Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Harta Karun


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah itu mereka pun berbincang-bincang hangat satu sama lainnya.


Hiro duduk dengan tenang sambil mendengarkan semua perkataan para raja tersebut.


"Guru, setelah ini apa yang akan kita lakukan?" tanya Ryu.


"Tunggu saja, nanti kamu pasti akan mengetahuinya" ucap Hiro dengan pelan.


"Apa anda akan pergi lagi guru?" tanya Toru.


"Tentu saja, karena tempat ini hanya persinggahan sementara" ucap Hiro.


"Terus nasib kami bagaimana guru?" tanya Ryu.


"Carilah jalan sendiri karena masa depan kalian masih panjang" ucap Hiro.


"Apa kami boleh ikut?" tanya Lalita.


"Sesuai syarat dan perjanjian kita sebelumnya saja" ucap Hiro dengan tersenyum lembut.


Ekspresi wajah mereka muram dan sedih, baru saja bertemu sudah harus berpisah kembali.


"Ekhem, Hiro apa kita bisa mulai saja?" tanya raja Pidana.


"Ohh yah, tentu saja silahkan…" ucap Hiro langsung mengalihkan pandangannya.


"Bagaimana tentang yang kami katakan sebelumnya soal membangun kerjasama antara penyihir dan manusia?" ucap raja Gara.


"Tidak masalah tetapi merekalah yang akan menjadi perwakilan para penyihir" ucap Hiro sambil menunjuk ketiga muridnya.


Gara dan Rama sedikit tertegun karena mau bagaimana pun tidak mungkin menyerahkan urusan yang begitu penting hanya pada anak-anak.


"Hahaha tuan Hiro sangat pandai bercanda, iyah kan Gara?" ucap raja Rama.


"Ha-ha benar…" ucap Rama yang sebenarnya tahu bahwa Hiro tidaklah bercanda tetapi ia menolak persepsi nya dan memohon agar bahwa itu semua memang hanya candaan.


"Apa aku terlihat bercanda?" ucap Hiro sambil menatap raja Pidana.


"Hahhh, kau memang selalu bikin kejutan. Tapi untuk saat ini bisakah jelaskan kenapa kamu menggunakan anak-anak ini untuk urusan yang sangat penting ini?" tanya raja Pidana.


"Apa kalian tahu? bahwa pasukan penyihir ku semuanya di pimpin oleh mereka, jadi kesimpulannya?…" ucap Hiro sambil tersenyum penuh makna.


Mereka semua tidak lagi terkejut, hanya sedikit menghela nafas karena sudah terbiasa dengan kejutan-kejutan yang Hiro berikan.


"Baiklah kalau kamu sudah berkata begitu, aku setuju-setuju saja tapi bagaimana dengan kalian?" ucap raja Pidana.


"Baiklah! aku akan menaruh sepenuhnya kepercayaan padamu! jangan sampai membuat ku kecewa" ucap raja Gara.


"2 suara melawan 1 suara? tentu saja dapat di pastikan kalah, jadi tentu aku ikut dengan kalian" ucap raja Rama.


"Bagus, dengan begini perjanjian kerjasama telah di buat. Sekarang waktunya ke isi dalam perjanjian dan syarat-syarat nya" ucap Hiro.


"Intinya, kami berharap kalian dapat langsung membantu benua Betavia apabila dalam keadaan bermasalah begitupun dengan sebaliknya kami akan berusaha semaksimal mungkin agar bisa membantu kalian apabila membutuhkan pasukan bantuan… Kami juga ingin para manusia dapat keluar masuk wilayah penyihir begitupun dengan sebaliknya, apabila ada salah satu di antara manusia yang berbuat seenaknya atau mengganggu wilayah kalian maka kami akan angkat tangan terhadap masalah tersebut terserah kalian mau di bagaimana kan orangnya, begitupun dengan sebaliknya…"


"Bagaimana apa sampai sini kalian sudah cukup mengerti?" ucap raja Gara.


"Satu pertanyaan, bagaimana kalau kami tidak mau menolong kalian pada saat kesulitan?" tanya Ryu.


"Pertanyaan yang bagus… Tentu kami akan menanyakan alasan kalian terlebih dahulu, apabila tidak ada penjelasan apapun mengenai kalian tidak membantu kami pada saat kesulitan maka pada saat itu ikatan di antara kita terputus. Siapapun penyihir yang ada di kota atau kerajaan kami akan di hukum mati… Bagaimana setuju?" ucap raja Rama.


Hiro sedikit mengerti isi dalam perjanjian tersebut yang dimana memang saling menguntungkan tidak ada pihak yang di rugikan sama sekali.


"Baiklah kami setuju" ucap Hiro tersenyum tenang.


Saat mendengar perkataan Hiro tentu para muridnya pun ikut bersuara dan menyetujui semuanya tanpa ragu karena Hiro pun setuju.


