
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ughh-.."
"D-dimana aku?"
Sesaat aku membuka mata yang aku lihat samar-samar hanyalah beberapa orang yang kalang kabut seperti kebingungan, panik dan terheran-heran.
Entah pikiran ku yang sedang kacau atau apa, tapi aku merasa seharusnya tidak berada disini.
Tempat ini bukanlah dunia seharusnya aku berada, entah mengapa aku merasa kehilangan beberapa kepingan ingatan di kepalaku.
"Keajaiban!!"
"Ini keajaiban dan mukjizat yang di berikan dewa!"
'Mukjijat? Keajaiban?'
'Apa itu?'
"Kalian semua, cepat siapkan ruangan khusus untuk pemeriksaan lebih lanjut!"
"Jangan sia-siakan kesempatan yang di berikan oleh dewa kepada pemuda ini..!" ucap seseorang yang memakai jas putih.
Aku tidak tahu apa yang di bicarakan oleh orang tersebut, jadi aku memutuskan untuk menutup mataku kembali dan berusaha memulihkan terlebih dahulu kesadaran ku.
Disaat aku menutup mata, aku melihat cahaya putih yang menyilaukan dan membuat jiwa ku seolah-olah tertarik untuk mendatangi cahaya tersebut.
SWOSHHH...
"Selamat datang kembali Hi**.."
Di balik cahaya putih tersebut terdapat sesosok kakek-kakek berambut putih dengan pakaian biru langit dan jubah yang membentang panjang.
"A-anu.. siapa anda?"
"Hoho.. Aku?"
"Aku adalah Dewa di bumi, Hywan" ucap kakek-kakek tersebut.
"Dewa?"
"Benar, aku lah yang mengatur segalanya urusan di bumi ini... Termasuk dengan kembalinya dirimu ke dunia ini" ucapnya sambil tersenyum kecil.
"Hah.. apa maksudnya?"
"Hemmm tidak usah terlalu di pikirkan karena lambat laun, ingatan mu yang terpecah kembali menyatu"
"Kembali ke topik awal, tujuan ku memanggil dirimu adalah untuk meminta maaf atas kelalaian ku yang membuat dirimu harus mengarungi alam lain selama ini" ucap Dewa Hywan tersebut sambil menundukkan kepalanya.
"T-tunggu dulu.. aku tidak mengerti apa yang anda katakan.."
"Sudah ku bilang tidak perlu terlalu di pikirkan, karena kebangkitan dirimu saat ini pun hanya sementara.."
"Aku memanggil dirimu kembali pun hanya karena waktu kematian mu saat itu tidak lah tepat dengan yang aku tetapkan, jadi aku memutuskan untuk memanggil mu kembali dan habiskan sisa hidup mu di dunia ini.."
"Setelah itu kamu boleh kembali ke alam sana"
"Benar... Karena aku tidak ingin satu kesalahan ku ini memicu kesalahan lainnya"
"Peraturan di dunia ini bagaikan puzzle, bila satu keping tidak ada di tempatnya maka kepingan yang lain tidak dapat di pasang.. dan semuanya akan menjadi hancur berantakan" ucap Dewa Hywan.
"Ahh-!!! Benar, aku ingat sekarang"
"Bukankah aku dulu sudah mati karena kelaparan, tetapi bagaimana sekarang bisa ada di rumah sakit?!" ucapnya dengan nada sangat terkejut.
"Itu karena aku yang mengaturnya, baguslah sekarang kamu mulai mengingat tentang dunia ini" ucap Dewa Hywan mengangguk dan tersenyum puas.
"Ah..hemmm terus walaupun aku melanjutkan hidup ku, bukankah hal yang sama akan terjadi lagi nantinya? Aku akan mati kelaparan lagi?!" ucap pemuda itu dengan nada yang tinggi menggambarkan rasa marah dan frustasi yang amat sangat besar.
"Kalau begitu untuk apa aku hidup kembali..?! Apa menyenangkan menurut anda melihat aku menderita?!"
Sorot mata yang tajam dan aura membunuh yang sangat pekat keluar dari dalam tubuh pemuda tersebut membuat Dewa Hywan tertegun sejenak.
'Karakter dan sifat nya dari dunia sebelumnya benar-benar telah mendarah daging sekali..'
'Bisa-bisanya aku yang telah lama menjadi Dewa ini di buatnya bergidik merinding oleh seorang pemuda yang baru berusia 17 an' gumam nya.
"Tenang lah dulu, apa kamu tidak merasa aneh sebelumnya?" ucap Dewa Hywan.
"Aneh? Apa maksudnya?"
"Hahh... Iyah aneh, bagaimana bisa seorang pemuda miskin yang tergeletak di pinggiran gang sempit dan kotor bisa berada di sebuah rumah sakit besar?" ucap Dewa Hywan.
Perkataan Dewa Hywan membuat pemuda tersebut terdiam dan meredam amarahnya.
"Kalau begitu jelaskan mengapa aku bisa berada di sana?" ucap pemuda tersebut.
"Itu karena ada sepasang suami istri yang menemukan mu dan itu pun karena takdir yang aku tetapkan untuk memperbaiki semua takdir dirimu" ucap Dewa Hywan.
"Omong kosong! Bagaimana mungkin?"
"Tentu saja bisa! Karena mereka telah sangat lama mendambakan memiliki seorang anak namun karena kondisi tertentu mereka tidak bisa memilikinya, jadi aku membuat mereka untuk mengangkat mu sebagai putra mereka. Aku mengabulkan permintaan mereka yang sekaligus memperbaiki takdirmu!"
"Tidak! Tidak mungkin ada seseorang yang mau menerima ku yang berasal dari daerah kumuh!" ucap pemuda tersebut menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya sama sekali terhadap perkataan Dewa Hywan.
"Tenangkan dirimu, mulai sekarang kamu hanya perlu menjalani hidup mu seperti biasa dan apabila sudah waktunya maka aku akan menjelaskan seluruh kebenarannya kepadamu" ucap Dewa Hywan yang tiba-tiba kehadiran nya mulai tersamarkan.
"Tunggu-.."
"Nikmati hidupmu sementara ini dan istirahat lah karena aku tahu, jiwa dan fisik mu sangat kelelahan.."
Setelah suara terakhir tersebut pemuda itu tiba-tiba membuka matanya dan melihat dua sosok yang sedang melihatnya dengan penuh kekhawatiran.
"A-aku.."
"Ahh nak?! Kamu sudah sadar?"
"Syukurlah! Kami sangat mengkhawatirkan mu.." ucap mereka sambil menggenggam tangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...