
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang hari di Benua Langit tampak cerah, angin bertiup menyegarkan makhluk-makhluk hidup yang merasakan hembusannya.
Sungguh dunia yang indah apabila di lihat dari sebelah penjuru selatan Benua Langit, tetapi keindahan dunia itu tidak terlihat sama sekali di wilayah timur dunia tersebut.
Awan hitam mengumpul di atas langit, petir dan kilat saling menyahut satu sama lain. Tidak luput di atas tanah terdapat banyak sekali potongan tubuh manusia bertebaran dimana-mana, darah mengalir ke segala penjuru retakan tanah.
Suatu pemandangan yang sangat mengerikan di mata orang-orang yang melihatnya, ledakan dan suara pedang beradu mengiringi suasana menyeramkan itu bagaikan alunan musik.
"Bunuh semuanya, jangan sisakan satu orang pun!"
Sebuah teriakan keras terdengar dari atas langit pada orang-orang di bawahnya yang saat ini tengah berperang.
Sosok itu adalah Hiro yang sedang mengawasi jalannya pertempuran di atas langit dengan Long Wang sebagai kendaraannya.
Pasukannya yang berjumlah 100 ribu orang berhasil membuat musuh yang berjumlah lebih dari 200 ribu ketar ketir. Suatu hal yang di luar nalar, dimana pasukannya Hiro dapat mengobrak-abrik pasukan musuh yang jumlahnya 2 kali lipat dari mereka.
Tetapi Hiro sudah menduganya bahwa alur jalan pertempuran akan sangat mudah, karena pasukan nya bukan lah lawan seimbang untuk musuh-musuhnya.
"Tuan, apa saya boleh menyerang? Satu kali saja, saya merasa geram ingin menyerang mereka semua" ucap Long Wang yang sedari tadi hanya diam terbang di atas langit bersama Hiro.
"Tidak perlu, lagipula ini hanya permulaan perang... Musuh kita masih belum berniat mengeluarkan kartu as nya" ucap Hiro.
"Ahh baiklah kalau begitu tuan, saya akan berusaha mencoba untuk bersabar lagi" ucap Long Wang.
"Tenang saja kita semua akan kebagian untuk melawan musuh masing-masing" ucap Hiro tersenyum kecil.
Saat pertempuran mencapai ******* nya tiba-tiba sebuah ledakan energi terasa sedang menuju area peperangan.
BOOMMM...
Sebuah ledakan menggelegar terjadi pada saat sesosok yang berpenampilan mengerikan terjun dari atas langit ke tengah-tengah para prajurit yang sedang bertempur.
"Berani-beraninya kalian mahkluk rendahan mengganggu rencana kami?!!!" ucapnya dengan penuh amarah.
Para prajurit dunia jiwa pun terpental mundur karena ledakan aura tersebut.
Walaupun tidak ada korban jiwa, tetapi mereka terluka akibat efek dahsyat ledakan itu.
Hiro yang mengamati di atas langit tersenyum kejam dan berkata dengan penuh hasrat membunuh, "Nah mangsa pertama sudah datang, siapa yang ingin melawan nya?".
Tentu saja mereka semua menginginkan untuk melawan sosok monster iblis tersebut, tetapi kalah cepat oleh Diablo yang sudah berada di depan sosok itu.
"Ahh ternyata Diablo cepat juga untuk sesuatu yang menarik begini" ucap Hiro tersenyum kecil.
"Baiklah begini saja, biarkan Diablo dan Raphael dulu untuk melawan iblis-iblis yang akan datang nanti setelah itu baru kita" ucapnya.
Sedangkan di bawah sana situasi tengah bersitegang karena kedua sosok itu masih saling bertatapan tidak ada yang bergerak sama sekali.
"Kau berasal dari mana hah?" ucap iblis itu.
"Iblis rendahan ingin mengetahui kasta Yang mulia ini?" ucap Diablo sambil tersenyum menghina.
"Apa yang kau katakan hah?! Dirimu lah iblis rendahan yang asal-usulnya tidak jelas, sedangkan diriku ini iblis mulia karena berasal dari beliau!" ucap Iblis itu dengan marah.