Surat perjanjian pun di buat di atas kertas hitam dan putih, kemudian di bagi menjadi dua untuk di simpan oleh kedua belah pihak.


***


Setelah itu mereka semua membubarkan diri kembali ke kerajaan masing-masing.


Hiro ikut kembali ke kerajaan Manipeda, sedangkan para muridnya dan LITCH kembali ke wilayah para penyihir.


Hiro pun memberi pesan kepada mereka apabila ingin bertemu dengannya maka datanglah ke kerajaan Manipeda karena ia akan selalu ada disana untuk sementara ini.


Dengan begitu akhirnya umat manusia terselamatkan dari bencana yang mengancam kepunahan mereka semua.


Kabar mengenai kemenangan pasukan antar kerajaan membuat seluruh rakyat di benua Betavia bersorak-sorai gembira, mereka kini merayakan perayaan kemenangan dengan cara mengadakan festival dan juga setiap kerajaan membuat hari tersebut menjadi hari libur nasional sebagai memperingati kemenangannya.


Dan juga kabar tentang para penyihir yang membantu mereka pun di sebar luaskan agar para rakyat tahu tentang keberadaan penyihir, tetapi tidak dengan keberadaan Hiro yang berperan penting sebagai kunci utama kemenangan mereka, karena sesuai permintaan Hiro dimana ia ingin di sembunyikan tentang dirinya yang membantu mereka.


Saat ini Hiro sedang rebahan di kasurnya yang berukuran raksasa.


"Sial! kalau saja ada istri-istri ku maka aku tidak akan terlihat kecil di bandingkan kasur ini" ucap Hiro.


"Aku harus bagaimana lagi sistem untuk mencari mereka?" tanya Hiro dengan sedih.


{Bukankah anda bisa menghubungi Deen tuan? biarkan dia mencari keberadaan dunia jiwa atau kalau tidak biarkan dia mencari sedikit informasi saja agar sistem bisa melakukan penyelidikan lebih lanjut}


Hiro pun berdiri dan tersenyum lebar, "Benar! kenapa aku melupakan nya yah?" ucap Hiro.


{Mau kah sistem sambungkan anda dengan Deen tuan?}


"Tentu saja boleh, cepat sistem" ucap Hiro.


{Baik tuan…}


{Ding…Tuttt…Tutttt…}


'Kok seperti menelpon?' pikir hiro.


{Terhubung… Setiap 1 menit bayar 100 poin sistem}


"Hah?! t-tunggu apa maksudnya aku harus bayar?" ucap Hiro terkejut membelalakkan matanya.


{Benar tuan… Anggap saja eummm apa yah namanya kalau di dunia anda sebelumnya? Ahh benar pulsa! anggap saja pulsa tuan}


"Matamu!!! sistem, kenapa kau sekarang perhitungan sekali?!!" ucap Hiro kesal.


{Uang-… Ehh poin sistem adalah segalanya tuan}


"Sialan! kau tahu kan kalau saat ini poin sistem ku sedikit tidak lagi unlimited? atau kau memang sengaja sistem?" ucap Hiro yang sangat frustasi.


{Tidak tuh, cepat tuan semakin anda banyak membuang waktu maka semakin banyak pula poin sistem yang harus anda keluarkan…}


"Deen?!" ucap Hiro yang masih kesal.


"I-iya tuan?" terdengar sebuah suara yang sangat gugup dan ketakutan.


"Dimana kamu?"


"Di tempat pertama kali kita bertemu tuan…" ucap Deen.


"Aku punya perintah untukmu…" ucap Hiro dengan nada rendah karena telah sedikit tenang.


"Baik tuan! katakan saja apa perintah anda, percaya saja saya pastikan menyelesaikan semua yang anda perintahkan!" ucap Deen dengan tegas dan serius.


"Bagus, aku percayakan semuanya kepadamu… Pergilah seluruh alam semesta, atau pun galaksi untuk mencari sebuah dunia. Dunia tersebut adalah dunia jiwa ku yang terputus hubungan denganku, ciri-ciri dunia tersebut adalah memiliki Barrier yang terbuat dari energi alam diriku dan memiliki kesadaran sendiri. Bisa kan kau mencarinya?" ucap Hiro.


Deen terdiam beberapa saat perintahnya sebenarnya tidaklah sulit tetapi hanya membutuhkan waktu sedikit lama saja.


"Baik tuan! Hamba akan mencari ke seluruh penjuru alam kehidupan ini, anda tidak perlu khawatir saya pastikan tidak akan terlewati satu lubang tikus sekalipun!" ucap Deen.


"Baiklah, aku tunggu kabar baiknya darimu… Cukup sampai disini saja untuk sekarang" ucap Hiro.


