
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Tidak! Kami menolak adanya pemimpin, apalagi ini pemimpinnya adalah seorang bocah? Tentu saja kami tidak sudi menerimanya!" ucap kelompok sebelah.
Sorak soraya penolakan dan penerimaan Hiro sebagai pemimpin membuat ricuh di tempat tersebut, hingga seluruh warga kota lainnya berdatangan melihat ke tempat kejadian.
"Haishh kita lakukan pemilihan suara saja! Kita tentukan dengan melakukan pemilihan, kalian buatlah pengumuman kepada warga kota lainnya yang tidak ada disini dan siapkan satu kertas untuk setiap orang masing-masing nya... Kemudian suruh orang tersebut menuliskan setuju atau tidak aku menjadi pemimpin"
"Suara terbanyak yang akan menjadi pemenang nya, dengan begitu maka semuanya akan adil kan? Kalian dapat menerimanya kan?!" ucap Hiro dengan keras hingga membuat tempat tersebut menjadi hening.
"Setuju!" ucap semua orang termasuk kelompok penolak pemimpin.
Tidak lama kemudian kedua kelompok tersebut bekerja sama untuk menjalankan acara yang menentukan masa depan kota mereka itu. Untuk sesaat Hiro melihat kebersamaan yang di lakukan mereka sangatlah bagus dan sempurna sekali untuk sebuah kota kecil tetapi itu pun kalau semuanya satu pemikiran, namun semuanya hancur akibat satu perbedaan pendapat tersebut.
{Apa kakak benar-benar dapat menguasai mereka semua? Menurut aku, kakak harus berusaha keras agar dapat mengambil hati mereka}
"Hemmm kamu benar, tetapi wajar mereka begitu karena trauma akan masa-masa pemimpin sebelumnya yang memperlakukan mereka seenaknya dan tidak bertanggungjawab"
"Maka hal pertama yang harus ku lakukan apabila terpilih adalah mengubah cara pandang mereka kepadaku... Bahwa tidak semua orang sama seperti yang lainnya" ucap Hiro dengan tenang.
{Apa kakak yakin akan terpilih?}
"Kalaupun tidak, maka aku harus menggunakan cara 'itu'..." ucap Hiro sambil tersenyum kecil.
{Ahh benar juga... Kalau begitu maka kakak akan menang, percuma saja di adakan pemilihan suara..}
"Hahaha aku pintar kan?"
"Tidak mungkin juga aku menyarankan suara cara kalau ujungnya keinginan ku tidak tercapai" ucap Hiro.
{Hahhh.. benar, kakak kan orangnya kalau sudah memiliki keinginan terhadap sesuatu maka apapun akan kakak lakukan untuk mendapatkan nya}
Hiro menunggu dengan tenang, ia hanya melihat semua orang sedang bekerja untuk acara tersebut.
Kalaupun ia bergerak maka akan di tentang karena di takutkan nya Hiro melakukan hal curang, seperti menyogok beberapa orang agar memilih dirinya menjadi pemimpin mereka.
15 menit kemudian akhirnya di mulai lah sebuah acara yang di adakan untuk menentukan masa depan kota. Tidak ada satupun yang tidak hadir di acara tersebut, seluruh warga kota ikut serta dalam acara itu. Entah anak kecil, orang dewasa bahkan orang tua sekalipun datang untuk menyuarakan keputusan masing-masing.
'Seperti Pemilu yah?' pikir Hiro yang sedari tadi diam mengamati jalannya acara yang di atur oleh kedua kelompok tersebut.
{Benar.. sepertinya tradisi ini akan di turunkan turun temurun sampai generasi ke 7 bahkan lebih}
'Hemm baguslah kalau begitu, jadi mereka sendiri yang harus memutuskan akan menjadi seperti apa kota mereka. Kalau hancur atau berantakan maka yang bisa di salahkan hanya diri mereka sendiri karena salah memilih orang dalam bertanggungjawab untuk masa depan mereka'
{Yah semoga saja penilaian mereka terhadap seseorang yang akan memimpin kota, tidak tumpul}
'Tidak akan kalau selama 5-10 kali pemilihan penguasa kota adalah orang yang baik dan bertanggung jawab, maka penilaian mereka terhadap seseorang tidak akan bisa di patahkan' ucap Hiro sambil tersenyum kecil.
{Tapi sayang sekali, ini alam roh bukan alam fana...}
'Ahh benar, coba saja kalau dunia ini adalah alam fana maka...'
