Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Gagal ?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


[...]


[Pemuatan data ingatan gagal karena suatu kesalahan...]


[Sistem error...]


[Sistem meminta ijin untuk menelusuri tubuh tuan..]


[Di ijinkan..]


[Sistem memulai pemindaian..]


[Tidak dapat menemukan kesalahan.. memulai ulang pemindaian..]


"Stop..! Sialan, apa-apaan ini sebenarnya?!!" teriak Hiro yang mulai merasakan sakit di kepalanya. Telinganya berdengung sangat kencang hingga mengeluarkan darah.


[Terdapat penolakan dari pemilik tubuh... Sistem meminta ijin untuk mengambil alih tubuh tuan karena berbagai faktor]


[Di ijinkan..]


BRUK...


Karena tak kuasa menahan rasa sakit, Hiro pun terbaring pingsan terkapar di bawah panas terik matahari. Hiro yang tidak sadarkan diri tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya selama pingsan.


***


Suatu waktu Hiro membuka matanya, ia merasakan denyutan di kepalanya dan masih sedikit terasa sakit.


Dengan penglihatannya yang samar-samar ia melihat sekeliling nya dan ia menemukan semua teman-temannya sedang berkumpul di sekitar dirinya yang sedang terbaring di kasur UKS.


"B-bagaimana bisa aku ada disini? Dan mengapa kalian berkumpul disini?" ucap Hiro secara terbata-bata.


Saat ia akan memaksakan diri untuk bangun di tahan oleh Gilbert.


"Hey.. hey.. jangan memaksakan diri untuk bangun bodoh! Kau baru saja sadarkan diri, jadi berbaring saja dulu" ucap Gilbert.


"Ahh.. baiklah" ucap Hiro membaringkan kepala tubuhnya dengan lemas.


"Sebenarnya kau kenapa kawan? Sampai-sampai terbaring di atap begitu?" tanya Gilbert.


"Hemmm entahlah, aku saat itu merasa sangat pusing sehingga tidak tahu apa yang terjadi setelah itu" ucap Hiro yang menyembunyikan tentang suara misterius di dalam kepalanya.


Lagipula ia pun belum dapat memastikan apakah suara itu benar-benar nyata atau khayalan nya semata.


"Haishh, mungkin kau kelelahan... Sebentar lagi orang tua mu akan datang karena kami tadi menelpon mereka saat menemukan kau tidak sadarkan diri" ucap Gilbert.


"Ahh, baik terimakasih.." ucap Hiro.


Tidak berselang lama, orang tua Hiro benar-benar datang dengan tergesa-gesa. Ekspresi benar-benar sangat cemas dan khawatir, karena takutnya kondisi Hiro kembali memburuk.


"Nak..?! Kamu tidak apa-apa?!" ucap ibunya berteriak cukup histeris.


"Tidak apa-apa bu, aku hanya kelelahan saja" ucap Hiro.


"Sudahlah kita pulang sekarang, istirahat di rumah saja kami akan memanggilkan dokter" ucap ibunya.


Pihak sekolah pun mengijinkannya karena pihak terkait adalah penyokong dana paling utama di sekolahan tersebut, semenjak Hiro memasuki sekolah.


Setelah sampai rumah, suasana di kediaman tersebut sangatlah kacau. Orangtuanya telah memanggil beberapa dokter ahli dari luar negeri, sampai beberapa penguasa daerah berdatangan untuk menjenguk Hiro.


Keesokan harinya baru lah suasana di rumah Hiro terasa sedikit tenang, para tamu yang kemarin berbondong-bondong datang ke rumah pun mulai surut.


Kini hanya tinggal beberapa orang saja yang berada di rumahnya dan itu pun kenalan Hiro semua, yaitu teman-teman sekelasnya.


"Sudahlah, kalian kembali saja ke sekolah.. apa tidak akan menimbulkan masalah nanti kepada kalian kalau terlalu berlama-lama disini?" ucap Hiro mencoba membujuk teman-temannya agak kembali ke sekolah.


Karena mereka sudah sedari pagi berada di rumahnya, yah walaupun begitu Hiro merasa sangat tersentuh karena baru kali ini ia merasakan begitu banyak perhatian dari orang-orang sekitarnya.


"Hemmm baiklah tapi ijinkan kami untuk datang lagi besok" ucap mereka semua.


Hiro hanya tersenyum dan mengangguk ringan, "ibu, ayah tolong antar kan teman-teman ku pergi ke sekolah" ucap Hiro dengan nada sedikit keras.


Kedua orangtuanya pun langsung masuk ke dalam ruangannya.


"Ohh kalian mau pulang sekarang?" tanya ibunya.


"Eh, iya nyonya.. kami sudah melewatkan setengah jam pelajaran soalnya" ucap mereka.


"Ahh, begitu ya.. ya sudah mari tante antar kalian agar cepat sampai ke sekolahnya, jangan segan untuk datang lagi yah" ucapnya.


"Baik nyonya.." ucap mereka yang kemudian berpisah dengan Hiro.


Setelah semua teman-temannya pergi, Hiro yang sendirian di dalam kamarnya mulai kepikiran tentang masalah suara yang di dengarnya tempo hari sebelumnya.


'Sebenarnya suara apa itu?' tanya Hiro di dalam pikirannya.


Sedangkan disaat Hiro termenung, ada sebuah alam semesta yang sedang kacau balau karena kehilangan beberapa sosok yang sangat penting akan keberadaannya.


Semua mahkluk hidup merasa putus asa, para penjahat yang sebelumnya bersembunyi pun mulai menunjukkan taringnya.


Pertempuran, kehancuran, kekacauan terjadi dimana-mana. Tidak tahu sudah ada berapa korban jiwa yang berjatuhan atas dampak dari itu semua.


Para dewa pun terpaksa lepas turun ke dunia-dunia tersebut untuk membangun kembali peradaban yang telah sirna. Kini zaman kembali ke awal lagi, dimana tidak ada satupun yang hidup.


Alam semesta kembali menjadi hampa, hingga suatu saat nanti tumbuh sebuah pohon besar yang dimana setiap biji dari buah pohon tersebut akan menjadi benih-benih kehidupan.


...****************...


Halo.. Author Asmodeous disini, lama tidak berjumpa.


Apa kabar kalian semua? Baik, bagus.


Sedikit bercerita dan bertanya, apakah harus di lanjutkan sampai tamat? Karena author sendiri memiliki alur yang berbeda dari yang kalian bayangkan kalau ingin di tamatkan.


Jadi maafkanlah kalau tidak sesuai ekspektasi, namun ini semua demi kenyamanan kalian semua dan diri author sendiri.


Kalau harus di paksakan mengikuti alur yang lalu, maka author rasa tidak akan bagus jadinya karena yang terlalu di paksakan tidak baik ujungnya.


Jadi mungkin mulai dari sini semuanya akan berubah hampir 180° dari sebelumnya. Oke segitu saja, see you !!!