Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Siapa Beliau?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hiro sedang berbicara bersama salah satu wanita di dalam ruangan.


"Maafkan aku… Tapi kalau kamu ikut denganku bagaimana dengan adik mu Zion dan penginapan ini?"


"Hemmmm… Kamu akan kembali kesini kan?"


"Pasti! aku pasti akan kembali lagi kesini untuk menjemput mu dan Zion" ucap Hiro dengan tegas.


"Berapa lama waktu yang ku butuhkan untuk menunggu kedatangan dirimu?"


"Kurang lebih 1 tahun dan bisa saja lebih… Tapi percayalah dan yakin aku pasti akan kembali" ucap Hiro.


"Kalau kamu tidak kembali?"


Hiro terdiam beberapa saat, "Itu berarti aku telah tiada" ucapnya dengan pelan.


"Hahh… Apa maksud mu berbicara seperti itu? apa kamu akan membuat aku menjadi janda hah?! kamu boleh pergi tapi ingatlah harus kembali kemari tidak boleh lupa!"


"Hahaha baiklah-baik, aku hanya bercanda… Yakinlah aku pasti akan datang lagi untuk menjemput dan membuat mu tidak akan pernah menyesal karena telah menjadi salah satu wanitaku" ucap Hiro.


SWOSHHHH…


Aura dingin tiba-tiba memenuhi seluruh ruangan dan terasa menusuk Hiro.


"Apa?! coba ulangi apa katamu tadi?" sebuah suara dingin terdengar menakutkan di telinga Hiro.


Hiro pun bergetar dengan wajah pucat, "A-aaapa kamu belum tahu?" ucapnya.


"Tahu apa?!"


"Ohh dengarkan? Zion memanggilku, jadi selamat tinggal…" ucap Hiro langsung pergi keluar dari kamar dingin tersebut.


"Hey?! berhenti dan kembali kesini, jelaskan kepadaku apa maksudnya dari ucapan mu tadi!" ucap Cecilia yang terlihat sangat marah.


"Maafkan aku…" ucap Hiro sambil berlari pergi menjauh.


Setelah itu Hiro menemui Tutu dan Zion di lantai bawah dengan nafas terengah-engah.


"Hah, tuan? ada apa denganmu?"


"Kakak ipar? apa yang terjadi padamu sampai terlihat kelelahan begitu?" tanya Tutu dan Zion.


"Ahh… Tidak, apa sarapannya telah siap?" ucap Hiro mengalihkan pembicaraan.


"Sarapan? sudah, silahkan anda pasti sangat lapar karena tidak keluar kamar selama 2 hari ini…" ucap Zion.


"Baiklah aku makan dulu yah… Tutu setelah aku makan, kita harus bicara berdua" ucap Hiro kemudian pergi ke meja makan yang telah tersedia banyak sekali makanan.


"Baik tuan…" ucap Tutu.


***


"Hemm benar… Tapi ada yang aneh dengan energi 'beliau' karena terasa sangat lemah"


"Bagaimana dengan sosoknya?"


"Masih remaja tapi memiliki kharisma yang sangat agung"


"Berarti kita harus menunggu lebih lama lagi, sampai 'beliau' berada di tempat ini?"


"Hemmm menurut ku sih tidak akan terlalu lama…"


"Kenapa kau bisa seyakin itu?"


"Dapat di lihat dari aura nya yang begitu besar, tidak lama kemudian aura itu pasti akan berubah menjadi sangat agung, percayalah"


"Baiklah kalau kau telah berkata demikian, kami mempercayainya"


"Tapi, bagaimana kesan mu pertama kali saat bertemu dengan 'beliau'?"


"Seperti biasa… Aku sangat tertindas dan ketakutan, tetapi karena 'beliau' masih belum sepenuhnya ingat akan siapa dirinya, aku merasa sedikit tenang"


"Haishh sungguh aku sangat iri padamu"


"Benar… Kapan kami bisa bertemu dengannya"


"Bersabarlah sebentar lagi karena 'beliau' cepat atau lambat akan bertemu dengan kalian"


"Semoga saja begitu…"


***


Kembali pada Hiro yang telah selesai sarapan langsung pergi ke salah satu ruangan khusus untuk melakukan pembicaraan berdua dengan Tutu.


"Kita harus segera bergerak" ucap Hiro serius.


"Baik tuan! saya akan selalu mengikuti anda kemanapun itu!" ucap Tutu.


"Kyu…kyu…!" ucap Toto pun ikut-ikutan menjawab.


"Tapi kita harus pergi kemana tuan? timur? barat? utara? selatan?" ucap Tutu.


"Hemmm tunggu sebentar, aku harus memikirkan nya terlebih dahulu…"


'Sistem? apa ada petunjuk dimana keberadaan monster itu?' tanya Hiro.


{Satu hal yang dapat sistem beritahukan, yaitu kerajaan Manipeda…}


Hiro terkejut bukan main, walaupun petunjuk yang sistem berikan sangat singkat dan tidak jelas, tapi Hiro mengerti apa yang di maksud nya.


"Kita harus kembali ke kerajaan Manipeda!" ucap Hiro dengan sangat serius dan tegas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...