
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Peng Peng dan Jun Qi menjadi saudara satu perguruan, mereka selama beberapa hari ini sudah saling mendekatkan diri dan berteman akrab satu sama lain.
Hiro tersenyum kecil dan hampir tertawa karena memikirkan bagaimana reaksi Peng Peng apabila mengetahui saudaranya itu adalah sosok yang luar biasa terhormat yaitu tuan muda dari Istana Agung.
"Peng Peng bagaimana kemajuan kultivasi mu?" tanya Hiro.
"Sedikit berkembang guru, maafkan aku" ucap Peng Peng.
"Saudaraku, kamu itu cukup luar biasa karena dalam usia begitu muda telah mencapai level Bintang Berlian tahap akhir. Tinggal selangkah lagi menuju Bintang Bumi" ucap Jun Qi.
"Tapi tetap saja aku lambat karena belum bisa mengalahkan iblis hati itu" ucap Peng Peng.
"Tidak perlu terburu-buru, tenang saja santai... Kalau pondasi mu di Bintang Berlian belum cukup kokoh maka aku tidak mengijinkan mu untuk naik ke tingkatan yang lebih tinggi lagi" ucap Hiro dengan tegas.
Jun Qi pun menganggukkan kepalanya setuju dengan Hiro, karena terlalu berbahaya bagi seseorang melangkah maju ke tingkat yang lebih tinggi sedangkan pondasinya saja pada tingkatan tersebut masih belum kokoh maka akan terjadi ledakan di dalam tubuhnya yang bisa saja menghancurkan kultivasinya dan ia akan menjadi manusia biasa tanpa kultivasi.
"Ahh baiklah guru, saya terima perintah anda" ucap Peng Peng.
"Hemm bagus" ucap Hiro tersenyum senang.
Setelah itu Hiro memberikan pil yang cukup berguna untuk menguatkan pondasinya Peng Peng dan juga Hiro memberikan satu gulungan teknik Assasin kepadanya.
Hiro menemui Yuang Jie untuk segera mengumpulkan para murid-murid ke lapangan. Hiro pun mengeluarkan berbagai macam senjata yang membuat Jun Qi terbelalak terkejut, ia tidak menyangka Hiro memiliki banyak sekali senjata yang berarti ia sangat kaya.
"Tuan, dari mana anda mendapatkan senjata-senjata ini?!" tanya Jun Qi.
"Hasil rampasan perang" ucap Hiro sambil tersenyum kecil.
"Rampasan perang?" ucap Jun Qi semakin terkejut, berarti selama ini Hiro sudah melakukan banyak sekali peperangan karena melihat senjata-senjata itu menumpuk sangat banyak.
Tidak lama kemudian semua murid Sekte telah datang bersama dengan Yuang Jie. Mereka pun terkejut matanya terbelalak saat melihat sekumpulan senjata berbagai macam jenisnya.
"T-tuan muda, apa ini sebenarnya?" tanya Yuang Jie.
"Oh senjata untuk kalian semua..."
"Dengarkanlah mulai hari ini aku akan membentuk beberapa kelompok sesuai dengan senjata yang akan kalian pilih saat ini... Untuk kalian semua yang memilih pedang dan tombak akan menjadi kelompok Striker di bawah kepemimpinan murid ku Jun Qi, untuk yang memilih belati akan menjadi kelompok Assasin di bawah kepemimpinan Peng Peng dan sisanya di bawah kepemimpinan Yuang Jie, sekian dariku apabila ada yang ingin tanyakan silahkan berbicara sekarang juga" ucap Hiro.
Mereka terdiam sama sekali tidak bisa berkata-kata karena sibuk memikirkan akan memakai senjata apa. Hingga tidak terlalu mendengarkan perkataan Hiro yang terakhir.
"Baiklah, aku serahkan sisanya kepada kalian" ucap Hiro kepada Jun Qi, Peng Peng dan Yuang Jie. Kemudian ia pun pergi meninggalkan mereka semua.
BOOM...
BOOM...
BOOM...
Disaat semua orang tengah sibuk memilih senjata dan membagi kelompok tiba-tiba sebuah suara keras terdengar.
Dan tiba-tiba sebuah 3 bangunan tinggi muncul di wilayah Sekte mereka, saat ini semua orang segera melihat hal tersebut dan begitu terkejutnya mereka saat melihat sebuah papan nama yang bertuliskan 'PAVILLIUN ASSASIN' 'PAVILLIUN STRIKER' 'PAVILLIUN SUPPORT'.
Kemudian bertuliskan sebuah nama orang yang memimpin nya yaitu Peng Peng, Jun Qi dan Yuang Jie.
