
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dari 11 pemuda dan 1 perempuan pada tempat tersebut kini hanya tersisa 2 pemuda dan 1 perempuan yang ada di karenakan sisanya telah terbunuh oleh ayunan pedang Langit Suci, bahkan jalur tebasan nya menembus gunung besar di depan mereka.
"S-siapa k-kamu?!" Ucap pemuda itu terbata-bata ketakutan.
"Cihh mahkluk rendahan tidak perlu tahu siapa aku" Ucap Hiro dengan dingin.
"A-ayah ku, s-seorang p-penguasa wilayah… Jadi ku peringatkan kepadamu jangan macam-macam denganku" Ucap nya dengan sombong walaupun seluruh badannya bergetar ketakutan.
"Terus? aku harus bilang wow gitu? perlu kau tahu kalau aku tidak pernah bertanya ataupun peduli dengan status mu itu! sekali menjadi musuhku maka kematian yang akan menjadi temanmu!" Ucap Hiro dengan dingin.
Hiro mendekati pemuda tersebut yang sontak saja membuat pemuda itu mundur menjauh dari Hiro.
"J-jangan mendekat! berhenti kubilang jangan mendekati ku!" Ucapnya dengan panik.
Hiro mengabaikannya dan tetap terus mendekati nya, saat sudah di depannya Hiro membisikkan sesuatu kepada pemuda tersebut.
"Ingat ini baik-baik… walaupun kau anak seorang penguasa dunia ini tetap akan ku bunuh bahkan aku tidak peduli apakah diriku harus berperang dengan dunia ini atau tidak karena niat ku kesini adalah untuk memastikan bahwa dunia ini akan menjadi sekutuku atau musuhku!" Ucap Hiro dengan pelan.
Tanpa berlama-lama Hiro pun dengan cepat memotong leher pemuda tersebut yang seketika air mancur darah keluar dengan deras.
Hiro membersihkan pedangnya dan menyimpan kembali, ia pun pergi ke tempat pemuda dan perempuan tadi yang terdiam membeku melihat Hiro.
"Halo nona apakah kamu masih hidup?" Ucap Hiro sambil menggerakkan tangannya.
"A-ampuni aku, jangan bunuh kami" Ucap perempuan tersebut histeris ketakutan.
"Ahh tidak tenang saja aku tidak akan membunuh kalian… dan juga bukankah kita sudah sepakat sebelumnya?" Ucap Hiro.
Perempuan itu melihat ke arah Hiro dengan ragu-ragu.
Hiro hanya tersenyum manis menatap perempuan yang ketakutan tersebut.
"Anda yakin?" Ucap perempuan itu.
"Tentu karena aku hidup sendirian di dunia ini" Ucap Hiro dengan sedikit murung.
Perempuan itu pun akhirnya mencoba untuk percaya kepada Hiro.
Ia mengulurkan tangannya dan berkata, "Siapa namamu?" Tanya Jing Li nama perempuan tersebut.
"Panggil saja aku Hiro" Ucap nya sambil menjabat tangan Jing Li.
Jing Li mengangguk dan tersenyum ke arah Hiro, "Aku ucapkan sekali lagi terimakasih karena telah menyelamatkan kami".
"Tidak masalah bukankah kita teman sekarang?" Ucap Hiro tersenyum lembut.
"Iyah kita teman sekarang" Ucap Jing Li tersenyum senang.
"Baiklah ayo kita lihat keadaan kakakmu itu" Ucap Hiro kemudian mendekati pemuda yang sedari tadi terbaring lemah karena terluka.
Hiro melihat kondisi badannya terluka entah karena apa tetapi tidak terlalu parah namun pada saat melihat dantian pemuda itu ternyata telah terbagi dua.
'Baru kali ini aku lihat dantian terbagi dua seperti ini… bukankah dantian nya seharusnya hancur bukan terbelah seperti ini?' Ucap Hiro dalam pikirannya.
{Itu sebabkan karena teknik pedang tingkat tinggi yaitu pembelah dimensi yang dapat membelah apapun melalui celah dimensi walaupun teknik pedang tersebut tidak akan melukai tubuh atau fisik tetapi teknik tersebut di bentuk untuk menebas jiwa}
{Anak tersebut beruntung karena jiwa nya baik-baik saja tetapi tidak dengan dantiannya}
{Sistem merasakan bahwa sebelum dantian nya terbelah ia adalah seorang yang jenius dan kuat}
Mendengar penjelasan sistem akhirnya Hiro mengerti.
"Kalau begitu bisa kah di perbaiki lagi seperti semula?" Tanya Hiro.
