
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seorang anak perempuan yang sepertinya berumur 5 tahun berlari dengan terburu-buru dan memeluk Meng Luo.
"Ibu?"
"Oh Ha'er, kenapa kamu kesini nak?" tanya Meng Luo dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Ha'er bosan bu, lagipula ibu Yuyu mengijinkan Ha'er keluar" ucap anak tersebut.
"Haishh yasudah kemari, jangan bermain jauh-jauh" ucap Meng Luo mengangkat anak itu dan memeluknya.
"Ibu, paman itu siapa? apa dia ayah Ha'er?" ucap anak tersebut dengan menunjuk Hiro yang sedang bengong.
"Bukan, dia bukan ayahmu… Paman ini seorang prajurit dari dunia ini" ucap Meng Luo dengan nada sedih.
"Wahhhh! paman… Apakah paman mengenal ayahku?" ucap anak itu dengan ceria.
Mendengar panggilan anak kecil itu membuat Hiro tersadar dan tersenyum lembut.
"Siapa ayahmu nak? biar paman bantu siapa tahu mengenalinya" ucap Hiro dengan perasaan haru yang di tahan di dalam hatinya.
"Eummm ayahku bernama Hiro! dia adalah ayahku yang sangat kuat dan luar biasa!" ucap anak kecil itu dengan semangat menceritakan tentang ayahnya.
Hiro semakin tidak bisa menahan senyumnya mendengar anak di depannya sedang menceritakan ayahnya, padahal ayahnya itu sedang ada di depannya.
"Oh benarkah? tapi bolehkah paman tau, siapa namamu?" ucap Hiro.
"Namaku Hari" ucapnya.
"Oh Hari? namamu hampir sama dengan nama ayahmu" ucap Hiro.
"Tentu karena aku adalah anaknya" ucap anak kecil itu dengan tersenyum bangga.
Melihat senyuman anak tersebut semakin membuat Hiro tidak bisa menahan rasa bahagianya yang bergejolak di dalam hatinya.
'Apakah boleh aku membuka identitas sekarang? tapi…' pikir Hiro dalam diam.
{Lucu sekali anak anda tuan, tidak seperti orang tuanya…}
'Hooo?! apa maksudmu hah?!'
{Tapi benarkan anak anda sangat lucu?}
'Eummm kau benar, baiklah untuk kali ini kau ku maafkan'
"Paman-paman! bagaimana tentang ayahku? apa paman mengetahuinya?" ucap Hari dengan tatapan mengharapkan jawaban yang dapat memuaskannya.
Hiro sedikit merasa bersalah apabila berbohong kepada anaknya sendiri tapi ini semua demi keamanan mereka.
"Maaf nak, tapi sepertinya paman tidak tahu ada orang yang bernama Hiro" ucapnya.
Seketika ekspresi ceria yang tertaut di wajah anak itu berubah menjadi sedih.
"Hahhh… Sayang sekali, padahal aku ingin sekali bertemu dengan ayahku" ucapnya dengan sangat sedih.
{Anda jahat sekali tuan…}
'Haishh mau bagaimana lagi hah?! bukankah kau tau sendiri, saat ini pun banyak sekali mata yang mengawasi ku'
'Tapi…'
{Sudahlah tuan! cukup, sudahlah terlalu banyak yang anda pikirkan… Sekali-kali kosongkan terlebih dahulu pikiran anda, waspada boleh tapi bodoh jangan!}
{Apa anda tidak merasakannya? betapa menyedihkannya seorang anak tumbuh tanpa orang tua?!}
Mendapati perkataan tersebut membuat tubuh Hiro sedikit bergetar, ia kemudian teringat kembali tentang dirinya yang hidup pada kehidupan di sebelumnya. Hidup tanpa orang tua, tinggal di tempat kumuh membuatnya merasakan sakit pada hatinya. Ekspresinya berubah menjadi serius.
'Kau benar sistem, aku terlalu banyak memikirkan hal yang tidak perlu… Lagipula aku adalah Sang Absolute yang keberadaannya sangat Agung! tidak ada satupun yang berani menentang ku, bahkan untuk menatap mataku saja tidak ada yang layak selain keluarga ku!' ucapnya dengan dingin dan berwibawa.
Diam-diam sistem tersenyum puas dengan perubahan Hiro yang kembali seperti sediakala, dimana dia sangat mendominasi dan sangat arogan, sangat layak untuk seorang penguasa tertinggi di dunia.
{Akhirnya jati diri anda telah kembali tuan…}
'Maafkan aku sistem…'
Hiro yang telah tersadar pun langsung berdiri dan tersenyum manis kepada dua orang di depannya.
"Maafkan aku…" ucapnya.
Meng Luo awalnya tidak mengerti, mengapa orang tersebut meminta maaf tetapi sedetik kemudian seluruh tubuhnya terkujur kaku dan tatapan matanya bergetar.
"Kenapa paman meminta maaf?" ucap Hara.
Hiro hanya tersenyum dan merubah tampilan wajahnya seperti semula.
Wajah tampan dan rambut yang putih sangat indah di tambah mata yang ungu membuat siapapun yang melihatnya meneteskan air liurnya karena terpesona akan ketampanannya.
"Maaf kan ayahmu ini yang telah membuatmu menunggu lama" ucap Hiro tersenyum lembut dengan air mata yang mengalir.
Meng Luo yang melihatnya pun tak sanggup lagi menopang tubuhnya, karena kakinya kehilangan kekuatannya untuk berdiri.
"Maafkan aku juga karena telah membuat kalian semua menderita karena mencemaskan ku, sekarang aku sudah pulang dan baik-baik saja" ucap Hiro.
"K-kamu…!" suara Meng Luo tercekat dan bergetar tidak sanggup berkata-kata lagi.
"Ayah?!" ucap Hari terkejut dan ia pun langsung berlari tanpa mempedulikan bahwa dirinya telah melewati pelindung dunia jiwa.
Hara yang telah keluar dari dunia jiwa pun secara keras dan cepat melompat kepada Hiro yang langsung memeluknya erat.
"Ayah!… Kemana saja ayah?! kenapa ayah tidak pernah melihatku selama ini?! apa ayah membenciku?! apa ayah tidak ingin aku lahir?!" ucap Hari sambil menangis sekencang-kencangnya dan memukul-mukul dada Hiro.
Mendapati anaknya yang menangis karena sangat merindukan dirinya, membuat Hiro merasakan sakit hati dan penyesalan yang begitu dalam.
"Maafkan ayah nak, ayah tidak seperti yang kamu pikirkan… Hanya saja ayah tidak tahu bahwa akan ada kamu di keluarga ini dan juga pada saat itu ayah sedang berpergian jauh sampai tidak bisa kembali… Tapi ayah bersumpah bahwa selama ini terus berjuang mencari-cari kalian hingga menjelajahi seluruh dunia" ucap Hiro.
"Aku sangat merindukan ayah!" ucap Hari yang terus histeris menangis di pelukan Hiro.
Hiro memeluknya dengan erat sambil mengusap-usap kepalanya anaknya itu.
"Maafkan ayah"
Banyak sekali kata maaf yang keluar dari mulut Hiro, karena Hiro tidak bisa mengatakan atau memikirkan kata-kata lain selain kata maaf.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...