
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"T-tunggu kalau kau membunuh ku maka tuan penguasa tidak akan tinggal diam!" Ucap patriak Si mengancam Hiro.
"Apa kau sebut itu ancaman? biar ku beritahu dirimu biar mengerti setinggi apa kedudukan ku di banding dengan tuan penguasa yang kau sebutkan itu… Kalaupun anaknya membuat masalah denganku maka dia akan membunuh anaknya sendiri untuk mengindari amarahku" Ucap Hiro dengan dingin.
"T-tidak m-mungkin. Aku tidak percaya!" Ucap Patriak Si.
"Hah?! mau kau percaya atau tidak bukan urusan ku" Ucap Hiro berjalan perlahan mendekati nya.
"Jangan mendekat!" Ucap patriak Si panik hingga merangkak menjauhi Hiro, ia juga menyerang asal-asalan ke arah Hiro.
"Kubilang jangan mendekat! kumohon ampuni aku kali ini saja, b-biarkan aku hidup" Ucap Patriak memohon-mohon.
"Skill : Fire Blast"
Hiro membuat sebuah api hitam di tangannya, api tersebut sangatlah menakutkan karena entah kenapa di mata patriak Si api tersebut berbentuk tengkorak yang terbakar.
SWOSHHHH…
"ARGHHH… TIDAK… TOLONG PANASSS!!"
Patriak Si menggeliat saat api tersebut membakar tubuhnya, rasa yang sangat panas menyengat terasa sangat menyakitkan tetapi anehnya api tersebut tidak membakar pakaiannya hanya kulit tubuhnya saja.
"PANASSS!! tolonggggg…" Jerit kesakitan Patriak karena tubuhnya terbakar hidup-hidup.
Tidak lama kemudian patriak Si tidak lagi bergerak meronta-ronta, teriakan kesakitan nya juga sudah mereda yang berarti ia telah mati karena terbakar.
"Hmmm apa aku terlalu cepat membunuhnya?" Ucap Hiro.
{Sistem meminta ijin untuk menyerap semua energi dan mayat-mayat tersebut tuan}
{Y/N?}
"Lakukan saja sesuka mu" Ucap Hiro.
SWOOOOSSHHH……
Sebuah pusaran angin hitam muncul tiba-tiba menarik semua mayat yang bergelimpangan di depan Hiro. Ia pun merasakan rasa benci, marah, dan dendam yang begitu besar dan pekat di dalam pusaran hitam tersebut, bahkan Hiro sampai merinding.
"Apa-apaan itu?!" Ucap Hiro.
{Selesai! proses penyerapan akan segera di mulai… 1%…}
Hiro kemudian merasa pusaran hitam tersebut menerobos masuk kedalam dirinya, ia merasakan sebuah tekanan yang sangat berat hingga ia memuntahkan seteguk darah hitam dari mulutnya.
"Ughh…"
"Sial! cepat selesaikan sistem! aku tidak mampu menahannya" Ucap Hiro yang mencoba untuk tetap sadar walaupun ia sudah merasakan seluruh tubuhnya lemas.
{Peringatan! peringatan! peringatan!}
Muncul hologram pertanda peringatan yang sangat banyak didepannya.
{Anda harus bertahan tuan!}
"Aku tahu! makannya cepat lah!" Ucap Hiro.
SWOOOOSSHHH……
***
Di sebuah ruangan gelap yang tidak terlihat ujungnya sama sekali seolah-olah seperti ruang hampa.
"Ughh dimana ini?" Ucap Hiro.
Hiro memanggil sistem hingga berkali-kali tapi tidak ada respon apapun seperti keberadaan sistem tidak ada pada dirinya.
"Hahahaha"
Tiba-tiba sebuah suara orang tertawa terdengar sangat keras dan bergema.
"Siapa itu?!" Ucap Hiro waspada.
Ia mengitari sekitarnya tetapi ia tidak bisa melihat apapun.
"Akhirnya kau terjatuh juga" Ucap suara tersebut yang seperti sedang berbahagia.
"Siapa kau?! tunjukkan dirimu!" Ucap Hiro.
"Kau tidak perlu siapa aku tetapi satu hal yang harus kau ketahui bahwa di sini adalah kekuasaan ku" Ucap suara tersebut.
"Jangan bercanda! cepat kembalikan aku!" Ucap Hiro.
"Mengembalikan mu? hahaha sungguh lucu sudah lama aku menunggumu tetapi setelah waktunya tiba aku harus mengembalikan mu?" Ucap suara itu tertawa sinis.
