Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Melawan Takdir ?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi hari yang cerah menyinari tempat tidur Hiro hingga membuatnya terbangun karena terkena paparan sinar matahari yang tembus dari kaca jendela kamarnya.


"Ughhh... Kepala ku sakit sekali" ucapnya saat terbangun.


{Akhirnya anda sadar juga tuan...}


{Apa anda tidak tahu seberapa khawatirnya sistem karena selama 7 hari anda tidak kunjung sadar juga}


"Hah? 7 hari?" ucap Hiro terkejut.


{Benar tuan, anda pingsan setelah mengeluarkan terlalu banyak energi hingga selama 7 hari anda berbaring di tempat tidur}


"Apa aku berhasil?" tanya Hiro.


{Anda berhasil tuan, sekarang dunia jiwa telah kembali pada tempatnya}


"Hahhh baguslah kalau begitu, tetapi bagaimana dengan dunia luar? Bukankah akan ada kekacauan apabila dunia jiwa tiba-tiba menghilang?" ucap Hiro.


{Sudah di tangani dengan baik oleh nona Yue dan yang lainnya}


{Kini wilayah Duchy telah resmi berdiri di wilayah pemberian kaisar sebelumnya}


"Bagus, sekarang kita bisa pergi..."


{Lebih baik undur dulu tuan, karena anda harus beristirahat terlebih dahulu selama beberapa hari hingga energi anda kembali terisi}


"Yah tidak masalah juga sih, baiklah kita putuskan akan berangkat 3 hari ke depan" ucap Hiro.


Setelah itu Hiro berbaring lagi dengan tenang dan nyaman, hingga siang hari.


"Hmmm... Hoammm~ sudah siang?" ucap Hiro yang terbangun.


"Ehh?"


"Ehh?"


"Sayang! Kamu sudah sadar?! Syukurlah, kami sangat mengkhawatirkan mu" ucap Elizabeth yang kebetulan sedang menjaga Hiro di kamar.


"Oh Eli, kenapa kamu ada disini?" ucap Hiro.


"Huhu... Apa cuman itu yang kamu katakan setelah membuat aku khawatir?" ucap Elizabeth yang menangis tersedu-sedu.


"Ahh-ohh maafkan aku... Sudah berhenti menangis, aku tidak apa-apa" ucap Hiro mengelus-elus kepala Elizabeth supaya tenang.


"Aku senang sekali, akhirnya kamu sadar..."


"Cup..cup...cup, sudah jangan menangis lagi... Lagipula aku tidak apa-apa kan?" ucap Hiro.


"Tapi... Kamu telah tidak sadarkan diri selama 7 hari, bagaimana aku tidak khawatir" ucap Elizabeth.


"Haha baiklah menangislah dulu sepuas mu" ucap Hiro menggelengkan kepalanya dan tersenyum lembut.


Setelah 10 menit kemudian Elizabeth akhirnya ia dapat menenangkan dirinya.


"Sudah tenang?" ucap Hiro.


"Hum" ucap Elizabeth mengangguk pelan.


"Apa ada masalah selagi aku tidak sadar?" tanya Hiro.


"Ada, hanya saja semua sudah terselesaikan oleh saudari Yue" ucap Elizabeth.


"Oh baiklah, bisa kamu panggilkan yang lain? Ada yang harus kita bicarakan" ucap Hiro.


"Tapi kamu harus beristirahat dulu, kamu kan baru saja bangun" ucap Elizabeth.


"Sudah tidak apa-apa, aku sudah cukup beristirahat... Lagipula kalau untuk berbicara saja aku masih kuat" ucap Hiro.


"Hemmm... Baiklah, tunggu sebentar" ucap Elizabeth pergi.


Dengan tenang Hiro duduk di kasur nya sambil memikirkan rencana ke depannya, karena mau bagaimana pun kekuatan dirinya apabila memiliki celah akan kalah juga. Terutama musuhnya bukan lah sosok biasa-biasa saja seperti yang sering kali membuat masalah dengannya sebelum-sebelumnya.


"Kekuatan ku ini tentu saja untuk diriku sendiri dan keluarga ku, aku sama sekali tidak peduli dengan apa pun selagi tidak menyentuh keluargaku. Tetapi entah kenapa misi ini membuatku harus menjadi seekor pahlawan? Sungguh lelucon yang tidak masuk akal" gumam Hiro.


{Sudah kehendak takdir anda harus mengemban tugas ini tuan}


"Takdir sialan, selalu saja ikut campur kedalam urusan hidupku... Tetapi terkadang aku juga berterimakasih kepada takdir ini" ucapnya.


{Jadi anda kesal atau tidak dengan takdir anda tersebut?}


"Hahaha kadang kala aku kesal tetapi ada baiknya juga" ucap Hiro.


