Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Di Markas Organisasi BLACKLIST


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Lima tubuh mayat itu langsung di bakar Toru menjadi abu dan Hiro kembali memimpin jalan perjalanan mereka semua, hingga hampir tiba di tujuan Hiro tidak lagi mengalami kendala apapun setelah para muridnya mengeluarkan aura yang besar agar menakuti monster ataupun perampok/bandit gunung.


'Benarkah itu markas nya sistem?' ucap Hiro dalam hatinya.


{Benar tuan}


'Tapi…' ucap Hiro ragu-ragu karena melihat di depannya hanya ada pasar yang menjual alat-alat penyihir tidak mencurigakan sama sekali.


{Kamuflase, itulah yang mereka lakukan tuan tetapi ada suatu kata kunci dimana hanya orang-orang tertentu yang dapat tahu apa artinya}


'Hemmm baiklah aku percaya padamu sistem' ucap Hiro berjalan menuju pasar tersebut.


"Emmmm guru, bukankah ini sangat aneh?" tanya Ryu.


"Aneh?" ucap Hiro.


"Iyah guru bahkan aneh sekali karena siapa yang akan tahu atau kemari untuk ke pasar ini? sedangkan tempat ini adalah hutan-hutan belantara dan juga gunung terlarang" ucap Ryu.


Barulah saat itu Hiro sadar bahwa untuk orang-orang di dunia ini memanglah aneh tetapi tidak untuknya karena Hiro masih belum cukup informasi tentang apapun dunia ini.


"Eummm memang benar tapi aku ada seorang kenalan di pasar itu, jadi kita kemari untuk menemuinya" ucap Hiro.


"Ahh baiklah kalau anda sudah berkata begitu guru" ucap Ryu.


Hiro menyusuri pasar tersebut hingga menjadi pusat perhatian semua orang.


Pandangan orang-orang bagaikan penuh arti sesamanya, hingga para pembelinya pun memberikan jalan untuk Hiro dan murid-muridnya.


Hiro hanya memasang wajah dingin dan acuh tak acuh, para muridnya pun hanya mengikuti langkah Hiro tidak melirik apapun sama sekali walaupun banyak barang-barang yang cukup menarik untuk di perhatikan lebih jelas.


Hiro mendatangi salah satu stand yang berada posisi ke 2 ujung pasar.


"Katakan kepada Tutu bahwa ada seseorang yang mencarinya bersama ketiga muridnya" ucap Hiro kepada penjual tersebut.


Penjual itu terkejut tidak percaya dengan apa yang Hiro katakan tetapi saat melihat senyum percaya dirinya membuat ia harus berhati-hati karena di takutkan bahwa apa yang Hiro katakan serius.


"Baik tunggu sebentar tuan" ucapnya keluar lewat pintu belakang stand.


Hiro menunggu dengan tenang sambil menikmati makanan yang tersedia di stand tersebut.


"Apa yang akan anda lakukan guru?" tanya Lalita.


"Nanti juga kalian tahu" ucap Hiro tersenyum tenang.


Sebenarnya para muridnya merasa tidak nyaman pada saat di tatap oleh para penjual disana.


Tidak lama kemudian sekitar 5 menit penjual yang tadi pergi, kini telah kembali bersama sosok yang memakai jubah tertutup.


Hiro tersenyum melihat hal tersebut dan berdiri untuk menyapanya, tetapi sebelum Hiro bergerak sosok berjubah tersebut tiba-tiba bergerak cepat langsung berlutut di depan Hiro di saksikan banyak orang.


Hiro sendiri terkejut mendapati perlakuan sosok itu, karena perkiraannya bahwa Tutu akan bersikap layaknya tidak mengenal Hiro tetapi perkiraan nya salah.


Orang-orang di sekitar itu seketika langsung heboh dan membelalakkan matanya tidak percaya dengan apa yang mereka lihat saat ini, sosok yang sedang berlutut memberi hormat itu adalah pemimpin mereka atau tuan mereka sendiri yang terkenal kehebatannya dan juga kekejaman nya, tetapi saat ini sosok tersebut sangat berbeda dengan pemimpin yang mereka kenal.


"Sedang apa kamu? berdiri cepat!" ucap Hiro dengan tegas.