"Ohh benarkah? Baiklah mari kita buktikan saja, siapa di antara kita yang iblis rendahan" ucap Diablo tersenyum meremehkan.
"Ayo serang aku!" ucap Iblis itu menantang Diablo.
"Sebelum itu siapa namamu?" tanya Diablo.
"Aku? Aku adalah Zaldabaoth, salah satu komandan perang Yang mulia raja Memphistopheles!" ucapnya dengan sombong.
"Oh baiklah tepat sekali, tuan ku memang sedang mencari seseorang yang berkaitan dengan ikan memphis itu" ucap Diablo.
"Sialan!!! Siapa yang kau sebut itu hah?!" ucap Iblis bernama Zaldabaoth yang terpancing emosi setelah Diablo menghina Memphistopheles.
"Ikan memphis? Kenapa kau marah begitu, bukankah memang ada nama ikan memphis?" ucap Diablo dengan nada bercanda dan ia pun menoleh kepada pasukannya.
"Benar tuan, memang ada ikan memphis tetapi ikan itu berwajah jelek sekali"
"Ahh iyah ikan yang itu yah? Benar memang ikan itu sangat jelek dan menjijikan aku ingin muntah membayangkannya saja juga"
"Apa kamu tahu? Rasanya juga sangat tidak enak, mulut mu akan mati rasa apabila mencicipinya" ucap para pasukan dunia jiwa yang secara kompak memprovokasi iblis tersebut.
Sedangkan pasukan iblis lainnya bergetar ketakutan saat melihat ekspresi komandan mereka saat mendengar pasukan musuh menghina-hina tuannya, Zaldabaoth yang sudah tidak dapat menahan amarah pun seketika melesat menuju Diablo dengan ledakan aura iblisnya yang sangat ganas.
"Mati kalian brengsek!!" teriak marah Zaldabaoth sambil melempar sebuah bola hitam kecil ke arah mereka.
SWOSHHH...
BOOOM... DUARRR...
Ledakan dahsyat terjadi dan sebuah api hitam membara ke area terdekat ledakan tersebut.
"Itulah hukuman nya karena kalian semua menghina tuanku! Sampaikan salam ku ke raja neraka" ucap Zaldabaoth tersenyum puas mengiranya serangan tersebut berhasil memusnahkan pasukan musuh.
"Hooo kalau begitu sampaikan sendiri, raja neraka pasti akan senang karena ada seseorang yang mengunjunginya" ucap sebuah suara di balik asap hitam dari ledakan tersebut.
Zaldabaoth yang tengah bersiap akan pergi kembali membalikkan badannya dan tersentak kaget saat melihat semua pasukan yang ia kira telah musnah ternyata masih hidup bahkan tidak ada luka sama sekali dari dampak serangannya.
"B-bagaimana bisa?!" ucapnya.
"Api mu itu terlalu hangat bagi kami, kalau ingin membuat api coba lah suhunya seperti ini" ucap Diablo kemudian di tangan kananya telah terbentuk sebuah kobaran api membara berwarna hitam kemerahan.
SWOSHHH...
Diablo langsung melemparnya ke Zaldabaoth dan mengenainya tepat sasaran.
"Arrghhhh-.. panas.." teriak Zaldabaoth meronta-ronta kepanasan di tanah dan mencoba memadamkan nya.
"Panas? Padahal api itu levelnya baru yang terendah, apa ingin mencoba yang lebih panas lagi?" ucap Diablo tersenyum lebar.
Ia pun kembali membuat sebuah api kecil seukuran kelereng yang berwarna merah terang.
SWOSHHH...
Kemudian ia melemparnya kembali ke tubuh Zaldabaoth yang langsung melahapnya beserta api hitam di tubuhnya.
"Arghhhhhgghh.. panas~...."
Jeritan kepanasan Zaldabaoth semakin nyaring, api itu terus membakar seluruh tubuhnya hingga mati menjadi abu. Pemandangan tersebut membuat seluruh iblis yang ada disana berkeringat dingin dan tubuhnya bergetar ketakutan.
Sesosok iblis yang telah terbiasa dengan api, kepanasan juga oleh api? Bukankah berarti api tersebut benar-benar mengerikan hingga mampu membakar iblis tingkat tinggi seperti komandan mereka.