"Saya mengerti tuan… Hmmmm"


"Ada apa?" tanya Hiro yang mendengar suara Deen yang agak ragu-ragu seperti ingin mengatakan sesuatu.


"Maaf apabila saya kurang ajar tuan, tetapi saya ingin bertanya kapan anda menduduki kursi singgasana Sang Absolute? kami membutuhkan kehadiran anda untuk mengatur tatanan kehidupan ini tuan" ucap Deen dengan serius.


"Entahlah, bukannya aku tidak ingin atau sengaja di lama-lama kan tetapi situasi yang selalu seperti menolak diriku agar cepat-cepat berkuasa sebagai Sang Absolute. Tenang saja akan aku usahakan untuk segera ke sana secepatnya" ucap Hiro.


"Baik tuan… Kami akan selalu menunggu anda sampai kapanpun" ucap Deen kemudian Hiro memutuskan sambungannya.


"Hufft… Ah sudahlah jangan terlalu di pikirkan, untuk saat ini prioritas ku adalah segera menyelesaikan urusan dengan dunia ini" ucap Hiro sambil menghela nafas.


{Bayarannya tuan! anda menghabiskan waktu 10 menit yang berarti 100×10 sama dengan 1000 poin sistem!}


"Cihh! kau benar-benar yah sistem, ambil saja sana apa susahnya hah?!" ucap Hiro kesal karena sistem mata poinan.


{Anda pikir sistem peduli? sudahlah sistem ambil yah 1000 poin anda}


"Bodo amat!" ucap Hiro kemudian tertidur mengistirahatkan badan dan pikirannya yang kelelahan.


***


Keesokan harinya Hiro terbangun dan keluar untuk sarapan, sekarang Hiro menganggap istana kerajaan Manipeda adalah sebagai kediamannya.


Raja Pidana pun tidak mempermasalahkannya karena Hiro sudah seperti teman baginya.


"Hoaaaa… Mengantuk sekali, apa tidak bisa sarapanku di bawa saja ke kamar? dan kenapa juga aku harus makan bersama dengan pria tua berdua pula bagaikan sepasang kekasih yang sedang romantis-romantisan" ucap Hiro saat berada di meja makan bersama dengan raja.


"Cihh! bisakah kamu bersikap normal? apa hidup mu tidak seru kalau tidak ada masalah?" ucap raja Pidana.


"Ah? maaf kalau begitu" ucap Hiro sambil tersenyum kecil.


Raja Pidana menggelengkan kepalanya dan mulai makan dengan tenang.


"Ohh yah bagaimana kabar selanjutnya tentang perjanjian kalian?" Hiro bertanya setelah selesai makan.


"Ohh dengan murid-murid mu itu? berjalan cukup lancar sampai-sampai aku tidak percaya bahwa mereka adalah anak kecil" ucap raja Pidana.


"Hahaha memang benar murid ku sangat luar biasa, tapi aku peringatkan bahwa jangan macam-macam dengan mereka karena mereka sudah aku anggap seperti anak ku sendiri" ucap hiro dengan dingin.


"Orang bodoh mana yang berani mengganggu mereka? walaupun anda sudah pasti akan kami bunuh terlebih dahulu sebelum di ketahui oleh mu" ucap raja Pidana sambil menghela nafas panjang.


"Jangan berikan kematian yang mudah begitu, lebih bagus berikan ia suasana seperti berada di neraka" ucap Hiro tersenyum kejam.


"Sudahlah jangan begitu aku takut sialan! lagipula belum tentu ada orang bodoh tersebut" ucap raja Pidana.


"Hahaha baiklah-baik tidak perlu marah-marah begitu nanti tambah tua" ucap Hiro langsung pergi dari sana.


'Kalau semua ikatan antara aku dengan dunia jiwa terputus, apa ada perbedaan juga dengan statusku?' pikir Hiro saat berdiam diri.


................


>Nama : HIRO AKAME


>Umur : 10.020 Th


>Level : Guru (Platinum)


>Status :


- SANG ABSOLUTE


- Penyihir (A+)


- Bela Diri (B)


>Ras : -


>Gelar : Sage


>Job : -


>Elemen :


- Void ( Kehampaan )


>Tipe Tubuh :


- Perfection


>Teknik/Skil :


- Penciptaan ( Creation )


>Poin Sistem : -


>Poin Pengalaman : 0/100.000 poin


>Senjata :


- Pedang Penghancur Surga Dan Neraka(Dewa)


- Pedang Langit Suci (Dewa)


>Artefak :


- Gelang Mustika Naga


- Gelang Kekacauan


- Absolute Ring


>Penyimpanan :


- Kotak Hadiah Misteri (???)(10)


- Peta Khusus


>Partner/Beast Kontrak :


>Bawahan (?) :


- LITCH ( Raja Undead )


................


"Hemmm bagaimana kalau bermain-main dengan mainan ku yang selalu tidak terpakai" ucap Hiro saat melihat tabel statusnya.