"Baik tuan" ucapnya dengan hormat, walaupun berdiri sekalipun Tutu tetap menundukkan kepalanya tidak berani menatap langsung Hiro.


"Kita bicara di dalam" ucap Hiro.


"Silahkan tuan" ucap Tutu kemudian membiarkan Hiro jalan terlebih dahulu.


Di ikuti dengan para muridnya, saat Hiro telah masuk ke dalam pintu rahasia Tutu melirik kepada orang-orang disana.


"Hormati dan perlakukan dia seperti kalian memperlakukan diriku kalau tidak!" ucap Tutu dengan dingin dan matanya menatap tajam mereka semua.


Sungguh sangat berbeda dengan sikap sebelumnya waktu masih ada Hiro.


"Baik pemimpin!" ucap mereka serentak sambil membungkukkan badannya.


Tutu mengangguk puas dan segera pergi menyusul Hiro.


Di dalam suatu ruangan hanya terdapat Hiro, Tutu dan murid-muridnya.


"Bagaimana perintah ku yang sebelumnya?" tanya Hiro tanpa basa-basi.


"Seperti yang anda lihat tuan, saat ini organisasi telah aku berhentikan sementara sampai ada perintah lanjutan" ucap Tutu.


"Eummmm bagaimana kalau masih ada anak buah mu yang ngeyel?" tanya Hiro.


"Itu sudah di luar tanggungjawab saya dan organisasi ini tuan, silahkan anda lakukan apapun terhadapnya karena kami akan angkat tangan tidak akan ikut campur dengan apapun yang anda lakukan" ucap Tutu serius.


Hiro tersenyum puas dengan jawaban Tutu tersebut karena menurutnya pilihan Tutu sangatlah bijak, memikirkan nyawa lainnya dan membuang kotoran yang tidak berguna.


"Bagus, aku suka sekali jawaban mu itu" ucap Hiro tersenyum senang.


"Terimakasih tuan" ucap Tutu pun senang.


"Baiklah untuk saat ini aku akan tinggal disini karena biaya penginapan beserta makan sehari-hari terlalu mahal untukku" ucap Hiro.


"Akan saya siapkan segala kebutuhan anda tuan, silahkan terserah anda mau tinggal sampai kapanpun karena BLACKLIST akan melayani anda" ucap Tutu dengan serius dan bahagia karena Hiro akan tinggal di kediamannya.


Ryu, Toru dan Lalita syok berat ketikan mendengar nama BLACKLIST dari pembicaraan mereka berdua.


Kalau begitu saat ini mereka tengah berada di tempat tinggalnya para penyihir hitam atau sebuah kelompok terkenal kejam dan sadis yaitu BLACKLIST? lelucon tidak masuk akal apa ini.


"G-guru?" ucap Ryu terbata-bata.


"Hemmm oh yah, murid-murid ku dia adalah bawahan ku Tutu pemimpin kelompok BLACKLIST dan Tutu tolong perlakukan murid-murid ku dengan baik" ucap Hiro memperkenalkan mereka.


Tutu tersenyum dan berkata, "Anda tidak perlu khawatir tuan, saya akan menjamin kenyamanan mereka" ucapnya.


Ryu, Toru dan Lalita tidak dapat berkata-kata. Mereka terdiam membisu dengan tatapan mata kosong karena terkejut dengan apa yang mereka dengar dari penjelasan Hiro.


Beberapa menit Hiro berbincang-bincang dengan Tutu, setelah selesai membicarakan apa yang harus di bicarakan, Hiro di tuntun oleh anak buahnya Tutu menuju tempat peristirahatan mereka.


'Benar-benar tempatnya penyihir hitam, karena aura disini berwarna hitam yang sangat kental sekali dan juga aura kebencian, marah dan dendam sangat mendominasi' ucap Hiro dalam hatinya.


{Seraplah tuan, karena energi ini akan sangat berguna untuk anda di masa depan}


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


LIKE NYA DONG CINTA, MASA SEDIKIT TERUS? TEMBUSIN 100 DONG 🗿


SUSAH KALI MEMBERI LIKE JUGA, AUTHOR TIDAK MEMINTA HADIAH ATAUPUN VOTE TAPI HANYA LIKE DAN KOMEN SAJA 🙏