"Apa tujuanmu?" Ucap Hiro.
"Pertanyaan itu ku lempar kembali kepadamu, dan jawablah kalau ingin keluar hidup-hidup dari sini!" Ucap suara tersebut dengan hawa dingin yang semakin meningkat.
Anehnya Hiro merasa menggigil saat hawa dingin menjalar ke seluruh tubuhnya, ia saat ini merasa seperti seekor burung di dalam sangkar, dirinya merasa bahwa ada sesuatu yang sangat besar di luar sangkarnya.
"Tujuan ku adalah menjadi penguasa di seluruh alam semesta!" Ucap Hiro dengan tegas dan serius.
"Penguasa alam semesta? omong kosong macam apa itu?!! dengan hanya sedikit tiupan ku saja kau sudah gemetar! apa kau senaif itu?" Ucap suara tersebut terdengar merendahkan Hiro.
"Yah aku akui bahwa aku adalah orang naif tetapi tujuan ku tetap tidak akan berubah! mau takdir berkata lain pun akan tetap ku tuntaskan apa yang telah aku tetapkan!" Ucap Hiro.
"Sayang sekali apabila kau mau membuka pikiran mu mungkin saat ini kau telah menjadi eksistensi yang tertinggi tetapi karena kau menolak untuk melihat fakta yang sebenarnya maka tidak akan ada kemajuan untuk dirimu" Ucap suara tersebut.
"Aku tidak peduli! sudah cukup di dunia ku sebelumnya bahwa kenyataan aku tidak bisa menikmati hidup sangatlah menyedihkan dan pada saat kesempatan langka aku dapatkan untuk apa aku masih akan hidup seperti sebelumnya? perlu ku tegaskan sekali lagi, bahwa aku HIRO AKAME akan hidup sesuai dengan apa yang aku mau!!!" Ucap Hiro yang seketika terpancar cahaya terang dari tubuhnya, cahaya tersebut menyinari ruangan gelap tersebut hingga terlihat lah sesosok makhluk berbadan manusia tetapi berkepala singa, bersayap naga, berparuh elang, dan berekor ular 3 kepala.
Sosok tersebut tiba-tiba berlutut dan bersujud kepada Hiro.
"Anda memang pantas untuk menjadi tuan hamba dan penerus beliau… Maafkan sikap hamba sebelumnya karena itu hanya sebuah test untuk anda sebagai penerus beliau" Ucapnya dengan hormat bahkan nadanya pun berbeda dengan pertama kali ia berbicara.
"Apa maksud mu?" Ucap Hiro yang masih tidak mengerti.
"Di perlukan sebuah test untuk membuktikan apakah anda pantas menjadi penerus beliau dan test tersebut adalah anda harus berpikiran egois entah itu untuk kebaikan atau keburukan, tidak terkekang oleh yang namanya takdir, dan berani menentang hukum seluruh alam semesta" Jelasnya.
"Tunggu! apa maksudnya dengan beliau? dia siapa?" Tanya Hiro.
"Beliau adalah eksistensi tertinggi seluruh alam semesta, dewa nya para dewa, raja nya para raja, sang keagungan yang di sembah para malaikat, sang kehancuran yang sangat di hormati oleh para iblis, ia adalah Sang Absolute!" Ucapnya memberitahukan siapa maksud dari 'beliau'.
DEG!
Hiro tersentak mendengar penjelasannya siapa yang di maksud beliau oleh makhluk di depannya itu.
"Jadi maksudmu sekarang aku adalah…"
"Benar tuan anda adalah Sang Absolute yang baru!" Ucapnya kemudian bangkit.
"WAHAI SELURUH MAHKLUK YANG TELAH DI CIPTAKAN OLEH BELIAU DENGARKAN AKU!!! BERILAH HORMAT KALIAN KEPADA SANG ABSOLUTE YANG BARU! DATANG KEMARI DAN BERILAH SALAM HORMAT KALIAN!!!" Teriak nya dengan keras.
Hiro tidak tahu apa yang ia lakukan tersebut, tidak lama kemudian ruangan tersebut bergetar hebat dan setelahnya ruangan tersebut menjadi terbuka dengan cara terbelah menjadi dua. Ruangan yang sebelumnya gelap kini telah terbuka dan memperlihatkan sesuatu yang sangat membuat Hiro terdiam membeku tidak dapat berkata-kata.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...