
......ΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
*Yue (SC: Pinterest)..................
Di sebuah tempat terdapat seorang wanita yang memangku seorang pria.
"Ughhh… Dimana ini?" Ucap pria tersebut terbangun.
"Anda sudah bangun tuan?" Ucap wanita tersebut tersenyum kearahnya.
"Hahhh? Siapa kamu?" Ucap nya saat telah tersadar sepenuhnya.
Ia berdiri dan menatap tajam ke arah wanita tersebut, bukannya takut wanita tersebut malah mendekati nya sembari tersenyum.
"Apakah anda lupa dengan saya tuan? atau karena aku terlalu cantik sampai-sampai anda tidak mengenali saya" Ucapnya.
Ia terdiam sesaat dan kemudian wajah nya terkejut.
"Apa kamu Yue?" Ucapnya ragu.
"Hahh tega sekali anda tidak mengenali ku tuan… Padahal kan anda sendiri yang membuatkan ku tubuh ini?" Ucapnya berpura-pura bersedih.
"Apa?Kapan aku memutuskan nya?" Ucap Hiro.
"Tubuh ini terbuat seperti ini karena di bawah alam sadar tuan, anda memikirkan nya" Ucap Yue.
"Hahh… sudahlah jangan terlalu di perpanjang aku pusing sekali" Ucap Hiro memegangi kepalanya.
"Itu karena umur anda berkurang setengah karena syarat terakhir untuk Yue dapat bertubuh" Ucap nya dengan tenang seperti tidak ada masalah.
"Ohh jadi umur ku akan jadi pendek karena terpotong setengah untuk syarat pembentukan tubuh mu" Ucap Hiro yang masih belum sadar.
"Hah tunggu! Apa maksudmu!!!" Ucap Hiro terkejut.
"Yah benar tuan" Ucap Yue.
"Kenapa kamu tidak memberitahu ku sebelumnya?!!" Teriak Hiro panik saat mendengar umurnya akan pendek.
"Karena kalau Yue beritahukan sebelumnya maka tuan akan menunda terus pembentukan tubuh untuk Yue sampai anda menjadi abadi… Jadi yue merahasiakannya" Ucapnya tersenyum manis.
"Tapi bagaimana ini aku tidak ingin mati sebelum mempunyai anak!!!" Teriak Hiro keras.
"Tenanglah tuan akan ada hadiah karena Yue punya tubuh sekarang" Ucapnya.
"Matamu tenang! Ini masalah menyangkut hidupku!" Ucap Hiro kesal.
{Selamat tuan! Anda telah mendapatkan Kotak Hadiah Misteri (?)}
"Buka kotak hadiah tersebut…" Ucap Hiro berubah pikiran saat melihat level kotak hadiahnya tanda tanya yang berarti dapat di pastikan berisi sesuatu yang berguna untuknya.
{Membuka kotak hadiah misteri (?)…}
{Selamat tuan! Anda mendapatkan Yue}
Terdiam, tertegun, dan tidak dapat berkata-kata Hiro hanya menatap kosong ke arah tabel di depannya.
Yue tiba-tiba berlari kearahnya dan memeluknya.
"Apakah anda tidak menginginkan saya tuan" Ucap Yue dengan tatapan sedih.
"Arghhhh" Teriak Hiro keras dan memeluk kembali Yue.
"Haha tidak perlu di pikirkan seperti itu tuan karena soal pengurangan umur Yue hanya bercanda saja" Ucap nya dengan tertawa manis.
"Hoo jadi kamu mempermainkan aku? Berani sekali" Ucap Hiro.
"Sudah tuan lepaskan Yue tidak bisa bernapas!" Ucapnya berontak untuk lepas dari pelukan Hiro.
"Tidak bisa kamu harus membayar karena membuat aku panik dengan candaan mu itu" Ucap Hiro tersenyum licik.
"T-tunggu tuan apa yang ingin anda lakukan?!" Ucap Yue panik karena menurut instingnya ia merasakan sebuah tanda bahaya akan kesuciannya.
"Bukankah sekarang kamu menjadi milikku?" Ucap Hiro.
"T-tentu tetapi jangan sekarang!" Ucap Yue kemudian berhasil lepas dari Hiro.
"Hahaha baiklah baik aku hanya bercanda tidak perlu takut begitu" Ucap Hiro tertawa senang karena berhasil membalas perlakuan Yue.
"Humph" .
"Karena Yue bukan lah sesuatu yang dapat di bandingkan dengan yang lainnya kan? Mau itu alam semesta sekalipun" Ucapnya dengan sombong.