"Bagaimana apa kalian suka? Mulai sekarang tinggal lah di Pavilliun kalian masing-masing" ucap Hiro yang terbang di atas mereka semua.
"Terimakasih pemimpin!!!" ucap mereka dengan sangat senang, karena bangunan tersebut benar-benar bagus dan mewah hampir setingkat dengan istana sebuah kerajaan.
"Aku harap kalian lebih bersemangat lagi berlatihnya jangan sampai bermalas-malasan!" ucap Hiro.
"Baik!!!" ucap mereka semua.
Hiro mengangguk sambil tersenyum kecil dan pergi menghilang kembali ke ruangan nya.
***
Kerajaan Langit - Istana Agung
"Yang mulia... Bagaimana kabar tuan muda?"
"Tenanglah sekarang sudah baik-baik saja, dia sudah bersama dengan beliau... Menurut informasi anakku itu beliau sedang melakukan pergerakan besar di dunia bawah jadi tidak bisa cepat datang kemari"
"Benarkah Yang mulai?! Baguslah kalau begitu, apakah beliau membutuhkan bantuan? Kita bisa mengirimkan beberapa pasukan elite" ucap salah seorang dari mereka.
"Tidak perlu, kata anak ku beliau adalah orang yang bergerak sendiri... Kita akan membantunya apabila beliau meminta bantuan kepada kita" ucap sosok tersebut yang merupakan raja dari kerajaan Istana Agung dan sekaligus penguasa Benua Langit tingkat atas.
"Ahh benar-benar sosok yang sangat luar biasa..."
"Tapi kekuatan beliau masih terlihat rendah kata anak ku, mungkin saja beliau baru saja menempuh jalan menjadi Dewa Sejati" ucap raja tersebut.
"Tapi tetap saja walaupun kekuatannya masih di bawah Dewa-dewa lainnya, beliau dapat membuat takut mereka semua"
"Benar, mungkin karena itu sudah reaksi di bawah alam sadar mereka masing-masing" ucap raja.
***
Hiro kini tinggal seorang diri di bangunan yang besar tersebut, karena seluruh anggota Sekte kini telah berpindah di pavilliun masing-masing.
"Hemmm karena aku seorang diri, apa lebih baik aku mengajak beberapa keluargaku untuk keluar? Yah lebih baik seperti itu saja agar aku tidak kesepian di tempat yang besar ini" ucap Hiro kemudian masuk ke dalam dunia jiwa.
Di dalam dunia jiwa Hiro di sambut oleh keluarganya, tetapi sambutan tersebut berupa keluhan dan protes keluarganya karena beberapa hari belakangan ini ia sudah lama tidak menemui mereka.
"Ah-hahaha maafkan aku, bukannya aku tidak ingin menemui kalian tetapi banyak sekali urusan dan masalah yang harus aku selesaikan di dunia luar sana" ucap Hiro.
"Hemmm kalau begitu kenapa sekarang kamu kemari? Bukankah sedang sibuk?" tanya Yue.
"Hahhh aku kesepian dan merindukan kalian semua, jadi aku berencana membawa beberapa orang dari kalian untuk tinggal disana" ucap Hiro.
"Mengapa hanya beberapa orang? Apakah tidak bisa semuanya saja?" ucap Elizabeth.
"Hemmm boleh saja tetapi ayah dan ibu tidak bisa ikut" ucap Hiro.
"Terserah kamu saja nak, lagipula kami juga tidak ingin keluar dari dunia jiwa sekarang ini... Ajak lah semua istri kamu, kasihan mereka selalu di tinggal sendirian oleh suaminya sudah seperti janda saja" ucap ayahnya yang seketika membuat para wanita Hiro malu.
"Hahaha ayah memang sangat perhatian" ucap Hiro.
"Tentu saja, kita kan sama-sama seorang pria jadi aku paham apa yang kamu rasakan" ucap ayahnya.
"Yah begitulah seorang pria kalau ada maunya baru manis" ucap ibunya Hiro tiba-tiba menyahut.
"Ah sudah ayo kita keluar" ucap Hiro.
"Baiklah"
"Ayah tunggu!" tiba-tiba suara putrinya terdengar dan langkahnya pun lari terburu-buru.
"Oh iya aku lupa putri kita" ucap Hiro.
"Teganya ayah mau meninggalkan aku!" ucap Hari sambil cemberut.
"Hahaha maafkan ayah, apa kamu mau ikut juga?" ucap Hiro.
"Tentu saja mau" ucap Hari menjawab dengan cepat.
"Hahaha baiklah ayo kemari" ucap Hiro menggendongnya.
"Yuhuu~, tapi ayah aku sudah besar" ucap Hari.
"Tidak ada kata besar selama kamu belum menikah" ucap Hiro.
