
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"GRAAA~...!"
Sebuah suara geraman keras memecahkan keheningan yang terjadi di tempat Yue dan para Raja Iblis berkumpul.
"Oh apa itu? Hydra?" ucap Memphistopheles.
"Ahh itu mereka tuan, bawahan anda yaitu Zaldabaoth dan yang lainnya" ucap Kazarim.
"Oh ternyata mereka, hebat sekali sudah sampai bisa bertransformasi seperti itu" ucap Memphistopheles.
"Tidak tuan biasa saja, anda lebih hebat daripada kami" ucap Kazarim.
"Hahaha kau memang hebat sekali dalam berbicara... Tapi mereka memang hebat karena mereka adalah bawahanku bukan?" ucap Memphistopheles.
"Tentu saja tuan" ucap Kazarim.
BOOM...
Hydra itu pun turun dan menundukkan kepalanya memberi hormat kepada Memphistopheles.
Kemudian Hydra tersebut terpecah belah dan menjadi 4 sosok iblis.
"Berdirilah dan terimakasih karena kalian aku berhasil terlepas dari kristal sialan yang menyegel ku selama ini" ucap Memphistopheles.
"Tidak perlu berterimakasih tuan karena itu semua wajar kami lakukan untuk anda" ucap mereka.
"Baiklah baik... Ngomong-ngomong kalian mengenal mereka?" tanya Memphistopheles kepada ketiga raja iblis lainnya.
"Bodoh, bagaimana kami bisa mengenalnya sedang kita saja baru bertemu" ucap Finis.
"Hooo Fin, sepertinya ingatan mu sedikit kabur karena sudah terlalu tua..."
"Kalian mengenal mereka?" tanya Memphistopheles kepada para anak buahnya.
"Kenal tuan... Mereka adalah orang-orang yang membantu Sang Naga Synhak dalam proses penyegelan diri anda di masa dulu, sekitar 1 miliar tahun yang lalu" ucap Palaq.
FINIS, INSANARE dan FORCATIONES langsung terkejut saat mendengar perkataan Palaq.
"Apa?!"
"Apa itu benar?!" ucap mereka yang masih tidak percaya.
"Hebat sekali kamu bisa langsung tahu..." ucap Memphistopheles tersenyum senang.
"Saya tahu karena pernah bertemu Sang Naga itu tuan, tetapi anehnya dia tidak terlihat lagi semenjak pertemuan kita yang terakhir sampai hari ini juga" ucap Palaq.
"Hah?! Benarkah..???" tanya ketiga raja iblis.
"Sudah pasti, ada mereka berarti ada juga suaminya... Dan juga Sang Naga itu pasti sedang lemah karena efek dari hancurnya segel yang mengekang ku telah hancur" ucap Memphistopheles dengan tenang.
"Kalau begitu bukankah ini kesempatan kita untuk membunuhnya?!" ucap Raja iblis INSANARE dengan penuh dendam.
"Eitss tidak bisa begitu, apa kamu tidak lihat di depan kita sedari tadi? Bukankah kedatangan mereka kemari dengan tujuan menghentikan kita agar tidak menyentuh Sang Naga yang sedang lemah?" ucap Memphistopheles.
"Ahh benar juga, maaf aku lupa karena terlalu terbawa emosi" ucap INSANARE.
INSANARE pun merasa merinding saat mendengarnya, memang ternyata benar bahwa Memphistopheles itu adalah salah satu raja iblis bawahan The Dark Lord yang paling kuat karena sesama raja iblis sekalipun Memphistopheles benar-benar bisa membuat mereka ketakutan.
"Baiklah sudah selesai reuni nya? Bagaimana kalau kita segera mulai saja pertarungan ini?" ucap Dewa Matahari yang terlihat sangat menantikan untuk melawan para raja iblis tersebut.
"Oh yah aku lupa, maafkan aku.."
"Baiklah ayo kita mulai saja tapi tunggu sebentar kita harus mengatur orangnya terlebih dahulu bukan? Sangat tidak serius kalau asal serang tanpa ada lawan yang di tentukan.." ucap Memphistopheles.
"Hmmm karena selisih 3 orang bagaimana cara mengaturnya?" ucap Dewa Matahari.
"Bagaimana kalau ketiga Dewi perempuan ini tidak akan ikut serta? Mereka hanya akan menonton saja" ucap Dewa Matahari kembali.
"Hemmm apa orangnya bersedia? Kalau tidak, biarkan saja mereka bertarung walaupun dua orang dari kami harus melawan masing-masing dua orang dari kalian.. itu tidak masalah kan bagi kalian?" ucap Memphistopheles kepada yang lainnya.
Para raja iblis pun mengangguk setuju, karena tidak mungkin mereka secara terang-terangan menentang keputusan Memphistopheles.
"Tidak bisa begitu... Sudah Dewi Angin, Dewi Bulan dan Ratu Peri tidak usah ikut serta jadi pertarungannya adil 1v1" ucap Dewi Matahari.
Ketiga Dewi itu awalnya tidak setuju tetapi karena di bujuk oleh putri mereka, maka mau tidak mau mereka pun mundur dari pertarungan.
"Nah sudah adil, siapapun lawannya kalian lah yang tentukan tetapi tentu saja kamu adalah lawanku" ucap Dewa Matahari kepada Memphistopheles.
Memphistopheles pun mengangguk setuju dan yang lainnya langsung memilih lawan masing-masing yang menurut mereka sepadan.
Dewa Matahari vs Memphistopheles.
Yue vs FINIS.
Elizabeth vs INSANARE.
Meng Luo vs FORCATIONES.
Diablo vs Zaldabaoth.
Long Wang vs Kazarim.
Raphael vs Palaq.
Cecilia vs Kalam.
Rachel vs Peldana.
Kesembilan orang tersebut telah bersiap-siap bertarung dengan lawan yang telah di tetapkan. Tidak ada yang boleh ikut campur setelah pertarungan mereka di mulai, kalau ada yang melanggarnya maka orang tersebut akan di bunuh langsung oleh para iblis semuanya tidak ada yang berhak menahannya.
***
Begini saja untuk kelanjutan karya ini semuanya tergantung pada penghasilan bulan kemarin, kalau bukan kemarin tidak ada hasilnya maka author bersabar kembali untuk terus melanjutkan sampe bulan depan. Tapi kalau bulan depan juga tidak ada hasilnya maka keputusannya sudah pasti bulat yaitu 🙂
Mungkin segitu saja pemberitahuan nya.
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...