
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gelap dan pengap sungguh suatu gambaran yang sangat mengerikan sekali untuk sebuah ruang harta karun. Hiro tahu bahwa yang menunggunya bukanlah harta saja tetapi suatu mahkluk marabahaya juga menunggu nya.
Tetapi mungkin karena pengaruh dari statusnya yang setengah Sang Absolute, membuat Hiro tidak takut sedikitpun. Ia berjalan dengan tenang sambil mengitari pandangannya ke seluruh penjuru ruangan.
"Siapa kau?" tanya Hiro sambil memandang ke suatu arah dalam ruangan tersebut.
"Aku? hanya seorang utusan 'beliau' saja, aku disini untukmu" jawabnya.
"Menunggu ku?" ucap Hiro.
"Benar… Beliau menyuruh ku untuk mengetes dirimu apakah layak ****" ucapnya dengan tidak jelas.
Hiro bingung karena kenapa bagian akhirnya tidak terdengar, ahh bukan tidak terdengar tapi tidak jelas.
'Entah itu sistem atau dia, kenapa selalu tidak terdengar jelas pada bagian pentingnya' pikir Hiro.
"Baiklah, apa yang ingin kau lakukan? apa yang harus kulakukan?" tanya Hiro.
"Mudah saja… Kalahkan aku!" ucapnya kemudian melesat cepat ke arah Hiro.
Trang… DUAKKK… BOMMMM
"Hooo lumayan juga…" ucap sosok tersebut terpental jauh setelah beradu kekuatan dengan Hiro.
"Tidak, kau saja yang terlalu lemah" ucap Hiro dengan sinis.
Sosok tersebut menggertakan giginya karena merasa hina di remehkan oleh Hiro.
"Jangan senang dulu sialan! aku baru saja akan serius!" teriaknya dengan murka.
"Baiklah cepat jangan banyak bicara, akan aku habisi kau dalam 3 jam" ucap Hiro.
"Hahaha 3 jam? begitu lemah sekali kau" ucap sosok tersebut tertawa mengejek.
Hiro hanya tersenyum kecil dan mulai mengeluarkan kedua pedang kesayangannya itu.
"Baiklah bagaimana kalau kita bermain, rekan-rekan ku" ucap Hiro kemudian melesat cepat dengan kedua pedang di tangannya.
TRANG…TRING… SWOSHHHH…
Muncul percikan api dan suara nyaring akibat pertemuan besi dengan besi dari kedua senjata mereka.
"Senjata mu itu tidak dapat mengalahkan rekan-rekan ku ini" ucap Hiro dengan sombong.
"Hahh senjata rendahan mu tidak selevel dengan senjata ku" ucap sosok tersebut mengejek balik Hiro.
"Ouh benarkah? bagaimana kalau kita buktikan saja?" ucap Hiro.
BOMMMM…
Sosok tersebut mengeluarkan aura merah yang pekat dan kuat, membuat seluruh ruangan di selimuti warna merah.
"Hemmm beradu aura? bukankah kita akan beradu pedang?" ucap Hiro.
"Hahaha bodoh! mana mungkin dalam pertarungan kita tidak mengeluarkan semua hal yang menyebabkan meningkatnya keuntungan kemenangan?" ucap sosok tersebut tertawa keras.
Hiro tersenyum sinis, "Baiklah keluarkan semua kekuatan kan? akan aku layani semua permainan mu" ucap Hiro.
DUARRRR… ZRTTTTT…
"Hoo menarik hahahaha… Pantas saja 'beliau' sangat memperhatikan mu!" ucap sosok tersebut.
'Dari tadi si sialan ini menyebut beliau? siapa beliau itu?' pikir Hiro.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu?" ucap Hiro.
"Tidak, aku tidak akan memberitahu mu siapa beliau yang ku maksud" ucap sosok tersebut.
"Hahaha sudah kuduga, tidak masalah lagipula nanti juga aku yakin pasti akan bertemu" ucap Hiro.
"Bagaimana kalau kita mulai sekarang?" ucap sosok itu.
"Majulah" ucap Hiro.
SWOSHHHH… TRANG… DUARRRR… BOMMMM…
BUAKKKHHH…
"Ohok~… Lumayan tapi belum cukup untuk membunuh ku!" ucap sosok tersebut yang terpukul telak di bagian dadanya.
"Bersyukurlah karena aku cuma memukul bukan menusuk dengan pedang" ucap Hiro sambil tersenyum ringan.
Aura pembawaannya sangatlah berwibawa, hingga hampir membuat sosok tersebut terlena dan menundukkan kepalanya.
