Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Pulang


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Hemmm? jadi kalian hanya sampai ke level Guru?" tanya Hiro.


Tutu mengangguk pelan, para bawahannya pun tertunduk diam.


"Hahahaha… Bagus-bagus tidak aku sangka ternyata kalian sangat hebat, sudah cukup karena dugaan ku kalian hanya sampai ke Master tingkat akhir saja tidak ku sangka kalian melebihi ekspektasi ku" ucap Hiro tertawa senang.


"Anda tidak kecewa kepada kami tuan?" tanya Tutu.


"Kecewa? kenapa harus kecewa? kalian sudah berusaha keras jadi layak untuk di hargai" ucap Hiro sambil tersenyum hangat.


Mereka sedikit terkejut karena di luar dugaan, mereka pikir Hiro akan marah dan kecewa tetapi ternyata kebalikannya. Hiro bahkan tidak kecewa sama sekali melainkan ia bangga dan sangat menghargai usaha mereka.


Pada saat itu juga rasa hormat mereka kepada Hiro meningkat, tidak adanya penindasan dalam kepemimpinan Hiro sangat jarang sekali di dunia manapun dan hal tersebutlah yang membuat mereka mencari-cari pemimpin layaknya Hiro.


"Terimakasih tuan!" ucap mereka serentak.


"Tidak, aku yang harusnya berterimakasih karena kalian telah berusaha keras" ucap Hiro.


'Sistem berikan aku barang yang bermanfaat untuk mereka' ucap Hiro.


{Batu kapitalis : Harga 100 poin sistem}


{Batu kapitalis adalah sebuah batu peninggalan zaman kuno yang di gunakan untuk meningkatkan kuantitas aliran energi dalam tubuh dan meningkatkan elemen}


'Hemmm baiklah beli dengan menggunakan 7.000 poin sistem ku' ucap Hiro.


{Anda hanya mendapatkan 70 buah saja tuan}


'Tidak masalah, beli saja' ucap Hiro.


{Baik tuan…}


{Pembelian berhasil! poin sistem anda di kurangi sebanyak 7.000 poin}


{Terimakasih telah berbelanja di toko sistem…}


SWOOOOSSHHH…


Saat Hiro memasukkan tangannya ke saku, ia mendapati 70 batu-batu tersebut dan menyimpannya di atas meja.


"Bagikan ke 67 orang terpercaya dan terkuat terlebih dahulu Tutu, perintahkan mereka untuk menyerapnya sampai habis setelah itu biarkan mereka menemui ku" ucap Hiro kemudian memberikan batu-batu tersebut kepada Tutu.


3 batu lainnya Hiro simpan untuk para murid-muridnya karena mereka pun membutuhkan nya, setelah itu Hiro pergi keluar dari ruangan tersebut.


***


"Sistem status!" ucap Hiro.


................


>Nama : HIRO AKAME


>Umur : 10.020 Th


>Level : Guru (Platinum)


>Status :


- SANG ABSOLUTE


- Penyihir (A+)


- Bela Diri (B)


>Ras : -


>Gelar : Sage


>Job : -


>Elemen :


- Void ( Kehampaan )


>Tipe Tubuh :


- Perfection


>Teknik/Skil :


- Penciptaan ( Creation )


>Poin Sistem : 1.500.000 poin


>Poin Pengalaman : 0/100.000 poin


>Senjata :


- Pedang Penghancur Surga Dan Neraka(Dewa)


- Pedang Langit Suci (Dewa)


>Artefak :


- Gelang Mustika Naga


- Gelang Kekacauan


- Absolute Ring


>Penyimpanan :


- Kotak Hadiah Misteri (???)(10)


>Partner/Beast Kontrak :


- Yuki ( Kaisar Kura-kura )


- Raa ( Ratu Phoenix )


- Savier ( Sleipnir )


- Combine ( Emperor of Monster )


>Bawahan :


- Raphael ( Kaisar Malaikat )


- Diablo ( Kaisar Iblis )


- Liya ( Ratu Elf )


- Gorgon ( Raja Dwarf )


- LITCH ( Raja Undead )


................


Hanya ada perubahan kecil pada statusnya yaitu di bagian gelarnya saja, saat ini Hiro menjadi Sage dan semua gelarnya pada saat di galaksi Bimasakti tidak berguna di dunia ini.


"Ryu, Toru, Lalita kalau aku pergi dan meninggalkan kalian bagaimana?" tanya Hiro kepada muridnya.


"Kami akan selalu mengikuti anda guru!" ucap mereka tegas.


"Kalau aku memerintahkan kalian untuk tinggal disini bagaimana?" tanya Hiro kembali.


