
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hiro menundukkan kepalanya karena di tatap oleh semua orang yang berada di dalam ruangan tersebut.
'Apa aku mengatakan sesuatu yang salah?' pikir Hiro.
"Haishh nak… Kami tidak melarang mu memiliki berapapun wanita tetapi hargailah istrimu sendiri" ucap Karmelia menghela nafas.
Para orang tua yang ada disana pun mengangguk setuju dengan ucapan Karmelia.
"Apa kalian tidak setuju kalau aku memiliki banyak wanita?" ucap Hiro kepada para wanitanya.
Mereka mengangguk dan tersenyum manis.
"Kamu boleh memiliki wanita lain tetapi ingatlah kamu harus membicarakannya terlebih dahulu dengan kami" ucap Yue mewakili semuanya.
"Tuh ibu mereka pun mengijinkannya" ucap Hiro tersenyum senang.
Karmelia dan Chloe hanya menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas.
"Terserah… Keluarga mu atur sendiri oleh dirimu" ucap Karmelia dan Chloe.
Sedangkan para pria tua disana hanya menelan ludah dan tersenyum kecut karena iri kepada Hiro.
Hiro tersenyum senang dan mengejek ke para pria tua itu.
"Ibu sepertinya ayah iri denganku… Apa ibu mengijinkan ayah seperti diriku?" ucap Hiro sambil tersenyum manis ke arah kedua ayahnya.
Tiba-tiba hawa dingin menjalar ke seluruh ruangan, semua laki-laki yang ada disana merasakannya dan gemetar ketakutan.
"T-tidak istriku! anakmu hanya bercanda… Iyah kan nak?!" ucap kedua ayahnya dengan berkeringat dingin.
"Hehe benar ibu, aku hanya bercanda" ucap Hiro tertawa puas.
Swoshhhh…
Suasana menjadi tenang kembali dan kedua ayahnya akhirnya bernafas lega.
'Nak! apa kamu ingin membuat kami menderita?!' tanya kedua ayahnya melalu telepati kepada Hiro.
'Ahh tidak ayah, aku hanya mencari tahu siapa saja kalian di ijinkan' jawab Hiro dengan polos seperti tidak bersalah.
Setelah beberapa saat kemudian selesai berkumpul dan mengobrol dengan keluarganya, Hiro kembali ke ruangannya bersama dengan para wanitanya.
"Apa kalian ingin berada di dunia jiwa?" tanya Hiro.
Mereka menggelengkan kepalanya.
"Hmmm kalau begitu apa kalian mau bermain?" ucap Hiro dengan senyum manis.
Wajah mereka semua tiba-tiba memerah malu tetapi mereka tidak menolaknya dan menganggukkan kepalanya.
"Hehe selamat makan~!" ucap Hiro kemudian tiba-tiba lampu kamar menjadi redup dan peredam suara terpasang di dalam kamarnya.
***
Setelah malam hari Hiro yang masih terbangun pergi ke dalam dunia jiwa meninggalkan para wanitanya yang tertidur pulas karena kelelahan.
"Hahh rasanya tubuh ku segar sekali… Lima wanita dalam sekali permainan? cukup memuaskan" ucap Hiro tersenyum puas.
Hiro telah berada di istana dunia jiwa dengan di depannya para bawahannya sedang berlutut hormat kepadanya.
"Jadi bagaimana apa sudah ada perkembangan?" tanya Hiro.
"Kami tidak berani mengatakan apakah ini bagus atau tidak tuan, tetapi perkembangan para prajurit telah meningkat pesat. Kini prajurit paling rendah berada di level Dewa Putih tingkat rendah" ucap Diablo.
"Woahhhhhhh! luar biasa sekali… Sungguh kalian memang tidak pernah mengecewakan aku!" ucap Hiro tersenyum lebar karena sangat senang.
Diablo dan yang lainnya terharu mendengar perkataan Hiro, mereka sangat-sangat puas. Usaha mereka dalam melatih para prajurit terbayarkan dengan sempurna saat Hiro terpuaskan oleh hasil mereka.
"Terimakasih tuan!" ucap mereka.
"Tidak tidak… Aku yang seharusnya berterimakasih karena kalian sangat kompeten dalam mengerjakan perintahku" ucap Hiro dengan serius.
"Sebagai hadiah karena hasil memuaskan kalian semua… Akan aku kabulkan apapun permintaan kalian" ucap Hiro.
