
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kemampuannya dalam membaca pergerakan lawan atau masa depan membuat tim Hiro akhirnya dapat memenangkan pertandingan tersebut hingga menuju ke final. Satu langkah lagi untuk mendapatkan 100 poin, hal tersebut membuat seluruh teman setim nya sangat senang dan berharap dapat memenangkan pertandingan berikutnya.
Hanya satu orang yang tidak dapat merasakan kesenangan tersebut, yaitu Hiro. Karena dia saat ini sedang kebingungan tentang bagaimana bisa ia tahu dan dapat melihat jelas semua pergerakan lawan nya. Namun ia pun tidak merasa itu hal yang aneh, seolah-olah sudah terbiasa.
'Aneh, sungguh aneh sekali' ucap Hiro dalam pikirannya.
"Hiroo?! Kenapa kamu melamun begitu? Seharusnya kamu senang, karena kami dapat memenangkan pertandingan kali ini berkat arahan darimu" ucap Gilbert.
"Ah-haha iya, aku senang karena kita dapat memenangkan nya.." ucap Hiro.
"Haishhh kamu ini.." ucap Gilbert.
Hiro pun duduk di pinggir lapangan untuk beristirahat dan menunggu pertandingan selanjutnya.
'Apa aku memang bisa melihat masa depan?' pikir Hiro sambil menatap langit yang biru.
***
"Hey.. apa kamu sudah dengar?"
"Apa, kenapa?"
"Katanya kelas 1-A memenangkan pertandingan sepakbola nya dengan sangat mudah, bahkan skor di pertandingan tersebut 5-0"
"Wahhh! Hebat sekali, apa di kelas itu ada atlet sepak bolanya?"
"Tidak, tidak.."
"Mana mungkin ada yang begituan, bahkan mereka terlihat seperti baru pertama kali mencoba bermain sepak bola"
"Lalu? Mengapa mereka bisa menang telak?"
"Entahlah, tetapi menurut perkataan teman ku yang melawan mereka... Di tim tersebut ada salah seorang siswa yang selalu mengarahkan rekan setimnya, entah itu untuk menyerang ataupun bertahan"
"Hah? Mana mungkin, seorang siswa dapat mengendalikan seluruh alur permainan?"
...
Setelah menunggu selama 30 menit, akhirnya pertandingan tim Hiro akan segera dimulai kembali.
Lawan mereka yaitu kelas 1-B, dimana mereka berhasil mengalahkan tim 1-A yang satunya.
Hiro sih tidak terlalu memperdulikan nya, karena siapapun lawannya ia akan serius menanggapi nya.
"Hooo kita akan melawan tim yang katanya dapat membaca pergerakan kita sebagai lawannya, aku sudah tidak sabar untuk membuktikannya benar atau tidak kabar tersebut" ucap salah satu siswa laki-laki yang terlihat paling percaya diri di antara mereka semua.
"Cihh, Kayle sialan... Dia selalu saja bertingkah menjengkelkan" ucap Gilbert.
"Hemmm kamu mengenal nya?" tanya Hiro.
"Sebatas mengenal saja tetapi seluruh siswa di sekolah tahu bahwa dia sangat menyebalkan, hanya karena keluarganya mengenal kepala sekolah kita.."
"Ia jadi bertingkah seolah-olah sangat berkuasa" ucap Gilbert.
"Hahhh baiklah kita babat habis mereka, aku pun entah kenapa tidak suka sekali dengan tatapannya yang meremehkan kita semua" ucap Hiro.
"Hooo, siap kapten!" ucap Gilbert sambil memberi hormat.
"Haishh apa-apaan kamu ini... Bukannya di tim kita kamu adalah kaptennya?" ucap Hiro.
"Sebelumnya begitu, tetapi setelah kita mengalahkan lawan sebelumnya kami semua sepakat menjadikan dirimu sebagai kapten tim kita" ucap Gilbert sambil tersenyum.
"Hahh?! Sejak kapan? Kenapa aku baru tahu?!" ucap Hiro terkejut.
"Hehe baru-baru ini, lagipula kalau meminta persetujuan mu pasti akan di tolak kan?" ucap Gilbert.
"Cihh seenaknya saja menentukan!" ucap Hiro yang sedikit kesal namun ia harus menahannya karena wasit telah memberikan tanda untuk seluruh pemain segera memasuki lapangan karena pertandingan final akan segera di mulai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hell, the author doesn't care whether you like the story or not, because the author's only goal is to get what you've been working hard for so far!