'Pedang Langit Suci, Pedang Penghancur Surga dan Neraka!' ucap Hiro memanggil kedua senjatanya.


SWOSHHHH…


TRANG…


"Hooo ternyata kalian masih saja mengkilat, apa kalian merindukan ku?" ucap Hiro tersenyum.


WUNGGGG… SWOSHHH…


Bagaikan menjawab pertanyaan Hiro kedua pedang tersebut bergoyang dan membuat hembusan angin yang cukup kencang.


"Hahaha, sudah-sudah maafkan aku. Bagaimana kalau kita bermain?" ucap Hiro.


WUNGGGG?


"Iyah benar bermain mengayunkan kalian berdua tetapi ingat jangan sampai terkena pada manusia" ucap Hiro.


Kedua pedang itu bergoyang dengan kencang kesenangan karena kini di ajak bermain kembali oleh Hiro setelah sekian lamanya mereka di simpan dalam inventori.


'Hemmm kenapa mereka seperti mengerti ucapan ku yah?' pikir Hiro.


{Mereka kini telah memiliki jiwa tuan… Mungkin karena mereka menganggap dirinya tidak berguna pada saat tidak di gunakan oleh anda sangat lama sekali, sehingga mereka membentuk jiwa dengan sendirinya dan memiliki kesadaran}


'Ohhh, luar biasa sekali… Apa ada kemampuan lainnya?' tanya Hiro.


{Sistem belum mengindentifikasi nya tuan karena baru sekarang anda mengeluarkan mereka lagi}


'Hemmm lebih baik di coba saja langsung benarkan sistem?' ucap Hiro.


{Benar tuan}


SWOSHHH…


Hiro pun pergi ke sebuah hutan dimana jauh dari penduduk.


'Apa disini sudah cukup jauh sistem?'


{Cukup tuan… Tetapi tetap saja anda harus mengatur kekuatan anda}


'Baik aku mengerti'


"Ayo kita mulai teman-teman ku" ucap Hiro tersenyum senang.


TRANG…


SLASHHHH… WUNGGGG…


BOMMMM…


DUARRRR…


Satu bukit yang cukup besar langsung hancur lebur seketika saat hempasan pedang Hiro mengenainya.


"Wow, kekuatan mereka tidak berkurang sedikitpun. Tetapi ada yang aneh…" ucap Hiro.


"Kok aku pusing sistem? ahhh apa ini…" ucap Hiro oleng dan jatuh dari langit yang cukup tinggi.


BRUK…


{Energi alam anda terkuras habis tuan…}


"Kok bisa?" ucap Hiro dengan lemah sambil berbaring di tanah.


{Apa anda lupa? saat ini kekuatan anda tidak seperti dulu, jadi tentu saja dengan begitu cukup memberikan pengaruh yang cukup besar bagi anda}


"Sial, aku lupa… Haishh ternyata tidak seru juga yah kekuatan ku lemah begini" ucap Hiro sambil berusaha berdiri tetapi badannya masih lemah jadi untuk saat ini ia tidak bisa bergerak sama sekali.


{Anda istirahat saja dengan tenang tuan, sistem yang akan menjaga anda}


"Hahh… Baiklah mohon bantuannya sistem" ucap Hiro kemudian pingsan.


{Kalian kembalilah!}


WUNG… SWOSHHHH…


Kedua pedang yang berada di samping Hiro pun menghilang entah kemana.


{Kalian juga mau sampai kapan bersembunyi terus? mau keluar sendiri atau aku paksa keluar?}


Tiba-tiba suara sistem terdengar di atas langit, apabila Hiro mendengar nya maka ia akan terkejut.


SWOSHHH…


BRUK…


"Maafkan kami…"


{Tidak masalah, tetapi katakan tujuan kalian apa?}


"K-kami hanya bertugas mengawasi saja tidak bermaksud apa-apa…"


{Aku tahu itu tapi katakan kenapa kalian harus mengawasinya?}


"I-itu…"


{Sudahlah! aku akan memaafkan kalian untuk saat ini tetapi tidak untuk lain kali… Tunggu saja akan ada waktunya kalian bangkit kembali seperti dahulu}


"Baik kami mengerti!…"


SWOSHHH…


{Dasar orang-orang tua yang tidak sabaran… Memangnya mudah untuk membangun kejayaan kembali seperti semula? padahal kalian hanya bertugas berdiam menunggu saja}


Entah apa dan siapa yang sistem bicarakan, tidak ada yang mengetahuinya tetapi satu hal yang pasti bahwa kedepannya akan terjadi sesuatu yang sangat menggemparkan dunia-… tidak maksudnya seluruh galaksi dan alam semesta.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Nantikan saja kisah selanjutnya dan stay terus sampai akhir.


Like this episode okey? 🙏