Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Wilayah Misterius


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesaat setelah mendengarkan perkataan salah seorang pengunjung tersebut membuat Hiro membeku dengan ekspresi tidak dapat di gambarkan.


Mungkin antara senang dan tidak percaya membuatnya memasang ekspresi aneh di muka tampannya tersebut.


Hiro mengepalkan tangannya dengan erat sambil terus mendengarkan semua perkataan orang-orang tersebut.


"Apa?! memangnya ada tempat seperti? dan juga tuan penguasa tidak dapat memasukinya?" tanya orang tersebut.


"Benar, begitulah yang aku dengar dari salah seorang anggota keluargaku yang menjadi pasukan pengawal tuan penguasa"


"Terus-terus?"


"Hemmm menurut kabarnya, sempat tuan penguasa melihat ada seseorang yang dapat keluar masuk dengan mudah ke wilayah tersebut, tetapi pada saat tuan penguasa akan masuk ia tertahan seperti ada sebuah tembok raksasa menghadangnya"


"Tuan penguasa kemudian menggunakan kuasa dunianya untuk mencoba menerobos paksa wilayah tersebut tetapi tetap tidak mempan, bahkan tuan penguasa terpental sejauh 5 meter akibat benturan antara kedua energi tersebut"


"Begitulah yang ku dengar…"


"Terus?"


"Sudah tidak ada lagi karena sejak beberapa hari yang lalu saudaraku tidak mengabari kami di rumah… Hanya saja terakhir kalinya ia berkata bahwa dalam sebulan lagi ia akan pergi ke wilayah itu lagi karena tuan penguasa memberikan perintah untuk membawa semua pasukan nya mencoba memasuki wilayah itu lagi"


"Mungkin sekarang mereka sedang bersiap-siap…"


"Haishh menarik sekali, aku ingin melihatnya" ucap temannya itu.


"Hahaha menarik bukan? aku pun ingin melihatnya tapi tidak di perbolehkan"


"Baiklah, nanti kalau ada kabar menarik lagi tentang tuan penguasa dan wilayah misterius itu kabari aku yah!" ucapnya dengan semangat karena merasa tertarik akan cerita yang di bawakan oleh temannya tersebut.


"Hahaha baik-baik tapi traktir aku yah?"


"Tenang saja, asalkan cerita yang kamu bawa menarik lagi maka akan aku berikan apapun yang kau inginkan!"


"Hahaha memang sahabat ku ini yang terbaik!" ucapnya dengan bahagia.


Lalu mereka pun berbincang-bincang tentang hal lain dan kehidupan mereka masing-masing.


Hiro pun berhenti mendengarkannya karena menurutnya sudah tidak ada lagi yang menarik dari pembicaraan mereka.


'Ternyata mereka ada disini selama ini… Maafkan aku karena terlalu lama menemui kalian' ucap Hiro dalam hatinya dengan perasaan terharu dan rasa bersalah.


'Tapi aku harus mencari tahu terlebih dahulu, motif apa yang membuat tuan penguasa yang mereka maksudkan begitu tertarik untuk masuk ke dunia jiwa yang jelas menolak siapapun memasukinya?' pikir Hiro.


Daripada pusing memikirkannya Hiro memutuskan untuk mencari tahu sendiri atau menanyakan nya secara langsung tentang hal tersebut.


Tapi ia tidak tahu dimana dan siapa tuan penguasa tersebut, harus kemana ia mencarinya.


Semakin banyak lagi kegiatan yang harus ia selesaikan, Hiro pun menghela nafas panjang mencoba untuk kuat dan mampu melewati itu semua. Karena ia yakin setelah hal-hal rumit terlewati maka kedepanya yang akan menghampiri nya adalah ketenangan.


"Apa kamu mendapatkan informasi menarik Tutu?" tanya Hiro.


"Tidak ada tuan… Mereka hanya membicarakan tentang kehidupan dan aktifitas mereka masing-masing" ucap Tutu.


"Sudahlah tidak masalah, lagipula aku sudah mendapatkan informasi yang cukup berguna bagiku" ucap Hiro tersenyum senang.


"Oh benarkah tuan? syukurlah kalau begitu… Ngomong-ngomong pesanan kita kenapa lama sekali yah tuan?" ucap Tutu.


"Entahlah? mungkin mereka sedang berusaha keras untuk menyajikan makanan terbaik yang mereka miliki" ucap Hiro menunggu dengan tenang.


Kryukk…


Suara perut Tutu terdengar karena ia sudah sangat lapar.


