Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Ilusi


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat ini Hiro dan Tutu tengah beristirahat di bawah pohon yang rindang dengan angin segar menerpa mereka.


Nyaman, tenang dan damai sebuah rasa yang telah lama Hiro rasakan karena dirinya terlalu sibuk akan mengejar kekuasaan atas tuntutan sistem.


"Hahhh… Sudah lama sekali aku merasakan damai seperti ini"


'Itu karena sistem yang terlalu banyak menuntut!' ucap Hiro dalam hatinya.


{Kenapa jadi salah sistem tuan?}


"Emang benar kan?! aku sibuk karena dirimu yang selalu berkata aku harus ini dan itu?!" ucap Hiro.


{Tapi sistem tidak memaksa kan tuan? sistem hanya menyarankan sebuah cara ataupun tindakan yang harus anda lakukan, tapi karena saran yang sistem beritahukan dapat di terima oleh anda?}


"Benar juga sih… Tapi pokoknya ini semua gara-gara kamu! sudah aku tidak mau berdebat, biarkan aku menikmati perasaan ini sebentar" ucap Hiro.


{Sistem tidak melarangnya… }


{Silahkan anda istirahat terlebih dahulu…}


30 menit Hiro bersantai-santai dengan tenang, tiba-tiba tanah bergetar cukup kuat.


"Oy, oy ada apa ini? gempa bumi?" ucap Hiro bangkit dari tidurnya.


Tutu dan Toto pun mewaspadai sekitarnya, sedangkan Hiro dengan tenang mengalirkan energi Mana nya untuk merasakan apa yang sebenarnya terjadi.


'Hemmm? gunung meletus?' ucap Hiro saat Mana nya bentrok dengan energi Mana yang di keluarkan oleh salah satu gunung di depannya.


{Anda yakin itu gunung tuan?}


'Sepertinya… Kalau bukan gunung, apa kalau begitu?' ucap Hiro.


{Mendekat saja tuan dan lihat baik-baik…}


Hiro heran dengan apa yang di ucapkan sistem karena mengapa ia harus mendekat? bukankah seharusnya mereka menjaga jarak agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.


'Apa tidak apa-apa sistem? nanti terjadi masalah lagi' ucap Hiro.


'Hahhh…Baiklah kalau begitu' ucap Hiro terpaksa mengikuti perkataan sistem.


"Kalian semua ayo kita mendekat ke arah sumber penyebabnya tanah bergetar" ucap Hiro.


"Apa tidak masalah tuan?" tanya Tutu.


"Tidak apa-apa tenang saja…" ucap Hiro dengan yakin.


"Baik tuan" ucap Tutu.


Mereka pun maju ke depan sekitar 50 meter dari tempat awal mereka sebelumnya dan benar saja apa yang mereka lihat adalah suatu gunung yang sangat tinggi sedang meletus sambil mengeluarkan asap yang hitam tebal dan lava mengalir di sekitarnya.


'Tuh kan itu gunung sistem!' ucap Hiro.


{Apa anda yakin tuan?}


Mendengar sistem yang selalu meragukannya membuat Hiro kebingungan, sebenarnya apa sih yang ingin sistem katakan.


'Jelaskan saja sistem! sebenarnya apa yang ingin kamu katakan…' ucap Hiro dengan kesal.


{Hahhh… Apa yang anda lihat saat ini hanyalah pemandangan dari sebuah array ilusi, apa anda tidak menyadarinya?}


'Array ilusi? benarkah?' ucap Hiro sedikit terkejut karena ia sama sekali tidak menemukan hal aneh.


{Anda perhatikan baik-baik tuan… Apa tidak ada yang aneh?}


'Hehmm?' Hiro pun melihat gunung tersebut dengan baik dan teliti untuk mencari apa keanehan yang sistem maksud.


Tiba-tiba Hiro terkejut karena asap tebal tersebut tidaklah menyebar seperti selayaknya gunung meletus, tetapi asap hitam yang sangat tebal itu malah meluap-luap ke langit tinggi.


'Kau benar sistem! itu bukanlah gunung meletus, tapi sebuah ilusi' ucap Hiro.


{Anda buta atau bodoh tuan?}


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...