
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Terimakasih tuan penguasa.. terimakasih banyak!" ucap anak itu bersujud syukur dengan berderai air mata kebahagiaan.
Hiro membangunkan nya dan berkata, "Tidak perlu sampai bersujud seperti itu.. karena aku sendiri yang menawarkan bantuan kepada anak muda yang sangat berbakti kepada tempat tinggal seperti mu, andai saja semua penduduk kota ini seperti mu".
"A-anu tuan penguasa.. apa kami juga boleh membantu?" ucap salah seorang petualang.
"Ohh? Katanya kalian tidak mampu.. kenapa sekarang jadi ingin membantu?" ucap Hiro sambil tersenyum senyum kecil.
"Ah-haha karena ada tuan penguasa, maka kami yakin dapat mengalahkan nya.. dan juga kami ingin bertarung bersama anda" ucap mereka sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hahaha baiklah baik, dengan senang hati aku menerima bantuan kalian.."
"Kalau begitu kapan kita pergi ke desa mu nak? Apa jaraknya jauh dari sini?" ucap Hiro.
"Tidak jauh tuan penguasa.. hanya membutuhkan waktu setengah hari saja" ucap anak kecil itu.
"Ohh begitu?"
"Siapkan pasukan.. kita akan segera berangkat, beritahu aku kalau sudah siap" ucap Hiro pada pemimpin prajurit di belakangnya.
"Baik tuan..!!" ucapnya kemudian pergi dengan cepat.
Tinggal Hiro disana yang masih bersama para petualang, sebelumnya para petualang meminta maaf dulu karena perkataan mereka yang sebelumnya terlalu tidak sopan. Tentu saja Hiro tidak mempermasalahkannya karena saat itu mereka belum tahu identitas Hiro.
"Oh iyah nak, siapa nama mu? Biar aku mudah memanggil kamu dan tidak usah panggil anak kecil terus terasa kaku rasanya" ucap Hiro.
"Ji Peng tuan penguasa.." ucap anak kecil itu.
"Oh Ji Peng, nama yang bagus..."
"Baiklah gilirannya kalian, siapa saja yang akan ikut?" tanya Hiro.
"Kami tuan... Kami!" ucap mereka saling bersahutan.
"Haishhh kalau kalian semua ikut, terus siapa yang akan menjaga guild ini?!" ucap Hiro.
"Ah.. hemm.."
"Aku akan mengijinkan 10 orang petualang saja, levelnya harus di atas silver..." ucap Hiro yang memberi batasan kepada para petualang.
"Kalau level silver tuan? Apa tidak boleh?" tanya salah seorang petualang.
"Hemmm boleh saja tetapi harus di tentukan oleh pihak guild sendiri... Siapa yang paling cocok dari kalian semua untuk pergi bersama ku" ucap Hiro.
Para petualang seketika melihat ke arah para wanita resepsionis.
"Tuaannn?! Mengapa anda begini pada kami?" ucap para wanita resepsionis yang sangat tertekan karena tatapan para petualang yang sangat tajam.
***
30 menit kemudian semua orang yang akan pergi ke desa Ji Peng telah di tentukan. Para petualang yang di pilih langsung oleh pihak guild tentu saja yang paling kuat dan terpercaya, sedangkan para prajurit yang Hiro bawa dari istana kota sendiri adalah prajurit khusus yang telah lama di siapkan dan di latih sendiri oleh Hiro.
"Desa kamu itu seperti apa?"
"Dan apa namanya?" tanya Hiro.
"Apa anda benar-benar tidak tahu tuan penguasa?" tanya salah seorang petualang.
"Bagaimana aku bisa tahu? Selama ini aku sibuk mengurus perkembangan kota.." ucap Hiro.
"Oh-hahaa.. desa itu adalah satu-satunya yang sering mengirimkan bahan makanan kepada kota kami sehingga di saat penyimpanan gudang kota menipis maka desa itu pasti mengirimnya dengan cepat" ucap petualang tersebut.
"Hooo? Kalau begitu desa itu sangat berjasa bagi kota" ucap Hiro.
"Tentu saja tuan... Tetapi entah mengapa akhir-akhir ini desa sudah jarang mengirimkan kami bahan makana, ternyata Disaster itulah alasannya" ucap petualang tersebut.
"Benar... Kami sangat-sangat menderita disaat kedatangan Disaster tersebut karena kami seolah-olah di perlakukan layaknya hewan ternak, bahkan tidak sedikit orang-orang di desa bunuh diri akibat tidak tahan lagi mendapatkan perlakuan tersebut" ucap Ji Peng.
Hiro menatap sedih anak kecil tersebut, karena di usianya yang masih muda telah mengalami hal menyedihkan seperti itu.
"Sudah kamu tidak perlu khawatir, kita akan segera menyelesaikannya sekarang" ucap Hiro.
"Baik tuan penguasa, saya percayakan keselamatan desa kepada anda dan para petualang sekalian" ucap Ji Peng.
