
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
{Galaksi Pluto berjarak ratusan tahun dari galaksi Bimasakti dan terdiri dari beberapa alam semesta yang masing-masing memiliki beberapa dunia yang berbeda-beda. Mohon maaf sebelumnya tuan ada sesuatu yang sistem lupakan yaitu ternyata setiap alam semesta memiliki Sang Absolute masing-masing, jadi anda hanya berkuasa atas galaksi Bimasakti saja tidak dengan galaksi lainnya}
{Ingat satu hal apa yang sistem katakan kali ini tuan, yaitu dunia ini hanya permainan…}
{Kembali ke topik pembicaraan, level anda akan di reset kembali ke level standar orang-orang di dunia ini begitupun dengan anggota keluarga ataupun bawahan anda yang berada di dunia jiwa}
{Dunia ini bukanlah dunia kultivator melainkan dunia bela diri dan sihir tetapi skil anda tidak terpengaruh terhadap itu semua anda masih bebas menggunakannya}
{Level yang mencakup dunia ini adalah Murid, Master, Guru, dan Ahli (Bronze, Silver, Gold dan Platinum)}
"Ahhhh aku pusing sistem!!! bagaimana bisa berubah-ubah seperti itu?" ucap Hiro frustasi saat mendengar penjelasan super panjang dari sistem.
{Memang begitu adanya tuan dan juga sistem sudah meringkas semua penjelasannya agar lebih pendek dari yang asli}
"Sialan! kenapa pula harus berbeda?" ucap Hiro.
{Anda sudah berpindah alam… Seharusnya anda saat ini hanyalah manusia biasa bahkan mungkin seorang manusia sampah atau cacat tetapi karena adanya elemen ruang dan waktu yang anda kuasai maka hal tersebut sedikit membantu anda agar tidak menjadi manusia sampah di dunia ini}
"Tunggu dulu? apa dunia ini adalah asal usul tempat tinggal para pasukan yang menyerang dunia kultivator?" tanya Hiro.
{Tentu saja bukan tuan hehe… Karena sistem ingin anda membentuk sekutu terlebih dahulu, daripada menghampiri musuh seorang diri tanpa persiapan apapun lebih baik anda membangun kekuatan dan kekuasaan serta memiliki sebuah bala bantuan dari luar tuan}
"Haishhh! jadi intinya aku mulai dari awal hah?!" ucap Hiro yang mulai mengerti.
{Bisa di bilang seperti itu tuan}
"Ilmu bela diri? sihir? apa mungkin kedua hal tersebut bersatu?" ucap Hiro.
{Secara teori dan logika memang tidak bisa tuan tetapi karena manusia mahkluk yang memiliki perasaan jadi mereka memutuskan untuk membentuk sebuah dunia tanpa ada perseteruan karena perbedaan tersebut, tapi bukanlah kehidupan namanya apabila tidak ada masalah karena pasti akan selalu ada oknum-oknum yang tidak menyetujui hal tersebut}
"Sumpah pusing aku sistem… Lebih baik langsung ke intinya saja" ucap Hiro yang sudah tidak sanggup mencerna semua penjelasan sistem.
{Intinya anda harus memulainya kembali dari awal, mencakup tentang kekuatan, level ataupun kekuasaan}
"Kalau begitu bagaimana dengan status ku yang dulu?" ucap Hiro.
{Sistem sedang mereset kembali jadi untuk sementara anda belum bisa membuka status}
"Mereset? apa di hilangkan semuanya?"
{Tidak tuan tetapi di ganti beberapa saja dan status tuan yang dulu di simpan dalam folder sistem, jadi anda tidak perlu khawatir}
"Hmmmm baiklah sepertinya aku paham walaupun sedikit" ucap Hiro.
"Tapi apa bisa jangan di rubah saja status ku?"
{Sedikit sulit tetapi akan sistem usahakan, untuk sementara akan di reset terlebih dahulu}
"Hahh baiklah" ucap Hiro terpaksa menerima keadaan tersebut.
Dunia sihir dan bela diri sungguh sesuatu hal yang baru bagi Hiro, yah walaupun dunia kultivator juga tidak berbeda jauh dengan hal tersebut tetapi perbedaan kecil saja cukup terlihat antara sihir atau skil ataupun teknik.
"Jadi aku harus bagaimana sekarang?" ucap Hiro.
{Anda harus beradaptasi terlebih dahulu dengan keadaan sekarang}
"Hahh baiklah, aku masih beruntung bahwa Skil Creation ku masih dapat di gunakan" ucap Hiro karena kalau sampai skilnya juga berubah atau menghilang maka akan sedikit merepotkan bagi Hiro.
Hiro pun berjalan tanpa tentu arah yang penting sampai ke suatu kota atau desa.
Hingga beberapa jam kemudian Hiro akhirnya menemukan suatu desa yang terbilang cukup besar.
