
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hiro yang telah kembali dari dunia jiwanya, ia bertanya ke para pemimpin wilayah soal tempat hidupnya monster-monster.
"Tidak ada tuan" Jawab mereka.
Hiro terkejut karena tidak mungkin tidak ada di dunia seluas ini.
"Tidak mungkin… Apa benar-benar tidak ada?" Tanya Hiro kecewa.
"Tapi di setiap hutan bukankah pasti ada monster nya tuan?" Ucap Lee In.
Mereka pun mengangguk setuju.
"Hahh mereka hanya monster-monster lemah dan juga hanya ada sedikit" Ucap Hiro menghela nafasnya.
"Untuk apa tuan sebenarnya? apa kamu boleh tahu?" Tanya Jing Tao penasaran kenapa Hiro membutuhkan tempat yang banyak monster nya dan kalaupun ada bukankah itu sangat berbahaya.
"Ada sesuatu yang perlu aku lakukan dan membutuhkan monster-monster yang sangat banyak sekali" Ucap Hiro tidak ingin memberitahukan nya.
"Bagaimana kalau anda mengumpulkan setiap monster yang ada di hutan-hutan dan satukan, tentunya itu pasti sangat banyak?" Ucap Qi Un.
Hiro tersenyum mendengar perkataan Qi Un yang sangat masuk akal.
"Benar juga" Ucap Hiro tersenyum.
Mereka pun terdiam sesaat baru mengangguk setuju.
"Apa kalian bisa?" Tanya Hiro.
Mereka pun terkejut mendengar perkataan Hiro.
"Kami? jadi kami harus mengumpulkan nya tuan?" Tanya Jing Tao.
"Benar apa kalian bisa?" Tanya Hiro sekali lagi.
Mereka ragu-ragu dan tidak percaya diri karena pasti itu tidak akan mudah sama sekali.
"Baiklah kalau kalian tidak bisa" Ucap Hiro.
"Cerberus, Hydra, Wyvern!" Ucap Hiro memanggil hewan peliharaannya.
SWOOOOSSHHH ……
Ketiga monster tersebut muncul di belakang Hiro dan memberi hormat kepadanya.
"Masing-masing dari kalian akan pergi bersama mereka" Ucap Hiro sambil meminum minumannya dengan tenang.
Mereka semua pun terkejut sampai melompat karena kemunculan ketiga hewan tersebut.
"Apa? jangan bilang kalian takut sama mereka?" Ucap Hiro tersenyum kecil.
Mereka terdiam tetapi ekspresi mereka menunjukkan ketakutan.
"Hahhh tenanglah… Mereka telah menjadi peliharaan ku jadi mungkin saja jinak?" Ucap Hiro ragu-ragu.
Mendengar perkataan Hiro membuat mereka semakin ketakutan.
"Hahaha sudah tenanglah aku bercanda… Mana mungkin mereka berani melukai kalian tanpa seijin ku, benarkan?!" Ucap Hiro menatap ketiga hewan tersebut dengan tajam.
Hydra, Cerberus dan Wyvern mengangguk-anggukkan kepala mereka dengan cepat.
"Nah jadi sudah selesai… Tinggal kalian pilih saja mau pergi sama hewan mana" Ucap Hiro.
Mereka pun mau tak mau mengangguk dan berdiskusi melalui telepati siapa yang akan pergi dengan Hydra, Wyvern dan Cerberus.
Hiro yang melihat tingkah mereka menggelengkan kepalanya.
"Oh yah tentukan tempatnya dimana kalian akan mengumpulkan monster-monster tersebut setelah selesai beritahukan aku" Ucap Hiro kemudian pergi.
Jing Tao, Lee In dan Qi Un terdiam saat Hiro pergi mereka melihat ke arah 3 hewan yang telah Hiro panggil tersebut yang tengah menatap mereka dengan tajam.
"Tuannnnn……" Ucap mereka ketakutan.
***
Hiro tidak memperdulikan mereka dan pergi ke lapangan pelatihan melihat Jing An telah sampai mana dalam menaiki Pagoda yang berlantaikan 20 tersebut.
"Hooo lumayan juga ternyata… Lantai 13" Ucap Hiro saat melihat Jing An.
Kemudian ia pun melihat prajurit lainnya telah sampai di lantai 7.
"Mereka berusaha cukup keras, hmmm hadiah apa yang pantas untuk mereka yah?" Ucap Hiro.
{Bukankah anda masih banyak kotak misterius yang belum di buka? coba buka dan berikan isinya sebagai hadiah}
Mendengar saran dari sistem Hiro setuju dan memutuskan untuk membuka 10 kotak terlebih dahulu saja.
{10 kotak hadiah misterius telah di buka…}
{Selamat tuan! anda mendapatkan …}
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lagi enggak mood nulis 😪