
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pertama-tama Diablo melawan Zaldabaoth terlebih dahulu, dimana hal tersebut atas permintaan Zaldabaoth karena dirinya memiliki dendam terhadap Diablo yang membunuh tubuh bayangannya dan membuat dirinya terluka cukup parah.
Tentu saja Diablo menerimanya karena dirinya juga penasaran seberapa kuat sosok Zaldabaoth yang asli.
Pertarungan itu berlangsung di depan mereka semua, tidak akan ada yang ikut campur selama pertarungan mereka berdua. Karena yang lainnya hanya sebagai penonton, hidup dan matinya mereka ditentukan atas kemampuan masing-masing. Bila terbunuh maka sudah takdir mereka bahwa akan mati saat itu juga.
"Jangan menaruh dendam apabila kau mati disini" ucap Zaldabaoth dengan senyum sinis nya.
"Hooo? Bukankah kau yang seharusnya tidak boleh lagi menyimpan dendam kepadaku? Saat masih hidup saja kamu terus-terusan dendam kepadaku hanya karena membunuh tubuh bayangan mu" ucap Diablo.
"Jangan banyak bicara sialan! Cepat kau maju serang aku!" ucap Zaldabaoth.
"Oh baiklah aku terima dengan senang hati.." ucap Diablo kemudian merubah wujudnya ke sosok sejatinya yaitu iblis dunia bawah.
Diablo kini menjadi iblis yang memiliki 12 sayap lengkap dengan tanduk dan ekor yang menjulang panjang.
Para iblis yang melihatnya sedikit terkejut karena sosok Diablo itu adalah iblis yang sangat langka di temukan.
"Bukankah sosok itu seperti..." ucap FINIS.
"Kamu benar, itu dia" ucap Memphistopheles tersenyum kecil.
"Hahhh sepertinya pertarungan ini kekalahan pertama untuk kita" ucap Memphistopheles kembali sambil menghela nafas panjang.
SWOSHHH...
BOOM...
Tiba-tiba sekilas bayangan melesat sangat cepat hingga menabrak gunung di belakang mereka semua.
Sosok yang terpental sangat jauh itu ternyata adalah Zaldabaoth, ia terkena pukulan telak oleh sayapnya Diablo.
Tak henti sampai disana saja, Diablo pun terbang melesat cepat ke arah Zaldabaoth yang tertanam di dalam gunung.
DUARRR...
Ribuan jarum emas berukuran 5 meter menghujani gunung tersebut sampai meledak, itu salah satu skill yang di miliki Diablo dan dapat membuat mahkluk tingkat mitos mati seketika.
Gunung berukuran besar itu langsung hancur menjadi berkeping-keping dan puing-puing gunung berterbangan kemana-mana.
Diablo menatap dingin ke arah bawahnya dan melihat Zaldabaoth masih bertahan dari serangan nya itu tetapi salah satu jarum nya menancap pada tubuh bagian kiri Zaldabaoth.
"Ohok-..."
"S-sialan.. ternyata kau menyembunyikan kekuatanmu yang sebenarnya!" ucap Zaldabaoth sambil memuntahkan seteguk darah akibat luka dalam yang di terimanya.
"Bukankah seharusnya begitu agar musuh mu lengah? Mengapa harus memamerkan kekuatan yang tidak seberapa ini, bahkan tuanku saja yang kekuatan nya di atas ku masih tetap merendah" ucap Diablo.
"Aku tidak terima! Kalau kau ingin membunuh ku maka gunakanlah seluruh kekuatan yang kau miliki, dengan begitu aku tidak akan menyesal walaupun mati di tangan mu!" ucap Zaldabaoth sambil terus mempertahankan kesadarannya.
"Baiklah akan aku kabulkan permintaan terakhir mu itu" ucap Diablo.
Cuaca menjadi gelap gulita di tambah angin bertiup kencang menjadikan suasana di tempat tersebut semakin mencekam.
Sosok Diablo yang terbang di atas langit terlihat begitu mengerikan dengan kedua sayapnya yang membentang lebar.
BZZRTTTT...
SWOSHHH...
DUARRR... BOOM...
Sebuah petir yang sangat besar dan berwarna hitam menyambar Zaldabaoth yang terkapar lemas di atas tanah bekas gunung tersebut, petir itu menyerang Zaldabaoth begitu ganas berulang kali hingga jasadnya pun menjadi debu dan terbawa terbang oleh angin.
Kematian Zaldabaoth pun sudah dapat di pastikan, pemenang dari pertarungan tersebut adalah Diablo.
[Hari yang telah di janjikan telah tiba...]
[Hari yang di ramalkan telah terjadi...]
[Wahai seluruh mahkluk yang hidup di dunia ini, bantulah penyelemat kalian! Musnahkan kembali kekacauan, cabut akar penyebab kehancuran!]
Seluruh dunia dapat mendengar suara misterius tersebut, sebagian besar orang tidak mengerti apa yang di maksud oleh suara tersebut tetapi sebagian lagi tokoh-tokoh atau penyangga penting dunia menyadari bahwa sesuatu telah di mulai dan itu lah hari kebangkitan bagi mereka semua.
WUNGGG...
SWOSHH...
BOOM...
Pada tempat pertarungan yang sebelumnya hanya ada Dewa Matahari dan yang lainnya tiba-tiba sejumlah pasukan muncul entah darimana asalnya, mereka berbaris rapi di belakang Yue berada.
