Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Sampai Di Ibukota Kekaisaran


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hiro pergi terpisah dengan Tutu, entah apa yang sedang di rencanakan nya.


Tutu pun hanya bisa menurut saja, ia pergi duluan dengan Toto menuju ke ibukota untuk mendaftar menjadi relawan.


Hiro kembali ke kota dan pergi ke salah satu tempat ikonik kota tersebut, tempat itu adalah guild informasi dan guild petualang.


"Selamat datang tuan!"


"Ada yang bisa saya bantu?" ucap seorang gadis.


"Aku ingin informasi kekaisaran dan beserta ibukotanya" ucap Hiro.


"Kekaisaran? informasi apa yang anda inginkan?" tanya gadis tersebut.


"Informasi umum ataupun penting, berikan aku informasi apapun yang kalian miliki" ucap Hiro.


"Pertama-tama, mari ikut saya terlebih dahulu tuan…" ucap gadis tersebut dengan serius.


Hiro memahaminya jadi ia mengikuti gadis tersebut, Hiro di bawa ke salah satu ruangan yang sangat tertutup dengan di dalamnya terdapat seseorang.


"Nona… Tuan ini menginginkan informasi yang sangat penting" ucap gadis tersebut.


"Hemmmm? baiklah kau boleh pergi sekarang, serahkan saja padaku" ucap wanita di dalam ruangan tersebut.


"Baik nona… " ucap gadis itu kemudian pergi ke luar.


Hiro memperhatikan sosok wanita itu dari belakang dengan tenang.


"Informasi seperti apa yang anda inginkan?" ucap gadis itu masih membelakangi Hiro.


"Mungkin informasi yang dapat membuat hancur kekaisaran ataupun ibukota" ucap Hiro dengan tenang.


"Hemmmm… Apa kau memiliki masalah dengan kekaisaran?" tanya wanita tersebut.


"Aku pun tidak tahu… Tapi untuk berjaga-jaga apabila kekaisaran berubah menjadi musuhku" ucap Hiro.


"Jadi maksudmu?"


"Aku membutuhkan informasi tersebut hanya untuk mengamankan kemenangan, apabila aku harus berperang dengan kekaisaran dan juga sekaligus aku ingin membangun hubungan kerjasama dengan guild ini" ucap Hiro.


"Apa keuntungan yang ku dapatkan? Ahh tidak tapi apa keuntungan yang guild dapatkan apabila bekerjasama denganmu?" tanya wanita tersebut.


"Ketidakjelasan akan kami tolak" ucap wanita itu dengan tegas.


"Baiklah, apa yang kau inginkan?" tanya Hiro.


Mendapati perkataan tersebut membuat wanita itu sedikit terdiam sebentar hingga membuka mulutnya kembali.


"Kebebasan dan kekuasaan, apa kau bisa memenuhinya?' tanya wanita menyebutkan keuntungan yang ia inginkan dari hasil hubungan kerjasama dengan Hiro.


"Hanya itu?" tanya Hiro.


"Benar hanya itu saja sudah cukup bagi kami" ucap wanita itu.


"Baiklah aku berjanji akan memenuhi nya…" ucap Hiro.


"Baiklah, kalau begitu aku akan mulai memberitahukan kepadamu di mulai dari kelemahannya kaisar…"


***


Setelah keluar dari guild informasi hari mulai gelap, Hiro pergi kembali ke penginapan sebelumnya.


'Menurut mu apa maksud dari wanita tadi sistem?'


{Tidak tahu tuan…}


'Tidak tahu atau tidak bisa di beritahu?'


{Lebih tepatnya sistem tidak bisa memberitahukan nya untuk saat ini}


'Hemmm baiklah aku mengerti'


Hiro dengan segera tertidur agar esok hari tidak terlalu terlambat pada saat pendaftaran relawan memasuki wilayah misterius.


Keesokan harinya beruntung lah Hiro tidak bangun terlalu siang jadi ia bergegas bersiap-siap untuk berangkat menuju ibukota kekaisaran.


Tidak lama dan tidak banyak pula persiapan dengan cepat Hiro pergi dari kota tersebut menuju arah yang telah di arahkan oleh Tutu lewat telepati.


15 menit dengan jarak tempuh 100 km cukup terbilang cepat karena Hiro berlari biasa, pemandangan di depannya membuat ia mengingatkan akan sesuatu.


'Benar-benar mirip seperti pemandangan ibukota di dunia kultivator' pikirnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...