Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Huroi


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah mengetahui kebenarannya Tutu terdiam beberapa saat menyusun kembali semua alur perjalanan mereka selama ini.


"Jangan-jangan…" ucap Tutu tersentak dan wajahnya penuh kejutan.


"Ahh- aku tahu apa yang kau pikirkan, semuanya benar" ucap Hiro sambil tersenyum kecil.


"Anda benar-benar luar biasa sekali tuan… "


"Yasudah karena kamu sudah tahu kebenarannya, bantu aku memikirkan rencana untuk mencegah adanya pergesekan antara keluarga ku dan kekaisaran" ucap Hiro.


"Perang saja tuan!!!" ucap Tutu dengan semangat berapi-api.


"Matamu! aku sudah capek sekali mengurus berbagai masalah" ucap Hiro


"Ahh anda tidak seru tuan… Kalau perang kan seru dan juga anda bisa menguasai dunia ini" ucap Tutu


"Tidak… Tidak butuh terimakasih" ucap Hiro


"Haishh yasudah kalau anda berubah pikiran segera beritahu saya tuan!" ucap Tutu yang masih belum menyerah untuk mengajukan usulannya untuk berperang dengan kekaisaran.


30 menit kemudian mereka mencoba mencari cara agar kekaisaran dapat kembali dengan tenang dan dunia jiwa pun tidak terusik.


Tetapi mereka sama sekali tidak menemukan ide apapun, saat ini Hiro benar-benar frustasi.


"Bodo amat lah, apapun yang terjadi besok maka terjadilah!" ucap Hiro.


Mereka pun memutuskan untuk tidur berisitirahat.


***


Keesokan harinya pada pagi hari seluruh pasukan di bangunkan secara tiba-tiba oleh para jendral.


"Bangun! cepat bangun!" ucap jendral ketiga berteriak sekeras mungkin dengan menggunakan energinya.


Seketika tempat tersebut di penuhi para prajurit yang berpenampilan acak-acakan karena baru bangun langsung berkumpul.


"Persiapkan diri kalian! kaisar memberikan perintah sebentar lagi kita akan mencoba mendekati wilayah misterius" ucap jendral ketiga.


"Hoammmm~ apa-apaan mereka itu? kita baru saja bangun langsung di suruh bersiap-siap? jiwa kita semua aja belum terkumpul sepenuhnya" ucap Hiro.


"Anda benar tuan… Mereka keterlaluan sekali" ucap Tutu.


Saat Tutu dan Hiro menggerutu, seluruh pasukan telah berkumpul di depan kaisar.


"Kalian bersiap-siaplah…" ucap kaisar.


"A-anu, Yang Mulia… Ada apa sebenarnya? kenapa kami di kumpulkan?" tanya salah satu prajurit.


"Silahkan"


"Terimakasih… Baiklah untuk kalian yang ingin bertanya kenapa di kumpulkan, karena tadi kami melihat ada sekelompok orang dari wilayah tersebut menyisir pinggiran pelindung" ucap jendral kedua.


"Hah?"


"Benarkah jendral? dimana mereka?" tanya para prajurit.


"Mereka pergi kembali… Sepertinya mereka juga sedang melakukan pemeriksaan karena situasinya terlalu aneh"


"Aneh?"


"Benar, aneh sekali… Apa kalian tidak sadar bahwa tidak ada satupun dari orang-orang wilayah misterius tersebut keluar atau masuk? kemungkinan besar mereka juga terjebak di dalam sana… Mungkin pelindung tersebut tidak dapat di atur sesuka hati mereka, seperti menghalau siapapun yang masuk ataupun keluar" ucap jendral kedua menjelaskan sedetail mungkin agar dapat di pahami oleh para prajurit.


Mendengar hal tersebut membuat semua orang kebingungan, mereka tidak tahu harus berbuat bagaimana.


Situasi tersebut sangatlah tidak masuk akal sama sekali, tetapi tidak untuk Hiro.


Hiro yang mendengar penjelasan jendral kedua pun sedikit kagum, karena tidak ia sangka bahwa mereka dapat mengerti situasi dunia jiwa hanya karena melihat orang-orang dunia jiwa dalam melakukan pergerakan sederhana.


'Kalau begitu mungkin mudah kalau menggunakan cara itu?' pikir Hiro.


"Jendral?" ucap Hiro sambil mengangkat tangannya.


"Hemmm? ada apa?" tanya jendral kedua.


"Bagaimana kalau kita menawarkan bantuan atau apapun itu untuk membantu mereka, apabila mereka menolaknya maka biarkan saja karena mau bagaimanapun mereka tidak akan mengganggu dunia ini karena terjebak di dalam sana" ucap Hiro.


Para jendral terdiam sejenak, mendengar saran Hiro yang sangat masuk akal.


Para jendral kemudian melirik kaisar yang sedari tadi diam memperhatikan dunia jiwa.


"Kita ikuti saran dia… " ucap kaisar.


"Baik Yang Mulia…"


"Baiklah kami setuju denganmu… Siapa namamu? kalau ekspedisi ini selesai maka datanglah ke istana, kami akan memberikan kamu sedikit penghargaan" ucap jendral pertama.


"Nama saya Huroi jendral… Terimakasih banyak" ucap Hiro menunduk sedikit.


"Baiklah kalau begitu, kita bergerak mendekat!".


"WOAHHH!!!" teriak semangat para pasukan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Author tau kalian bosan… Tapi author begini karena memang tidak ada waktu sama sekali, jadi up juga seadanya aja… Mungkin kalau sudah pulang kerja akan lebih di perbaiki lagi jalan ceritanya 🙏