{Mustahil}
Hiro terkejut mendengar nya karena baru kali ini sistem tidak bisa melakukan sesuatu yang mustahil.
{Tetapi sistem bisa mengganti nya dengan dantian baru bahkan mungkin dia akan menjadi lebih hebat dari sebelumnya}
Hiro mengangguk dan dengan segera menyuruh sistem untuk melakukannya.
Hiro berpura-pura seperti orang yang mengobati padahal dirinya hanya meletakkan tangannya seperti biasa karena sistem yang melakukannya bukan dirinya.
{Proses pemasangan dantian membutuhkan waktu 5 menit…}
Hiro hanya mengangguk.
"Tunggu sebentar aku akan mencoba menyembuhkan kakakmu" Ucap Hiro ke Jing Li.
"Benar tetapi dengan syarat setelah ia sembuh, aku ingin ia menjadi murid ku" Ucap Hiro dengan serius.
Jing Li mengangguk cepat menyetujui syarat Hiro, bahkan apapun syaratnya ia akan penuhi asalkan anggota keluarga satu-satunya yang ia miliki bisa kembali sembuh.
{Proses selesai… sistem meminta bayaran!}
Pemberitahuan sistem menandakan bahwa lima menit telah berlalu.
Tetapi Hiro terkejut dengan perkataan sistem yang menginginkan bayaran?.
"Apa yang kamu mau?" Tanya Hiro.
{Tidak ada}
"Terus aku harus membayarnya dengan apa?!" Ucap Hiro.
{Anda harus menjalankan misi}
{Misi membangun dan memerintah sebuah kota…}
{Syarat : 1.000.000 penduduk tinggal di kota yang anda bangun dan kuasai}
"Apa kau gila?! Akan sangat memakan waktu yang lama untuk membangun sebuah kota dengan 1 juta penduduk di dalamnya!" Ucap Hiro dengan kesal.
{Misi wajib tidak bisa di tolak!}
{Kalau anda memaksa menolak maka level anda akan di kurangi setengah karena hukuman menolak misi wajib!}
{Apakah anda akan menerimanya :Y/N?}
Sudut bibir Hiro berkedut mendengar perkataan sistem yang tidak masuk akal sama sekali.
"Baik-baik aku terima! Kau puas?!" Ucap Hiro dengan kesal.
{Misi di terima…}
{Batas waktu : 1 tahun}
"Gila kau sudah gila sistem!" Ucap Hiro meraung marah.
Hingga beberapa menit kemudian Hiro kembali tenang dan ia melihat pemuda yang terbaring seperti tertidur tetapi dalam keadaan tubuhnya menyerap energi alam yang ada di sekitarnya.
"Sepertinya kakak mu sudah baik-baik saja dan sekarang ia sedang tertidur jadi kita tunggu saja sampai ia bangun" Ucap Hiro.
"Benarkah? terimakasih banyak Hiro" Ucap Jing Li bahagia sampai meneteskan air matanya.
"Tidak apa-apa sudah kamu juga istirahat lah, aku tahu kamu pasti sangat kelelahan karena masalah hari ini" Ucap Hiro.
"Tapi…" Ia melihat ke arah kakaknya.
"Istirahat… kakak mu akan aku jaga dengan baik tidak perlu khawatir" Ucap Hiro tersenyum lembut.
"Baiklah" Ucap Jing Li kemudian menyenderkan tubuhnya di pohon yang ada di dekatnya dan memejamkan matanya tertidur pulas.
Hiro yang melupakan bahwa banyak di sekitarnya berantakan oleh daging-daging dan darah para pemuda yang ia bunuh.
Dengan menggunakan api nya ia membakar semua nya sampai menjadi abu.
"Entah dimana pun pasti ada masalah" Ucap Hiro menghela nafas panjang.
Ia pun duduk dengan tenang di tempat tersebut beserta makanan baru yang ia beli dari toko sistem.
'Satu tahun waktu ku untuk membuat sebuah kota di dunia yang belum aku kenal… Apa yang harus ku lakukan?' Pikir Hiro saat memikirkan misi yang tidak masuk akal dari sistem.
"Sistem tidak bisakah misinya selesai sampai aku menguasai sebuah kota saja tanpa harus membuat nya?" tanya Hiro.
{Bisa saja tuan tetapi jumlah penduduk yang berada di dalam kota tersebut harus dua kali lipat dari misi}
"Ahh benar kau sudah gila sekarang…" Ucap Hiro.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like nya dikit terus males ah. Tembus 100 napa susah banget sih 😕
See you next up 👋
^^^^~ASMODEUS~^^^^