Hiro tersenyum melihat sikap para petualang yang sangat baik dan pengertian, ia sangat kagum karena sebenarnya ini di alam kematian! Berbeda sekali dengan apa yang ada di bayangan nya tentang alam kematian.
'Lain kali tidak boleh menilai sesuatu tanpa tahu isi nya terlebih dahulu' ucap Hiro dalam hatinya.
Mereka terus berjalan sambil bercanda tawa sehingga tidak terasa 4 jam waktu perjalanan yang telah mereka habiskan.
"Kita istirahat dulu, lagipula sebentar lagi kita sampai..." ucap Hiro.
"Tetapi tuan bukankah kita harus cepat-cepat pergi ke desa? Sedetikpun waktunya saat ini sangat berharga" ucap salah seorang petualang.
Sedangkan para prajurit kota sama sekali tidak mempertanyakan perintah Hiro, mereka langsung duduk istirahat dan memakan bekal yang telah mereka siapkan dari rumah masing-masing.
"Hahhh... Ini lah perbedaan antara petualang dengan para prajurit"
"Apa kalian lihat para prajurit? Apakah mereka mempertanyakan keputusan ku? Apa kalian tahu alasannya mengapa aku memutuskan untuk istirahat dulu?" ucap Hiro.
Para petualang terdiam sambil menggelengkan kepalanya. Mereka benar-benar tidak tahu mengapa mereka harus istirahat, sedangkan keadaan di desa sangat darurat.
"Apa kalian mampu menghadapi Disaster dengan kondisi badan kelelahan dan kelaparan?"
"Perjalanan yang kita tempuh bukanlah sebentar, pasti banyak tenaga dan stamina yang kalian habiskan..bukan?" ucap Hiro.
"Maka dari itu ISTIRAHAT lah kalau tidak menuruti perkataan ku, lebih baik kalian kembali pulang saja ke kota!" ucap Hiro kembali dengan nada sedikit tegas dan dingin.
"Aku tidak butuh bawahan yang tidak bisa menuruti perkataan atasannya!"
Mendengar perkataan Hiro membuat mereka terdiam dan menunduk ketakutan. Sedangkan para prajurit menggelengkan kepalanya karena berani-beraninya para petualang menentang keputusan yang Hiro buat, sedangkan keputusan tersebut di ambil atas pertimbangan keselamatan mereka juga.
Hiro kemudian pergi untuk mengamati sekitarnya, sedangkan para petualang terduduk dengan lemas di tanah dan tidak makan apapun karena tidak membawa persediaan.
Salah seorang prajurit mendekati mereka dan memberi sebuah kotak kepada mereka.
"Jangan terlalu di pikirkan, tuan penguasa memang begitu... Sangat keras dan tegas, tetapi sebenarnya tuan sangat baik"
"Ini buktinya tuan penguasa tahu bahwa kalian pasti tidak akan membawa persediaan jadi sebelumnya tuan penguasa memerintahkan kita untuk membawa bekal lebih dari biasanya" ucap prajurit tersebut sambil menepuk pundak salah seorang petualang dan ia pun pergi kembali berkumpul bersama para prajurit lainnya.
Para petualang melihat kotak tersebut yang berisikan makanan serta minuman yang cukup untuk mereka semua.
"H-hiks.. benar, tuan penguasa sangat baik" ucap salah seorang petualang yang hampir akan menangis terharu.
"Tuan penguasa sangat memikirkan kita ternyata..."
"Hiks! Ke depannya kita harus lebih baik lagi dan menurut kepada tuan penguasa!"
"Benar! Kita harus patuh kepada tuan, karena keputusan tuan sangat bijak"
Para petualang terus saja memuji-muji Hiro, sedangkan Hiro sendiri tengah melihat ke salah satu arah dengan tatapan serius.
"Apa itu? Api apa itu?" ucap Hiro dengan heran.
Di matanya Hiro melihat sebuah api yang sangat besar, api itu berwarna kuning sehingga tersamarkan oleh cahaya matahari.
"Sistem? Kemana sih kamu?!" ucap Hiro yang memanggil sistem, namun tidak ada jawabannya.
Setelah itu Hiro pun kembali dan melihat para prajurit sedang membangun beberapa tenda, karena hari mulai gelap dan sangat berbahaya kalau pergi ke dalam hutan dalam keadaan malam hari.
"Tuan.." ucap komandan prajurit.
"Oh ada apa?" ucap Hiro.
"Tenda anda telah di bangun tuan, silahkan ke sebelah sini.." ucap komandan itu menuntun Hiro ke salah satu tenda yang terlihat besar daripada tenda lainnya.
"Oh terimakasih.. bagaimana dengan para petualang?" tanya Hiro.
"Ahh mereka bergabung bersama para prajurit tuan" ucap komandan itu.
Hiro hanya mengangguk dan masuk kedalam tenda untuk beristirahat tidur sampai pagi hari.
***
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...