Mereka pun memecah formasi dan berlarian kocar kacir melarikan diri agar nyawanya selamat. Hiro yang melihat itu langsung berteriak keras untuk memerintahkan pasukannya mengejar mereka semua dan membunuhnya tanpa sisa.
"Apa yang kalian lakukan? Cepat kejar mereka jangan sampai satupun dapat meloloskan diri, kalau tidak akan aku kirim kalian ke neraka!".
Mendengar teriakan Hiro barulah pasukannya bergerak dengan cepat dan terpisah untuk mengejar para iblis seperti harimau mengejar buruannya.
"Hahh.. sangat tidak seru sekali, apa hanya segini saja kemampuan para pasukan iblis itu" ucap Hiro menghela nafas panjang.
"Mungkin bukan mereka yang lemah tetapi kita yang terlalu kuat untuk mereka, lagipula itu semua mungkin hanya sebagian kecil kekuatan mereka" ucap Yue.
SWOSHHH...
Diablo tiba-tiba muncul dan melayang di depan Long Wang.
"Tuan" ucapnya.
"Oh ada apa Diablo?" tanya Hiro.
"Saya merasa ada sesuatu yang aneh saat melawan iblis bernama Zaldabaoth itu" ucap Diablo dengan serius.
"Hooo, aneh kenapa?" tanya Hiro penasaran.
"Sosok itu seperti hanya tubuh bayangannya saja, karena saat api saya membakar tubuhnya... Tidak terdapat inti kehidupan seorang iblis sama sekali darinya, jadi kemungkinan sosok itu hanyalah tubuh bayangannya saja" ucap Diablo menjelaskan keanehan yang ia sadari.
"Hemmm masuk akal juga, kalau benar apa yang kamu katakan bahwa sosok itu hanyalah tubuh bayangan berarti tubuh aslinya lebih kuat daripada yang kamu lawan tadi"
"Menarik juga, benar-benar menarik" ucap Hiro tersenyum lebar.
***
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya seluruh pasukannya telah kembali dengan membawa kabar keberhasilannya membunuh seluruh iblis yang tadi melarikan diri.
"Bagus, kalau begitu ayo kita lanjutkan kembali perjalanan menuju ke markas musuh!" ucap Hiro.
Mereka pun kembali melanjutkan langkah nya yang sempat terhenti akibat pertempuran tadi. Sebenarnya peperangan tadi hanyalah sebuah percobaan musuh untuk menghentikan pergerakan Hiro.
Hanya saja mereka tidak dapat menghentikannya karena kekuatan pasukannya telah melampaui pasukan yang mereka kirim.
Mau tak mau para iblis pun mengalami cukup kerugian atas kehilangan pasukan nya yang telah di kirim dan di bumi hanguskan oleh Hiro.
Pergerakan pasukan Hiro sama sekali tidak dapat di hentikan dan akhirnya mereka telah sampai pada sebuah pegunungan yang terdapat di wilayah timur Benua Langit.
"Berhenti!" ucap Hiro menghentikan pasukannya.
Seluruh pasukannya pun menghentikan langkah kaki mereka dan menatap ke arah depan yang terdapat sebuah bangunan layaknya istana yang cukup besar dengan aura hitam pekat yang melumuri seluruh udara di tempat tersebut.
"Persiapkan diri kalian karena hidup dan mati kalian kini berada di ujung tanduk... Sekali saja salah melangkah maka kematian lah yang kalian dapatkan"
"Di depan kalian saat ini adalah markas musuh kita... Pasukan iblis dari salah satu kanan kirinya raja iblis Memphistopheles!" ucap Hiro yang berada di atas langit.
BOOMM...
Hiro pun turun bersama dengan Yue, Elizabeth dan Long Wang yang telah kembali ke wujud manusianya.
Hiro menatap lurus kedepan dan tersenyum kecil saat melihat seseorang keluar dari bangunan tersebut disusul dengan ratusan iblis,- ribuan bahkan puluhan ribu pasukan iblis dengan perlengkapan perangnya.
"Halo, apa kabar kalian?" ucap Hiro menyapa mereka semua dengan tenang.
"Kami baik-baik saja dan tenang sebelum di usik oleh dirimu" ucap seorang iblis di antara ketiga iblis yang berdiri di dapan puluhan ribu pasukan tersebut.
