Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Hidup Santai Terlebih Dahulu


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di suatu restoran bernama rumah makan Arlotte penuh akan pengunjung, tetapi mereka semua hanyalah para jiwa orang-orang yang tidak dapat bereinkarnasi jadi hanya bisa hidup normal di dunia tersebut, itulah yang Hiro tahu dari salah satu prajurit penjaga yang sebelumnya ia tanya sekaligus memberinya sedikit 'tips' agar mau bercerita kepadanya.


'kalau membuat masalah dengan sosok arwah di dunia ini, berarti harus di serang dengan menggunakan apa?' pikir Hiro yang ingin mengantisipasi terlebih dahulu apabila ada suatu masalah nantinya.


{Energi Kematian namun kakak perlu mengeluarkan energi yang lebih banyak dari sosok yang akan kakak serang...}


{Dan pilihan yang menguntungkan kakak karena sudah pasti kakak menguasai nya yaitu adalah menggunakan energi kehidupan atau menyerangnya dengan elemen cahaya}


'hemmm begitu yah.. okelah bagus, karena dengan begitu akan sangat mudah mengatasinya' ucap Hiro.


Hiro duduk dengan tenang di ujung meja sambil mengamati sekitarnya dan mendengar apapun yang di bicarakan oleh orang-orang pengunjung restoran.


Walaupun sebagian pembicaraan mereka hanyalah hal yang tidak penting, tetapi ada beberapa juga orang yang berbicara mengenai kabar yang lumayan bermanfaat bagi Hiro.


"Katanya kekaisaran menutup diri dari dunia luar, entah mengapa akhir-akhir ini banyak sekali pergerakan yang aneh yang di lakukan Yang Mulia Dewa Yaamma"


"Benar, aku juga merasa aneh... Sebenarnya ada masalah apa?"


"Mungkin ini ada kaitannya dengan beberapa pasukan iblis yang di kirim pergi beberapa waktu sebelumnya oleh Kaisar, namun sampai saat ini mereka belum kembali jadi kemungkinan itulah penyebabnya.. ada sesuatu yang terjadi pada pasukan tersebut, aku yakin!"


Hiro yang mendengarnya tersenyum seringai hingga membuat merinding orang-orang yang berbicara sebelumnya.


Mereka menengok ke kanan dan ke kiri untuk mencari tahu alasan mengapa tiba-tiba mereka merinding, namun tidak ada yang aneh di sekitarnya jadi mereka melupakannya begitu saja.


Setelah itu mereka membicarakan hal yang tidak penting seperti, membahas malam-malam nikmat mereka masing-masing dan tertawa terbahak-bahak.


Hiro pun pergi keluar setelah membayar biaya makanan dan minumannya, ia pergi ke penginapan sebagai tempat tinggal sementara.


Di dalam kamar penginapan, Hiro memikirkan bagaimana reaksi keluarganya saat tahu bahwa dirinya tidak ada.


"Cihh, mengapa juga yah dulu aku terikat dengan wanita? Seharusnya aku menyelesaikan semua masalah kemudian barulah mencari wanita" ucap Hiro.


{Itu.. karena kakak sendiri yang lemah terhadap perempuan cantik}


{Sekali saja perempuan cantik terlihat menyukai dirimu, maka kakak pasti akan mengikatnya agar tidak terlepas dari genggaman kakak}


"Tapi wajar lah aku melakukan itu.. karena kehidupan ku sebelumnya sangat menyedihkan jangan kan memiliki wanita, di lihat saja sebagai seorang pria saja tidak pernah" ucap Hiro.


{Benarkah? Kakak membuat kerajaan Harem bukan karena nafsu semata?}


"E-ehem.. tentu saja tidak, kamu pasti salah paham" ucap Hiro kemudian menutup obrolan nya karena kalau di lanjutkan akan semakin melenceng.


Hiro pun tertidur dengan cepat dan sangat pulas, mungkin karena ia sudah sangat kelelahan.


***


Di kekaisaran Alam Kematian...


