Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Pengkhianat Klan Jing


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Patriak dan yang lainnya hanya terdiam sambil menatap ke arah Hiro, dan Hiro tau apa yang mereka pikirkan tentang dirinya.


"Ayah!" Ucap Jing An dengan kesal karena ia tahu bahwa ayahnya meragukan Hiro sebagai gurunya.


"Ah… Maaf bukan maksudku begitu tetapi …" Ucap Patriak yang telah sadar akan sikapnya.


"Tidak apa-apa Patriak, aku mengerti kenapa anda seperti itu" Ucap Hiro dengan tersenyum tenang.


Ia saat ini sedang berusaha untuk mengontrol emosi nya agar tidak terlalu mudah marah dan kesal.


"Sekali lagi maafkan aku tuan Hiro" Ucap Patriak dengan tulus.


Hiro mengangguk dengan tenang.


Setelah itu Jing Li menceritakan semua yang terjadi pada mereka berdua hingga Hiro menyelematkan nya.


Semua orang terkejut mendengarnya, mereka memang tahu bahwa kepergian mereka berdua adalah karena misi mencari penghianat yang berniat untuk memberontak tetapi mereka tidak menyangka bahwa Jing An dan Jing Li akan mendapatkan masalah dari orang-orang Klan Si.


"Klan Si !!! Sialan berani sekali mereka!" Ucap patriak yang kesal setelah mendengar semua nya.


"Ayah tenang lah, tidak perlu marah-marah seperti ini karena Si Wei telah mati di tangan guru" Ucap Jing Li menenangkan ayahnya.


"Yang kita perlu pikirkan saat ini adalah bagaimana cara membalas klan Si" Ucap Jing An.


"Hahh… kalian benar dan terimakasih kembali tuan Hiro, kalau tidak ada dirimu mungkin aku sudah kehilangan kedua anakku" ucap Patriak.


"Sudahlah patriak, lagipula aku mendapatkan balasan yang setimpal yaitu Jing An jadi murid ku" Ucap Hiro tersenyum.


"Oh yah guru, maaf kalau pertanyaan ku lancang tetapi aku masih penasaran kenapa guru mengangkat aku menjadi murid mu? padahal aku tidak berbakat atau pun jenius bisa di bilang biasa saja" Ucap Jing An.


"Oh yah? apa benar kamu tidak berbakat? kalau begitu untuk apa aku mengangkat dirimu menjadi muridku" Ucap Hiro tersenyum.


"Memang apa yang istimewa dari anakku tuan Hiro?" Kali ini yang bertanya adalah Patriak, karena ia pun penasaran.


"Tunggu saja seminggu kemudian kalian pasti akan tahu apa keistimewaan Jing An" Ucap Hiro tersenyum misterius.


Tetapi anehnya semua orang bukannya takut tapi malah bersemangat dan antusias ingin segera mengetahuinya.


"Baiklah rapat kali ini aku bubarkan, dan suruh semua orang-orang klan yang di luar untuk mencari Jing An untuk kembali" Ucap Patriak.


"Li'er, kamu antar tuan Hiro ke ruangannya untuk beristirahat" Ucap Patriak.


"Baik ayah… Ayo mari tuan Hiro" Ucap Jing Li.


"Hahaha tidak perlu sopan seperti itu Jing Li panggil saja aku seperti biasa" Ucap Hiro tertawa saat mendengar suara kaku dari Jing Li.


Setelah itu Hiro di antar oleh Jing Li menuju ke ruangannya, dan di ruangan rapat hanya terdapat Patriak dan Jing An.


"Jadi bagaimana an'er apa kamu sudah tahu siapa pengkhianat nya?" Ucap patriak dengan serius.


"Aku tidak tahu ayah, tetapi satu hal yang dapat aku pastikan bahwa pengkhianat ini berkerjasama dengan orang-orang Klan Si… Apakah ayah tidak merasa aneh bagaimana mungkin orang-orang klan Si datang bersama tuan muda nya kemari?" Ucap Jing An.


"Kau benar… Hahh ku harap ada seseorang yang bisa membantu kita, karena aku tidak mungkin mencari para pengkhianat itu, dan kalian berdua juga tidak boleh, ayah takut kejadian ini terulang kembali" Ucap Patriak dengan lesu.


"Hmmm ayah bagaimana kalau kita meminta bantuan kepada guru?" Ucap Jing An.