"Sayang sekali kehidupan kalian yang tenang akan selesai sampai disini saja, kalian bisa hidup tenang kembali tetapi di alam kematian" ucap Hiro sambil tersenyum tenang.
"Tidak, kami sudah kenal dekat dengan penguasa alam kematian jadi kami dengan baik hati memesankan tempat untuk kalian tinggal disana" jawab iblis itu.
"Ohh baik sekali, tapi maaf aku harus menolaknya... Ngomong-ngomong, apa kabarmu Zaldabaok?" ucap Hiro tersenyum pada salah satu iblis yang sedari tadi menatap bengis Diablo.
"Diam kau!" ucap Zaldabaoth dengan penuh amarah.
"Oh kamu sepertinya punya dendam dengan salah satu bawahanku" ucap Hiro sambil melihat Diablo yang membalas tatapan Zaldabaoth dengan tenang.
"Tuan, iblis itu bagian saya" ucap Diablo.
"Tentu saja silahkan" ucap Hiro dengan tenang.
"Kalau begitu Raphael, Long Wang? Kalian yang mana?" tanya Hiro.
"Aku iblis yang sebelah kiri tuan" ucap Raphael.
"Kalau begitu aku yang tengah" ucap Long Wang.
"Hemmm semua sudah kebagian, kalau begitu aku yang di atas sana" ucap Hiro menunjuk seorang iblis yang sedang terbang di atas mereka semua.
"Turun saja tidak perlu sembunyi begitu, apa kau takut?" ucap Hiro.
BOOMMM...
Sosok iblis yang terbang tadi langsung turun dan menatap tajam ke arah Hiro.
"Siapa kau sebenarnya?" tanya Iblis itu.
"Aku? Tidak sopan sekali bertanya identitas seseorang, sedangkan kau tidak memperkenalkan dirimu sendiri" ucap Hiro sambil menggelengkan kepalanya.
"Hahh baiklah perkenalkan aku adalah Palaq, salah satu iblis kepercayaan Yang mulia raja Memphistopheles" ucapnya.
"Oh baiklah Palaq, perkenalkan namaku Hiro penguasa seluruh alam semesta" ucapnya sambil tersenyum.
"Sombong sekali dirimu kawan, sampai mengaku-ngaku sebagai penguasa alam semesta" ucap Palaq.
"Tapi bukan mengaku-ngaku, memang begitulah kenyataannya" ucap Hiro tersenyum tenang dan mengangkat kedua bahunya.
"Sudahlah Palaq! Tidak perlu basa-basi mending kita langsung bunuh saja para mahkluk sialan itu!" ucap Zaldabaoth.
"Tenangkan dirimu dulu Zal! Kalau dirimu masih dalam keadaan emosi maka akan mudah lengah dan kau akan mati dengan mudah" ucap iblis di sampingnya.
Palaq pun mengangguk setuju tetapi Zaldabaoth membantahnya bahwa dirinya tidak akan mudah di kalahkan begitu saja.
"Sudah cepat kita mulai saja! Aku ingin segera membunuh mereka semua, kita tunjukkan kekuatan kita sebagai iblis bawahan Yang mulia raja Memphistopheles!" ucap Zaldabaoth dengan kekeh ingin segera memulai peperangan nya.
"Benar apa katanya, bagaimana kalau kita mulai sekarang saja? Lagipula tanganku sudah gatal untuk menghajar iblis-iblis rendahan seperti kalian dan menghilangkan keberadaan ikan iblis memphis yang kalian hormati itu" ucap Hiro sambil tersenyum sinis.
Palaq pun mengubah ekspresinya menjadi sangat dingin dan ia mengangkat tangannya lalu menunjuk ke depan.
Seluruh pasukan di belakangnya pun mulai mengangkat senjata masing-masing dan mengeluarkan ledakan aura hitam ciri khas seorang iblis.
Hiro pun tersenyum dan ia pun mulai mengeluarkan aura agung nya yang berwarna emas terang dengan pedang kebanggaannya.
Hiro dan Palaq secara bersamaan mengucapkan satu kata yang penuh makna, yaitu :
"Serang!"
***
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...