
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hiro tengah berdiri di tengah-tengah ribuan prajurit iblis yang memakai zirah terbaru pemberiannya, mereka memakai zirah tersebut dengan bangga dan bersemangat.
"Hahaha sepertinya kalian sangat menyukainya?" ucap Hiro tertawa melihat sikap mereka semua.
"Kami sangat menyukainya tuan! terimakasih!" ucap mereka serentak dengan keras.
Hiro menggelengkan kepalanya melihat mereka semua yang berlebihan karena hadiah pemberiannya tersebut, padahal sejak awal Hiro memang tidak membutuhkannya barang-barang tersebut hanyalah sampah untuknya. Semua satu set lengkap zirah untuk berperang adalah hasil isi dari membuka kotak hadiah misteri.
'Hmmm bagaimana reaksi mereka yah kalau aku bilang bahwa zirah tersebut adalah sampah yang tidak kubutuhkan' ucap Hiro dalam hatinya memikirkan reaksi mereka semua membuatnya sedikit terhibur, yah walaupun hanya khayalan semata karena tidak mungkin ia mengatakan hal tersebut karena akan menurunkan semangat juang mereka semua.
"Baiklah untuk balasannya, di peperangan mendatang nanti aku ingin kalian memenangkan peperangan tersebut untukku!" ucap Hiro sambil tersenyum.
"Baik tuan… Akan kami perjuangkan kemenangan telak untu anda!!!" ucap mereka semua.
Hiro mengangguk senang dan mulai mempersiapkan langkah-langkah selanjutnya yang harus para prajurit tersebut lakukan.
Setelah itu komando di ambil alih kembali oleh Grill, Hiro berencana untuk kembali ke dunia atas lebih tepatnya dunia malaikat atau Upperworld.
Hiro memasang portal terlebih dahulu di dunia iblis agar mereka mudah untuk pergi menuju ke dunia manusia di saat akan di mulai nya pertempuran.
Setelah semuanya selesai Hiro kembali bersama para wanitanya yang kini bertambah satu ekor- eh satu orang maksudnya.
***
Setelah kembali ke dunia rendah atau sebut saja dunia manusia, Hiro memberikan para prajurit di dunia tersebut sama seperti prajurit iblis sebelumnya.
"Berapa hari lagi yang tersisa sampai ke peperangan?" tanya Hiro.
{Waktu yang tersisa adalah 2 minggu tuan}
"Cukup untuk mempersiapkan pasukan Malaikat" ucap Hiro.
Ia pun berteleportasi menuju dunia malaikat seorang diri karena para wanitanya pun harus memanfaatkan waktu yang tersisa agar bisa menjaga diri di saat mengikuti peperangan dan Yue lah yang berperan aktif sebagai orang yang melatih mereka semua.
Seperti biasa setelah sampai di dunia malaikat sambutan hangat dan hormat di terima oleh Hiro.
"Apa kalian sudah siap?" tanya Hiro tanpa berbasa-basi.
"Kami sudah mempersiapkan semuanya dari sebelumnya tuan… Tetapi anda perlu melihatnya kembali karena takut kurang puas dengan hasil tersebut" ucap Felix kaisar malaikat yang sebelumnya.
"Baiklah bawa aku untuk melihatnya" ucap Hiro kemudian pergi bersama rombongan para malaikat yang menyambutnya.
Tidak lama akhirnya Hiro berada di depan para prajurit malaikat yang memakai zirah perang lengkap dan berbaris rapi.
"Hmmm memang lumayan perkembangan kalian cukup pesat" ucap Hiro memuji mereka semua yang membuat mereka bangga.
"Tapi perlengkapan kalian kurang maksimal, sebagai hadiah perkembangan kalian yang begitu pesat, terimalah itu" ucap Hiro memunculkan 5 peti besar berisikan zirah, pedang dan lain-lainnya.
Mereka terkejut karena tingkatan dari peralatan tersebut sangat lah tinggi tidak mungkin dapat di buat ataupun di temukan dengan mudah.
"Tidak perlu ragu-ragu, ambil dan pakai untuk menjaga nyawa kalian semua" ucap Hiro.
Mereka semua pun memilih semua yang mereka inginkan tanpa terjadi keributan. Setelah itu mereka mencobanya berganti zirah.
