
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
{Selamat tuan! anda mendapat…}
{Tidak jadi deh… Karena anda sudah memiliki semuanya, sistem bingung harus memberikan apa lagi untuk anda sebagai hadiah}
"Oy sialan! apa yang kamu maksud hah sistem?!" ucap Hiro kesal karena ia sudah sangat mengharapkan sesuatu yang berharga dari hadiah sistem.
{Yasudah sebagai gantinya, apa yang anda inginkan tuan? sistem akan mengabulkannya}
"Hemmm entahlah aku pun bingung" ucap Hiro.
{Bagaimana dengan ini tuan… Sistem bisa memberikan anda kesempatan untuk kembali ke bumi tetapi dalam batas waktu tertentu?}
"Ohhh?! boleh juga, tapi bukankah keberadaan ku di bumi sudah di blacklist? tidak mungkin kan bumi dapat menerimaku kembali" ucap Hiro.
{Itu bisa sistem atur tuan… Bagaimana apa anda tertarik?}
"Boleh tapi nanti saja" ucap Hiro.
Hiro kemudian tersadar kembali saat merasakan sebuah energi yang sangat luar biasa melesat cepat dari arah belakang pasukan.
"Maaf aku terlambat…" sebuah suara yang sangat berwibawa terdengar di atas kepala mereka.
Mereka semua pun mendongakkan kepalanya dan melihat sesosok pria dengan jubah full emas yang begitu indah.
"SELAMAT DATANG YANG MULIA KAISAR!!!" ucap para jendral berlutut memberi hormat.
Begitupun di susul oleh semua para prajurit dari depan sampai belakang.
"SELAMAT DATANG YANG MULIA!!!" teriak keras mereka semua.
Hiro pun dengan penuh terpaksa harus berlutut karena tidak ingin membuat kekacauan terlebih dahulu.
"Berdirilah…" ucap kaisar.
Mereka pun berdiri dengan tegak dan memasang wajah serius, ketegangan mereka rasakan saat melihat langsung sosok kaisar yang memimpin seluruh penjuru dunia ini.
"Maafkan kami karena telah meninggalkan anda Yang Mulia…" ucap jendral pertama.
"Tidak perlu meminta maaf, lagipula aku yang memberi perintah agar kalian pergi duluan" ucap kaisar dengan tenang.
"Terimakasih Yang Mulia…"
Para jendral yang sebelumnya berdiri gagah di depan para pasukan kini berbaris sejajar dengan pasukan dan mengikuti kaisar layaknya seorang anak yang mengikuti ayahnya.
Tetapi beberapa saat kemudian kaisar pun menghentikan langkah kakinya.
"Tunggu sebentar, kalian diam dulu disini… Para jendral mari ikut denganku" ucap kaisar.
Para jendral mengangguk dan mengikuti kaisar dari belakang.
Hiro pun hanya bisa berdiam diri bersama para prajurit karena ia membatasi pergerakan yang harus di lakukan.
"Kita tidak mengikuti mereka tuan?" bisik Tutu.
"Tidak perlu… Kaisar membawa seluruh pasukannya pun, wilayah tersebut tidak akan bisa di masuki sampai kapanpun" ucap Hiro.
"Benarkah tuan? kenapa anda bisa bilang begitu?" tanya Tutu.
"Entahlah…" ucap Hiro singkat.
Melihat Hiro yang masih tidak ingin memberitahukan nya pun membuat Tutu semakin penasaran, sebenarnya ada apa dengan tuannya itu? sejak mendengar adanya keberadaan wilayah misterius tersebut membuat Hiro semakin tertutup akan penjelasan. Tetapi Tutu tidak mempermasalahkannya, karena nanti pun Hiro pasti memberitahukan kepada nya.
DUARRRR… BRUKKK…
Keempat jendral tiba-tiba terbang dan jatuh ke arah para pasukan yang berdiam diri.
Para pasukan terkejut dan terheran-heran dengan kejadian tersebut, kenapa para jendral terpental?
"U-uhuk… Sial!"
"Apa sebenarnya itu? kenapa tidak bisa di tembus, bahkan setelah mendapatkan serangan kita sekalipun…"
"Benar-benar misterius…"
"Ughhh… Kita seperti menabrak dinding perlindungan mutlak yang mustahil di tembus" ucap para jendral terbaring lemah di tanah.
"Sepertinya ada suatu pelindung yang menjaga wilayah tersebut dan pelindung tersebut sangat kuat karena bisa-bisanya serangan kalian keempat jendral ku yang hebat di buat tidak berdaya" ucap kaisar menghampiri mereka dan mengobatinya hingga kembali pulih.
"Terimakasih Yang Mulia…" ucap para jendral.
Hiro yang melihatnya pun mengangguk puas karena dengan begitu para pasukan kekaisaran tidak dapat masuk begitu saja ke dalam dunia jiwa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...