
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya di dunia jiwa Hiro berkeliling untuk melihat-lihat karena dari awal ia memiliki dunia kecil ini Hiro tidak pernah merawatnya.
" Hmmmm mengapa dunia ini semakin besar?" Ucap Hiro.
{Memang benar tuan karena dunia ini mengikuti perkembangan anda semakin anda kuat maka semakin besar pula dunia jiwa}
"Oh begitu,… Baiklah sudah selesai berkeliling nya mari kita keluar" Ucap Hiro keluar dari dunia jiwa dan berada di kamar istana kerajaan Dunia Bawah.
Hiro keluar dari ruangan dan pergi menemui Diablo.
"Tuan!" Ucap Diablo saat melihat Hiro.
"Aku akan pergi ke dunia dewa kau urus urusan disini karena sebentar lagi akan segera di mulai" Ucap Hiro kemudian menghilang.
Diablo terdiam sesaat kemudian tersenyum dan menundukkan,"Akan saya nantikan pertunjukan menarik yang anda tampilkan tuan" .
***
Hiro saat ini telah berada di dunia dewa tepatnya di wilayah utara.
Hiro tiba-tiba tersenyum dengan aura hitam meledak keluar dari tubuhnya.
"Mari kita lihat apakah mereka masih bisa menggonggong?" Ucap Hiro kemudian mengubah tampilan wajahnya dan sedikit menurunkan levelnya.
Hiro pergi menuju pintu masuk yang di jaga oleh para pemuda berpakaian hitam beserta gambar tengkorak di belakang bajunya.
"Identitas!" Ucap nya.
Hiro memberikan kartu pengenal Kamar Dagang Emerald dan ia di ijinkan untuk masuk bahkan di perlakukan dengan hati-hati.
Setelah memasuki kota Hiro melihat banyak sekali bangunan tidak berpenghuni dan jalanan di penuhi orang yang bisa di bilang mungkin para penjahat. Perampok, pembunuh bayaran, dan bandit mungkin semua nya berasal dari tempat ini.
'Apakah tidak ada rakyat biasa?' Pikir Hiro.
Hiro pergi mencari penginapan namun ia di hadang oleh orang-orang.
"Hey bocah sepertinya kau orang baru disini" Ucap salah seorang di antara mereka.
Hiro diam tidak menjawab bahkan ia berbalik bersiap untuk pergi yang mengakibatkan orang-orang yang menghadang nya marah.
"Bjingan!!! Berani sekali kau mengabaikan kami !" Ucap mereka marah.
Hiro diam tidak menjawabnya tetapi ia mengulurkan tangannya dan melambaikannya seperti menantang mereka.
"Sialan!!! Bunuh dia!" Ucap salah seorang di antara mereka.
Mereka semua pun mengeluarkan senjata mereka dan menerjang ke arah Hiro. Sedangkan Hiro sendiri berdiam diri di tempatnya tanpa bergerak yang membuat semua orang yang menyerang Hiro beranggapan bahwa Hiro ketakutan hingga membuat mereka lengah.
Sedetik kemudian air mancur darah keluar dimana-mana dan sedetik kemudian banyak kepala yang berjatuhan membuat tempat tersebut menjadi genangan darah.
"Kau berani sekali membuat kekacauan di wilayah kami ! Ikut kami ke sekte akan kami beritahukan tindakan mu ke Patriak!" Ucap sekelompok murid kebetulan melewati tempat tersebut dan menyaksikan pembantaian yang Hiro lakukan.
Hiro tersenyum sedikit dan mengangguk mengikuti mereka.
Sepuluh menit Hiro mengikuti mereka akhirnya tiba di kediaman klan Zhao.
Hiro di bawa ke sebuah ruangan dan memasuki nya disana ia melihat seorang pria paruh baya dan bersama yang lainnya.
"Mohon maaf kalau hamba mengganggu Patriak dan tetua sekalian… Saya kesini karena ingin melaporkan pemuda ini telah melakukan pembunuhan di kota" Ucap pemuda tersebut.
"Siapa? Berani sekali kau nak" Ucap Patriak.
Hiro tidak menjawabnya hanya diam menatap patriak Zhao.
"Jawab nak! jangan bersikap keterlaluan!" Ucap tetua melihat sikap Hiro.
Patriak mengangkat tangan nya agar para tetua untuk diam.
"Aku tanya sekali lagi … Siapa kau nak mengapa berani membunuh di wilayah ku?" Ucap patriak dengan aura membunuh memenuhi ruangan, ia melakukan itu untuk menakuti Hiro.
Namun Hiro berdiam diri tanpa bergerak maupun bersuara membuat patriak Zhao kesal, ia memfokuskan aura membunuh nya hanya pada Hiro.
Para tetua lainnya ketakutan dengan badan bergetar tetapi mereka terkejut karena Hiro mampu menahan aura patriak.