*M-maaf tuan…" ucap Tutu menundukkan kepalanya karena malu.


"Hahaha tidak apa-apa, seharusnya aku yang minta maaf karena telah membuatmu kelaparan" ucap Hiro tertawa kecil saat mendengar suara perut Tutu.


Hiro dan Tutu pun terpukau dengan setiap makanan yang di bawakan oleh pelayan tersebut karena makanan itu di tata hingga terlihat indah jadi agak di sayangkan apabila di makan, tetapi karena telah lapar mereka pun terpaksa memakannya.


Karena makanan yang di bawakan oleh pelayan tersebut, meja mereka berdua menjadi pusat perhatian orang-orang di dalam restoran.


Namun Hiro dan Tutu mengabaikannya, mereka hanya fokus terhadap makanan di depan mereka itu.


Hingga perut mereka tak mampu lagi menampung semua makanan tersebut.


"Ahh kenyang sekali… Tapi masih tersisa banyak sekali tuan, bagaimana ini?" ucap Tutu.


"Hah entahlah, diam dulu biarkan semua makanannya di proses oleh perut baru berbicara" ucap Hiro.


10 menit kemudian barulah mereka dapat bergerak dengan bebas kembali setelah semua makanannya di cerna oleh perut mereka.


"Pelayan? kemari sebentar" ucap Hiro.


"Ada apa tuan?" tanya pelayan yang menghampirinya.


"Hitung dulu semua total makanan yang harus ku bayar…" ucap Hiro.


"Baik tuan…"


"Total pesanan anda semuanya menjadi 100 koin emas…" ucap pelayan tersebut.


"Tunggu sebentar, maksud ku hitung dulu total semua makanan yang kamu makan" ucap Hiro meluruskan kesalahpahaman pelayan tersebut.


"Maaf tuan… Tapi semua yang anda pesan harus di bayar" ucap pelayan tersebut.


"Hahh… Aku mengerti! tapi bukan itu maksud ku, tetapi tolong hitung berapa totalnya semua makanan yang telah aku makan… Tenang saja aku pasti akan membayar 100 koin emas tetapi bisakah kamu beritahu berapa total yang aku habiskan untuk makanan yang kita makan?" ucap Hiro dengan panjang lebar agar pelayan tersebut dapat memahami maksud dirinya.


"Ohh baik tuan saya mengerti…"


"Total semua yang anda makan adalah 60 koin emas" ucap pelayan tersebut tersenyum malu.


"Nah begitu maksud ku… Makanan sisanya yang belum aku makan, boleh kau bawa atau bagikan kepada teman-teman mu" ucap Hiro tersenyum ramah sambil mengeluarkan kantong kain yang berisi koin emas.


Pelayan tersebut membuka isinya dan betapa terkejutnya ia saat melihat bahwa di dalam kantong tersebut berisikan lebih dari harga yang harus Hiro bayar, yaitu 100 koin emas.


"T-tuan… tuan! kembalian anda…" ucap pelayan tersebut memanggil Hiro yang sedang berjalan menuju pintu keluar restoran.


"Tidak perlu… Seperti yang ku katakan tadi, bagikan dengan teman-teman mu atau kau boleh menikmati nya sendiri" ucap Hiro sambil melambaikan tangannya dan berjalan keluar tanpa menoleh ke belakang.


Pelayan itu pun terharu melihat kebaikan Hiro, koin emas tersebut cukup untuk membiayai hidupnya selama 10 tahun.


"Terimakasih tuan!!!" ucap pelayan tersebut sambil menundukkan badannya walaupun Hiro telah tidak terlihat lagi.


***


Setelah pergi dari restoran Hiro dan Tutu kembali ke luar kota tersebut dan memutuskan untuk tinggal di hutan sebelumnya.


Hiro mengeluarkan tenda dari ruang inventori nya dan mendirikannya di tempat tersebut agar mereka dapat beristirahat.


{Bukankah lebih baik anda beristirahat di penginapan saja tuan?}


'Tidak mau! aku ingin merasakan alam bebas' ucap Hiro.


{Anda kan bukan hewan liar atau hewan buas yang harus hidup di alam bebas tuan}


'Bisakah kau diam sistem? jangan merusak mood ku!' ucap Hiro dengan kesal.


{Baik tuan…}


Hiro pun memejamkan matanya saat tidak mendengar lagi suara sistem, sedangkan Tutu dan Toto mereka berjaga di luar dengan api unggun yang menghangatkan mereka di saat suhu hutan turun menjadi dingin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...