"Boleh saja tetapi kalau ia tidak ingin maka jangan di paksa, kita harus menjaga hubungan dengannya" Ucap Patriak.


"Baik ayah… besok aku akan berbicara dengan guru" Ucap Jing An mengerti.


***


"Hmmm begitu, jadi ada pengkhianat" Ucap Hiro yang ternyata mendengar semua pembicaraan ayah dan anak tersebut.


'Dari dulu aku paling membenci pengkhianat jadi tidak masalah kan kalau aku membantu mereka?' Pikir Hiro.


{Bukankah bagus kalau anda membantu mereka? Karena dengan begitu hubungan antara Anda dengan Klan Jing akan sangat erat}


Keesokan harinya, Hiro yang telah terbangun karena mendengar suara ketukan pintu.


"Maaf guru apakah anda sudah bangun?" Ucap suara di balik pintu.


"Tunggu sebentar" Jawab Hiro.


Hiro membuka pintunya dan melihat Jing An yang menunggunya.


"Maaf kan saya guru kalau menganggu istirahat anda" Ucap Jing An menundukkan kepalanya.


"Tidak apa-apa, lagipula aku sudah bangun" Ucap Hiro menyuruh Jing An untuk berdiri.


"Jadi ada apa?" Tanya Hiro.


"Eummm boleh kah kita membicarakannya di dalam guru?" Ucap Jing An.


"Baiklah kalau begitu masuk" Ucap Hiro.


Setelah di dalam ruangan terlihat Jing An yang sedang memasang sebuah pelindung kedap suara.


"Maaf guru tetapi pembicaraan ini tidak boleh ada siapapun yang tahu" Ucap Jing An menjelaskan kenapa ia memasang penghalang.


"Baik aku mengerti" Ucap Hiro yang berpura-pura tidak tahu apa-apa padahal ia tahu apa yang ingin Jing An katakan.


Setelah itu kemudian Jing An menjelaskan bahwa dari awal mengapa ia menyamar adalah karena bertugas untuk mencari tahu siapa sebenarnya yang akan berkhianat tetapi karena ada kejadian yang tidak terduga ia bermasalah dengan orang-orang klan Si karena untuk penyamaran yang sempurna jadi mereka pun berpura-pura kalah sampai-sampai Jing An tidak menyangka kalau Si Wei menghancurkan Meridian nya.


"Tunggu sebentar… " Ucap Hiro memotong perkataan Jing An.


"Ada apa guru?" Ucap Jing An heran.


"Kamu tidak perlu menjelaskan kejadian waktu itu tetapi jelaskan bagaimana dan sejak kapan kalian tahu bahwa ada pengkhianat di Klan?" Ucap Hiro.


"Baik guru" Ucap Jing An.


Kemudian ia pun menjelaskan awal mula ia mencurigai adanya pengkhianat di klan.


Setelah beberapa menit kemudian Jing An mengakhiri pembicaraan nya.


Hiro terdiam sesaat setelah itu ia tersenyum misterius tetapi itu hanya berlangsung beberapa detik saja.


"Begitu yah… Hmmm kurang lebih aku mengerti dan juga karena kamu murid ku jadi aku akan menolong mu" Ucap Hiro tersenyum tenang.


"Benarkah guru?" Ucap Jing An terkejut tidak menyangka Hiro akan membantunya sedari tadi ia telah memikirkan tawaran yang cukup menarik agar Hiro tertarik dan bersedia membantunya.


"Tentu saja tetapi dengan satu syarat" Ucap Hiro tersenyum.


"Apa itu guru?" Tanya Jing An.


"Kita bicarakan itu setelah masalahnya selesai" Ucap Hiro.


"Baiklah guru tidak masalah! Akan aku lakukan apapun itu syaratnya" Ucap Jing An dengan serius.


"Hahaha tenang saja aku tidak akan membuat klan Jing kesulitan karena syarat ku itu" Ucap Hiro.


"Baik guru dan terimakasih" Ucap Jing An dengan hormat menundukkan kepalanya.


"Haishh sudahlah… Eummm karena aku guru mu bukankah sudah waktunya aku mengajarkan mu sesuatu yang menarik?" Ucap Hiro tersenyum.


Melihat senyuman Hiro entah kenapa membuat Jing An merinding seluruh badannya.


"B-baik guru" Ucap Jing An.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Like 👍🗿


Komen 📝