Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Tanggungjawab?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hiro tertegun sejenak saat mendengar jawaban dari sistem yang terlalu vulgar.


"Sialan kau siatem!!! apa tidak ada cara lain hah?!" ucap Hiro.


{Tidak ada tuan, paling minim tindakan yang harus anda lakukan adalah menciumnya}


"Ck! cari cara lain!" ucap Hiro dengan tegas.


{Tidak ada tuan!!!}


"Hahhh… Tidak bisa seperti ini sistem, terlalu di luar batas kalau seperti itu caranya" ucap Hiro tertekan.


{Maaf tuan… Tapi memang tidak ada cara lain}


{Walaupun ada pasti tidak akan berpengaruh seperti cara tersebut}


"Haishh… Bentar aku bicarakan dulu dengan Zion agar tidak terjadi salah paham" ucap Hiro kemudian berbalik dan menemui Zion yang ada di luar ruangan.


CKLEK…


"Tuan?! apa sudah selesai? bagaimana kondisi kakak saya?" ucap Zion langsung menyerbu Hiro dengan banyak pertanyaan.


"Ekhem ada caranya tetapi mungkin aku memerlukan ijin dari mu terlebih dahulu…" ucap Hiro.


"Ijin? tidak masalah tuan! asalkan kakak saya sembuh lakukan segala cara" ucap Zion dengan menggebu-gebu.


"Tunggu dulu nak! biarkan aku bicara terlebih dahulu soal apa dan kenapa aku perlu ijin dari mu" ucap Hiro dengan serius.


Zion pun terdiam dan mengangguk serius, ia mendengarkan Hiro dengan baik.


"Jadi hanya ada satu cara yaitu mentransfer kan energi Mana yang sangat murni…" ucap Hiro.


"Energi Mana murni? dimana saya bisa mendapatkan nya tuan? akan saya cari sampai dapat!" ucap Zion memotong pembicaraan.


"Tunggu aku belum selesai bicara… Aku memiliki dua kabar yaitu kabar baik dan kabar buruk" ucap Hiro.


"Apa kabar baiknya tuan?" tanya Zion.


"Ahh benarkah?! kalau begitu tolong tuan saya mohon bantu kakak saya!" ucap Zion berlutut memohon.


Hiro menggelengkan kepalanya dan mengangkat Zion agar berdiri kembali.


"Dengarkan dulu kabar buruknya, karena aku tidak tahu apa kau akan menerimanya atau tidak" ucap Hiro dengan serius.


"Apa itu tuan?" tanya Zion.


"Kabar buruknya yaitu… Ekhem aku harus memasukkan energi Mana nya dengan cara dewasa, kau mengerti kan maksud ku?" ucap Hiro canggung dan salting.


"Hah?" ucap Zion dan Tutu serentak.


Hiro semakin malu dan takut akan di tuduh aneh-aneh oleh mereka.


'Sial! jangan menatap aku seperti melihat seorang yang cabul! aku juga tidak ingin tapi terpaksa karena tidak ada cara lain' ucap Hiro dalam hatinya.


Ekspresi Zion berubah menjadi ragu-ragu, karena itu bukanlah hal yang bisa ia putuskan seenaknya karena menyangkut masa depan kakaknya.


"Benarkan, apa aku bilang kau pasti tidak akan mengijinkan nya tapi jangan khawatir aku akan mencari cara lain" ucap Hiro dengan cepat.


"Bukannya aku tidak percaya pada anda tuan, tapi masalahnya bagaimana kakak saya nantinya kalau bertanya mengenai cara penyembuhan dirinya. Aku harus menjawab apa? aku tidak ingin di anggap mengambil keputusan seenaknya" ucap Zion.


"Hahh aku paham maksud mu, tidak apa-apa. Tapi sungguh aku tidak ada maksud lain" ucap Hiro dengan serius mencoba menghilangkan pikiran aneh Zion.


"Anda tenang saja tuan, saya percaya pada anda" ucap Zion tersenyum lembut, ia tahu bahwa rombongan Hiro bukanlah orang-orang yang akan bertindak macam-macam.


"Hahh syukurlah" ucap Hiro menghela nafas lega.


"Tapi tuan, apa hanya itu satu-satunya cara?" tanya Tutu.


Hiro mengangguk, "Tidak ada cara lain, walaupun ada pasti tidak semaksimal cara itu penyembuhan nya" ucapnya.


"Tuan… Kalau saya mengijinkannya apa anda bisa bertanggungjawab akan kakak saya?" tanya Zion.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...