"Hohoho akhirnya perang besar terjadi! Antara pasukan ku dan pasukan penjaga dunia!" ucap Memphistopheles tertawa senang.
SWOSHHH...
Para pasukan iblis itu terlihat lebih kuat daripada para iblis sebelumnya.
Para jendral kekaisaran Matahari pun telah tiba dan bergabung dengan pasukan yang telah berbaris.
"Hahhh kalau begitu tidak ada giliran untuk kita" ucap Dewa Matahari menghela nafas kecewa.
"Hahaha begini lebih seru! Kita bertempur habis-habisan sekarang, pasukan iblis ku atau pasukan penjaga dunia... Mari kita lihat siapa yang menang!" ucap Memphistopheles.
Sedangkan raja iblis lainnya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat hasrat perang Memphistopheles bangkit kembali.
"Persiapkan pasukan! Kita akan segera berperang, perang kali ini adalah penentu yang sesungguhnya..."
"Jangan sampai kejadian di masa lalu terulang kembali!" ucap Yue dengan berteriak sangat keras.
Semuanya dalam keadaan bersiap dan berekspresi serius, tidak ada lagi yang bersantai-santai dengan keadaan sekarang karena mereka tahu bahwa tidak lama lagi perang maha dahsyat akan segera pecah.
Pasukan misterius yang berpihak pada Yue pun tidak kunjung berhenti, mereka datang terus menerus seolah-olah bahwa kedatangan mereka telah di tentukan sebelumnya dan di atur oleh seseorang.
Tetapi Yue tahu bahwa pasukan tersebut berasal dari orang-orang yang berpihak pada Hiro sebelumnya, mereka telah menunggu lama menantikan datangnya hari ini.
Long Wang dan Raphael pun berubah ke wujud masing-masing yang sebenarnya.
"Semua pasukan!"
"Maju!"
"Serang!!!!"
***
Sedangkan di Sekte 3 Wajah, Hiro masih terbaring kaku di atas tempat tidurnya.
Seluruh Sekte kini telah sepi karena para murid telah pergi menuju ke medan perang, suara misterius itulah yang membuat mereka pergi. Karena mereka tahu bahwa sosok penyelamat itu adalah pemimpin mereka yang tidak terlihat selama ini.
Mereka tanpa ragu, tanpa takut langsung menuju ke tempat peperangan. Tidak ada satupun yang berani kabur ataupun lari, karena selama mereka hidup di Sekte mereka dapat hidup nyaman, tenang dan mereka pun dapat seperti sekarang ini karena pemimpin mereka sendiri.
Tidak mungkin mereka tidak tahu cara balas budi kepada Hiro, selama ini mereka ingin membalasnya tetapi karena tidak ada kesempatan mau tak mau mereka hanya bisa menunggu datangnya kesempatan tersebut. Kini di saat kesempatan untuk membalas budi telah datang, tidak mungkin mereka akan menyia-nyiakan nya begitu saja.
Jadi di Sekte kini hanya ada Hiro seorang yang masih belum sadarkan diri, walaupun sudah banyak tanda-tandanya ia akan sadar.
Di mulai dari jarinya bergerak, kelopak matanya bergetar dan hembusan nafas yang terengah-engah.
Tetapi tidak ada satupun orang yang tahu kapan Hiro akan bangun.
Di alam bawah sadarnya, Hiro masih mengumpulkan butiran kekuatan yang selama ini terpecah.
Energi Mana dan Qi nya berserakan dimana-mana memenuhi ruang dimensi tersebut.
[Perang telah di mulai nak...]
[Segera percepat pengumpulan nya agar kau tidak terlambat]
"Berisik ayah! Aku juga sedang berusaha secepat mungkin untuk menyelesaikannya!" ucap Hiro.
[Hahh baiklah untuk yang terakhir kalinya aku akan membantumu]
Hiro hanya diam saja karena sedang fokus menyerap seluruhnya yang ada di sekitarnya, apa pun itu entah itu energi Mana atau Qi miliknya atau bukan.
SLURPPP...
Tiba-tiba dalam sekejap sebuah dorongan kuat memaksa masuk ke dalam tubuhnya bersamaan dengan energi Mana dan Qi yang mengalir deras.
Mendapatkan dorongan yang tiba-tiba tersebut membuat Hiro sedikit terkejut, kalau saja tubuhnya tidak mampu menahannya maka mungkin saja dirinya akan terpental jauh dengan luka dalam yang cukup serius.
"Oi..oi, ayah! Kalau niat membantu lakukan dengan benar, bagaimana kalau aku terluka?" ucap Hiro yang sedikit kesal.
[Oy bocah sialan! Tidak tahu terimakasih sekali dirimu]
"Aku berterimakasih tapi tidak terima dengan cara barusan" ucap Hiro.
[Cihh sikap mu itu terlalu berlebihan, hanya karena dorongan kecil saja kamu marah-marah]
"Dorongan kecil dari mana?! Aku hampir terpental" ucap Hiro.
[Cihh sudahlah sekarang lakukan saja penguatan pondasi agar tubuh mu dapat mengolah energi melimpah tersebut]
Hiro pun hanya bisa mengubur kembali rasa kesalnya dan fokus dalam memperkuat pondasi sirkulasi Dantian nya.
***
Kalau like nya tembus 100 dalam sehari dan komen nya minimal 20, author janji akan crazy up seminggu full !!!
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...