Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Up Lagi Jangan ?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Melihat sebuah baju emas yang sangat indah itu membuat Jing An terkesima.


Hiro tahu bahwa Jing An menginginkannya melihat dari matanya yang begitu berbinar-binar. "Kalau mau ku berikan ini kepada mu walaupun bekas tetapi aku jarang memakai nya" Ucap Hiro.


"Terimakasih guru, terimakasih!" Ucap Jing An tersenyum senang.


"Tidak masalah…" Ucap Hiro tersenyum melihat Jing An senang.


"Dan Jing Li bagaimana kabarmu? apa sudah hampir menyusul kakakmu?" Tanya Hiro.


"Ahh aku baik tuan… Kalau aku berada di bawah 5 tingkat dari kakak" Ucap Jing Li.


"Oh bagus-bagus… Lumayan cepat perkembangan mu" Ucap Hiro.


"Terimakasih tuan Hiro" Ucap Jing Li menundukkan kepalanya.


"Hmmm baiklah karena kalian sudah tiba, mungkin harus di adakan pesta?" Ucap Hiro kemudian menjentikkan jarinya dan seketika seluruh ruangan menjadi berubah.


Semua orang terkejut dengan apa yang Hiro lakukan. Mereka sudah tidak mengerti lagi sampai mana kekuatannya.


Hiro kemudian mempersilahkan mereka untuk makan-makan terlebih dahulu.


'Sayang… Apa aku boleh keluar?' Tanya Yue dalam pikiran Hiro.


"Mau keluar? boleh saja" Jawab Hiro.


SRING…


Yue kemudian tiba-tiba muncul di samping Hiro, perhatian mereka kini tertuju pada Yue.


Hiro melirik ke Yue menyuruhnya untuk memperkenalkan dirinya.


"Maaf mengganggu perbincangan kalian semua… Perkenalkan namaku Yue, istri Hiro" Ucapnya sambil menggandeng tangan Hiro.


Mereka sedikit terkejut mendengar pernyataan tersebut, terutama seseorang di antara mereka. Sedangkan Hiro, ia menggelengkan kepalanya melihat sikap Yue.


"Guru?! anda tidak pernah memberitahukan nya sebelumnya kalau anda sudah menikah!" Ucap Jing An.


"Hahaha seharusnya tidak masuk akal kan pria tampan seperti ku belum memiliki wanita?" Ucap Hiro tertawa kecil.


Mereka menggaruk kepalanya yang tidak gatal mendengar perkataan Hiro yang sedikit agak narsis.


"Benarkah begitu sayang? kukira kamu sengaja karena ingin mencari wanita lagi" Ucap Yue sambil berpose berpikir.


Sudut bibir Hiro berkedut mendengar perkataan Yue yang sedikit benar adanya.


Mereka semua pun menatap Hiro dengan tatapan tidak percaya seperti berkata 'Apa anda tidak cukup dengan wanita cantik itu saja tuan Hiro?!'.


Hiro kemudian dengan cepat mengalihkan pembicaraan dan untungnya berhasil.


'Yue… ' Ucap Hiro lewat telepati.


'Ada apa sayang? bukankah aku berkata yang sebenarnya? atau aku salah? yasudah maafkan aku karena telah berprasangka buruk kepadamu' Jawab Yue dengan ringan.


Hiro menghela nafasnya dan tidak lagi membahasnya.


Setelah acara makan-makan, mereka pun berpamitan tetapi Hiro menyuruh mereka untuk tinggal lebih lama lagi dan mereka pun menyetujuinya karena perjalanan untuk kembali ke wilayah masing-masing cukup jauh.


***


Keesokan harinya Hiro telah terbangun dan melihat di sampingnya Yue yang masih terbaring seperti kucing di bawah selimut.


Ia bergegas membersihkan dirinya dan keluar dari ruangannya meninggalkan Yue yang masih tertidur.


Pertama-tama ia pergi melihat-lihat istananya yang telah selesai di bangun oleh bawahannya dengan begitu cepat.


"Hmmm sistem berarti untuk sekarang tidak akan ada musuh yang setara denganku?" Tanya Hiro yang memikirkan identitasnya yang saat ini terlampau tinggi.


