
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah mengisi perut dengan makanan yang begitu banyak, mereka pun berdiri dan kembali melanjutkan langkah kaki yang sempat terhenti.
'Hemmm sistem status!"' ucap Hiro.
......................
>Nama : HIRO AKAME
>Umur : 10.020 Th
>Level : Guru (Platinum)
>Status :
- SANG ABSOLUTE
- Penyihir (A+)
- Bela Diri (B)
>Ras : -
>Gelar : Sage
>Job : -
>Elemen :
- Void ( Kehampaan )
>Tipe Tubuh :
- Perfection
>Teknik/Skil :
- Penciptaan ( Creation )
>Poin Sistem : -
>Poin Pengalaman : 0/100.000 poin
>Senjata :
- Pedang Penghancur Surga Dan Neraka(Dewa)
- Pedang Langit Suci (Dewa)
>Artefak :
- Gelang Mustika Naga
- Gelang Kekacauan
- Absolute Ring
>Penyimpanan :
- Kotak Hadiah Misteri (???)(10)
- Peta Khusus
>Partner/Beast Kontrak :
>Bawahan (?) :
- LITCH ( Raja Undead )
......................
'Pasang semua artefak yang ku miliki sistem! aku memiliki firasat tidak enak kalau sudah di ujung gua ini' ucap Hiro.
SWOSHHHH…
Semua tangan Hiro kini terpasang banyak aksesoris seperti cincin dan gelang tetapi sayangnya benda tersebut bukan lah aksesoris biasa.
'Nah begini kan bagus juga sebagai penambah nilai plus penampilan' ucap Hiro tersenyum puas.
"Wah tuan! cincin dan gelang apa itu? sangat bagus sekali" ucap Tutu terkagum-kagum.
"Hahaha aksesoris biasa hanya penambah nilai plus penampilan saja" ucap Hiro.
Tutu menatap tidak percaya karena ia sedikit merasakan aura energi dari cincin dan gelang tersebut.
"Benarkah tuan? tapi-…"
BOMMMM…BOMMMM…
CRACK… DUARRRR…
Tiba-tiba sebuah ledakan terdengar keras dari arah depan mereka berdua dan ledakan tersebut membuat seluruh goa bergetar hebat dengan keras.
"Apa itu?!" ucap Tutu terkejut.
"Sesuatu yang sangat berbahaya" ucap Hiro dengan serius.
"Bersiap-siaplah" ucap Hiro kemudian mengeluarkan kedua pedangnya.
Tutu pun mengeluarkan senjata miliknya dan bersiap-siap merapalkan mantra sihir hitam terkuatnya.
"KWAKK! KWEK! Aaaa!"
Hiro dan Tutu terdiam membeku di tempatnya.
"A-apa ini nyata tuan?" tanya Tutu.
"Entahlah, tapi sepertinya ini nyata" ucap Hiro.
Mereka berdua berbincang-bincang dengan tidak jelas, sedangkan mahkluk dari pemilik suara tersebut sedang perlahan-lahan mendekati mereka berdua.
"KWAKK! KWAKK!"
{Turtle Astral… Seekor monster purba yang dapat hidup hingga jutaan tahu lamanya, bentuknya yang seperti kura-kura karena memiliki cangkang keras dan di bagian punggungnya terdapat dua sayap hitam seperti kelelawar}
"Kura-kura?"
"Kelelawar?" ucap mereka berdua.
"Kura-kura tuan bukan kelelawar…" ucap Tutu.
"Hey kau bodoh kah? lihatlah sayapnya yang hitam itu, jadi jelas itu kelelawar!" ucap Hiro.
Mereka berdua berdebat mengenai monster tersebut antara kura-kura atau kelelawar.
Hiro pun menunduk dan berjongkok mengambil sesuatu.
"Nah kau lihat sayapnya ini, jelas-jelas ini kelelawar!" ucap Hiro.
"Haishh anda lihat tempurung nya itu tuan, jelas-jelas itu kura-kura…" ucap Tutu yang tidak mau kalah.
"Kwak! Kwak!"
"Ahh hati-hati tuan! mahkluk itu sepertinya akan menggigit jari anda!" ucap Tutu panik.
"Hah?-… Argghhh" teriak histeris Hiro.
{Turtle Astral telah memutuskan anda akan menjadi tuan nya!}
{Silahkan beri nama agar ikatan jiwa kalian terhubung…}
"Ohh? tidak apa-apa, ternyata mahkluk ini ingin aku menjadi tuannya" ucap Hiro sambil tersenyum kecil.
Tutu pun menghela nafas lega,"Dia ingin anda menjadi tuannya? kenapa?" ucap Tutu.
"Entahlah aku juga tidak tahu" ucap Hiro.
"Baiklah… Mulai sekarang namamu adalah Toto!" ucap Hiro sambil tersenyum kepada Tutu.
"Sekarang dia adik mu" ucap Hiro kemudian menjatuhkan kura-kura setengah kelelawar itu ke atas kepala Tutu.
"Haishh tuan… Kenapa namanya harus mirip dengan namaku?" ucap Tutu protes.
"Hahaha sekarang kalian adik kakak sudah!" ucap Hiro tersenyum puas.
"Hahh, baiklah Toto aku adalah kakak mu oke?" ucap Tutu.
"Tu?" ucap Toto si kura-kura setengah kelelawar.
