
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Peperangan terus berlanjut hingga berhari-hari, tetapi masih sulit untuk melihat siapa yang akan menjadi pemenangnya.
Pasukan gabungan para Dewa telah banyak yang gugur, begitupun dengan pasukan iblis. Tidak ada yang bisa memastikan akan bagaimana perang tersebut berakhir, karena yang ada di pikiran masing-masing adalah untuk segera mengakhiri perang tersebut.
Dewa Matahari pun sudah hampir kelelahan tetapi karena Dewi Bulan terus menerus memberi heal, Dewa Matahari pun bisa tanpa henti bertarung mengurangi jumlah pasukan iblis.
Long Wang, Diablo dan Raphael pun tidak kalah jauh dari Dewa Matahari, mereka telah berpartisipasi banyak dalam perang.
Kemudian mereka pun menahan pergerakan para bawahan Memphistopheles.
Karena Zaldabaoth telah tiada, Palaq dan yang lainnya pun kewalahan menghadapi Diablo, Long Wang dan Raphael.
Mereka tidak dapat berubah kembali menjadi Hydra karena kekurangan slot kepala yang terpenting yaitu Zaldabaoth.
Diablo dan yang lainnya tanpa henti terus menyerang mereka, karena dengan begitu nantinya mereka dapat mengurangi beban tuan mereka saat datang ke area perang.
Tidak ada yang tahu kapan kedatangannya tetapi mereka yakin dan percaya 100% bahwa tuan mereka pasti akan datang untuk menyelesaikan semua ini.
"Sialan! Kalian semua benar-benar menyebalkan, tunggu saja nanti saat tuan kami bergerak disitulah nyawa kalian terancam!" ucap Palaq dengan penuh amarah.
"Tuan kalian tidak akan bergerak sebelum tuan kami datang" ucap Long Wang.
"Dan perlu kalian camkan bahwa kejadian di masa lalu tidak akan pernah terulang kembali" ucap Raphael.
"Kalian akan hidup sengsara di alam neraka!" ucap Diablo.
"Jangan congkak kalian brengsek!" ucap Peldana sangat marah, ia benar-benar tidak tahan lagi untuk terus dalam posisi bertahan dan ia memutuskan untuk menyerang.
"Jangan gegabah Pel!" teriak Palaq namun di abaikan nya.
Peldana maju menyerang Raphael dan memisahkannya dari mereka berdua.
Ia percaya bahwa 1v1 dengannya pasti akan di menangkan oleh dirinya.
Namun perlu satu hal yang di ketahui oleh Peldana bahwa Raphael tidak semudah itu untuk di kalahkan.
Kini tersisa Diablo dan Long Wang berdua melawan Palaq, Kazarim dan Kalam.
***
Hiro membuka matanya dan menatap tajam ke arah sekitarnya, kemudian ia menyebarkan auranya untuk mendeteksi sekitarnya yang ternyata tidak ada satu orang pun berada di Sekte.
"Hemmm sepertinya benar bahwa peperangan telah di mulai" ucap Hiro.
"Hufttt..."
Hiro pun bangun dari tempat tidur dan merenggang kan ototnya yang kaku karena entah sudah berapa lama berbaring di tempat tidur.
"Takdir... Ramalan... Semuanya memang sudah seharusnya berjalan semestinya, kedua hal tersebut bagaikan sebuah bayangan yang mengikuti cahaya" ucap Hiro.
{Selamat datang kembali tuan...}
"Oh sistem... Ahh tidak maksud ku Li Yeu, sudahlah tidak perlu terlalu formal begitu" ucap Hiro sambil tersenyum kecil.
{Hhe baiklah kakak... Apa kamu ingin tahu sudah berapa lama tidak sadarkan diri?}
"Hemmm boleh, berapa lama memangnya?" tanya Hiro.
{Kurang lebih setengah tahun...}
"Hemm cukup lama juga tetapi tidak terlalu lama seperti saat itu" ucap Hiro yang tidak terlalu terkejut.
{Karena saat itu awal mula terpicu nya segel ingatan kakak... Tetapi apa yang baru saja terjadi pada kakak adalah pemulihan ingatan dan kekuatan, jadi lebih cepat}
"Hemmm baiklah aku paham... Sekarang bagaimana situasi nya?" tanya Hiro langsung berubah menjadi serius.
{Sedikit gawat sih kak, tetapi selama kakak sampai dengan cepat maka semuanya dapat di atasi}
"Yasudah cepat kalau begitu... Ehh tapi tunggu dulu" ucap Hiro kemudian memejamkan matanya sesaat dan setelah selesai ia tersenyum senang.
{Hahhh untuk kali ini aku benar-benar kasihan kepada para iblis itu, tetapi tidak untuk raja iblisnya karena mereka pantas mendapatkan nya}
"Hehe tidak perlu khawatir ini akan menjadi sangat mudah..." ucap Hiro.
