
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hiro pun mencoba untuk menerobos ke dalam array ilusi tanpa ketahuan.
"Apa yang akan anda lakukan tuan?" tanya Tutu.
"Mencoba membuat celah array ilusi yang di depan" ucap Hiro sambil duduk sila dengan mata terpejam.
"Array ilusi? yang mana tuan, bukankah di depan adalah gunung sungguhan?" ucap Tutu.
"Kita harus segera pergi tuan, atau tidak kita akan terkena dampaknya" ucap Tutu kembali dengan nada khawatir.
"Bisa kau diam sebentar?" ucap Hiro dengan dingin.
Tutu pun langsung terdiam tanpa sepatah katapun keluar dari mulutnya.
Walaupun ia ingin segera pergi tapi tidak bisa karena Hiro memerintahkan nya untuk diam.
Rasa khawatir dan kepercayaannya kepada Hiro menjadi bentrok di dalam kepalanya.
Tetapi akhirnya Tutu pun hanya bisa terdiam di tempatnya.
'Tolong bantu carikan dimana titik pusat array tersebut sistem' ucap Hiro dalam diamnya.
{Baik tuan…}
{Titik pusatnya berada pukul 1 arah jarum jam…}
{Tapi anda harus hati-hati tuan karena terdapat sebuah segel alarm yang apabila terdapat sedikit getaran atau gangguan saja pada titik pusatnya, maka segel tersebut akan memberitahukan bahwa ada penyusup yang mencoba membongkar array ilusi dengan cara mengirim sinyal kepada pembuatnya}
'Baik, akan aku usahakan untuk bergerak seminimal mungkin agar tidak terdeteksi oleh nya' ucap Hiro dengan serius.
Ia kemudian berkonsentrasi penuh akan pergerakan nya yang membuat celah agar mereka bisa masuk tanpa ketahuan.
20 menit kemudian Hiro sama sekali tidak bisa menemukan celahnya, hal tersebut membuat ia tertekan dan kesal.
'Sial! bagaimana mungkin tidak ada celah sama sekali? siapa sebenarnya yang membuat array ini?!' ucapnya sangat kesal sekali karena ia telah menghabiskan banyak waktu untuk hasil yang sia-sia.
'Benar-benar menyebalkan…' ucapnya.
{Lebih baik anda menyerah saja tuan… Pergi ke tempat lain, siapa tahu ada sebuah keberuntungan menanti anda}
Hiro pun hanya bisa mengangguk dan bersiap-siap untuk pergi.
"Kita pergi… Formasinya sama sekali tidak bisa di remehkan, lebih baik pergi ke tempat lain" ucap Hiro berdiri.
"Baik tuan!" ucap Tutu, ia sedikit terkejut karena ada masanya dimana Hiro gagal dalam melakukan suatu pergerakan.
'Sungguh tidak dapat ku sangka, tuan bisa gagal juga' pikir Tutu.
Hiro pun memimpin jalan menuju ke arah barat terlebih dahulu dan mencari kota ataupun desa terdekat untuk tempat persinggahan sementara.
Selama perjalanan banyak monster menghadang mereka tetapi dapat di atasi dengan mudah oleh Tutu dan Toto.
Daging-daging monster yang dapat dimakan, disimpan oleh Tutu agar persiapan apabila tidak menemukan pemukiman ataupun kekurangan makanan.
Toto seekor kura-kura pun dapat makan daging monster, aneh sekali kan?
"Oh yah sistem… Apa tidak ada kabar lagi mengenai Deen?" tanya Hiro.
{Belum tuan… Mungkin Deen masih berusaha mencari ke segala penjuru dunia}
"Hemmm baiklah nanti 3 hari kemudian suruh Deen untuk menemui ku, bisa kan?" ucap Hiro.
{Tentu bisa tuan! apa sih yang tidak bisa atau mustahil bagi sistem?}
Hiro mengabaikan sistem yang menyombongkan dirinya, ia terlalu malas meladeninya.
{Di 200 meter depan anda, ada sebuah kota yang cukup besar tuan… Tetapi ada yang aneh dengan kota tersebut}
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...