{Benar seperti itu kak..}
"Baiklah! Semuanya sudah selesai, apa masih ada orang yang belum memilih??" teriak keras seseorang setelah 20 menit berlalu.
"Tidak!" teriak para warga.
"Bagus! Kalau begitu mari kita mulai ke sesi yang paling di tunggu-tunggu..."
"Pemungutan suara akan segera di mulai!!!"
"Yeaehhh... Ayo buka dan tentukan!!!"
"Bukaan suara pertama... Setuju!" teriak orang tersebut sambil membentangkan kertas yang berisi tulisan setuju tersebut.
PROK...PROK...
Pembukaan tersebut di hiasi oleh repuk tangan meriah semua orang, mereka tidak akan membantah atau pun protes pada saat berjalannya acara karena mereka telah menganggap bahwa pemilihan pemimpin dengan menggunakan pemungutan suara sebagai acara sakral.
Hiro juga ikut tepuk tangan, namun dengan wajah tenang. Ia sama sekali tidak tegang karena sudah tahu hasil pastinya.
1 jam kemudian akhirnya bukaan surat suara yang terakhir dimana hal tersebut menjadi penentu akan adanya penguasa kota atau tidak, karena semua jumlah suaranya seri.
50 ribu suara mengatakan bahwa setuju adanya pemimpin dan sosok itu adalah Hiro, sedangkan 50 ribu lainnya memilih tidak setuju.
"Baiklah.. ini adalah kertas yang terakhir dimana akan menjadi penentu masa depan kota Arlotte!"
"Apa kalian siap?!" ucap orang tersebut dengan keras.
"Siap!"
"Cepat buka!"
"Buka.. Buka..!!" teriak orang-orang sudah tidak sabar dengan isi kertas tersebut.
"Baiklah tetapi sebelumnya aku akan lebih dulu mengingatkan kalian lagi, bahwa tidak boleh merasa tidak adil atau tetap menolak apapun keputusannya!"
"Dan juga anak muda, kalau kamu terpilih sekalipun tetapi nyatanya gagal ingat janji mu yah!" ucap orang itu dengan serius.
"Tentu, kalau pun saat ini aku tidak terpilih maka aku akan menyerah dengan posisi penguasa kota ini" ucap Hiro dengan tenang.
"Bagus! Kalian semua sebagai saksinya! Kalau ada salah satu dari pihak kita yang melanggarnya maka usir dia!"
"Baik!"
"Cepat buka!"
"Keputusannya adalah..."
"Setuju!!!" ucapnya sambil menunjukkan isi dari kertas tersebut.
"Woahhh!!"
"Mulai sekarang kita memiliki pemimpin lagi..!"
"Dan sosok pemimpin kita adalah dia... Tuan, nama anda siapa?" ucap pria tersebut dengan hormat.
"Hiro.."
"Baik, tuan Hiro di mulai dari sekarang adalah penguasa kota Arlotte!!"
"Kami memberi salam kepada anda tuan penguasa!" ucap mereka semua secara serentak berlutut memberi hormat.
Hiro berdiri dan mengangkat tangannya menyuruh mereka semua agar berdiri juga.
"Pertama-tama aku ucapkan terimakasih kepada orang-orang yang mau mencoba untuk mempercayakan kota ini kepadaku.."
"Dan aku juga menghormati kalian semua yang walaupun tidak sepenuhnya mendukung tetapi tetap dapat menerimanya keputusan ini dengan baik.. terimakasih!" ucap Hiro memberikan beberapa patah kata ucapan salam yang dirinya sebagai penguasa baru kota tersebut.
PROK..PROK..
Semuanya tepuk tangan secara serentak dan kemudian setelah itu mereka ingin mengadakan sebuah pesta besar-besaran atas kejadian hari ini, dimana akan di kenang sampai selamanya sebagai hari PEMILU.
***
"Ughh.. sepertinya daya tahan ku terhadap alkohol melemah.." ucap Hiro yang baru saja pulang dari pesta bersama para warganya.
Saat ini Hiro tinggal di salah satu bangunan yang memang dulunya di pakai sebagai tempat tinggal pemimpin kota yang sebelumnya.
Hiro tinggal seorang diri karena belum di pilih nya para pelayan untuk bekerja di sana. Hiro tidak mempermasalahkan nya karena dirinya sudah terbiasa hidup sendiri saat keluarganya di dalam dunia jiwa selama ini.
{Anda akhirnya berhasil mencapai langkah awal untuk rencana selanjutnya..}
"Ahh- kamu benar, di mulai dari sekarang waktunya serius untuk menjalankan rencana selanjutnya" ucap Hiro yang masih setengah pusing.