"T-tidak! Mana mungkin Raja Iblis Memphistopheles kalah begitu saja!" ucap sosok yang badannya tinggi besar dan memiliki aura kematian yang begitu pekat daripada sosok-sosok lainnya yang berada di dalam ruangan tersebut.


"T-tapi Baginda ... Para prajurit yang kita kirimkan tidak memberi kabar sama sekali, bahkan mata-mata kita yang berada di Benua Langit tidak merespon sama sekali saat di panggil"


"Tidak .. tidak.. bagaimana kalau ramalan itu benar terjadi?! Padahal selama ini aku selalu mengantisipasi agar ramalan itu tidak terjadi..!"


"Maaf Baginda kalau saya terlihat lancang... Tetapi ijinkan saya untuk berbicara" ucap salah satu sosok di antara mereka.


"Sepertinya ramalan itu tidak bisa di hentikan atau pun di rubah.."


"Bukannya saya menyerah atas semuanya namun peramal yang membuat ramalan itu.. anda sendiri tahu kan bukan orang sembarangan"


"Jadi maksudmu, aku harus menerimanya begitu saja?"


"Dasar bodoh! Siapa yang dapat menerima ancaman kematian dirinya dan pasrah begitu saja?!" ucap sosok tersebut sedikit kesal dengan perkataan bawahannya itu.


"Maafkan saya baginda.." ucapnya menundukkan kepalanya.


"Cihh sudahlah! Kalian tidak membantu sama sekali, aku mengadakan rapat ini untuk membahas bagaimana rencana kedepannya agar ramalan itu tidak terjadi, bukan untuk membujukku agar menerima nya begitu saja!"


"Baik, maafkan kami Baginda!" ucap mereka semua secara serentak.


Kemudian ruangan tersebut menjadi hening, tidak ada satupun yang berani memulai pembicaraan sebelum sosok yang di panggil mereka 'baginda' itu berbicara terlebih dahulu.


***


"Hoaammm~ ahh segar sekali rasanya... "


"Sepertinya aku sangat kelelahan sekali sampai-sampai tidur ku sangat lelap" ucap Hiro yang telah bangun dan melihat bahwa ia bangun pada siang hari yang berarti tidurnya cukup lama.


Ia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, lalu keluar dari penginapan kemudian pergi ke restoran untuk mencari makan dan mengumpulkan informasi kembali.


Ia berencana untuk hidup seperti itu selama beberapa hari agar dapat merencanakan pergerakannya hingga matang dan berjalan lancar. Ia tidak ingin terlalu bergerak tergesa-gesa karena hal tersebut bukanlah sesuatu yang baik.


'Hemmm mengapa restoran hari ini sedikit sepi? Padahal kemarin ramai sekali' pikir Hiro saat melihat kondisi di sekelilingnya hanya ada beberapa orang saja.


"Anda mau memesan apa tuan?" ucap pelayan yang baru saja datang ke meja Hiro dan menyodorkan menu makanan.


"Hemmm aku mau satu cacing besar alaska dan 2 botol anggur lava" ucap Hiro.


"Baik tuan, mohon tunggu sebentar..." ucap pelayan itu dengan ramah kemudian membalikkan badannya pergi untuk menyiapkan pesanan Hiro.


"Pelayan, tunggu sebentar..." ucap Hiro memanggilnya kembali.


"Ada apa tuan? Apa ada menu tambahan lainnya?" tanya pelayan tersebut.


"Tidak bukan masalah menu makanan tetapi aku ingin bertanya mengapa hari ini rasanya sepi sekali?" tanya Hiro dengan penasaran.


"Ahh.. anda pasti pengunjung baru kota Arlotte kan tuan?" ucap pelayan tersebut tersenyum ramah kepada Hiro.


"Benar, aku baru datang kemarin" ucap Hiro yang sedikit terkejut karena ternyata pelayan tersebut memiliki penilaian yang cukup tajam.


"Pantas saja kalau begitu.. baik saya akan memberitahukan nya, sebenarnya...."


Setelah beberapa saat Hiro akhirnya mendapat kembali informasi penting dan cukup berguna untuk menjalankan rencananya, ia tidak menyangkanya bahwa semuanya akan berjalan dengan sangat lancar.


***


Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...