"Wahh dia menyebut nama ku tuan?!" ucap Tutu tersenyum senang.
"Hemmm? kalau begitu sebut namaku juga Toto, namaku adalah Hiro"
"Ro?" ucap Toto dengan lucu.
"Wahh dia juga bisa menyebutkan nama anda tuan! lucu sekali!!!" ucap Tutu.
"Benar… Baiklah jaga dia baik-baik, karena dia sangat istimewa" ucap Hiro.
"Tentu saja tuan dengan senang hati!" ucap Tutu.
Melihat keduanya telah akrab membuat Hiro tersenyum senang.
'Monster mungil yang mengerikan' ucap Hiro dalam hatinya karena menyebab gua hampir runtuh adalah Toto pelakunya.
"Apa kita akan lanjut lagi tuan?" tanya Tutu.
"Tentu saja… Ujung gua nya sekitar 50 meter lagi" ucap Hiro.
"Baiklah ayo segera lanjut lagi tuan" ucap Tutu bersemangat.
Hiro tersenyum dan mengangguk, mereka pun kembali melanjutkan langkah kaki nya. Sedangkan Toto ia tidur di kepala Tutu dengan tenang.
{Hati-hati tuan… Di balik pintu di depan ada sesosok yang sedari tadi menunggu anda}
'Apa itu sistem? monster?' tanya Hiro.
{Tidak tahu tuan… Sistem tidak bisa melihat lebih jauh karena pintu tersebut di pasang sebuah array pelindung}
"Hemmm sebegitu nya kah? berarti harus ekstra hati-hati' ucap Hiro.
"Tuan… Akhirnya kita telah sampai, lihat di depan kita ada sebuah pintu. Mungkin di dalam ruangan itu terdapat harta karun?" ucap Tutu dengan bersemangat.
Sedangkan Toto yang sedari tadi tidur nyaman tiba-tiba terbangun dan terlihat gelisah.
"Hey…hey ada apa Toto?" tanya Tutu.
"Dia merasakan ancaman di balik pintu itu" ucap Hiro dengan serius.
"Ancaman?" tanya Tutu.
"Benar… Persiapkan dirimu dan berhati-hati lah jangan sampai lengah" ucap Hiro.
"Baik tuan!" ucap Tutu.
'Buka langsung sistem?'
{Tunggu sebentar tuan… Sistem akan mencoba mengaktifkan pelindung otomatis}
'Baiklah kalau begitu… Ehh tapi sistem berapa lama lagi waktu menghilang nya kekuatan ku?' tanya Hiro.
{5 jam tuan… Sistem harap anda dapat menyelenggarakan semua nya dalam 5 jam ke depan karena setelah kekuatan anda menghilang maka anda tidak akan bisa bergerak sementara waktu}
'Hahh?! kalau begitu berbahaya sekali sistem' ucap Hiro.
{Maka dari itu, sistem harap anda menyelesaikan nya dengan cepat}
'Baiklah akan aku coba' ucap Hiro.
"Ayo kita masuk…" ucap Hiro.
DUG… KRIIETT-…
Hiro menendang pintu tersebut karena untuk berjaga-jaga apabila ada suatu jebakan.
BOM…
Setelah pintu itu terbuka sepenuhnya, tiba-tiba keluar asap merah dari dalam ruangan tersebut.
{Hati-hati tuan, asap tersebut dalam membuat anda melemah selama 10 menit. Jangan sampai terhisap!}
Hiro mengangguk dan segera menutup hidung nya.
"Tahan nafas mu Tutu! jangan sampai kamu menghisap asap itu karena akan melemahkan mu!" ucap Hiro dengan serius.
"Baik tuan, terimakasih!" ucap Tutu.
SWOSHHHH…
Tiba-tiba sebuah tombak runcing yang terbuat dari es melesat cepat ke arah mereka.
"Awas!!!" ucap Hiro keras sambil menghindar.
CRACKKK… BOMMMM…
Tombak tersebut melesat cepat dan tiba-tiba menusuk ke atas hingga menancap pada langit-langit goa.
Hal yang mengejutkan pun terjadi karena setelah tombak tersebut menancap tiba-tiba seluruh goa menjadi es, kecuali ruangan di depannya saja yang tidak terpengaruh.
"Hufft, syukurlah kita dapat menghindari nya. Sungguh serangan yang sangat luar biasa dan mematikan" ucap Hiro.
"Tuan… Apa anda baik-baik saja?" tanya Tutu.
"Tidak apa-apa… Kau berhati-hati lah karena sekali terkena serangannya maka kematian lah yang menunggu kita" ucap Hiro dengan serius.
"Baik tuan, anda juga berhati-hati lah" ucap Tutu.
SWOSHHHH…
Hiro mengeluarkan seluruh aura nya untuk melawan balik aura sosok di dalam ruangan tersebut.
"Apa kau akan ikut masuk?" tanya Hiro kepada Tutu.
"Saya ingin tetapi sepertinya Toto ketakutan" ucap Tutu.
"Baiklah kau tunggu disini, bersiap-siap saja karena siapa tahu nanti aku membutuhkan bantuan mu" ucap Hiro sambil melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Baik tuan!" ucap Tutu kemudian merapalkan setengah mantra nya agar saat Hiro memanggilnya maka ia sudah dalam keadaan siap menyerang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...