{Belum tentu tuan… Apa anda lupa tidak selalu Sang Absolute yang paling tinggi karena masih ada beberapa sosok yang mungkin bisa menyainginya tetapi mereka hanya tidak terlalu tertarik dengan urusan dunia luar, mereka lebih memfokuskan untuk mencari tahu apakah masih ada tingkatan level yang lebih tinggi}


"Hmmm begitu jadi tidak menutup kemungkinan bahwa aku akan kalah oleh seseorang? kalau begitu aku sangat menantikannya!" Ucap Hiro berbinar-binar.


{Tergantung seberapa beruntung nya anda tuan…}


"Ahh tenang saja aku sangat percaya diri mengenai keberuntungan!" Ucap Hiro yakin.


Saat setelah berjalan-jalan, Hiro mulai merasa bosan kembali.


"Bosan! aku sangat bosan sistem!" Ucap Hiro kesal.


"Apa lebih baik aku mati saja yah? kan masih bisa bereinkarnasi" Ucap Hiro.


{Mungkin saja tetapi bisa saja jiwa anda terjebak di ruang hampa dan tidak bisa bereinkarnasi selamanya}


"Kan ada kamu sistem yang bisa membantuku" Ucap Hiro tersenyum.


{Maaf hal tersebut di luar jangkauan sistem}


"Haishh padahal seru kalau bisa" Ucap Hiro kecewa.


Ia pun menemui Jing An untuk melanjutkan kembali perannya sebagai guru.


'Tunggu sepertinya aku melupakan suatu hal' Pikir Hiro.


Ia berhenti sejenak pada saat dalam perjalanan untuk menemui Jing An.


"Oh yah! bagaimana dengan misi gila itu?! sistem apa sudah selesai misinya?" Tanya Hiro.


{…………}


{Misi : Membangun dan memerintah sebuah kota …}


{Selesai! selamat tuan!}


"Cihh dasar misi gila! tidak ada hadiahnya sama sekali" Ucap Hiro kesal dan melanjutkan kembali langkahnya.


{Bukankah anda sudah menjadi Sang Absolute? apakah hadiahnya masih kurang tuan?}


"Matamu! itukan bukan bagian dari hadiah!" Ucap Hiro.


{Tetapi sama saja kan tuan, itu semua karena berkat misi yang sistem berikan}


"Hahhh!! terserah kamu saja lah" Ucap Hiro capek melayani perkataan sistem.


Ia pun tidak memperdulikannya lagi dan akhirnya menemukan Jing An yang tengah ikut berlatih di aula pelatihan.


"Sungguh murid yang rajin… Tidak salah aku memilihnya" Ucap Hiro tersenyum senang.


"Sistem berikan aku array pagoda 9 lantai" Ucap Hiro.


{Baik tuan}


SWOOOOSSHHH …


Sebuah penghalang tak kasat mata menutupi seluruh area lapangan dan tiba-tiba …


BOOMMMM …


Sebuah bangunan seperti menara dengan tinggi 9 lantai terjatuh dari atas langit menancap tepat di tengah-tengah lapangan.


"Jing An, sekarang latihan mu di mulai lagi! masuklah dan naik sampai lantai teratas!" Ucap Hiro keras menggunakan energi Qi nya agar menembus dinding array pelindung.


Jing An yang mendengar suara Hiro, ia mencari-cari darimana asal suara tersebut dan melihat Hiro di luar area lapangan.


Pada saat akan menghampiri Hiro, Jing An terpental sejauh 5 meter.


"Ughh guru… Apa itu tadi?" Ucap Jing An terbangun kembali.


"Haishh kau ini bodoh kah? lihatlah sekeliling mu! aku menyegel tempat ini sampai kamu berhasil menaiki lantai teratas dan tidak akan pernah di buka sampai kamu berhasil!" Ucap Hiro tersenyum menakutkan.


Jing An merinding saat melihat senyuman Hiro, ia merasakan sebuah firasat buruk.


"A-anu guru…"


"Tidak ada alasan! kalian semua juga boleh memasuki nya tetapi kalian juga tidak akan bisa keluar sampai Jing An berhasil menaiki lantai teratas!" Ucap Hiro tersenyum kemudian menghilang.


Semua orang yang mendengarnya terkejut dan terdiam dengan tatapan kosong.


"GURU!!! ANDA SANGAT MENGERIKAN!" Teriak keras Jing An.


***


Sedangkan Hiro, ia kembali ke kamarnya dengan wajah ceria.


"Hahaha seru juga mempermainkan murid sendiri… Eummm tetapi aku juga berharap ia berhasil" Ucap Hiro.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alangkah baiknya kalian semua menyiapkan keteguhan hati dan menyiapkan sepatah kata perpisahan 🥲