"Hemm baiklah... Dadahhh nenek, kakekk Ha'er pergi dulu" ucap Hari yang berada di gendongan Hiro melambaikan tangannya berpamitan.
SWOSHHH...
"Woahh ayah ini dimana sekarang kita?" ucap Hari.
"Di Sekte ayah..." ucap Hiro sambil tersenyum dan mengelus kepala Hari.
"Eummm kenapa begitu sepi?" tanya Meng Luo.
"Di gedung pavilliun masing-masing... Jadi Sekte ku ini memiliki 3 gedung lainnya, yaitu pavilliun Assasin, pavilliun Striker dan pavilliun Support" ucap Hiro.
"Ohh menarik, bagaimana kamu bisa berpikiran begitu?" ucap Yue.
"Euhh mulut mu memang tajam seperti biasanya Yue... Aku berpikir begitu sengaja karena menyesuaikan dengan bakat masing-masing murid, semoga saja dengan cara seperti ini mereka dapat berkembang cepat di bidang nya masing-masing" ucap Hiro.
"Katamu ini Sekte? Kalau begitu apa namanya?" tanya Elizabeth.
"Sebentar, aku jelaskan dulu situasi kita sekarang dengan lengkap agar kalian mengerti" ucap Hiro kemudian menceritakan semua tentang dunia tersebut.
Setelah menjelaskannya baru mereka mengerti, juga mereka kagum akan kecerdasan Hiro karena berhasil membuat Sekte nya berada di puncak padahal berada di dunia baru.
"Kamu pasti merencanakan sesuatu yang tidak kami ketahui kan? Dan juga kamu tidak ingin kami tahu akan rencana tersebut karena takut kami terlibat?" ucap Yue dengan senyum manis.
"Memang Yue ku yang terbaik... Benar dan aku harap kalian mengerti mengapa aku menyembunyikan rencana tersebut" ucap Hiro.
"Tidak apa-apa suami, karena itu pun untuk kebaikan kami..." ucap mereka dengan nada penuh kasih sayang.
"Tentu saja aku pasti akan selalu memprioritaskan kalian, tidak akan aku biarkan kalian mengalami masalah besar karena didiku" ucap Hiro.
"Apa ayah akan pergi lagi?" ucap Hari yang sedari tadi terdiam.
"Hemmm untuk saat ini tidak" ucap Hiro.
"Berarti ayah akan pergi lagi?"
"Mungkin saja, tapi kalian juga tentu akan ikut hanya saja kalian tinggal di dunia jiwa" ucap Hiro.
Tidak lama kemudian hari pun menjadi gelap, mereka pun makan bersama dengan tenang dan beristirahat.
'Oh yah sistem, aku kan Dewa Ashura apakah aku juga akan bisa memiliki 6 tangan? Dan 3 wajah? Itu sedikit menggelikan tetapi kelihatan keren' ucap Hiro dalam hatinya.
{Tentu saja bisa tuan tetapi itu bisa terjadi apabila tingkatan kultivasi anda telah berada di puncak}
'Hahh bakal lama kalau begitu'
{Tidak juga, asalkan anda rajin membunuh Dewa-dewa jahat maka level anda akan meningkat dengan cepat}
{Tidak hanya Dewa tetapi mahkluk-mahkluk yang termasuk jahat apabila di bunuh maka level anda akan meningkat walaupun tidak sebanyak membunuh Dewa jahat}
'Hahh aku benar-benar berperan menjadi pahlawan ternyata'
Tidak lama kemudian para wanitanya telah selesai mandi dan terjadilah pertarungan sengit antara Hiro dengan para istri tercinta.
***
Baiklah Author Akan Menjelaskan Tingkatan Kultivasi Yang Di Dunia Sekarang.
Semuanya Terbagi Menjadi 9 Tingkatan Yaitu :
-Bintang Perunggu
-Bintang Perak
-Bintang Emas
-Bintang Berlian
-Bintang Bumi
-Bintang Langit
-Bintang Raja
-Bintang Kaisar
-Bintang Saint
Dan Bagi Setiap Tingkatan Juga Di Bagi Menjadi 9 Tahapan, Sejak Dunia Ini Mengalami Kehancuran Dahulu Kala. Tidak Ada Lagi Satupun Orang Di Benua Langit Yang Mampu Mencapai Tingkatan Bintang Saint.
Apabila Bertanya Level Hiro Di Bandingkan Dengan Tingkatan Kultivasi Di Atas Maka Bisa Di Sandingkan Dengan Tingkatan Bintang Kaisar
Mengapa Begitu Rendah? Karena Hiro Baru Saja Menjadi Dewa Dan Itu Pun Baru Semi.
Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...