"Hmmmm bagus juga sangat cocok untuk kalian… Tapi harganya sangat mahal" ucap Hiro tersenyum kecil.
Mereka pun kebingungan dan panik karena takut tidak bisa membayarnya.
"Haha tenang saja aku tidak membutuhkan uang ataupun kekuasaan tapi aku hanya menginginkan kalian memenangkan perang!" ucap Hiro dengan tegas.
Mereka menelan ludah karena memang benar harganya sangat mahal karena memenangkan perang bukanlah sesuatu hal yang mudah dan menyangkut dengan nyawa.
"Baik tuan!!!" ucap mereka berteriak-teriak keras.
Hiro mengangguk puas dan menyuruh mereka sedikit melakukan pelatihan kembali untuk menyempurnakan kekuatan pasukan tersebut dan ia tinggal di Upperworld selama seminggu setelah itu baru kembali ke dunia rendah.
***
Setelah semua persiapan selesai, para pasukannya telah siap dan kini yang terakhir adalah dirinya harus bisa mengontrol penuh atas kuasa dunia.
"Baiklah mari kita berlatih selama 3 hari, mudah-mudahan waktu tersebut cukup untukku" ucap Hiro.
Hiro menitipkan pesan kepada Yue bahwa ia akan menjalankan latihan tertutup selama beberapa hari jadi tidak ada yang boleh mengganggunya.
Sehari pertama dalam latihan tersebut Hiro masih sedikit kesulitan. Hal pertama yang ia latih adalah menyatukan jiwanya dengan inti dunia agar ia tahu segala kondisi dan situasi apa yang terjadi di seluruh penjuru dunia pada saat peperangan terjadi.
Hari kedua sedikit demi sedikit akhirnya Hiro telah berhasil menyatukan jiwanya dengan inti dunia, penglihatannya pun mencakup seluruh penjuru dunia. Tantangan berikutnya adalah menyatukan energi miliknya dengan energi murni inti dunia, hal tersebut bertujuan agar ia dapat mengontrol energi yang ada di seluruh dunia rendah untuk di sebarkan ke setiap pasukannya agar tidak kehabisan energi.
Hari ketiga akhirnya Hiro telah berhasil melakukan semua hal tersebut, akhirnya ia menjadi sepenuhnya penguasa dunia kultivator atau dunia rendah.
Tidak ingin membuang waktu banyak, ia pun segera menyudahi latihan tertutup dan segera mengatur strategi yang cukup sederhana tetapi mematikan.
"Diablo, Long Wang, Raphael, Raa, Liya, Gorgon, Yuki, Savier, dan Combine. Jawablah panggilan ku dan datanglah kemari!" ucap Hiro memanggil semua bawahannya.
SWOOOOSSHHH …
Orang-orang yang di panggil Hiro langsung muncul seketika dan mereka pun dalam posisi berlutut.
"Kami datang menjawab panggilan anda tuan!" ucap mereka semua.
Hiro mengangguk ringan, "Apa persiapan kalian juga sudah selesai?" tanya Hiro.
"Pasukan iblis telah siap tuan!"
"Pasukan naga telah siap tuan!"
"Pasukan malaikat telah siap tuan!"
"Pasukan phoenix telah siap tuan!"
"Pasukan elf telah siap tuan!"
"Pasukan Dwarf telah siap tuan!"
"Pasukan kura-kura telah siap tuan!"
"Pasukan sleipnir telah siap tuan!"
"Pasukan monster telah siap tuan!"
"Kami semua siap menunggu perintah anda selanjutnya!" ucap mereka semua dengan tegas.
Pemandangan yang sangat tidak normal dimana setiap pemimpin suatu ras menundukkan kepala mereka kepada satu orang yang duduk di atas singgasana.
Sungguh suatu kemustahilan dimana setiap ras bersatu dalam satu pasukan dan juga satu majikan. Karena ego mereka masing-masing sangat berbeda-beda dan tinggi, tetapi semua itu di patahkan dengan pemandangan yang terlihat hari ini.
"Satu perintah mutlak dari ku…"
"Kalian harus menang!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yoi siap-siap up nya akan meledak karena mengejar target!