa artinya yah...
Semoga saja karya author memuaskan kalian, tetapi ya sudah lah kalau kalian tidak puas.
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...