
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tubuh mereka semua tiba-tiba merasakan sangat berat bagaikan di tindih 10 ekor gajah.
Hiro melihat ke arah Luci yang terkena efek auranya, ia pun mengontrol auranya agar melepaskan Luci.
"Sialan! siapa kau sebenarnya?!!" ucap salah satu di antara mereka yang masih muda sedangkan yang sosok pria tua hanya terdiam mencoba bertahan dari tekanan aura Hiro.
"Hahhh… Bosan sekali mendengarnya! apa tidak ada pertanyaan lain?" ucap Hiro.
"K3parat! lepaskan kami" ucap nya berteriak-teriak keras sambil mencoba melepaskan tekanan aura Hiro yang begitu berat baginya.
"Apa mau ku bunuh mereka?" tanya Hiro kepada Luci.
Luci ragu-ragu untuk berbicara jadi ia hanya terdiam tidak mengatakan apa-apa.
"Skil Creation : Bazoka" .
Setelah itu sebuah senjata dari dunia Hiro sebelumnya tiba-tiba muncul di tangannya.
Hiro pun harus menahannya dengan dua tangan karena bagaimanapun ia harus tetap menjalankan prosedur pemakaian nya.
"Pertama-tama…"
"Kau dulu bocah berisik!" ucap Hiro tersenyum kejam dan membidiknya.
BOOMMMM …
DUARRRR …
Ledakan keras terjadi disaat Hiro melepaskan peluru Bazoka nya.
Setelah asap tebal menyelimuti seluruh tempat tersebut telah hilang, Hiro hanya melihat sebuah kepala tanpa tubuh di tempat pemuda yang berisik sebelumnya.
'Hah?! tidak mungkin?!' ucap Hiro dalam hatinya, ia sangat terkejut karena senjata tersebut dapat membunuh seorang kultivator?.
{Apanya yang tidak mungkin tuan?}
'Tidak mungkin Bazoka dapat membunuh seorang kultivator? mereka kan sangat kuat melebihi kendaraan tank di dunia ku sebelumnya' jawab Hiro.
{Anda benar-benar bodoh atau tidak tahu tuan?}
{Bukankah setiap senjata yang tidak pernah ada di dunia ini pasti akan memiliki peningkatan? dan sistem dapat melakukan apapun yang mustahil menjadi nyata}
Hiro akhirnya mengerti dan kembali tenang untuk menjaga image nya.
"Ahh tunggu… Sistem apa ini? aku merasakan sesuatu akan meledak dalam tubuhku!" ucap Hiro merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya.
{Tenang saja tuan, sistem bisa mengurusnya}
Hiro pun mengangguk dan menyerahkan semuanya kepada sistem. Ia menahan sekuat mungkin rasa sakit yang tiba-tiba muncul di dalam tubuhnya.
Melihat Hiro kesakitan membuat Luci langsung seketika khawatir dan membaringkan kepala Hiro di pahanya.
Tes…Tes…Tes…
Air mata menetes dari atas dan mengenai Hiro yang sedang memejamkan matanya untuk mengurangi sedikit rasa sakitnya.
Tetapi saat ia merasakan tetesan air mengenai mukanya, ia pun membukanya matanya dan melihat Luci yang tengah menangisinya.
"Hahh? kenapa kamu menangis?" ucap Hiro pelan.
"A-aku… Ini semua adalah salah aku! kamu selalu terluka karena diriku, lebih baik kamu pergi dan tinggalkan saja aku tadi seorang diri" ucap Luci menangis sedih melihat Hiro kesakitan.
"Haha apa yang kamu bicarakan hah? aku baik-baik saja, hanya ada setan kecil yang merasuki diriku" ucap Hiro tersenyum manis walaupun sambil menahan rasa sakitnya.
'Sial! sistem segera habisi mahluk menjijikkan itu!' ucap Hiro dalam hatinya.
{Tahan sebentar tuan… Dia sangat pandai bersembunyi jadi sulit untuk menghancurkannya}
'Cepat hancurkan!' ucap Hiro tidak mau tahu menahu m
Sedangkan saat ini Hiro mencoba untuk menenangkan Luci.
"G-grill!!!" panggil Hiro.
SWOOOOSSHHH…
Sosok iblis Grill langsung muncul di depan Hiro dengan posisi berlutut.
"Habisi pria tua itu tetapi gali dulu informasi yang ia miliki!" ucap Hiro memberikan perintahnya.
Grill sebenarnya khawatir dengan keadaan Hiro tetapi setelah di berikan perintah maka prioritas nya adalah menyelesaikan perintah tersebut.
"Baik tuan!" ucap nya kemudian melesat pergi menuju pria tua yang sedang terdiam menatap Hiro.
Walaupun aura nya Hiro sudah tidak menekan dirinya lagi tetapi ia tidak pergi dari sana selangkah pun.
'Hahaha dimana harga diriku sebagai Sang Absolute, masa kerasukan iblis kecil saja kesakitan seperti ini' ucap Hiro dalam hatinya sambil tertawa geli.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...