
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari-hari di dunia kultivator kembali damai, tidak ada ancaman atau apapun yang dapat membahayakan seluruh penghuninya di karenakan Hiro telah selesai membuat gate penghubung antara semua dunia.
Kini dunia atas dapat pergi ke dunia bawah begitu pun sebaliknya, tidak hanya kedua dunia tersebut saja tetapi seluruh dunia yang ada di alam semesta telah terhubung secara sarana gate.
Dengan begitu apabila salah satu dunia tengah dalam keadaan terancam maka seluruh dunia akan turut serta membantu mengatasinya, dengan begitu pula keamanan alam semesta yang Hiro jaga dapat terjamin.
Hiro kini di kenal oleh seluruh orang sebagai 'The Lord'.
Penyebaran tentang pertempuran yang Hiro dan pasukannya lakukan masih saja menjadi berita yang sangat panas di seluruh penjuru dunia, mungkin saja mereka tidak ingin melupakan hal tersebut.
Sebagai tokoh utama dalam pembicaraan orang-orang, saat ini Hiro tengah melakukan aktifitasnya sebagai pasangan suami istri.
Sejak berduaan dengan Yue, kini Hiro dapat membagi waktunya bersama para wanitanya dengan adil. Tidak ada satupun wanitanya yang terlepas darinya walaupun sehari.
Beberapa wanita tentu saja cukup menghabiskan waktu 2 malam untuk memuaskan hasrat mereka semua termasuk Hiro.
Mengenai keturunan, untuk saat ini Hiro masih belum memikirkan nya karena menurutnya sekarang waktunya masih belum pas untuk menambah anggota keluarga baru.
Yah meskipun banyak sekali pihak yang mendesaknya agar segera cepat mendapatkan keturunan tetapi Hiro dapat menenangkan nya dengan alasan bahwa ia masih mencari tempat yang aman agar hidup damai bersama.
Setelah penyerangan di hari-hari yang telah berlalu membuat Hiro berpikir bahwa akan masih ada atau mungkin banyak lagi yang masih mempersiapkan rencana untuk menyerang alam semesta yang ia jaga, tentu saja apabila di perbolehkan memilih antara bertahan atau menyerang balik. Maka Hiro akan memilih pilihan ketiga, yaitu menjadi pihak penakluk dunia lain.
Tetapi satu hal kekurangan akan pilihan ketiga, yaitu tidak memiliki tempat perlindungan untuk keluarganya.
Dunia jiwa? tidak selamanya dunia jiwa dapat menampung mereka semua, yah walaupun mungkin bisa saja tetapi apa mereka dapat mampu melawan rasa bosan karena berdiam di dunia jiwa saja?.
Tetapi karena Hiro sudah memutuskan untuk menjadi penakluk dunia lain, maka mau tak mau keluarganya harus ikut bersamanya dengan cara tinggal di dunia jiwa.
Kini di mulai lah awal kisah, Hiro Sang Penakluk!.
***
{Selamat tuan! anda mendapatkan hadiah karena menyelesaikan misi tersembunyi}
{Membuka hadiah…}
{Selamat tuan! anda mendapatkan gelar The Guardian}
{Peringatan!!! seluruh alam semesta kini mengawasi pergerakan anda}
"Kaburkan semuanya sistem!" ucap Hiro.
{Baik tuan…}
{Selesai, kini yang mereka lihat hanyalah ilusi yang telah sistem buat}
"Kamu memang luar biasa, terimakasih" ucap Hiro tersenyum senang, hari demi hari kini sistemnya lebih bisa melakukan segalanya tidak seperti sebelum-sebelumnya.
Apapun yang Hiro katakan dan perintahkan maka sistem dapat melakukannya tanpa terkecuali.
Setelah berbincang-bincang singkat dengan sistem, Hiro pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari kelengketan yang menempel pada tubuhnya.
"Hahh… Mau sampai kapan mereka tidur? tapi sepertinya ini juga salahku karena bertempur habis-habisan selama 2 malam" ucap Hiro sambil tertawa kecil saat melihat semua wanitanya masih terbaring di tempat tidur.
Ia pun pergi ke luar duluan menemui keluarganya yang telah menunggu untuk sarapan bersama.
"Lagi-lagi kamu terlalu keras kepada mereka nak" ucap ibunya yang melihat Hiro datang sendirian.