SWOSHHH...
Hiro pun menghilang dari tempatnya meninggalkan Sekte dalam keadaan kosong tidak ada penghuni nya sama sekali.
***
Di tempat Raphael berada dirinya sedang beradu kekuatan dengan salah satu bawahan kepercayaan Raja Iblis Memphistopheles, yaitu Peldana.
BOOM...
"Cihh, aku masih menahan diri karena kau juga sama kan? Keluarkan lah seluruh kekuatan yang kau miliki!" ucap Peldana.
Mereka berdua pun mulai menyerang satu sama lain, Raphael terbang ke atas langit dan menukik tajam ke bawah sambil merenggangkan tangannya.
"Skill : God's Palm!"
Sebuah bayangan tangan besar turun menimpa Peldana dan membuatnya tertekan hingga membuat tubuhnya tertanam di bawah tanah.
"Arghhh-....!"
Saat sedetik kemudian Raphael akan menyentuh tanah, ia pun mengepakkan sayapnya dan terbang perlahan-lahan agar tidak menabrak tanah dengan sangat keras.
Ia menatap ke dalam lubang yang terbentuk atas tubuhnya Peldana yang menembus hingga puluhan meter ke dalam tanah.
SWOSHHH...
BUGHHH...
Peldana pun melesat dengan sangat cepat ke atas dan memukul Raphael hingga terhempas ke atas langit dengan sangat tinggi.
SREWTTTT...
Raphael pun berhenti dan meludahkan seteguk darah yang keluar akibat luka sobek di dalam mulutnya.
BZZRTTTT...
Raphael kemudian mengeluarkan pedangnya yang di baluti oleh listrik tegangan tinggi.
SWOSHHH...
BZZRTTTT...
Raphael mengayunkan pedangnya dan membuat siluet lesatan diagonal yang terbuat dari listrik melesat cepat mengenai Peldana.
BOOM...
Raphael pun turun ke tanah dan melihat Peldana dalam keadaan terlilit oleh listriknya.
Peldana meronta-ronta dengan sangat brutal berusaha melepaskan dirinya dari sengatan listrik tersebut.
Tetapi Raphael tidak mungkin membiarkannya lepas begitu saja, ia pun kembali mengayunkan pedangnya 2 kali horizontal dan sekali vertikal ke Peldana tidak memberinya kesempatan untuk menghela nafas.
"Arghhh-...!!" teriak Peldana menjerit kesakitan.
Ia pun menyarungkan kembali pedangnya dan saat ini akan menyerangnya dengan ledakan yang terbuat dari energi Mana.
Saat Raphael akan mengeluarkan aura nya, ia tiba-tiba merasakan sebuah ledakan energi yang sangat tidak asing dari jaraknya yang sangat jauh.
Energi tersebut membuat bulu kuduk nya berdiri dan ingin rasanya berlutut memberi hormat kepada sosok yang mengeluarkan aura tersebut.
Raphael tersenyum senang dengan sangat lebar dan segera pergi meninggalkan Peldana yang terikat.
"Oi sialan! Mau kemana kau lepaskan aku dulu!" teriak Peldana.
"Tuan ku sudah datang, sangat buruk kalau tuan ku tiba tetapi aku tidak ada di tempat" ucap Raphael dan langsung pergi dengan cepat tanpa membalikkan badan lagi.
Peldana pun tertegun sekejap, tetapi setelah itu sadar dan ia pun segera pergi setelah berhasil melepaskan diri dan dengan sangat cepat menyusul Raphael ke tempat area perang.
Saat sampai di area peperangan Raphael terpaku di tempatnya karena pada saat melihat pemandangan di depannya tersebut. Ia tidak dapat memalingkan pandangannya karena suatu hal, yaitu dimana di tempat tersebut ada sosok Hiro yang sedang duduk di atas mayat-mayat para raja iblis kecuali Memphistopheles yang sedang bertekuk lutut di depan Hiro dengan sekujur tubuhnya penuh luka dan ia pun menatap tajam ke arahnya Hiro. Bola matanya memerah nyala di penuhi oleh rasa dendam.
Sesuatu terucap dari mulut Hiro namun Raphael tidak mengerti apa yang di ucapkan nya itu. Ia menatap lekat mulut Hiro yang bergerak dan terucap lah satu kata ambigu.
"Ber?"
"Akhir?"
"Berakhir?!" ucap Raphael.
Wajahnya tiba-tiba panik, ia dengan cepat turun dan mencoba untuk menghentikan Hiro.
Tetapi sayang sekali ia terlambat, muncul cahaya putih yang sangat menyilaukan mata menerangi seluruh penjuru dunia.
SWOSHH...
***
Kalau like nya tembus 100 dalam sehari dan komen nya minimal 20, author janji akan crazy up seminggu full !!!
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...