"Hmmm benar juga tetapi kenapa kamu sombong begitu! Cihh menyebalkan" Ucap Hiro.
"Anda seharusnya bersyukur tuan karena anda mendapatkan sesuatu yang tidak mungkin orang lain miliki dan sangat berharga" Ucapnya dengan sombong.
"Ah sudahlah terserah kamu" Ucap Hiro.
"Jadi apa yang berubah dan apa yang aku dapatkan setelah kamu memiliki tubuh?" Tanya Hiro yang berharap mendapatkan sesuatu.
"Cihh… Bukankah Yue sudah bilang Yue ini adalah sesuatu itu!" Ucap Yue kesal.
"Aku tahu itu tetapi apa tidak ada yang lain?" Ucap Hiro.
"Emang anda pikir Yue dapat di bandingkan dengan yang lainnya? Apa anda pikir Yue setara dengan sampah-sampah yang ada di toko sistem?" Ucap Yue.
"Hahh… Baiklah tidak usah marah-marah juga km bisa kan?" Ucap Hiro.
"Itu kan salah anda karena mengharapkan mendapatkan sampah daripada Yue" Ucap nya memalingkan wajahnya.
"Bukan begitu tetapi arghhh yasudah aku minta maaf oke? jadi jangan marah-marah terus" Ucap Hiro kelabakan.
'Apakah wanita seperti ini semua? Kalau begitu bagaimana dengan Harem satu wanita saja membuat ku kerepotan begini ' Pikir nya dan ia juga merasa merinding saat membayangkan banyak wanita yang bersikap seperti Yue di sekitarnya.
"Anda kenapa tuan bergetar gitu tubuh anda?" Tanya Yue.
"Tidak… Tidak, ayo kita kembali saja" Ucap Hiro kemudian menghilangkan segel pelindungnya dan keluar dari pulau tersebut.
***
Di suatu tempat yang bisa di bilang indah dan juga menakutkan terlihat sosok pria yang auranya sangat agung membuat siapa saja yang merasakannya akan tunduk dan bersujud di depannya.
"Hahaha baiklah mulai hari ini aku tidak akan mengganggu kalian lagi karena sesuai janji ku kepadamu putriku" Ucapnya dengan tertawa keras.
***
Hiro setelah keluar dari pulau tersebut kembali ke Angle Castle dan menemui Arphen untuk memberitahukannya ia akan pergi kembali.
"Tuan… Anda akan kembali lagi? Tidak bisakah anda tinggal lebih lama disini" Ucap Arphen tidak rela Hiro pergi karena semenjak Hiro menjadi penguasa Upperworld belum pernah sekalipun Hiro berdiam di Upperworld dalam waktu lama.
"Maaf Arphen tapi aku harus segera kembali karena urusan ku masih sangat banyak sekali" Ucap Hiro tersenyum.
"Baiklah tuan kalau begitu hati-hati" Ucap Arphen lesu.
Hiro mengeluarkan sebuah kotak peti berukuran lumayan besar.
"Kau gunakan ini untuk memperkuat prajurit dan juga dirimu… Aku tidak ingin saat kembali lagi kesini kalian masih lemah seperti sekarang, mengerti?!" Ucap Hiro tegas.
"Saya mengerti tuan!" Ucap Arphen dengan lantang.
"Baguslah kalau begitu aku pergi dulu" kemudian Hiro menghilang pergi.
Disaat Hiro telah pergi Arphen membuka kotak peti pemberian Hiro.
Setelah terbuka badan Arphen seluruh nya bergetar karena peti tersebut berisi ribuan pil tingkat 8 dan paling rendah adalah tingkat 5, senjata tingkat kuno, dan artefak tingkat tinggi lainnya.
"Terimakasih banyak tuan" Ucap Arphen kemudian berlutut walaupun Hiro sudah tidak berada lagi disana.
***
Hiro yang sudah kembali ke dunia dewa tidak tahu apa yang terjadi dengan Arphen.
Hiro yang berada di dunia dewa tidak langsung kembali ke Kekaisaran, ia pergi ke wilayah utara terlebih dahulu.
"Kalian semua temui aku!" Ucap Hiro tegas menyuruh para bawahannya dengan telepati.
"Keluarlah Yue" Ucap Hiro kemudian sosok Yue muncul membuat dirinya tersenyum.
"Apa anda merindukan ku tuan?" Ucap Yue tersenyum manis menggoda Hiro.
"Tentu saja kamu kan wanitaku" Ucap Hiro tersenyum menggoda balik membuat Yue memerah malu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Menurut Kalian Up Nya Author Antara Sahur Atau Sebelum Buka Puasa ?
See You Next Up 👋