
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
{Zion keturunan darah dari seorang penyihir yang melegenda yaitu Myro Aras… Di dalam tubuhnya Zion terdapat berbagai elemen yang masih belum dapat di buka sepenuhnya karena masalah mengancam keamanan nyawanya, tetapi dapat di buka apabila anak tersebut telah berusia remaja dan tubuhnya telah kuat untuk menahan tekanan dari berbagai elemen tersebut}
{Tetapi apabila sampai usia remajanya masih belum terbuka maka akan membahayakan nyawanya juga karena tubuh Zion akan meledak tidak sanggup lagi menahannya}
{Apa anda akan membantunya tuan?}
{Sistem akan sediakan quest untuk anda…}
{Selamat Zion dari kekuatannya yang meledak…}
{Batas waktu : 5 tahun}
{Hukuman : Kematian Zion dan sebuah dunia akan hancur}
{Hadiah : Mendapatkan peta Istana Langit}
(Cttn : Sebelumnya karena agak ribet kalau menyebut kursi singgasana Sang Absolute terus, jadi author merubahnya menjadi Istana Langit ok?!)
Hiro terdiam melihat banyak pemberitahuan dari sistem, ia tidak menyangka akan sebegitu pentingnya identitas dari anak kecil tersebut.
"Tuan? anda kenapa melamun?" ucap Tutu.
"Anak tersebut sangat istimewa Tutu, kita harus merekrutnya" ucap Hiro.
"Hah?! benarkah tuan? tapi apa yang istimewa dari dirinya itu?" tanya Tutu.
"Ada sesuatu pokoknya kita harus bisa menariknya terlebih dahulu, nanti juga kau akan tahu" ucap Hiro tersenyum senang.
"Ahh baiklah tuan, tapi bagaimana caranya?" tanya Tutu.
"Hemmmm tadi katanya kakaknya sedang sakit kan?" tanya Hiro.
"Benar tuan… Jangan-jangan?" ucap Tutu yang mengerti sesuatu.
"Kau mengerti maksudku?" ucap Hiro tersenyum penuh makna.
"Tapi kita kan belum tahu penyakit apa yang di deritanya tuan" ucap Tutu.
"Kalau belum tahu maka cari tahu!" ucap Hiro.
Hiro mengangguk dan duduk di kursi sambil meminum minuman yang ada di atas meja tersebut.
Hingga beberapa menit kemudian Zion keluar dari dapur dengan membawa banyak sekali makanan.
"Maaf membuat anda menunggu lama tuan… Silahkan di nikmati makanannya" ucap Zion sambil tersenyum lebar.
Hiro dan Tutu tanpa sungkan langsung makan dengan lahap, pada suapan pertama mereka sangat terkejut karena makanannya sangat lezat hingga tidak percaya bahwa yang memasaknya adalah seorang anak kecil.
"Enak sekali! bagaimana bisa kamu memasak seenak ini?" ucap Hiro kagum.
Tutu pun mengangguk setuju, ia sungguh tidak percaya akan hal itu.
"Hehe dulu ibu ku selalu mengajarkan ku memasak jadi sedikit tahu menu-menu yang enak, terimakasih tuan" ucap Zion tersenyum malu-malu.
Hiro dan Tutu dengan cepat menghabiskan semua makanan tersebut karena sangat di sayangkan apabila tersisa.
"Aaaaaghh… Ahh kenyang sekali, benar-benar makanan yang sangat enak" ucap Hiro bersendawa.
"Benar tuan, saya iri sekali anak sekecil dia bisa memasak lebih enak daripada aku" ucap Tutu.
"Hahaha kau benar, masa kalah sama anak kecil?" ucap Hiro bercanda.
"Eummmm ngomong-ngomong Zion, bolehkah kami melihat kondisi kakak mu? siapa tahu saja kami bisa membantu" ucap Tutu.
"Ahh benarkah?! anda benar-benar bisa membantu menyembuhkan kakak saya tuan?" ucap Zion terkejut dan bersemangat.
"Hey…hey tenanglah, biarkan kami melihatnya terlebih dahulu" ucap Tutu tersenyum lembut melihat begitu sayangnya bocah ini kepada keluarganya.
"Ahh baik tuan! silahkan ikuti saya!" ucap Zion.
Ia tidak ragu sama sekali karena selama masih memiliki kesempatan untuk menyembuhkan kakak nya, ia akan mengambil kesempatan tersebut.
Hiro dari belakang mengikuti mereka dan mengawasi sekitarnya karena siapa tahu penyebab dari semua ini ada dari pihak luar yang macam-macam.
'Tidak ada yang aneh di tempat ini yang berarti sakitnya berasal dari tubuhnya sendiri' pikir Hiro.
{Anda benar tuan… Penyakit yang di derita oleh kakaknya Zion adalah Raphaelise, sebuah penyakit yang menyerang dan mengekang jiwa seseorang hingga menderita dan mati secara perlahan-lahan}
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...