'Bawahan nya saja sudah sekuat ini, bagaimana dengan sosok beliau yang dia bicarakan yah?' ucap Hiro dalam pikirannya.
{Sistem berhasil mencegahnya… Tetapi lain kali berhati-hati jangan sampai lengah!}
'Hoo untunglah terimakasih sistem!' ucap Hiro.
Walaupun sistem tidak ikut campur ataupun membantu langsung tetapi hanya dengan melindunginya saja sudah cukup membuat Hiro tenang.
Sosok misterius itu terdiam sejenak entah apa yang di pikirkan nya tetapi sepertinya Hiro dapat menebak kenapa sosok itu terdiam.
"Sudahlah kita akhiri sekarang saja, karena sepertinya tempat ini tidak mampu bertahan lebih lama lagi" ucap Hiro.
"Skil Creation : Lightning Booster!"
ZZZZZRRREEETTTTT…
Sebuah petir hitam dengan kilauan emas muncul dari tangan Hiro.
"Semoga kau dapat bertahan, tapi sepertinya mustahil. Sampai jumpa!" ucap Hiro tersenyum tenang.
SWOSHHHH… BOOMMMM… DUAARRRR…
"ARGGHHH---…"
BRUK!
Sosok tersebut mati seketika saat terkena serangan Hiro kini hanya tersisa tubuh yang gosong terbaring di lantai.
"Hah…hah…hah… Sial! pengaruh dunia ini sangat menyebalkan, padahal biasanya aku tidak akan kelelahan walaupun mengeluarkan banyak skil tingkat tinggi berapa kali pun itu. Tetapi kini di dunia ini mengeluarkan sekali skil tingkat tinggi saja sudah melelahkan seperti ini" ucap Hiro.
{Selamat tuan! anda telah menyelesaikan misi tersembunyi…}
{Selamat tuan! anda mendapatkan sepotong peta khusus menuju kursi singgasana Sang Absolute!}
Hiro tidak memperdulikannya, karena kini ia hanya bisa terbaring lemah kehabisan stamina.
"T-tutu, masuklah kemari sekarang sudah aman" ucap Hiro menggunakan telepati nya.
Tutu yang di luar sedang menunggu tiba-tiba mendapat kan pesan dari Hiro langsung masuk terburu-buru dengan panik, karena terdengar dari suaranya bahwa Hiro sedang lemah saat ini.
"Tuan!… tuan! anda tidak apa-apa?!" ucap Tutu khawatir, bahkan Toto pun menjilati wajahnya Hiro hingga basah karena begitu khawatir saat melihat kondisi Hiro.
"Hah…hah… aku tidak apa-apa, hanya kelelahan" ucap Hiro pelan.
"Ini tuan minum dulu…" ucap Tutu sambil memberikan sebotol potion.
Hiro pun meminumnya sampai habis, setengah tenaganya kembali penuh.
"Hahhh… Terimakasih" ucap Hiro.
"Sama-sama tuan… Tapi bagaimana dengan musuhnya?" tanya Tutu.
"Tuh lihat, sudah jadi daging panggang" ucap Hiro tersenyum kecil.
Tutu yang melihatnya pun terkejut tidak main-main karena pemandangan tersebut sangat mengerikan.
"Anda sangat menakutkan tuan…" ucap Tutu pelan.
"Hahaha tapi seberapa menakutkan nya aku tetap saja kelelahan begini" ucap Hiro.
"Kalau kelelahan wajar tuan…" ucap Tutu.
"Roo?" ucap Toto dengan lucu memanggil Hiro.
"Ada apa Toto?" tanya Hiro.
"Ro…ro…ro…!" ucap Tutu menunjuk-nunjuk ke suatu tempat.
Hiro pun melihatnya dan tempat yang di tunjuk Toto adalah sebuah kursi kayu biasa.
"Kursi itu?" ucap Hiro.
"Ro…ro…ro!" ucap Toto.
Hiro menatap Tutu untuk menerjemahkan apa yang di katakan oleh Toto, tetapi Tutu juga tidak mengerti apa yang di katakan oleh Toto.
Toto yang kesal karena di abaikan langsung terbang ke kursi kayu tersebut dan menunjuk ke belakang kursi itu.
"Sepertinya ada sesuatu di balik kursi kayu itu tuan" ucap Tutu.
"Iyah sepertinya itu yang di maksud oleh Toto" ucap Hiro kemudian mencoba berdiri perlahan-lahan sambil di bantu oleh Tutu.
Mereka pun melihat apa yang ada di balik kursi tersebut. Begitu terkejutnya mereka saat melihat…
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...