'Oh yah sistem, apa bahasanya sama dengan dunia kultivator?' tanya Hiro sebelum memasuki desa tersebut.
{Tetap sama tuan}
Hiro mengangguk dan berjalan memasuki desa di depannya itu.
"Permisi tuan, apa ada suatu penginapan atau restoran di sekitar sini?" tanya Hiro pada salah seorang yang ada di dekat pintu masuk desa.
"Anda orang luar desa tuan?" tanya balik orang tersebut.
"Benar, aku seorang pengelana yang baru saja datang dari arah timur" ucap Hiro dengan sopan.
"Oh baik tuan terimakasih banyak" ucap Hiro kemudian pergi.
'Bagaimana dengan mata uangnya sistem?' tanya Hiro kembali.
{Sudah sistem siapkan tuan di inventori}
'Hmmm baik terimakasih'
Hiro berjalan masuk ke dalam desa sambil melihat-lihat sekitarnya yang memang disana orang-orang tersebut penampilannya sangatlah berbeda jauh dengan orang-orang kultivator.
'Ada orang berlatih bela diri dan ada juga yang memiliki energi asing, hmmm apa itu mana?' pikir Hiro.
{Benar tuan, setiap di dalam tubuh manusia ada energi Qi dan juga mana… Energi Qi untuk seorang bela diri sedangkan energi mana untuk seorang yang menggunakan sihir, untuk membedakannya sangat mudah yaitu dengan melihat apakah orang tersebut memiliki aura berwarna kuning berarti seorang bela diri sedangkan aura warna biru untuk seorang penyihir}
'Hmmm baiklah aku mengerti' jawab Hiro, kemudian memperhatikan kembali orang-orang di sekitarnya ada yang beraura biru dan juga kuning.
'Kebanyakan di desa ini adalah seorang bela diri' ucap Hiro yang melihat orang-orang beraura kuning.
{Mungkin saja tuan karena dunia ini terbagi menjadi 2 bagian timur dan selatan tempat tinggal seorang penyihir sedangkan barat dan utara untuk seorang bela diri}
'Pantas saja orang tadi memperhatikan aku dengan aneh sekali, dia seperti melihat aku bukan seorang penyihir saat mengatakan dari timur' ucap Hiro.
{Anda memang payah dalam urusan berbohong tuan}
'Tidak juga, ada kalanya aku jenius dalam menipu seseorang' ucap Hiro.
Setelah beberapa saat kemudian ia melihat pertigaan yang di maksud oleh orang sebelumnya.
Ia pun melihat bangunan restoran yang di maksud oleh orang tersebut.
"Apa itu? kenapa familiar sekali" ucap Hiro.
Ada sebuah bangunan dengan ciri khas gaya cina yang membuat Hiro familiar.
KRING…KRING
Tanpa ragu Hiro masuk kedalam bangunan tersebut, mendengar suara bunyi lonceng para pelayan di dalam bangunan tersebut dengan sopan dan hangat menyambut Hiro.
"Selamat datang tuan, anda ingin memesan makanan atau minuman?" tanya salah seorang pelayan mendekati Hiro.
"Hemmm makanan dan minuman yang terbaik" ucap Hiro kemudian duduk di tempat yang kosong.
Pelayan itu mengangguk dan segera pergi untuk menyiapkan pesanan Hiro.
Hiro mengecek inventori nya dan melihat bahwa ternyata mata uangnya tetap sama.
"Haishh pantas kamu bilang sudah menyiapkannya sistem, karena sama saja mata uangnya ternyata" ucap Hiro ketus.
Ia kira sistem sangat perhatian sampai-sampai telah di siapkan segala macamnya.
{Apa sistem pernah mengatakan bahwa mata uangnya berbeda?}
"Tidak juga sih tapi tetap saja… Ahh sudahlah lupakan" ucap Hiro.
Ia menunggu dengan tenang sambil menajamkan pendengarannya untuk mengumpulkan informasi-informasi apapun itu.
"Hey apa kalian sudah tahu kabarnya?" ucap seseorang yang berada di meja depan jauh dari Hiro.
"Kabar apa?" ucap temannya.
"Ada fenomena yang aneh belakangan ini kan? ada ledakan terus guncangan sampai yang terakhir kali kemarin yaitu suatu cahaya emas menembus langit?" ucapnya.
"Hemm benar terus apa hubungannya?" tanya temannya.
"Menurut para Guru fenomena aneh tersebut tercipta karena ada suatu eksistensi yang tidak terduga mendarat di dunia ini!" ucapnya dengan serius.
"Hah? apa maksudnya?" tanya temannya tidak mengerti.
"Entahlah aku pun tidak mengerti tetapi Guru Agung hanya mengatakan bahwa dunia akan berubah karena seseorang…"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...