"Bagaimana mungkin?" Ucap mereka bertelepati sesama mereka.
"Hooo menarik …" Ucap patriak saat melihat Hiro masih berdiri tegak tanpa bergerak sedikitpun bahkan tidak terlibat bahwa Hiro tertekan oleh auranya.
"Apa!!!" Teriak mereka berdiri.
Hiro kemudian mengeluarkan auranya dan mengaktifkan darah naga nya yang membuat suasana menjadi hening hanya terdengar suara petir tanpa wujud.
"S-siapa kamu sebenarnya?!" Ucap patriak bergetar ketakutan.
"Aku? Hanya orang lewat biasa yang di hadang oleh orang lemah terus di bawa kemari" Ucap Hiro dengan tenang.
"Apa kabar patriak Zhao apakah kau melupakanku?" Ucap Hiro kemudian merubah tampilan wajahnya kembali seperti semula.
"Kau!!! bagaimana mungkin?!" Ucap patriak Zhao terkejut.
Sedangkan para tetua terdiam karena tidak dapat bergerak di tekan oleh aura Hiro tetapi mereka berkomunikasi lewat telepati dan bertanya-tanya siapa Hiro mengapa patriak mengenali nya.
"Skill Creation :Restraint"
Rantai besi tiba-tiba muncul dan mengikat patriak.
"Lepaskan aku kprat!!!" Teriak patriak meronta-ronta dan mengeluarkan Qi nya agar dapat terlepas tetapi rantai besi tersebut menyedot seluruh Qi yang patriak keluarkan hingga membuat lemah dirinya.
"Sudah lama aku ingin berkunjung kemari dan melihat wajah putus asa dirimu tetapi banyak sekali hambatan yang membuat diriku tidak bisa cepat kemari jadi maafkan aku karena membuat anda menunggu lama" Ucap Hiro tersenyum dan berjalan ke arah patriak yang terikat tersebut.
Hiro menendang patriak Zhao hingga tersungkur ke tanah dan Hiro duduk di kursi pemimpin.
Hiro menarik kembali aura yang di keluarkan dan membebaskan para tetua yang tertekan auranya.
"Kau tidak akan pernah bisa lolos karena kekaisaran pasti akan mengejar dirimu!!!" Ucap patriak mengancam Hiro.
"Kekaisaran? Baguslah kalau mereka mengejar diriku karena target aku sebenarnya adalah Escanor" Ucap Hiro tersenyum tenang.
Mendengar pernyataan Hiro membuat mereka terkejut.
"Dasar bocah tidak tahu diri !!! Kau tidak tau batasan dirimu dengan sombongnya kau mengatakan targetmu adalah tuan Escanor? Level mu bahkan tidak sebanding dengan Yang Mulia Kaisar!!" Ucap patriak.
"Teruslah menggonggong" Ucap Hiro.
'Yue enaknya aku apain dia yah?' Tanya Hiro dalam pikirannya.
{Lebih baik anda buat wilayah Utara ini menjadi kekuasaan anda tuan dengan begitu akan lebih mudah menyerang kekaisaran yang tidak adanya pendukung di seluruh wilayah}
'Kau benar juga tetapi aku belum yakin apakah wilayah barat dan timur tidak akan ikut campur' Ucap Hiro.
{Kalau begitu perintahkan saja anak buah anda untuk mengancam mereka agar tidak ikut campur}
'Hoo benar juga… Terimakasih yue' .
"Long Wang?!" Ucap Hiro.
"Hamba disini tuan" Ucap Long Wang muncul tiba-tiba.
Semua orang terkejut dengan kedatangan tiba-tiba Long Wang mereka bahkan semakin ketakutan karena Long Wang mengeluarkan aura Ras Naga.
Mereka terkejut karena Long Wang menyebut Hiro dengan sebutan tuan!.
"Kau pergi ke wilayah barat dan beritahu mereka kau datang atas suruhan diriku … Sampaikan pada mereka untuk tidak ikut campur dengan peperangan diriku dan Escanor kalau mereka memaksa untuk ikut campur hancurkan saja mereka!" Perintah Hiro pada Long Wang.
"Baik tuan" Ucap Long Wang.
"Pergi !" Long Wang dengan segera menghilang.
"Raa?!" Ucap Hiro memanggil bawahannya yang lainnya.
"Hamba disini tuan" Ucap sosok wanita tiba-tiba muncul di depan Hiro.
"Kau pergi ke wilayah timur… Tugas mu sama seperti Long Wang" Ucap Hiro.
"Baik tuan" Raa kemudian menghilang melaksanakan perintah Hiro.
"Baiklah aku yang akan menggantikan dirimu patriak Zhao … Dan aku nyatakan PERANG dengan Kekaisaran!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Maaf Telat 🙏
See You Next Up 👋