"Itu… Tidak bisakah kalau kami mengikuti anda guru?"


"Kami akan melakukan apapun asal bisa bersama anda guru, kami mohon!" ucap mereka menundukkan kepalanya.


"Hahaha kalau kalian benar-benar ingin mengikuti ku maka akan aku berikan satu syarat, yaitu masing-masing dari kalian harus membuat sebuah kekuasaan ataupun kekuatan pasukan selama 1 tahun, aku tidak peduli mau bagaimana kalian melakukannya karena yang kulihat hanya hasilnya saja" ucap Hiro.


Ryu, Toru dan Lalita hanya bisa terdiam menimbang-nimbang apa mereka mampu memenuhi persyaratan tersebut.


"Tidak perlu terburu-buru, kalian masih memiliki waktu 1 tahun" ucap Hiro tersenyum lembut.


"Baik guru! kami akan berusaha keras memenuhi permintaan anda!" ucap mereka dengan tegas.


"Bagus aku tunggu kabar baiknya, untuk sekarang sampaikan kepada Tutu bahwa kalian lah pengganti ku tetapi hanya sampai 1 bulan setelah itu kalian harus pergi karena harus memenuhi persyaratan ku" ucap Hiro.


"Anda akan pergi sekarang guru?" tanya mereka sedih.


Terutama Lalita kedua matanya telah berkaca-kaca tidak sanggup mendengar jawaban Hiro.


Hiro hanya mengangguk dan tersenyum, "Ini hadiah terakhir ku untuk kalian, kalau kita bertemu kembali maka akan ada lebih banyak hadiah untuk kalian" ucapnya sambil memberikan batu kapitalis kepada mereka.


Ryu yang menerima itu karena Toru dan Lalita sudah lemas karena akan di tinggalkan oleh Hiro.


"Jaga diri kalian baik-baik dan aku tunggu kabar baiknya tentang kalian semua" ucap Hiro berpamitan kemudian pergi menghilang meninggalkan mereka.


Ryu bersujud dan memberi hormat untuk terakhir kalinya, Toru dan Lalita pun mengikuti Ryu.


Air mata tidak dapat terbendung lagi, mereka semua sangat benar-benar bersedih karena Hiro sudah di anggap seperti orangtua mereka sendiri.


***


Sebenarnya Hiro pun tidak ingin meninggalkan mereka tetapi karena keadaan terdesak membuatnya terpaksa harus meninggalkan mereka.


'Apa benar yang kamu katakan itu sistem?' tanya Hiro.


{Benar tuan… Saat ini orang-orang telah bersatu untuk mencari anda yang di duga dalang di balik ledakan-ledakan besar sebelumnya}


'Kenapa mereka bisa mengetahuinya?' tanya Hiro.


{Ada seorang penyihir peramal yang memberitahukan mereka semua}


'Hemmm baiklah sekarang apa kau ada saran aku untuk tujuan ku selanjutnya?' tanya Hiro.


{Ada tuan…}


DING…


Sebuah peta berbentuk hologram terpampang jelas di depan Hiro dan peta tersebut menunjukkan ke suatu arah yang harus ia ikuti.


Hari demi hari Hiro lalui untuk pergi ke suatu tempat dengan selama perjalanannya ia menghindari orang-orang.


Hutan, gunung dan lautan adalah jalurnya agar tidak bertemu dengan siapapun selama perjalanan.


Setelah 5 hari kemudian akhirnya tempat yang Hiro tuju telah hampir sampai.


Di sebutkan sebuah wilayah terlalu besar untuk sebuah wilayah dan kalau di sebut benua terlalu kecil untuk seukuran benua.


"Sungguh sayang sekali, padahal sebelumnya aku belum mengunjungi wilayah orang-orang bela diri tetapi terpaksa harus pergi jauh dari sana" ucap Hiro.


{Apabila anda ingin terkenal atau berkuasa seperti dulu sih sistem tidak masalah, silahkan anda kembali}


"Ahh tidak nantinya aku merasakan bosan seperti di galaksi Bimasakti!" ucap hiro.


{Kalau begitu ini pilihan yang paling bijak untuk anda tuan}


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halo… Author minta saran dong kepada kalian harus pergi kemana lagi nih kalau sudah meninggalkan dunia ini?


Bantu jawab dong 😕


Karena author rasa juga agak terlalu basi sih alurnya, makin kesini malah makin kesana jadi kesannya tidak jelas.


Di tambah kurangnya alur pertempuran yang masih belum terdapat di dalam cerita saat ini.


Author ada ide sih tapi…