"Haha" Hiro hanya tertawa mendengarnya.
"Ssstt… Nak, apa benar kamu melakukannya selama 2 malam?" tanya ayahnya bisik-bisik kepada Hiro.
"Ahh mungkin benar ayah" ucap Hiro.
"Haishhhh aku iri kepadamu nak, bagaimana caranya melakukannya selama itu? apa rahasianya, beritahukan ayah" ucapnya.
"Hmmm mungkin rahasianya memiliki banyak istri? karena dengan begitu mau tidak mau kita sebagai lelaki harus bisa memuaskan mereka jadi lama kelamaan pasti akan kuat tahan lama" ucap Hiro dengan polosnya membuat atmosfer di ruang makan menjadi mengerikan.
"Glek!"
Ayahnya Hiro menelan ludah secara berat saat melihat tatapan tajam dari arah istrinya kepada dirinya.
"Nak! lagi-lagi dirimu membuat aku terancam!" ucapnya pelan.
"Jangan bicara omong kosong lagi, cepat makan!" ucap ibunya Hiro dengan dingin.
Suasana makan bersama pun menjadi hening sampai setelah selesai.
Setelah itu Hiro memikirkan cara agar membuat ibunya tenang kembali.
"Pil apa yang bagus untuk wanita sistem?" ucap Hiro.
{Pil KB?}
"Matamu! jangan bercanda sistem" ucap Hiro.
{Pil kontrasepsi?}
"Sialan! sudah kubilang jangan bercanda!" ucap Hiro kesal mendengar jawaban asal-asalan dari sistem.
{Pil awet muda?}
"Apa kamu memiliki nya?"
{Ada tuan}
"Baguslah kalau begitu mana cepat berikan!" ucap Hiro dan secara tiba-tiba sebuah botol pil terdapat di dalam sakunya.
Hiro tersenyum dan melihat ke arah ayahnya, "Aku akan menenangkan ibu, ayah tenang saja" ucapnya kemudian berjalan ke dekat ibunya.
"Ibu, aku ada sesuatu yang mungkin saja ibu suka" ucap Hiro.
"Apa itu?" tanya ibunya penasaran.
Hiro mengeluarkan botol pil tersebut dan menunjukkannya kepada ibunya.
"Pil yang dapat membuat kita awet muda dan penambah stamina" ucap nya menjelaskan pil yang berada di dalam botol tersebut.
"Apa?! benarkah? kamu tidak bercanda kan nak?" tanya ibunya terkejut.
"Mana mungkin aku berbohong kepadamu ibu" ucap Hiro tersenyum.
"Kalau begitu cepat berikan kepada ibu" ucapnya kemudian langsung menyimpan botol pil tersebut dengan ekspresi bahagia.
Ayahnya memberikan dua jempol kepada Hiro sambil menghela nafas lega.
"Sekarang sudah aman ayah tetapi satu hal yang mungkin berbahaya…" ucap Hiro tersenyum canggung.
"Hmmm apa?" ucap ayahnya.
"Semoga malam ini ayah selamat" ucap Hiro kemudian pergi terburu-buru.
Melihat Hiro yang langsung pergi membuat ayahnya keheranan tidak mengerti.
Tetapi sesaat kemudian wajahnya pucat pasi dan tubuhnya bergetar.
"Jangan-jangan…"
"Nak kembalilah! bantu ayahmu!!!" ucap nya keras memanggil Hiro.
Namun Hiro mengabaikannya tidak menoleh kembali sama sekali.
'Semoga ayah kuat!' ucap Hiro dalam hatinya, ia pun tidak berani memberikan pil tersebut kepada istrinya karena takutkan akan mati karena di peras oleh mereka.
Hiro yang telah kembali ke ruangannya melihat para istrinya masih tertidur.
"Haishh bagaimana cara membangunkan mereka yah, apa tidak usah saja? ya sudah lah selagi mereka tidur lebih baik aku pergi jalan-jalan siapa tahu dapat wanita lagi?" ucap Hiro sambil tersenyum senang.
SWOSHHHH…
Aura hitam pekat memenuhi seluruh ruangan bahkan membuat Hiro bergetar.
Ia dengan kaku menoleh ke arah belakangnya dan melihat singa betina telah terbangun dari tidurnya dengan tatapan tajam layaknya predator buas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...