{Jadi intinya anda menerima takdir anda begitu?}


{Tidak mudah? Berarti anda bisa melawan nya?}


"Kalau ingin aku bisa melawannya, hanya saja aku terlalu malas melakukannya"


{Hahhh sifat pemalas anda ini sungguh luar biasa}


"Hahaha aku terima pujianmu"


Setelah berbincang-bincang singkat dengan sistem, seluruh keluarga nya telah datang dan berkumpul dalam satu ruangan.


"Maaf karena telah membuat kalian khawatir dan juga Yue, terimakasih karena telah membereskan masalah yang aku buat" ucap Hiro.


"Tidak masalah sayang, karena semua yang kamu lakukan pasti demi kita semua" ucap Yue.


"Benar suami, asalkan dirimu baik-baik saja kami sangat bersyukur" ucap Meng Luo.


"Hahh kau ini nak-nak, sungguh sangat hebat dalam membuat semua orang khawatir" ucap ibunya.


"Hahaha tapi aku suka gayamu nak, karena dengan begitu kamu dapat terlihat sangat berharga untuk mereka bukan?" ucap ayahnya.


Sedikit basa-basi dan melepas rasa khawatir, Hiro pun mulai menceritakan rencananya untuk segera pergi dari dunia ini.


Tetapi ia menunggu kabar dari Raphael yang sedang mencari orang untuk meneruskan berkuasa atas wilayah Duchy.


"Rencana nya kita akan pergi 3 hari kedepan, tetapi apabila dalam 3 hari Raphael masih belum kembali maka mau tidak mau harus di undur lagi" ucap Hiro.


"Tidak masalah, kami akan mengikuti semua yang kamu ucapkan" ucap Cecillia.


"Benar, keputusan dirimu adalah hal mutlak yang harus kami ikuti" ucap Rachel.


"Kalau begitu segera bereskan masalah-masalah kalian ataupun kalian masih memiliki urusan segera tuntaskan, aku tidak mau saat pada waktunya kita berangkat masih ada yang urusan yang belum selesai di dunia ini!" ucap Hiro dengan tegas.


***


Di dunia Dragon World tempat tinggal Long Wang dan para naga lainnya.


"Hooo saudaraku?! Bagaimana bisa kamu kesini?" ucap Long Wang menyambut kedatangan Diablo.


"Aku kemari karena terkena hukuman tuan" ucap Diablo dengan sedih.


"Kamu kena hukum?" ucap Long Wang terkejut tidak menyangka nya karena dari semua bawahan Hiro, Diablo lah yang paling setia, menurut, patuh kepada Hiro.


"Nanti saja aku ceritakan, Raphael juga akan menyusul kesini... Dia sedang di beri tugas terlebih dahulu" ucap Diablo.


"Raphael juga?!"


"Benar, oh yah bagaimana kabar mu selama ini?" ucap Diablo.


"Aku baik-baik saja, semua ras ku sangat bahagia hidup di dunia ini... Apa tuan juga akan kesini? Sudah lama aku tidak bertemu dengannya" ucap Long Wang dengan tatapan penuh kerinduan.


"Tidak tahu, lagipula bukan kah seharusnya bawahan yang menghadap tuannya?" ucap Diablo.


"Bukannya tidak mau tetapi di dunia ini aku belum bisa menentukan siapa penerus diriku" ucap Long Wang.


"Bagaimana dengan kedua anak itu?" tanya Diablo.


"Kekuatan mereka memang bagus tetapi aku tidak melihat adanya kecocokan menjadi pemimpin dari mereka berdua" ucap Long Wang.


"Yah temui saja tuan sebentar setelah itu kamu bisa kembali lagi kesini, tidak akan memakan waktu lama" ucap Diablo.


"Hemmm baiklah aku akan pergi tetapi tunggu Raphael dulu, karena dengan keberadaan dirimu berdua dengan Raphael aku dapat pergi meninggalkan dunia ini dengan tenang" ucap Long Wang.


Diablo mengangguk setuju tidak masalah, lagipula ia ke dunia tersebut untuk menjalani hukuman yah walaupun hukuman nya itu agak aneh karena di perintahkan untuk tinggal disana saja.


'Kenapa tuan memberikan hukuman yang mudah seperti ini yah? Apa mungkin...'


'Kalau benar begitu maka hukuman ini sangatlah berat untukku' pikir Diablo.


Long Wang menatap aneh Diablo yang tiba-tiba murung tanpa sebab.


"Kau kenapa tiba-tiba saja wajah mu murung?" tanya Long Wang.


"Aku sedang memikirkan hukuman yang di berikan tuan ini sangat membuatku sedih"


"Kenapa? Bukankah hukuman yang tuan berikan kepada mu ini sangat ringan?" tanya Long Wang dengan bingung.


"Ringan bagaimana? Tuan meninggalkan ku agar aku tidak bisa mengikutinya dan berada di dekatnya, sedangkan saat ini juga tuan sedang bersiap-siap pergi ke dunia lain yang aku tidak ketahui keberadaan dunia tersebut" ucap Diablo.


"Ahh benar juga... Hukuman ini sangat berat untukmu" ucap Long Wang yang akhirnya mengerti mengapa Diablo murung.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...