Mereka sangat senang mendengarnya dan juga agak ragu-ragu untuk menyampaikan permintaannya.
"Katakan saja jangan ragu-ragu seperti itu…" ucap Hiro saat melihat mereka semua yang tampak ragu-ragu dalam menyebutkan permintaannya.
"Tolong bertarung bersama saya tuan" ucap Diablo sambil bersujud karena takut permintaannya terlalu berlebihan.
"Terus Long Wang? apa permintaan mu?" tanya Hiro.
"Saya ingin menguasai satu dunia dimana hanya klan naga yang hidup tuan" ucap Long Wang.
"Baiklah akan aku buatkan dunia khusus para naga!" ucap Hiro.
"Liya? Gorgon? dan yang lainnya apa yang kalian inginkan?" tanya Hiro.
Mereka semua pun memberitahukan hal-hal apa saja yang diinginkan dan tentu saja Hiro mengabulkan semuanya tanpa terkecuali.
"Terimakasih banyak tuan!" ucap mereka memberi hormat dengan sangat tulus.
"Tidak masalah…" ucap Hiro tersenyum hangat.
Setelah itu barulah ia pergi ke tempat para prajurit berada.
Suatu tempat di penuhi oleh berbagai macam ras dengan pakaian full siap tempur.
Mereka semua langsung berlutut memberi hormat secara serentak saat melihat kedatangan Hiro.
"Berdirilah…" ucap Hiro.
Setelah itu barulah mereka berdiri dengan tegak, tetapi kepala menunduk tidak berani menatap Hiro secara langsung.
'Sistem apa mereka mampu menghadapi orang-orang dari luar itu?' tanya Hiro.
{Kemungkinannya mencapai 80% tuan}
'Haha kalau begitu sudah lebih dari cukup' ucap Hiro.
{Apa anda akan menunjukkan kekuatan Sang Absolute?}
'Tidak tidak… Ada baiknya kalau aku menyembunyikan identitas ku sebagai Sang Absolute, karena kalau tersebar luas maka aku tidak akan bisa bergerak dengan bebas' ucap Hiro.
{Tetapi karena anda hanya memiliki setengah kekuatan Sang Absolute maka mereka tidak akan mudah percaya begitu saja tuan}
'Kau benar tetapi tetap saja ada kemungkinan mereka curiga terhadap ku, jadi tunggu sampai aku menduduki kursi Sang Absolute' ucap Hiro dengan tegas.
{Kalau itu keinginan anda maka sistem tidak berhak memaksakan kehendak}
Hiro mengangguk dan seketika mengeluarkan seluruh aura yang ia miliki.
SWOOOOSSHHH…
Cuaca tiba-tiba menjadi buruk, awan gelap di iringi dengan petir menyambar membuat suasana menjadi sangat mencekam di tambah dengan tekanan yang keluar dari aura Hiro membuat seluruh pasukan bergetar hebat.
"Cobalah bertahan selama beberapa menit!" ucap Hiro dengan dingin.
"B-bbaik tuan!" teriak para prajurit dengan memaksakan mulut mereka untuk mengeluarkan suara.
DUARRRR… BOOMMMM…
Petir menyambar dengan sangat ganas membuat tanah sekitar hancur berantakan.
Para prajurit masih berusaha untuk berdiri tegap menahan semua tekanan dan guncangan yang terjadi akibat aura Hiro yang luar biasa sangat mengerikan.
Bahkan tidak lama kemudian para prajurit melihat sesosok bayangan samar-samar keluar dari tubuh Hiro.
Sosok tersebut berwujud tengkorak dengan zirah berwarna emas, sayap kiri berupa sayap malaikat dan di bagian kanannya memiliki sayap naga.
Sosok tersebut menatap tajam dan dingin mereka semua dengan mata merahnya yang bersinar terang.
Wajah seluruh prajurit menjadi pucat pasi, keringat dingin mengalir deras membasahi seluruh tubuh mereka.
SSLLLUURRPP…
Setelah 2 menit berlalu barulah Hiro menarik kembali semua auranya.
Seketika cuaca kembali menjadi terang dan cerah, suasana yang terjadi barusan bagaikan mimpi buruk semata.
"Kalian lulus!" ucap Hiro tersenyum puas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tamatin ahh dah bosen author. Pengen fokus ke cerita yang satunya 🤣
Tapi sayang banget kan kalau endingnya gak *******?