Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Titik Terang


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di pagi yang cerah terdengar suara teriakan keras yang begitu memekik, burung-burung berterbangan begitu mendengar suara tersebut.


"Aaaaaa-… A-apaan ini?!" teriak Hiro saat membuka matanya, ia melihat wajah cantik dan imut tepat di atas kepalanya, sontak hal tersebut membuatnya terkejut bukan main.


"Hemmm? apa kamu yang akan bertanggungjawab atas diriku? apa kamu juga yang menyelamatkan ku? apa kamu pada awalnya hanya benar-benar ingin mengobati ku saja tidak ada niatan lain? apa kamu…".


"Stop! tunggu sebentar apa maksud mu hah? aku baru saja bangun sudah di hujani pertanyaan begini, tunggu lah 5 menit sampai semua roh ku terkumpul!" .


"Tidak bisa… Itu karena aku ingin segera mengetahuinya" .


"Hahhh… Siapa yang memberitahukan nya?".


"Adikku? dan mereka semua?" ucapnya sambil menunjuk ke pintu.


"Kalau begitu tanyakan saja pada mereka, aku masih lelah jadi butuh istirahat laaaammaaaa sekali" ucap Hiro kemudian menarik selimutnya.


"Ohh? betapa lemahnya pria ku ini, apa kamu sebegitu lelahnya melayaniku yang terbaring diam? sungguh mengecewakan" ucap wanita tersebut.


Telinga Hiro kepanasan karena mendengar ocehan tanpa henti dari wanita tersebut yang membuatnya tidak bisa istirahat lagi.


"Baiklah-baik! apa mau mu hah?" ucap Hiro langsung bangun.


"Tidak ada… Hanya memastikan apa benar kamu yang akan menjadi pria ku?"


"Tentu saja! tapi kalau kau tidak mau aku akan langsung pergi" ucap Hiro.


"Eitss tidak bisa begitu… Kau sudah melakukan hal yang tidak senonoh pada tubuhku di saat aku tidak sadarkan diri" ucap wanita itu dengan wajah imutnya yang memanjakan mata.


"Baiklah kalau begitu, bagaimana diriku menurut mu? tampan sekali kan, seharusnya kamu bersyukur mempunyai pria tampan seperti aku" ucap Hiro dengan membanggakan dirinya sendiri.


"Hemmm… Aku tidak tahu kamu tampan atau tidak, karena selama ini yang kulihat hanya ruangan ini saja. Bisa saja ada yang lebih tampan darimu kan?" ucapnya.


"Cihh… Sudahlah, perkenalkan nama ku Hiro Akame seorang penguasa tertinggi di seluruh alam semesta" ucap Hiro.


"Hemmm… Baiklah Hiro, perkenalkan juga aku Cecilia seorang dewi paling cantik di seluruh alam semesta ini" ucapnya sambil tersenyum manis.


Dahi Hiro mengerut, karena ia tahu wanita itu sedang menyindir dirinya.


"Hahhh… Tunggu sebentar aku akan membersihkan diri ku dulu" ucap Hiro yang merasa seluruh badannya lengket karena sesuatu.


Saat ia akan berdiri, tangannya di tahan oleh wanita bernama Cecilia itu.


Hiro menghela nafas panjang dan mau tak mau dirinya mandi bersama.


Walaupun tidak ada adegan yang terlalu hot tapi ada lah suatu pergerakan licin dari tangannya maupun tangan wanita tersebut.


Setelah 30 menit mereka baru keluar dari kamar mandi dengan telanjang tanpa pakaian.


"Hemmm… Benda sebesar ini ternyata bisa masuk ke dalam? aku tidak mempercayainya" ucap Cecilia saat melihat sebuah benda yang sangat besar dan panjang.


"Cihh! kamu tidak percaya? kalau begitu mau melakukannya lagi, karena saat ini kamu pasti bisa merasakannya secara langsung" ucap Hiro.


"Tidak dulu deh… Badanku masih belum fit sepenuhnya" ucap Cecilia.


"Dasar… Cepat pakai pakaian mu, kita harus segera keluar sebelum orang-orang itu masuk ke dalam" ucap Hiro.


"Baiklah-baik, laki-laki kok cerewet sekali" ucapnya kemudian luwes begitu saja mengabaikan Hiro.


{Anda kerepotan kan tuan? habislah nanti akan semakin merepotkan lagi kalau para istri anda mengetahui hal ini}


'Berisik sistem, sudah cukup diam lah' ucapnya.


{Baik tuan… Tapi sistem ingin memberitahukan anda sesuatu yang sangat penting tuan, pesan dari Deen yang mengatakan bahwa dia menemukan suatu dunia di dalam suatu dunia juga yang di kelilingi oleh pelindung, pelindung tersebut bahkan tidak bisa di tembus olehnya dan Deen juga bertanya apakah dunia jiwa yang anda maksud adalah dunia itu tua?}


'Ohhh?!! benarkah?' ucap Hiro terkejut dan senang sekali akhirnya ada titik terang tentang dimana keberadaan dunia jiwa.


{Benar tuan…}


'Kalau begitu, menurut mu apa mungkin dunia yang di temukan oleh Deen adalah dunia jiwa?' tanya Hiro.


{50:50 tuan karena sistem sendiri masih berusaha menghubungkan ulang terhadap ikatan dengan dunia jiwa}


'Baiklah kalau begitu, kita harus segera cepat-cepat pergi ke tempat tersebut!' ucap Hiro.


{Selesaikan dahulu urusan anda dengan dunia ini tuan… Kalau tidak selesai maka sistem tidak akan pernah mengijinkan anda untuk keluar dari dunia ini}


'Baik-baik, lagipula urusan ku tinggal hanya mencari dan membunuh monster misterius yang kau maksud kan?'


{Benar tuan…}


'Baiklah, mulai besok aku akan segera bergerak cepat' ucapnya dengan bersemangat sekali.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...