{Sudahlah anda istirahat saja kak..}
"Hemm baiklah.." ucap Hiro terbaring dengan lemas dan tertidur pulas.
SWOSHHH...
Sesosok wanita kecil berpenampilan misterius tiba-tiba muncul di samping tempat tidur Hiro dan tangannya yang mungil mengelus-elus kepala Hiro dengan lembut.
{Hahhh.. entah harus sampai kapan semua ini akan terus berlangsung, bersabarlah sebentar lagi kak..}
[Nak.. ke sini lah sebentar, ada yang harus ayah bicarakan dengan kamu]
{Ahh-baik ayah, tunggu sebentar...}
Setelah mendengar suara misterius lainnya, sosok gadis kecil itu menghilang kembali dan sebelum menghilang ia mencium kening Hiro yang sedang tertidur.
"Uhmm.. enak sekali" ucap Hiro yang sedang mengigau membuat gadis kecil itu tersenyum kecil dan kemudian menghilang.
Besok pagi harinya Hiro terbangun dengan segar, tidak merasa pusing lagi seperti kemarin malam. Ia mencuci muka, membersihkan badan dan memakai pakaian formal yang semakin menambah kewibawaan nya.
"Ahh mari kita mulai hidup baru, di dunia baru.." ucap Hiro dengan bersemangat.
"Hemmm sistem? Haishh kemana sih dia, hahh sudahlah biarkan saja nanti juga balik lagi" ucap Hiro.
Hiro berdiri melemaskan dulu otot-ototnya lalu berjalan dengan tenang keluar bangunan dan melihat disana telah berkumpul banyak orang sedang menunggu dirinya.
"Selamat pagi tuan penguasa!" ucap mereka dengan keras.
"Oh iya selamat pagi.. "
"Terimakasih karena kalian sudah bersedia datang kemari pagi-pagi begini" ucap Hiro tersenyum kecil.
Hiro kemudian menepuk tangannya sekali dan tiba-tiba...
BOOM...
Sebuah kotak raksasa tiba-tiba muncul di depan mereka semua, tidak hanya satu kotak saja tetapi ada 3 kotak besar dengan isinya yang berbeda-beda.
"Kalian terimalah ini, tetapi ingat bahwa kalian harus menggunakannya untuk kepentingan kota... Jangan sampai kalian ambil ke kantong masing-masing, kalau tidak.. nyawa kalian dan keluarga kalian lah bayarannya" ucap Hiro dengan tatapan tajam dan nada dingin.
Mereka semua yang sedari tadi menatap kotak tiba-tiba merinding ketakutan karena di ucapan Hiro yang penuh dengan aura membunuh yang pekat.
"B-baik tuan penguasa!"
"Percaya kan saja kepada kami..."
"Kami bersumpah tidak akan pernah mengambil satu pun barang dari kotak tersebut untuk kepentingan pribadi..!!" ucap mereka semua sambil ketakutan.
"Bagus.. kalian boleh membuka kotaknya" ucap Hiro kembali tersenyum tenang.
Saat penutup kotak itu di buka, begitu terkejutnya mereka melihat setumpuk an koin emas dan bahkan emas batangan di dalam kotak pertama.
Jumlahnya tidak dapat di duga sama sekali, mereka hanya yakin bahwa dengan koin-koin emas ini maka kondisi kota akan berkembang cepat!
Kotak kedua berisi senjata dan perlengkapan lainnya untuk keamanan kota serta senjata perang yang jumlahnya sangat~ banyak.
Kotak ketiga ini ukurannya sedikit lebih kecil daripada kedua kotak sebelumnya namun kalau untuk isinya tentu saja lebih berharga daripada dua kotak sebelumnya karena kotak tersebut berisikan berbagai macam jenis pil dan obat-obatan lainnya yang dalam jumlah sangat banyak~ sekali.
Mata semua orang melotot saat melihat isi dari ketiga kotak tersebut yang sangat berharga, mereka tidak bisa memalingkan pandangannya dan begitu terkejut dengan kekayaan yang Hiro miliki.
Mereka sangat bersyukur dan bersuka cita sekali karena pemimpin mereka saat ini benar-benar sangat menguntungkan bagi mereka dan kota tercintanya.
'Hehe baru segini saja mata mereka sudah seperti mata ikan yang mati, apalagi kalau tahu kekayaan ku yang sebenarnya? Mungkin mereka akan bunuh diri' ucap Hiro dalam hatinya dengan bangga memamerkan kekayaan yang ia miliki.
***
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...